Total Tayangan Halaman

Selasa, 27 Mei 2014

Operator Seluler

By: Vanya-chan Akatsuki yang sebel karena Operator Seluler yang ga jelas, akhirnya telepon Customer Service. Tapi apa yang terjadi malah makin ga jelas. Bingung, ga jelas terus? Baca aja deh! Very OOC, Lebay, Aneh, Ancur borong semua. Jangan lupa tinggalkan Review!Rated: Fiction K+ - Indonesian - Humor/Parody - Akatsuki - Words: 2,318 - Reviews: 6 - Favs: 3 - Published: Dec 19, 2010 - Status: Complete - id: 6568247 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten Hallo minna…
Saya kembali lagi dengan membawa oleh-oleh berupa FIC KEGAJEAN AKATSUKI. Fic ini terinspirasi dari iklan Operator Seluler yang makin membludag gak jelas. Tapi saya gak bermaksud mem-bashing mereka kok. Jangan tersinggung dulu kalau dalam fic ini nanti akan menyebutkan merek produk. Baca aja deh sampe selesai, penjelasannya ada di akhir-akhir.
Baiklah saia persembahkan oleh-oleh dari Unleash My Imagination yang GaJe. Enjoy…
.
Summary: Akatsuki yang sebel karena operator seluler yang nggak jelas, akhirnya telepon customer service. Tapi apa yang terjadi malah makin ga jelas!
Disclaimer: Naruto milik Masashi Kishimoto-sensei. FanFict gaje ini punya saya
Genre: Humor, Parody nggak jelas!
Rating: K+
Warning: Very OOC, Lebay, GaJe, Abal, YAOI selalu, bahasa sesuka hati, NO FLAME! DON'T LIKE? DON'T READ!
.
.
OPERATOR CELLULER
.
Di suatu siang yang terang benderang, di bawah gubuk nan reyot, peyot, akatsuki sedang bengong di ruang tengah markas mereka. Sedangkan tetangga sebelah mendadak potong ayam. Sebab, ayam mereka mati karena kebengongan Akatsuki. Ingat mitos bengong kan? Jadi jangan sampai bengong baca fic ini!
Akatsuki berhasil mengatasi kekatrokan mereka dengan membeli handphone. Tapi ada yang salah dengan operator seluler mereka.
"Arghhh sebel, sebel, sebel," gerutu pemuda berambut panjang, bertubuh tinggi, berwajah keriput *plakk* bernama Itachi.
"Kenapa sih un, berisik mulu?" timpal Deidara, pemuda berambut pirang yang lagi melototin netbook. Sesekali mengalihkan tangannya dari tuts-tuts di netbook hanya untuk mencites kutu. Maklum, ada Sasori yang lagi garuk-garuk kepala, terus kutunya jatuh di kepala Deidara deh. Deidara 'kan lagi ndeprok di bawah Sasori yang duduk di kursi.
"Ini, nih operator selular gue punya tuyul."
"Kok bisa?" tanya Sasori, gak beralih dari layar hp BB (Butut Banget-nya).
"Abis, ilang-ilang mulu pulsa gue."
"Emang elo pake apa sih un?"
"XL. Padahal kemaren gue isi 20rb. Trus gue pake nelpon Sasuke, abis 20rb. Sekarang gue cek di *000# saldonya 0."
"Udah deh Itachi sayang," kisame, sang kekasih menghibur, "Kita ganti kartu aja yuk! XL emang nyebelin. Katanya gratis 200 sms setelah pake sekali, tapi aku sms tetep bayar tuh."
"Ya iyalah bayar, orang elo smsnya keluar negeri. Ke negeri duyung!"
"Gue 'kan mau mastiin keadaan adek gue. Kalian kagak denger apa, di tv-tv itu banyak TKW yang disiksa?"
"HUWAAA…" Sasori berseru sambil terus memanen kutunya. "Telkomplek lemot banget sih, gue 'kan mau apdet status, banyak permintaan temen lagi."
"Iya un, gue juga mau buka Fanfiction, loading-nya setaon. Padahal kan gue mau publish fanfic un."
Tiba-tiba munculah makhluk bertopeng lollipop sambil lompat karung, err lompat jauh, err salah lagi, lompat aja wes. "Halo Tobi anak baik, halo Tobi anak Baik, halmmphhh..." Itachi langsung membekep mulut makhluk bernama Tobi pake…
Eits, jangan ngeres dulu! Cuma pake sandal kok.
"Elo tuh berisik amet sih, kagak liat apa kita lagi suntuk? Gue tusuk ngantuk loh!"
"Itachi-senpai kenapa sih? Tobi anak Baik 'kan lagi nelpon, tuh kan ditutup ama Zetsu-senpai, HUWEEE…" Tobi nangis gulung-gulung tikar.
"Lagian kenapa sih nelpon Zetsu un? Orangnya 'kan di dapur un? Ngabis-abisin pulsa aja un."
Kisame ngangguk-ngangguk senam, "Auk tuh, pake kartu apa sih lo? Perasaan gue liat dari tadi nelpon mulu."
Tobi tersenyum riang, "Tobi pake Halo!"
"Perasaan Halo dari Telkomplek deh, emang enak nelponnya?" tanya Sasori penasaran.
"Gratis ya? Sini gue pinjem buat nelpon my lovely otouto," Tanpa Ba Bi Bu Ci Luk Baa, Itachi merebut hape Tobi. Anehnya Tobi malah seneng "Yayyy Tobi anak baik 'kan…"
Itachi celingak celinguk liat hape tobi yang gak berwujud, casing-nya aja yang menarik. Warna pink, mereknya Alpenliebe "Tob, ini 'kan permen! Gimana bisa nelpon?"
"Aduh, Itachi-senpai geblek banget sih. Tobi 'kan pake halo! Gini nih makainya," Tobi merebut hapenya lalu mendekatkan ke telinga, "Halo Tobi anak baik, halo Tobi anak baik…"
GUBRAKK
Tobi ngeloyor, Akatsuki tepar dengan suksesnya. "Pantesan aja gratis, tinggal halo doang. Dasar Autis…" inner Itachi diamini akatsuki lain disertai potong pita.
"Kalian tuh kenapa sih, molet aja kayak uler keket? Ganggu ritual gue aja. Makanya pake operator tuh yang jelas kayak gue, pakai Eksim sehari gratis 10.000 kbb," Hidan datang sambil ngelus-elus bisulnya. Heran tuh orang, bisul di pelihara.
"Kbb? Perasaan kb aja deh un."
"Nah itulah keunggulan Eksim, bonusnya serba dobel."
"Enakan punya gue. Murah kagak ngabis-ngabisin uang, malah nambah," sela Kakuzu sambil jahit
"Yang bener kuz?" Kisame melotot gak percaya "Emang pake apa lo?"
"Tring! Mau?"
"Pengen sih, tapi gue udah sayang banget ama nomer ini. Imut sih, kayak gue…" tandas Sasori diikuti anggukan author.
"Iya nomer gue juga udah kesebar ke fans gue. Kalau ganti kartu, ilang donk fans gue?" Itachi gak kalah narsis.
"Fans dari pantai jompo aja dibanggain!" celetuk Pein, sang leader yang tiba-tiba nyembul ama Konan.
"Kalau kalian ada masalah tuh telpon aja ke customer service! Entar dibantu," katanya lalu pergi setelah mencium kening Konan.
"Konan-san, kok elo tetep langgeng aja sih ama leader un? Padahal nggak pernah kontak-kontakan waktu leader jalanin misi un."
"Nelpon leader tuh mahal!" sela Kakuzu, "Konan ama leader 'kan beda operator!"
"Yang bener (Un)?" tanya akatsuki -Kakuzu+Konan
"Iya, abisnya Pein nyuruh gitu sih, lagian Mentereng enak kok."
"Konan bener tuh, Mentereng rasanya cerah banget, terkenal lagi," sahut Zetsu dari dapur tapi yang bagian item alias Zetem.
"Elo yang udah item sih enak. Gue? Jadi ketularan elo, padahal elo kan malu-maluin," protes Zeput alias Zetsu Putih.
"Apa elo bilang""
Udah ah kita kembali aja keruang tengah, males ngetik Zetsu lagi berantem *dilempar panci*
"Konan, kalo leader nyuruh elo pakai operator lain tuh mencurigakan, bisa aja 'kan dia selingkuh ama cewek lain yang operatornya sama," ujar Kisame, seketika bikin akatsuki lain -Pein+Zetsu duduk melingkari sebuah boneka berkepala tempurung kelapa. Kung, jelangkung datang tak dijemput… *author diseret jelangkung karena mulai nglantur*
Back To Story!
"Masak sih Kis kayak gitu?" ratap Konan sedih.
"Udah ah jangan gossip! Jashin-sama membenci umatnya yang suka bergosip," khotbah Hidan lalu melanjutkan ritualnya di toilet(?).
"Hidan bener, lagian gossip buang-buang waktu. Time is Money…" timpal Kakuzu melanjutkan jahitnya.
"Danna, mendingan kita nelpon custumer service aja yuk!"
"Deidara bener, mending kita juga nelpon custumer service, Kisame-kun!"
"Woy! Kok gue ditinggal sendiri?" Konan cengok ditinggalin.
Tiba-tiba author nyembul dari tanah, "Konan bantuin author ngetik aja yah!" *plakkk*
.
.
Dikamar Sasori Deidara…
"Halo, custumer service, selamat siang dengan Orocimanis ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara manis manja *ceilee*di seberang waktu Sasori nelpon customer service by Telkomplek.
"Halooo selamat siang saya Sasori…" *jiahhh author pingsan bayangin suara Sasori nelpon*
.
"Sudah jelas Sasori kun?"
"Udah, udah jelas banget! Sampe bikin gue eneg. Terima kasih."
KLEKK
Sasori nutup telponnya lalu melirik Deidara, "Kita disuruh ke kantor pusat, katanya mau diservis. Dei-koi kok diem aja? Ada yang salah ama gue?"
"Kau akrab sekali dengan customer service itu un?"
"Dei-koi cemburu ya?"
"Apaan sih Danna?"
"Mukamu merah, kau manis sekali Dei-koi..."
SENSORRR
.
.
Beralih ke Taman...
"Gimana Kisame-kun?"
"Kita disuruh ke kantor pusat, katanya untuk dapet informasi lebih lanjut."
"Ya udah berangkat yuk, lebih cepat lebih baik…"
"Yosh…"
"Eh tunggu!" treak Konan pake toa, manggil Kisame ama Itachi, "Gue ikut. Kalian pake XL 'kan? Gue mau beli perdana XL biar sama kayak Pein!"
.
.
.
Setelah melakukan perjalanan satu hari satu malam tidak makan tidak minum *Lebay* akhirnya Kisame, Itachi dan Konan sampai juga di Custumer Service XL. Mereka langsung disambut dua gadis cantik nan seksi nan bohay berambut pink dan pirang. Mereka kasak kusuk nggak jelas.
"Sakura, gue yang rambut panjang , yang mirip Sasuke itu!" bisik si pirang.
"Enak aja, itu jatah gue. Elo yang putih mengkilap kayak hiu itu aja!" balas si pink.
"Kagak ah! Gue udah cukup mengalah ama elo!"
"Sekali jatah gue, ya jatah gue elo ng—"
"Woy! Pada ngapain sih, nggak jelas banget?" treak Konan pake toa, soalnya kebawa tadi.
"Oh maaf, selamat datang di Customer Service XL. Untuk pemanasan tekan bibir, untuk berlanjut ke menu utama tekan leher, turun ke—"
"Woy nih apa-apaan sih?" potong Kisame, "Makin nggak jelas aja informasinya. Kita tuh mau nyari informasi tentang XL bukan ide bikin fic rating M."
"Yeah, ini kami mau menjelaskan, memangnya anda mau beli paket apa? 1 jam, 2 jam atau sampai puas?"
Sambil menunggu loading, tiba-tiba mereka dikejutkan sesuatu yang tak terduga.
"Pe-Pein?" Konan terbata-bata melihat Pein bersama perempuan berambut pirang dikuncir dua.
"Ko-Konan?"
"Pein…"
"Konan..."
"Pein…"
"Konan…"
KYAAAAAAA
BUAGH… BUUGH… TRIINGG… TRAANGG… NIING… NONG… NING… GONG…
Konan menyeret jubah pein, sedangkan Peinnya ketinggalan(?).
"Gue bantu yah!" ujar perempuan berkuncir dua, "SANNAROOOO…"
Dan pein pun enyah dengan tidak elitnya.
Kisame dan Itachi masih memproses data, penelusuran mereka pun selesai dan mendapati tulisan besar di homepage:
CUSTOMER SERVICE X-TRA LEMON (XL)
MELAYANI PAKET SIANG, MALAM DAN SAMPE PUAS
CUMA Rp 250.000/jam
….

….
HUWAAAAAAAAAA
.
.
"Un, elo yakin gak sih, ini tempatnya, kok mencurigakan gini?" Deidara bergidik ngeri ngeliat kiri kanan. Gimana nggak, di sana senang di sini senang dimana-mana hatiku senang… *nglantur lagi*
"Kayaknya sih benar, tadi 'kan kita baca sendiri KANTOR PUSAT TELKOMPLEK!"
"Iya sih, tapi kok kayak Taman Lawang gini sih?"
"TERIMA KASIH TELAH MENGHUBUNGI TELKOMPLEK, ANDA BISA KAMI SERVICE SELAMA 24JAM PENUH."
Sasori dan Deidara menoleh mencari suara khas banci Taman Lawang itu. Tampaklah lelaki berkulit putih pucat, bermata kuning melempar senyum pada mereka. Lelaki itu berlari, menghambur ke pelukan Sasori.
"awww… cucoknya boo, bikin eike gak tahan dehhh…" Lelaki itu menyeret Sasori masuk, bikin Deidara panas membara, membabi buta, mencakar lang….*author dibekep readers*
"Woy gue kagak mau, lepasin!" berontak Sasori yang ngeliat Deidara pundung sambil membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi *pundung yang aneh*. Ia menarik-narik tambang ungu yang terikat dipinggang lelaki jadi-jadian, kalau gak mau dibilang banci.
"Kenapa sih boo, ye 'kan udah ngubungi Telkomplek , masak nyampe sini cuma mau main tarik tambang? atau… ye straight? Tenang aja boo Telkomplek menyediakan paket Straight, paket Yaoi, paket Yuri…"
"Apaan sih nggak jelas banget?"
"Ini custumer service Telkomplek boo, telepon komplekan. Masak sih kaga ngerti? Please deh, eike Orocimanis server paling mutahir, antivirus, loading cepet…"
"Hei, please deh…" potong Sasori, meletakkan punggung tangannya dikening terus muter-muter ala ballerina, "Gue, Sasori No Danna, kagak niat download elo, gue udah punya situs sendiri tau. Deidara I'm coming, I will download you(?)…" Sasori ngebirit dengan cucoknya, ninggalin Orocimanis yang ngedrop baterainya(?).
"Kayaknya eike gak bisa mempertahankan mahkota Miss Waria taun ini, hiks…" katanya sebelum koid.
Sementara itu, Deidara udah selesai pundung ga jelasnya, ia juga sempet gosok gigi tadi. Pinjem pasta giginya Suigetsu.
"Deidara-koi…" Sasori berlari slow motion ke arah Deidara.
Langsung aja Sasuke yang lagi nongkrong ama Tim Hebi nyetel radio bututnya. Backsound: Lucu-Lucu Hohahay mengiringi langkah Deidara menyambut sang Pangeran… *ceilee*
"Sasori No Dannaaa…"
"Deidara-koiiii…"
"Ahhh…"
"Hmmm…"
"Ahhhhhh…"
"Ahhh… Ahhh…. Ahhh…"
"Hmmm, nafasmu wangi sekali Dei sayang, pake pasta gigi apa sih?"
GUBRAAKKK
.
.
.
Kisame dan Itachi pulang dengan keadaan shock, ditambah bingung melihat Sasori yang menggendong Deidara dipunggung, berlari-lari gaje.
"Ensu, udah nyampe rumah"
"Benarkah Kak Junsu?"
"Woy! Kalian tuh ngapain sih, Usap Usop mulu, baru ketemu bajak laut ya!" sembur Kisame gerah melihat dua sejoli, mencari cinta, cinta bersemi… *di cincang readers*
"Kita baru aja lihat pengumuman casting drama Endless Love yang ke 1001 un!"
Kisame dan Itachi sweatdrop. "Trus kalian mau ikut casting gitu?"
"Ya iyalah, oh ya tadi juga ada pengumuman casting film si Cantik dan si Buruk Lupa loh. Barang kali kalian berminat?" ujar Sasori yang langsung di deathglare Kisame.
"Maksud elo ngomong gitu apa? Oh pikir gue mau jadi si Buruk Rupa terus Itachi Si Cantik gituuu?" treaknya menghujani Sasori. Tapi gak kena soalnya Deidara sedia payung sebelum ujan. Ah pacar yang baik.
"Udahlah Kisame-kun meskipun kau buruk rupa, jelek, ancur, berantakan, gue tetep sayang kok. Oh ya SasoDei, kalian udah telepon Custumer Service belum?" Itachi menengahi.
"Udah, tapi gaje banget Operator Seluler kita. Kalian sendiri gimana?"
"Sama, emang kagak ada yang jelas operator zaman sekarang!" kata Sasori diikuti anggukan author.
"Oh ya un, gimana kalau kita coba operatornya Hidan, Kakuzu atau Zetsu. Kok mereka gak ada trouble sih un?"
"Bener lo Dei. Ayo kita berjuang!"
Keempat akatsuki pun bubar, ninggalin author yang nutup mata dipohon."Itachi pel..." Lho kok gak ada? Kemana ya mereka, ternyata mereka kedalam markas, mari kita masuk kedalam readers...
.
"Hidan, gue mau beli perdana Eksim, katanya elo jualan perdana juga!" ujar Sasori sambil nutup idung. Soalnya Hidan lagi citesin bisul-bisulnya.
"Nih…" Hidan menyodorkan sebuah kotak persegi panjang. Itachi membukanya, "Woy Hidan, siapa yang mau beli salep? Kita mau operator seluler yang sama kayak elo!"
"Yah itu, operator seluler gue. Jashin-sama lagi membutuhkan tumbal berupa darah dan nanah. Makanya gue pakai Eksim sehari gratis 10.000 KBB, Kutil Bentol Bentol,"
"UWAPAAA? Jadi itu maksud loh, trus kenapa elo promosiin ke kita-kita (Un)?" shock keempat akatsuki.
"Yeah, biar kalian jadi pengikut Jashin-sama."
GUBRAAKKK
"Woy, jangan tepar di depan gue! Tumpah semua darah ama nanah gue!"
.
"Ini salah elo, ngapain elo selingkuh di belakang gue?" keempat akatsuki yang lagi memburu operator Seluler berhenti di depan kamar Pein dan Konan.
"Abis elo Mentereng mulu ama Zetsu, gue 'kan cemburu!"
"Namanya juga SPG, harus tampil Mentereng biar menarik pelanggan, Zetsu itu SPB bla bla bla…" Keempat akatsuki meninggalkan pasangan yang siap-siap menjatuhkan talak 3 itu, sebelum kejatuhan talak (?).
.
"Sekarang tinggal Kakuzu, semoga aja dia waras," kata Kisame diaminin orang se-kampung.
"Hey, kalian pada ngapain? Tumben masuk ruang kerja gue?" sambut Kakuzu yang lagi ngukur desain gaun di tubuh Tobi.
Keempat akatsuki berkaget-kaget ria melihat gaun rancangan Kakuzu yang sedang dicoba Tobi.
"Gimana, Tobi anak Baik pantes nggak pake baju ini?" kata Tobi sambil lompat-lompat seperti biasa. Tapi kali ini bikin keempat akatsuki membeku.
1 detik
10detik
100detik
1000detik
HUWAAAAAA
POCOONGGGG
"Senpai-senpai itu kenapa sih, Kakuzu-senpai? Bukannya Tobi cocok pakai baju ini?"
"Oh, ada yang kurang Tob, elo 'kan masih di bawah umur, jadi harus pake ini," Kakuzu menyumpalkan kapas di hidung Tobi, "NAH, SEKARANG AYO KITA BACA ICHA-ICHA PARADISE!"
.
TAMAT DENGAN SANGAT TERAMAT ANEH SEKALI
.
.
REVIEW YEAH~! XD

Wajah Tampan Kisame

By: Mikumo Hoshi Disclaimer: Naruto dkk termasuk AKATSUKI selalu milik Om Masashi Khsimoto, tapi fic ini punya aku lohh suer dehh *sambil nunjukin jari bentuk huruf "V" Pairing: AKATSUKI Genre: Humor/parody Warning: so pasti OOC, abal, alur rata-rata, EYD hancur, garing, gak bikin ketawa (mungkin), de el el maaf kalo ada kesamaan dengan fic lain, itu adalah ketidak sengajaan, dan cerita ini murniRated: Fiction K+ - Indonesian - Humor - Kisame H., Akatsuki - Words: 1,833 - Reviews: 3 - Published: Nov 16, 2013 - Status: Complete - id: 9850828 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten [Sekilas FanFic]
WAJAH TAMPAN KISAME
By: Emik si Habanero is a good girl *pletak, itu kan kata-kata tobi, kok author yang pakek sih?
Disclaimer: Naruto dkk termasuk AKATSUKI selalu milik Om Masashi Khsimoto, tapi fic ini punya aku lohh suer dehh *sambil nunjukin jari bentuk huruf "V"
Pairing: AKATSUKI
Genre: Humor/parody
Warning: so pasti OOC, abal, alur rata-rata, EYD hancur, garing, gak bikin ketawa (mungkin), de el el maaf kalo ada kesamaan dengan fic lain, itu adalah ketidak sengajaan, dan cerita ini murni dari otak ku sendiri sumpah demi dewa jashin dehh *kena sambit hidan yang gak trima dewa jashinnya di rebut-rebut.
A/N: yoww buat yang gak tau naruto sama sekali apalagi gak tau Akatsuki, mending di baca aja, karena ini fic pertama ku fic ini bisa di bilang dalam katagori hancur lebur, bagi yang mau baca tolong siap-siap karena fic ini bisa menyesakkan dada, membutakan mata, mentulikan telinga,membisukan mulut, membucitkan perut (?) hohoho ya udah daripada author banyak bacot mending langsung baca aja yak..
DON'T LIKE DON'T READ
"WAJAH TAMPAN KISAME"
3
2
1
Yakkk mulaiii *author treak-treak pakek toa
"KKKIIISSAAMMMEEE! MUKA LO ANCUR BANGET, SUMPE DEH, SUER DEH, DI SAMBER GLEDEK…." Treak akatsuki minus kisame berjamaah ketika mendengar pertanyaan keramat dari mulut baunya kisame *aww, author di timpug samehada, dengan wajah berlumuran berbagai kuah yang di keluarkan para anggota akatsuki minus kisame sama tobi 'tau sendiri lah si tobi kan pakek topeng jadi kagak bisa nyembur' 'dan untuk kakuzu yang pakek cadar, kali ini dia khusus buka cadarnya buat nyembur kisame plus memperlihatkan gigi-giginya yang keemasan, nah sekarang udah terbongkar aib kakuzu yang selama ini mengkorup uang kas milik akatsuki buat di investasikan dalam bentuk emas di giginya yang begitu keemasan dan berkilau yang hampir bikin semua anggota akatsuki minus kakuzu kebutaan dan di larikan kerumah sakit jiwa (?)' yang baunya sumpah bikin lalat-lalat yang tadinya setia jalan-jalan di muka kisame langsung tewas di tempat, kisame membatin "sumpah gue kira cuman gua yang gak pernah sikat gigi" anggota akatsuki yang tadi nyembur Cuma ngos ngosan habis treak-treak di depan wajah 'tampan' kisame. "kalian apaan sih? Gue kan Cuma nanya menurut kalian wajah gue yang super imut ini tampan ato nggak? Jadi gak usah treak-trak kayak orang kesurupan aja" protes kisame "tapi yang kita bilang itu bener muka lo itu ancur banget, kayak kelindes becak gitu deh" sahut pein buka aib. Kisame pun meraba-raba wajah yang dikiranya tampan, dia pun mulai terlihat sedih dan hampir mewek plus ngemojok bareng lalat-lalat setianya, di pandanginya satu persatu wajah mahluk-mahluk yang ngehina wajah tampannya itu, yahh semua anggota akatsuki memang hampir gak ada yang punya tampang normal, liat saja si pein mukanya itu penuh perching-perching yang karatan karena sering kehujanan plus gak pernah di olesin minyak pelumas anti karat(?) udah kayak preman-preman di pasar loak yang suka malakin lolipopnya tobi, yahh author akuin kalo pernah kepincut sama pein tapi itu berubah ketika Negara api menyerang (?) yak karena si pein itu mesum dan kalo perching-perchingnya di buka so pasti wajahnya pada bolong-bolong semua.. iiyuuuhhh,, *author di jambak fansnya pein. "kayaknya wajah gua gak seburuk si leader mesum ini deh, wajah gua kan gak ketusuk sama paku-paku gaje yang besarnya hampir sama kayang paku kuntilanak itu," kisame meringkus dalam hati, lanjut mata kisame beralih ke wajah mahluk di samping pein yaitu konan, di telitinya terus wajah konan tanpa sepengetahuan pein, wanita ini cukup cantik tapi punya kepribadian yang mengerikan, "ehh wajah cantik yang menipu, cihh.." dengus kisame masih dalam hati, karena dia gak mau kalo harus mati muda di bantai konan. dengan rambut birunya sebiru tubuh kisame dan hiasan bunga mawar origami di rambut birunya itu. Nahh kalo yang ini mungkin bisa di bilang punya wajah yang normal kata author sambil nunjuk-nunjuk wajah konan. Mata kisme beralih ke wajah mahluk yang berambut pirang ikat kuda dan punya poni yah cukup panjang yang nutupin salah satu matanya tapi author liat dia kayang andika kangen band, yah wajah deidara memang lumayan normal tapi dengan wajah kayak gitu susah medain dia itu cwek or cwok? Tentang hal ini masih giat di perbincangkan di dunia kegajean (?) "gua gak sudi punya muka kayang deidara, hancur dong image kemaskulinan gua" cletuk kisame masih setia di dalam hati. Sungguh wajah yang gak jelas, athor prihatin.. lanjut kisame liatin sesosok mahluk bertopeng oranye dengan model obat nyamuk yang punya satu lobang di mata kiri ato kanannya entahlah author agak lupa tapi yang pasti yang bolong itu dimatanya bukan di hidug ato mulutnya, entah kenapa tobi bisa bertahan hidup tanpa bernafas, karena gak ada lobang yang memasok udara ato mengeluarkan udara (?) ini juga masih di teliti oleh tim ketopengan dan pernafasan dunia ninja (?) dengan begitu tobi dapat di simpulkan punya wajah yang aneh karena terus pakek topeng nyahaha dia juga anak autis yang selalu mengira dirinya 'anak baik' "tapi, gimana kalo wajah tobi di balik topeng itu ternyata lebih tampan dari gue? Hhuuueee gua gak mau di saingin sama anak autis kayak tobi, cukup cuman gua yang di julukin the handsome of akatsuki" kata kisame bangga dalam jantungnya (?) sudah cukup tentang tobi kisame lalu memfokuskan mata ikan nya ke anggota paling tua plus kelihatan paling muda tersebut siapa lagi kalo bukan sasori? Dengan rambut merah yang keren, wajah yang mengkilat karna di buat dari kayu terbaik dan sering di poles oleh sasori menambah kesan 'tampan' di wajah baby facenya. Tapi sayang dia itu gak normal karena suka ngoleksi boneka fudu (?) entah dia mau nyantet siapa dengan boneka fudu tersebut. dan juga kepalanya bisa muter 180 derajat kayak burung hantu yang lagi boker sambil ngliatin orang yang ngitipin dia boker. dan bisa hidup tanpa kepala, gimana gak aneh cobak? nah yang ini juga wajahnya keliatan normal lohh.. author nunjuk-nunjuk sasori sabil loncat-loncat gaje. Huufffttt kisame menghela nafas panjang, kemudian lanjut ngliatin mahluk satunya lagi, nah kalo yang ini wajahnya keliatan agak aneh dan bertampang kriminal karena pakek cadar yang nutupin hidung sama mulutnya kakuzu, matanya juga aneh dengan warna hijau yang selalu menyala-nyala setiap ngliatin duit udah kayak lampu di pohon natal dah.., mata kisame langsung melirik hidan karena udah gak kuat ngliatin wajah kakuzu yang seakan menyiratkan 'lu harus bayar utang ke gue sekarang' di tatapinya hidan dari ujung kepala sampai ujung dagu saja (?) pemuja setia dewa jashin ini memiliki rambut yang ubanan putih semua, katanyasih ini adalah salah satu penghormatannya kepada dewa jashin yang di puja nya di setiap tempat, dan setiap waktu tak terkecuali saat boker di wc dia tetap komat-kamit baca mantra sambil bawa tasbih (?) "sungguh jashin mania, untung gua gak kehasut sama ajarannya dewa jashin itu" batin kisame dalam hati biar gak di denger sama hidan. Dari pada lama-lama liatin wajah ustad akatsuki ini yang nantinya bakal jadi pemimpin ormas dewa jashin di perkumpulan pemuja dewa maniakkk, kisame langsung saja ngalihin pandangannya ke mahluk yang menurutnya paling aneh ini, warna tubuhnya juga aneh udah kayak papan catur. salah satu permainan yang author gak suka karena gak tau cara mainnya. hitam putih gitu lohh aneh banget kan? Trus di selimutin tneman yang berduri lagi, benar-benar lebih aneh dari kisame pokoknya *author mau dimakan zetzu. Kisame bergidik ngeri karena inget hobinya zetzu yang suka makanin orang. "kalo gue sampek dimakan sama dia jatuh deh martabat gue sebagai anak hiu paling sadis yang udah makanin saudara sendiri demi bertahan hidup di dalam perut emak gue tercintah dan juga warna tubuh gue lebih keren dari dia biru dongker gitu loh" kisame membatin narsi lagi. Daripada kisame mikirin aksi bejatnya terhadap semua sodara-sodaranya, kisame langsung ngarahin pandangannya ke patner tercintanya yaitu wajah yang keriput kayak aki-aki peot di pinggir jalan yang gak bisa nyebrang karena gak ada zebra croos nya. Itachi rutin pakek masker anti kriput yang di curinya di toko kosmetik milik adik tercintanya demi menghilangkan kriput yang semakin hari tambah panjang ini. "huee itachi may good patner apapun yang terjadi pada wajahmu aku akan selalu ada di samping mu" bisik kisame sambil nangis sesenggukan gak jelas, oke ini bukan fic yaoi jadi gak ada yang kayak gituan.. nyahaha author ketawa-ketawa gaje karena author seorang fujo agak-agak. Lengkap sudah semua wajah anggota akutsuki minus kisame di telitinya dan hasilnya ada dua anggota yang punya wajah cukup normal yaitu konan dan saori. Menyadari hal yang dilakukan kisame dari tadi terus mandangin member akutsuki ini, sang leader pein langsung ngambil cermin yang ukurannya lumayan gede terus di kasi kisame "nih kis gue punya cermin mending lu ngaca dulu sebelum komentar" ucap pein memerintah, kisame yang mendengar perintah dari sang leader langsung bercermin, dan yang terjadi selanjutnya adalah… jeng jeng jeng…"UUUAAAPPPAAHHH? Te te ter nyata wajah gue.. wajah guee.." semua anggota akutsuki minus kisame yang ngedenger treakan kisame yang super duper keras itu karena saking terkejutnya dengan wajahnya sendiri di depan cermin langsung gak kenapa napa karena udah persiapan nyumbat telinga nya pakek kapas yang di curinya di kebun kapas milik tetangga *walah cepet amat yak? Mereka udah tau akan reaksi kisame yang tumben bercermin ngliat wajahnya yang hancur itu, "wa wajah gue ter ternyata TAMPAN BANGETTTTTT!" treak kisame sambil meraba-raba wajahnya yang penuh sisik tersebut dengan bangganya kisame berpose ala model kemudian berfoto ria yang rencananya mau di uplod ke internet itu, anggota akatsuki minus kisame pun langsung ber sweatdrop ria, ternyata pikiran mereka melenceng dari kenyataan yang mereka lihat sekarang, wajah kisame terlihat berbinar-binar saat tau dirinya sangat 'tampan' itu tak henti-hentinya dia memuji wajah yang sebenarnya ancur lebur itu.., "ya ampun un, kliatannya kisame itu katarak deh un" komentar deidara sambil berbisik di telinga pein. Pein pun mangut-mangut tanda setuju dengan bisikannya deidara. "oh nooo kisame kenapa lu jadi narsis kayak gini?" bisik itachi kepada siapa saja yang merasa mendengarnya (?) "kisame-senpai gak salah lihat kan?" Tanya tobi sambil ngemut lollipop rasa susu tikus. "kis lu jangan bikin fitnah dong itu kan dosa" sahut hidan sambil baca mantra pengampunan dosa buat kisame yang gak terima kisame jadi seorang tukang fitnah karena itu dosa kata jashin-sama. "emm gimana yak kis? Gue gue gue gak percaya kalo lu bilang wajah lu tampan" timpal konan agak ragu. "ehh masih gantengan gue kaleeekkk" kata sasori narsis, "maaf gue no coment aja" zetzu buka suara. "untunglah lo gak pingsan karena ketakutan sama wajah lo sendiri, itu menghemat biaya pengobatan karena lu gak jadi pingsan" khukhukhukhu kakuzu tertawa laknat. Kisame yang sedang asik berfoto ria gak nanggepin apa kata semua anggota akatsuki itu tetang wajahnya yang dia kira 'tampan' itu karena dia yakin dan percaya matanya gak katarak, gak salah lihat, gak narsis,gak dosa de el el seperti yang di katakana semua teman-temannya tadi. Anggota akatsuki yang lain pada nyerah semua karena gak bisa menghentikan kegilaan kisame terhadap wajah tampannya itu. Semua bubar dan ninggalin kisame sendiri yang masih sibuk dengan acara berfoto-foto rianya.
THE END
A/N: akhirnya fic gaje dan nista ini selesai juga, maaf karena banyak salah ketik dan juga humor yang garing. Tapi aku akan terus belajar buat fic yang lebih nista lagi (?) yoww silahkan kritik dan sarannya terima kasih udah membaca author membungkukan badan tanda hormat

Ketika Orkay Jalan-jalan

By: Fvvn Akatsuki, Geng anak Orang Kaya ini pada janjian ketemu di Mall Puri Indah. gimana aksi jalan-jalannya Orang kaya -k-gila- ini? keadaan tidak akan mulus begitu saja! banyak bencana yang terjadi! Fujisaki Back To AKATSUKI HUMOR! WARNING INSIDE!Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Parody - Akatsuki - Words: 3,074 - Reviews: 18 - Favs: 16 - Follows: 1 - Published: Feb 22, 2011 - Status: Complete - id: 6766790 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten NARUTO BELONG TO KISHIMOTO-SENSEI 4EVAA~

--------------------------------------------------------------------------------

Rate T – For bad language, and Terrible Scene
Warning Super Ultra :
AU terlalu jauh! OOC NISTA, PARAH, AKUT, SADIS! -benar2 Warning- Pembunuhan KARAKTER luar-dalem (tapi saia nggak niat nge-Bash.. ini cuman untuk Hiburan semata), No EYD –Make ur eyes Blind Instantly.. seriously *majas*, and It's Totally God-Damn-Oh-So-Fucking-Weird-SH*T-Fic!
Akatsuki ternistakan tanpa adanya satupun yang terlewati.. khukhu.. WATCH OUT!
Another of Humor/Parody

--------------------------------------------------------------------------------

.
.
.
Hope You're got a Happy reading xD
.
.

. . . . -oOo- . . . .
Page OneSHOT
Ketika Orkay Jalan-Jalan
. . . . –oOo- . . . .
.
.
By The Insane Girl – Name isn't important at all
Anak-anak Akatsuki udah pada janjian ketemu di Mall Puri Indah seletah pulang sekolah. Biasa, anak SMA jaman sekarang, kendaraannya pada mewah. Berhubung anggota Akatsuki rata-rata berkehidupan makmur, otomatis, mereka yang membawa kendaraan dan kena tilang di perempatan pun bukan masalah lagi.
"Berapa sih? nih duit buat lo," ngomongnya aja pada nggak sopan. Tapi, kekuatan uang memang sukses menggugah hati para polisi jalanan.
Yang pertama kali sampai di Puri Indah adalah Pein. A.k.a Rocker Boys. Dia dateng bawa Harley, warisan dari bokapnya yang pernah bikin band waktu jaman jebot. Tiap orang yang ngeliat tampang keren -anjirr- nya Pein, langsung MINGGIR semua bagaikan melihat bom berjalan.
"Oi, mas.. gua minta ya koka kolanya," biarpun orkay (orang kaya), Pein tetep aja tukang minta-minta bagi mas-mas yang warungnya pernah di palakin sama dia. Dan di mata anak-anak TK di sekitar rumah Pein, wajah metal full of Pierching nya sering di identifikasikan dengan dongeng berjudul 'Kutukan laknat'
Orang kedua adalah Deidara. Nyokapnya Hairstylish artis terkenal. Do'I dateng bawa mobil Limo. Tentunya dengan supir pribadi yang siap menunggunya bahkan sedekar nyari WC umum dengan mobil tersebut. Katanya sih nggak level jalan kaki. Sombong tenan..
Orang ketiga adalah Sasori. Keluarganya punya perusahaan mainan. Produk jualannya yang paling terkenal adalah Sadako Dolls yang pamornya ngalah-ngalahin Chuky. Katanya sih, udah niat mau buat Pocong Dolls. Tapi, sampe sekarang, kontraknya belum juga di setujuin sama pak SBY selaku presiden RI yang meminpin negara asal muasal cerita pocong. Dia dateng bawa Cadillac merah menyala. Bagian depan mobilnya bisa mengeluarkan asap dan menciptakan suara-suara aneh bin ajaib. Makanya, tiap kali Macet, Sasori sering men-setting mobilnya mengeluarkan bunyi Beruk sekarat dan macan sakit gigi, supaya keliatan keren kayak lagi ngajak piaraannya jalan-jalan naek mobil dan orang-orang bakalan minggir. Sebenernya sih, Sasori udah niat mau bikin suara Paus. Tapi, kayaknya orang-orang di muka bumi ini gobloknya nggak parah-parah amat deh. Makanya niatnya batal.
Yang selanjutnya adalah, orang yang menyandang nama Uchiha di punggungnya. Dateng ke Mall naek mobil F1. Satu-satunya orang kaya(k-monyet) yang memiliki selera unik nan eksentrik. Itachi punya banyak koleksi mobil di gudang bagasi mobilnya. Sayangnya, nggak ada satupun mobil bertipe normal yang ia miliki. Contohnya aja Mobil kodok berbadan onta. Atau gabungan mercedes dengan mobil kayu di jaman batu. Dia yang paling dewasa di antara geng 'bejad bahagia nya. Tapi apa sih… sedewasa-dewasanya anak Akatsuki, paling-paling juga masih ngotot kalau harus rebutan permen sama anak umur tiga tahun.
Kemudian ada juga anak gahol yang agamanya nggak jelas. Dateng ke Mall naek Hyundai yang udah di modif mirip kayak mobilnya anak-anak Drift. Kombinasi aksesoris mobilnya percampuran antara tasbih berlian hitam sampai tulisan mantera dari dukun beranak berjasa email. Si klimis berambut putih ini punya hobi yang sedikit aneh dari teman-temannya kebanyakan. Ngusilin Bencong adalah rutinitas umumnya. Ngegodain cewek-cewek, kerjaan tabu baginya. Selain itu Doi juga punya perinsip. "lecet sedikit LANGSUNG buang". Entah ini di sebut sebagai prinsip atau Kekonyolan anak Orkay? Tapi orang yang berteman baik dengannya, bisa kecipratan Kaya mameen! Buktinya aja si Kuzu – rentenir bangkotan yang hari gini masih kuliah semester satu. Mereka pernah jalan bareng. Dan suatu ketika, mobil Merci milik Hidan yang mereka tumpangi lecet kegores batangan es punya anak SD yang nggak sengaja menghantam mobilnya. Walhasil,
"Kuzu… Merci nya buat lu aja dah,"
Kakuzu langsung nyium aspal saat kunci mobil Merci berada di tangannya.
Sementara Kisame dan Zetsu yang mempunyai hobi mempermak diri menyerupai Hiu laut dan Venus Fly-trap kesemprot baygon, belum juga nongol sejak seluruh member Akatsuki yang lain udah ngetem di depan gedung Mall.
"Sompret nih Kisame ama Zetsu! Kok belon nongol juga sih?" tanya si Orkay Deso Pein yang logat kansai nya udah terkontaminasi sama aksen batak.
"Telpon kek," Deidara udah misuh-misuh. Rambutnya lepek gara-gara kesiram sinar matahari saat itu.
Hidan mengeluarkan ponsel Clamshell nya yang di taburin Saphire dan Ruby menyala. Yang lain cuman mandang cengok melihat Hape 'WAH' nya Hidan.
"Lo ganti lagi?" Sasori menelan ludah. Seumur- umur, dia aja yang sering gonta ganti cewek baru dua kali ganti HP dari SMART ke ESIA. Well, maybe it's because he's -made by Indonesian- Lovers.
"Yang kemarin gue kasih ke tukang minta-minta gara-gara ada tukang sate nguap di deket HP gua," Duileh.. gaya amat mas.
"Kenapa nggak lu kasih aja ke gua?" Pein ikutan nimbrung. Death-glare di lontarkan oleh Fujisaki dari suatu tempat, "Woy! Adegan nelpon Kisame nya KAPAAAN!"
Akatsuki Nista ceria kembali mingkem.
"Halo? Kisame?"
"Ng..?"
"Woy, anak-anak udah pada nunggu nih,"
"Nunggu apaan?" nada bicara Kisame terdengar seperti kriminal yang overdosis gara-gara nelen bubuk kopi tujuh sak semen.
"Suara lo… jangan-jangan..! Baru BANGUN?"
"He? Iya.. hehe!"
"AAAAaa! Kempet! Cepetan mandi! Anak-anak udah stand by di Mall nih!"
"Hmm.. Ano Hidan. Kayaknya gua mendadak males pergi.. bye," sambungan telepon langsung di putus tanpa dosa oleh Kisame. Hidan-chii cuman narik uratnya dan bermain lompat tali dengan itu.
Dendam kesumat Sasori bangkit lagi. Gara-gara bosen nunggu, akhirnya alternatif terakhir yang di pakai olehnya adalah bermain dengan boneka Voodo pejabat setempat. Terakhir kali dia mengeluarkan Voodo nya, sepuluh hakim agung kehilangan boxernya dan tujuh orang calon PNS yang lagi di interview ngorek idung Bosnya pake cangkulan. Sebenernya ini kumpulan anak Orkay atau kumpulan mahluk idup jebolan Rumah sakit jiwa?
"Dan, telepon Zetsu gih," Pein ngebujuk Hidan dengan sebungkus kacang kulit yang baru aja dia dapet dari hasil malak bencong.
"Moh.. eneg gue. Tuh! Suruh aja Itachi," kalo udah ngambek, Jurus batangan-emas-melayang-di-depan-mata-Hidan aja nggak bakalan bisa ngebujuk dia.
Alhasil, Itachi lah yang akan menelepon Zetsu. Doi ngeluarin ponselnya yang berukuran Mikro dengan skala 1x1cm.
"Anjirr! Itu hape ato congek Troll?"
"Hoek..! jorok banget sih lo Pein!" kali ini Deidara yang angkat suara. Doi udah eneg dengerin suara ketua suku a.k.a Pein yang dari tadi nyerocos bak air terjun.
"Berisik lo berdua.." Itachi mulai menghubungi Zetsu,
Tutt tutt tutt..
"Halo?"
"Tsu! Lu dimana? Anak-anak udah pada nunggu nih di Mall,"
"Bentar… gue lagi OTW,"
"Jangan kelamaan lu! Cepettt!"
Akhirnya Akatsuki terpaksa nunggu lagi. Sejam telah berlalu. Bulu kuduk Pein udah berdiri semua. Keriput Itachi makin keriput di siram oleh coretH2SO4coret sinar matahari. Sasori udah gemetaran, nggak kuat lagi di suruh berdiri lebih lama. Kenapa dia nggak duduk dijalanan? Sori aja nih. Terakhir kali dia duduk bersila di atas aspal, orang-orang banyak yang ngelemparin receh gara-gara disangkain tukang ngemis. Abis, mukanya melas banget kayak supir angkot kagak boker sepuluh tahun. Dan Deidara? Sibuk nyariin tukang es doger karena rambut panjangnya bikin dia cepet gerah dan haus sendiri.
Itachi kembali menghubungi Zetsu,
"Oi..! lo udah di mana sih? Ke Mall aja lama amat!"
"Dikit lagi nyampe.. gue lagi OTW ke Baghdad,"
"Baghdad Ap–"
"HAHHH!" Pein nyamber ponsel Itachi. "APA LU BILANG?" Mukanya udah ancur banget, kayak aspal jebol kelindes tronton.
"Dikit lagi nyampe,"
"Bukan yang itu! Tapi kalimat Setelahnya!"
"Gue lagi OTW?"
"Bukan jidat! Setelah ituu!"
"… ke Baghdad?"
Hening sejenak
.
.
.
"DIA BENERAN KE BAGHDADDD!" Pein tepar di jalanan. Kali ini Deidara yang nyamber Hapenya Itachi.
"Woy! Lo ngapain ke sono siih!"
"Lha? Bukannya kita ketemuan di sana!" entah kenapa Zetsu jadi kesel sendiri. Masalahnya doi udah naik 'betet Airlines dan nyaris mendarat di Baghdad.
"Gua bilang Mall Puri Indaaaah! Bukannya Baghdad Jidaaat! Argh! Budek lu kejauhan!"
"HAH! SETAN LO PADAA! GUA UDAH–"
-Pip-
Sambungan telepon di putus oleh Deidara tanpa dosa. Si kuning berambut panjang itu males banget kalo udah dengerin Zetsu kotbah 7 hari 7 malem NONSTOP.
"Trus, nasibnya tuh anak gimana?" Itachi cuman sweatdrop membayangkan sesosok cowok bercosplay 'Venus Fly Trap ke siram minyak tanah' ngegetok-getokin kaca jendela pesawat saat ini…
Sasori cuman geleng kepala. Pein masih pingsan. Sementara Hidan, mikir kayak intelejen mau nangkep perampok pakaian dalem. Cuman Deidara yang bercuap-cuap,
"Biarin aja.. orang kayak dia di jadiin budak jualan juga mahal kok," enteng bener ngomongnya.
Setelah itu sebuah sms dari Zetsu masuk ke ponsel Itachi
'Awas lo padaaa! Dan jangan panggil gua Jidatt, Ketek!'
Author sendiri tidak mengerti kenapa ujung-ujungnya Zetsu di panggil Jidat? Pada akhirnya, yang mejeng di Mall cuman Pein, Deidara, Hidan, Sasori dan Itachi saja. Bagaimana dengan Konan? Ohh.. tidak bisa.. Girls Not Allowed here. Disini cuman pesta kusus para bujangan yang mau bersenang-senang.
Labelnya sih, emang pesta. Tapi nyatanya? Mereka cuman nongkrong di pinggiran Mall sambil nengokin lantai dasar. Itachi dan Deidara paling nggak setuju banget kalo harus ngelakuin hal itu. Kata Deidara sih, Nggak Level. Kalo Itachi bilangnya, Nggak asik. Sasori yang tadinya mingkem, ikutan ngambil suara. Katanya, kalo nggak ada bangku dia ga bakalan mau nongkrong di pinggiran Mall kayak orang-orang Madesu mikirin nasip. Pein selaku ketua suku, akhirnya membiarkan para anggota gengnya memilih sendiri mau melakukan apa di Mall saat ini.
"Game! Kita ketempat game!" Itachi angkat tangan kayak anak SD mau jawab pertanyaan gurunya.
"Alaaah… kita muter-muter Mall aja.. siapa tau nemu barang bagus," ini saran Hidan
"Jangan! Mendingan kita ngopi-ngopi di starbuck," ucap Deidara nggak mau kalah.
"Moh! Gua benci Kopi!" Hidan langsung nyela ide Deidara
"Aa.. lu ngajak ribut!"
"Bukan! Gua mau ngajak lu tawuran!"
"Oi–! Dei–" Itachi mau ngomong tapi kesikut sama suara anggota Akatsuki yang lain.
"Kita godain cewek-cewek," seseorang berkata demikian.
"Alaaah! Itu kan udah kebiasaan lu gonta ganti cewek! Emangnya lu belon puas?" Pein menggertak. Meskipun dalem hatinya dia udah cenat-cenut pengen nyetujuin usul.. Sasori. Ya, Sasori tuh yang ngomong. Tapi, selaku ketua suku, nolak-nolak di awal sih udah skenario tersendiri biar di katain keren.
"Pein.. ga usah sok NOLAK-NOLAK gitu deh," bagaikan di terpa badai, di tenggelamkan air Bah, di timbun tanah longsor, di chidori adenya Itachi, di keroyok para banci, Pein kaget, sekaget-kagetnya wajah lukisan abstrak milik Da Vinci. Para anggotanya udah janjian bakal ngomong kayak gitu kalo Pein mulai ngutarain kata 'No'
"Jadi gimana?" Sasori kembali menagih jawaban. Kayak debt collector dengan wajah setannya. Kalo udah ngomongin cewek, wajah Sasori yang imut-imut Inosen itu bakal hangus di bakar Amaterasu.
"Boleh juga," entah kenapa Deidara setuju, "Daripada gua muter-muterin Mall kayak orang SUSAH!" sindiran Deidara nggak cuman ngena ke Hidan tapi juga ngena ke si Author.
"Kita tentuin dari puteran botol ya.. selama botol itu mengarah ke perempuan, maka dialah yang harus di godain. Bisa dapet nomor teleponnya, bakal gua traktir makan enak di Pizza Hut. Sampe Meledak kekenyangan," anak-anak Akatsuki, langsung bermata dollar saat mendengar ucapan Sasori kala itu. Untung aja, si Kuzu lagi kuliah. Kalo nggak, mungkin dia bakalan pesen sampe restoran-restorannya kalo berhasil menang dapetin nomor telepon cewek.
"OSH!" Hidan, Deidara, Pein (yang paling semangat) pada teriak kecuali Itachi yang manggut-manggut.
"Tapi.. siapa yang pertama?"
Akatsuki mulai nostalgia di jaman mereka masih maenan Hom Pim Pa.
"GAMBRENG!" gara-gara kekencengan teriak, orang-orang di sekitar Mall pada ngeliatin mereka. Walhasil, takut wajahnya di kenali, mereka pindah lapak buat ngegodain cewek-cewek.
"Yang pertama Deidara," doi langsung panik begitu tau dapet giliran paling awal. Sebenernya, Dei udah niat mau kongkalikong sama Sasori dan minta cara jitu untuk menangkap (?) cewek-cewek ala Master playboy.
"Gampang Dei.. lu tinggal puji aja kalo dia cantik kayak Barbie.. dah sono!"
Kebetulan banget, Deidara dapet anak kecil. Umurnya kisaran kelas 2 SMP. Keterlaluan banget deh lu Dei kalo pesona lu nggak mempan buat anak SMP.
"Hai dek.." author nahan kentut, "Kamu cantik banget sih, kayak Barbie.." yang di gembelin cengok. Maksudnya apa nih orang nggak kenal maen nyamperin.
"Ha?" si cewek cuman masang tampang juteknya. Gimana nggak kesel coba? Basa-basi aja kagak langsung ngegombal.
'Duuh! Ngomong apa lagi nih gue!'
Deidara muter otak. Nyari-nyari nama boneka apa yang harusnya di pake buat muji si cewek itu. Sepintas, otaknya menemukan sebuah nama boneka yang pernah mangkir di tokonya Sasori,
"Kamu… manis deh kayak Chuky,"
PLAKK! DJUAKK! BOOMM!
"Kurang ajaarrr!"
.
.
Bad End.
Deidara GAGAL.
Temen-temennya cuman ngakak, pas tau Deidara muji si cewek dengan nama boneka 'Chuky'
"Emang lu ga tau Chuky itu kayak apa?" Deidara geleng sendiri. Pein dan kawan-kawan langsung ngakak lagi dengan ketidak-elitannya. Yang di ketawain cuman masang tampang juteknya. Udah di permalukan, di gampar cewek yang kekuatannya kayak atlet binaraga lagi.
"Yaudah! Gantian sana! ITACHI!"
Si rambut hitam yang udah punya modal tampang mendukung, maju ke depan dengan gagahnya. Namun sayang, ketika botol di putar, dia kebagian nembak cewek jadi-jadian a.k.a banci.
"Ah! Itu sih nggak Adil!" Itachi langsung protes berat.
"Kan selama itu cewek, lo harus godain dia,"
"Cewek darimananya? Kaki aja kesebelasan gitu! Ogah Gua!" Sasori mulai kesel,
"Kalo gitu, lu harus nraktir gua. Karena lo dinyatakan kalah,"
"Lho? Deidara kan juga gagal!" yang disebut namanya langsung pasang kuping gede-gede.
"Tapi, seenggaknya dia udah ngegodain tuh cewek kan? Paling nggak lu godain aja.. nggak usah minta nope nya juga ga papa," Sasori memberikan keringanan pada Itachi. Namun, bocah SMA dengan ketampanan supernya harus terlihat konyol bin malu-maluin ketika mendekati seorang bencong berbaju ketat dengan buah dada palsunya.
"Hai," Itachi seeeeebisa mungkin nggak nampilin ekspresi mual nya saat ini.
Senyum Paksa… Senyum Paksa...
"Kyaa! Itachi Ganteng~ kamyu ada perlu apa sama Mbak? Kyaa! Cucok deh! Nggak nyangka kita ketemu disinii~" alangkah terkejutnya Itachi ketika melihat wajah dari si bences.
'Mampus gue! Nih bencong kan yang suka nongkrong di perempatan deket rumah gua!'
Si bencong Heboh sendiri. Minta nope nya Itachi lah, emailnya lah, nomor apartemennya lah, sampe minta peluk-cium super hangat dari si gagah Uchiha! Tapi, dengan segenap jiwa dan raga Itachi harus berkata… THEDAKKK!
.
.
Bad End.. maybe?
Di tangan Itachi tergenggam nomor ponsel, email, dan alamat rumah si Banci. Setelah balik ke kawanannya, Itachi langsung nyekokin Sasori sama kertas-kertas nomor si bencong.
"MAKAN TUH KERTAS!" doi meledak, gara-gara keperawanannya nyaris ilang karena di grepe-grepe si bencong.
'Habis sudah masa depankuu!'
Itachi pundung di pojokan.
"Dah.. biarin aja si Sasori yang teler ama kertas dan Itachi yang pundung. Sekarang gua kan yang maju?" Pein udah semangat empat-lima. Doi kedapetan ngegodain tante-tante. CANTIIK lagi!
"Ehem.. nona,"
Anjiirrr! Fujisaki langsung Diare!
"Tukeran nomor Hape yuk!" ajaknya dengan wajah berseri-seri. Si tante kayaknya agak tergugah dengan kharisma dari Pein. Walhasil, tante-tante tadi lagi ngubek-ubek (?) tasnya nyariin ponsel.
"Bentar ya," balesnya sok Iyee..
"Eh," si Pein mulai membuka topik pembicaraan. Biar kesannya macho gitu kalo dia ngajak ngomong duluan, "Nggak nyangka ya anda cantik sekali.. umurnya berapa?"
Gerakan tangan si tante yang lagi ngeluarin jurus-Ngubek-ubek-tas nya berhenti. Kepalanya langsung berurat-urat.
"MAAF YA, saya nggak suka di tanyain UMUR!" tinjuan maut ala babeh rock n roll tercipta hingga membuat Pein mental 5 meter dari Tempat kejadian. Setelah di telusuri lewat internet, (buset!) ternyata si tante-tante tadi bukanlah seorang tante-tante melainkan nenek-nenek 50 tahun yang awet muda!
.
.
Another of Bad End.
Pein meringis, megangin 'anu nya yang di tinju. Kasian.. cepcepcep.
"HIDAN! Maju Lu!" si Dolls Man yang baru aja siuman dari cekokan kertas, eneg gara-gara nggak ada SATUPUN temen-temennya (yang udah di berkahi dengan wajah TAMPAN) berhasil ngedapetin nomor cewek… betulan! Bukannya bences kayak kasusnya Itachi tadi. Lagian, bencong tadi kan kenalannya Itachi, jadinya terpaksa di diskualifikasi.
Hidan dapet yang sepantaran dengannya. Ajib banget dah! Doi udah nyiapin 700 lembar puisi buatannya sejak SD untuk di pergunakan nanti.
"Hai," tiba-tiba aja lagu Afgan diputer di Mall. Suasana udah mendukung banget neeh!
"Kamu.. siapa?" aseeek dah suara nih cewek lembut banget.
"Gue Hidan, dari SMA Seifuku. Mungkin agak aneh ya kalo tiba-tiba nyapa. Abisnya, muka kamu, mirip dengan seseorang. Kayak pernah liat.."
"Maksud lo PASARAN?" Aissh… salah ngomong lagi dah si Hidan.
"Bukan gitu! Maksudnya, gue kayak pernah ngeliat lo di suatu tempat.." untung aja, si Klimis jago ngeles
"Dimana coba?" si cewek mulai nantang. Urat-urat mukanya udah mulai nggak sedap di pandang.
"Eee.. di mana ya? Kalo nggak salah di sekitar taman kota,"
PLAAAKKK!
"Sori ya.. gua tuh baru aja tiba ke kota ini dari Amsterdam," mampus.. pulang-pulang, tampang Hidan udah kayak korban perang dunia ke dua.
.
.
Finally, it's Bad End.
"Gembel lu Dan! Padahal tuh cewek udah empuk banget buat di jadiin sasaran! Kalo gua sih, mungkin udah dapet kali dari awal!" Sasori makin kesel. Kenapa Akatsuki kharismanya makin hari makin nggak berkualitas ya?
"Coba lu yang godain! Bisa gakk!" anak-anak Akatsuki minus Itachi pada teriak-teriak nggak jelas.
"Hm," Sasori nyengir setan, "Gampang.. puterin botolnya.. cari lima orang cewek, mau bencong kek, anak-anak kek, tante-tante, sampe yang seumuran.." ucap si rambut merah PeDe.
Akhirnya, Sasori dapet jatah ngegodain anak SMA 2, anak SMP 1, dan tante-tante 2. Doi langsung ngajak lima-limanya ngumpul di suatu tempat.
"Jalan yuk…" dan lima-limanya pun langsung meluk Sasori dengan napsunya.
"KYAAA! Kamu imut banget siiih!"
"Kita tukeran nope ya ganteng~"
"Kakak.. k-keren.."
"Boleh.. nanti aku traktir makan setelah ini," abis tukeran nomor. Sasori ngasih selembar cek ke tiap-tiap cewek yang di gaetnya.
.
.
Totally HAPPY END.
'Jadi.. begitu ya cara Sasori ngedapetin cewek'
Batin seluruh anggota mengatakan hal yang sama. Yang diomongin dalem batin langsung nengok,
"Gimana? Gampang kan?" Sasori langsung close up smile..
Pein, Deidara dan Hidan lemes bareng-bareng,
"Gua nggak kepikiran bagi-bagi duit kayak gitu…"
"Lo pada kurang ilmu sih.. haha!"
Akatsuki CS pada dongkol di ketawain oleh Sasori. Otomatis, GTT alias Gerakan Tiba-Tiba ala Akatsuki langsung di lancarkan.
"WOY! Kita Godain SASORI YOKK!" usul Pein membawa berkah bagi yang laennya. Bahkan, Itachi yang lagi pundung pun langsung berdiri tiba-tiba dan memandang Sasori dengan seringai setannya.
"Kebetulan nih.. gue pengen banget ngegrepe-grepe si Saso,"
"Aku mau cium Sasooo!" Deidara ikutan teriak.
"Baguss! Gua bakal meluk si Playboy laknat itu!" Hidan ngambil ancang-ancang.
"H-Hoi! Apa-apaan lu SEMUA?"
"SERBUUUU!"
"TIDAAAKK! Gua masih NORMALL!"
.
.
Owari
.
.
Yosh! Gimana? Turut berduka cita untuk Sasori.
Thanks for read it~!

Ujian Pkn

By: Akemi M.R Pagi di hari menjelang weekend yang indah musti hancur gara-gara ujian terberat iman, batin dan hati mereka selain ujian kehidupan pastinya yaitu, Ujian Kewarganegaraan. Bagaiman cara para pelajar kreatif sebangsa Naruto de kaka dan se-genus Akatsuki cs untuk melewatinya? /"ELU NGELIAT PAHA GUE, YA? DASAR MESUM LU!"/ First Humor fic/ ONESHOOT/ warning inside. Mind to RNR?Rated: Fiction T - Indonesian - Humor/Parody - Team Seven, Akatsuki - Words: 1,976 - Reviews: 9 - Favs: 2 - Follows: 2 - Published: Jan 19 - Status: Complete - id: 10034563 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten Ketemu lagi ninh dengan Akemi yang manis, imyut nan stress ini. yang ga suka gausah muntah ato niat nglempar panci, eit, parangnya juga diturunin napa. Segitu Ngepens-nya yak sama saya?
Ini fic humor/parody pertama saya. Yah, itung-itung buat ngilangin galau dan sters (perasaan dari laer deh) gara-gara tugas akhir numpuk.
.
Disclaimer: Om Kis-sing motor (geplaked). Maksudnya om Kishimoto muach (buagh)
Warning: OOC Tingkat alay, absurd-ness, gaje-ness, abstrak, bahasa ga baku sama sekali, jayus, banyak kata-kata yang ga baikdiharap yang umurnya dibawah rata-rata menyingkir.
GA SUKA? CLOSE AJA NIH TAB! KALO MASIH NEKAD, JANGAN SALAHIN SAYA KALO ANDA SAMPE MAU BANTING ATAU MUNTAH DI GADENGANET ANDA!
.
Saya tidak mendapat keuntungan apapun dengan menulis fanfic ini. baik materiil ataupun yang non materiil.
.
Summary: Pagi di hari menjelang weekend yang indah musti hancur gara-gara ujian terberat iman, batin dan hati mereka selain ujian kehidupan pastinya yaitu, Ujian Pendidikan Kewarganegaraan. Bagaiman cara para pelajar kreatif sebangsa Naruto de kaka dan se-genus Akatsuki cs untuk melewatinya?
.
.
Pagi di hari Jum'at ini berjalan dengan aman, damai, sentosa. Diiringi kicau burung meriah(?) dan udara sejuk berlimpah(?). Haah, hari Jum'at adalah hari terindah sebelum surga menjelang yaitu, weekend.
CKLEK.
Itu tadinya. Sebelum, tiba-tiba dengan seenak udelnya Mrs. Anko Hatake selaku satu-satunya istri Hatake Kakashi yang juga merangkap jabatan sbg guru pendidikan kewarganegaraan memasuki kelas 12-1. Seketika itu juga, lonceng-lonceng surga yang mengalun merdu berganti bekson menjadi simfoni kematian.
Oke, itu tidak jadi masalah.
"Selamat pagi, Anak-anak" sapa wanita beriris semerah rubi itu.
Tak apa. Mereka pasti bisa melewatinya setegar yang mereka mampu. Meskipun itu membuat penghuni kelas 12-1 harus menahan erangan putus asa dengan menggigit tepian meja.
Mrs. Anko hanya memiliki waktu dua jam –yang sejujurnya bagai selamanya- untuk menginvasi kelas mereka dan setelah itu, mereka akan menerima kepergian sang Hades dengan lapang dada. Boleh juga ditambah syukuran berjamaah. Itu sebagai tanda betapa mereka mengikhlaskan kepergian Mrs. Anko coretTercintacoret.
"Selamat pagi, Mrs" koor Naruto de ka ka.
"Hari ini saya akan mengadakan ujian. Nilainya akan dimasukkan ke dalam raport akhir"
JDUAAAR!
Seakan ada sambaran kilat di pagi hari yang nggak bolong. Seluruh penghuni kelas 12-1 –terkecuali, Mrs Anko. Well, dia hanya alien yang sejenak singgah di tempat itu- melongo berjamaah.
"Dan TIDAK ADA remedial Test!"
ASTAGANAGANAGABONARJADIDUAAAA
Ini lebih buruk dari lonceng kematian. Ini adalah Neraka!
Well, mereka memang tak pernah liburan ke sana tapi mereka meyakini disana lebih baik daripada menghadapi Mrs. Anko.
Jika selamat dari Neraka ini, mereka berjanji akan bersikap lebih baik pada Kakashi-sensei.
"…-Kalian hanya memiliki waktu duapuluh menit untuk belajar karena saya akan pergi sebentar"
Dan penghuni kelas 12-1 –tanpa terkecuali- pun beraksi.
Ooooo
"ANJRRIIIIIT!" Teriak Naruto sambil memegang kepalanya seolah kepala itu akan jatuh menggelinding jika tidak begitu.
"Dia kenapa?" bisik Sasori penasaran.
"Biasa, Danna, un. Jam-jam segini ayan-nya kumat" gumam Deidara menjawab pertanyaan pasangan yaoi-nya. (buagh)
"Apaan?"
"Gue belom belajar sama sekali!" erang Naruto putus asa. Kepiluan erangan itu bahkan sempat membuat teman sebangkunya bergidik ….mual.
"Lah elu pikir kita lagi ngaPain?" sahut Kakuzu dari arah ujung kelas dengan masih menekuni bacaannya.
"Bikin sontekan" jawab Naruto inosen.
"Nah, itu tau!" cetus Kakuzu mengamini jawaban Naruto yang akurasinya sungguh mencengangkan.
"Lagian elu pernah belajar?" Tanya Pain sangsi.
Siapa sih yang pernah melihat Naruto buka-buka buku pelajaran selain pada jam efektif sekolah? Itu pun iya kalau Cuma buku pelajaran, lha Naruto dengan cerdiknya menambahkan komik Sin-chan di dalamnya.
"Ya, Engga'. Etapikan gue pengen bertobat, Baka!" sanggah Naruto tak terima. Meskipun sendirinya merasa tak yakin dengan ucapannya.
"Udah telat, Baka! Kalo elu tobatnya sekarang, elu bikin sontekannya kapan?"sahut Kakuzu dengan bijaksana.
Well, dia hanya tak ingin Naruto telat bayar kas gara-gara beli kertas buat remedial test dan wlaupun tak ada remid test, Naruto masih akan menggunakan alasan itu dengan dalih yang sama.
"Tumben elu pinter, Zu! Dapet petuah dari mana lu?"
"Dari akun twitter MTLovenHoney, terus gue edit dikit buat lu"
"Makasih ya, Zu! Elu temen terbaik gue kalo lo singkirin utang-utang gue ke elu" Naruto menangis terharu.
"Sama-sama" jawab Kakuzu sambil memalingkan wajhnya yang telah merah merona.
Bukan!
Bukan pemirsah,. Bukannya dia terjangkit virus yaoi karena ketampanan Naruto yang udah dari pabriknya dibawah normal. Tapi, itu loohhh… karena dia salah produk ketampanan milik Itachi. Dia-nya kan pengen mengurangi kekisutan wajahnya. Eh, malah pake produk ptih merona.
"ANJRIIITTT!"
"Apaan lagi sih lu, Tob?" sergah Pain. Yang udah jengah dengan ke-absurd-an kelas yang -dengan sangat terpaksa- ia huni –karena udah tak ada yang mau mungut dia.
"Tobi Anak Sholeh lupa bawa tas" jawab Tobi dengan masih mengemut lollipop kuota unlimited(?)nya.
"Lha elu tadi bawa apaan ke sekolah, baka?"
"Loliiipop" jawab Tobi inosen.
Sumpah, kadang Pain juga merasa kasian dengan anggota kelasnya yang paling autis dari yang terautis ini. kasian banget. Tapi, ya bagaimana lagi. Pain kan tidak bisa benerin otak 'Pissa' Tobi.
Lagian gue kan bukan anak Otomotif yang kemana-mana suka bawa obeng, pikir Pain. Elu pikir Tobi setrikaan (Ane ikutan mikir)
"ANJRIIITTTT!" kali ini teriakan nista itu datang dari Sasuke yang langsung mendapat delikan gratis dari ayang beibh Sakura.
"Ihhh, jangan ikutan autis dong, sayang! Udah cukup Naruto-baka dan Pain en de geng aja!" rajuk Sakura yang tanpa ba bi bu langsung mendapat delikan berjamaah dari yang namanya sudah disebut diatas.
Sasuke memutar bola matanya ke atas, "Masalahnya, sekarang waktu kita Cuma tinggal dua menit lagi"
"ANJRRRRIIIT! SONTEKAN GUE BARU SETENGAHNYA!"
Sakura seakan menjadi kopian Naruto saat memperagakan gaya Naruto saat ayan kumat.
Oooo
TIK
TOK
TIK
Waktu ujian sudah berlangsung separuh babak dari waktu normal. Suasana yang tadinya tenang pun mulai menampakan belangnya.
Drrt Drrttt
"Mrs. Anko, ada yang telpon tuh" celetuk Sasuke sambila menunjuk hape belekberi bersofkes merah, kuning , ijo mirip traffic light yang berada tepat di depan sang Hades.
"Loh, kamu kok tau?"
"Yang penting kan saya udah memberi tau, Ma'am" ujar Sasuke modus.
"Yasudah, saya permisi sebentar" pamit Anko sambil ngeloyor keluar kelas.
Dan setelah kepergian Mrs. Anko coretTercintacoret. Kelas 12-1 kembali beraksi.
Ooo
"Lu taruh mana hape lu?" Tanya Naruto.
"Gue buang ke taman biar si alien ga denger"
Duo racun beda bapak itu pun bertos pantat ria.
"Tem, jangan matiin hape lu sebelum gue selesei yak?" bujuk Naruto sambil mengaktifkan jutsu termutakhirnya. Kitty eyes no jutsu.
"Sip, cepetan!"
"Oke"
Naruto pun kembali ke si bebi (baca: BElekBeri, red) dan membuka web browser.
"Oke, siapa nama tentar sekutu yang lupa kalau meletakkan bom di kota Nagasaki?"
Naruto dengan khidmat mengetik kembali pertanyaan yang terpampang mungil di atas kertas ujiannya dan setelah itu meneliti hapenya dari berbagai sudut. Barang kali ada yang salah ketik.
Dan
JRENG-JRENG
Tidak terjadi apa-apa, pemirsah!
Hening
1 detik. Naruto cengo.
2 detik Naruto masih sempet ngiler.
3 detik otak Naruto mulai loading.
4 detik. Loading baru seper tiga puluh enam.
5 Tahun kemudian
"Kampret ini kenapa?"
Tiga kali percobaan dan hasilnya sama dengan dua kali sebelumnya. Tapi, seorang Uzumaki Naruto, anaknya juragan ramen paling terkenal se-RT di Konoha takkan pernah menyerah hanya gara-gara hal cemen seperti itu. Baru pada percobaan keempat ia menyadari satu hal yang sangat penting bagi hidup matinya.
"Kampret! Gue lupa pulsa gue kemaren abis!" erang Naruto seolah esok hari dirinya akan menghadapi hukum potong tali pusar. Nah, masalahnya udel Naruto kan bodong (pelis, abaikan ini)
"Zu, kirimin gue pulsa goceng sekarang!"
"Kagak! Apaan lu? Utang elu udah cepe' tau ga? CEPE'!" balas Kakuzu sewot
"Astajim! Demi kolor angry bird Hidan, cepe' doang, Zu! Astaghfirulloh!" balas Naruto ga kalah sewot.
"Kampret! Ngomong ga usah pake ujan kali, Nar. Mana ujan jengkol lagi lu!" sekarang berganti Hidan yang berdomisili tempat duduk di depan bangku Naruto yang sewot.
"Ada apa ini?"
Tuh, kan! Gara-gara nyari masalah sama jemaat paling taat aliran Mbah Jashin sih, makanya si Alien pluto nongol lagi.
"Tidak ada apa-apa kok, Ma'am" ujar ketiga tersangka yang tertangkap basah.
Wait dulu deh! Perasaan cuma si Hidan yang basah karna ujan jengkol Naruto.
Drrt Drrt
"Mrs. Anko, hapenya bunyi lagi tu!" celetuk Sasuke dengan gayanya yang ketauan tak ada polos-polosnya.
"Tunggu sebentar" pamit Mrs. Anko kembali ngeloyor tak tau rimbanya.
"Pake hapenya sapa lu, Sas?" tanya Konan herman.
Kan hapenya si Ayam kampung tadi udah nyungsep ditaman. Kok?
"Pake hapenya Zetsu"
"Kampret lu, Sas. Pantesan gue cari dari tadi ngga' ada" si duo Zetsu black and white mulai sewot.
"Elu yang salah. Harusnya kan elu nyarinya di taman. Ngape lu masih disini?"
OooO
Tak jauh dari tempat berlangsungnya adegan temu kangen mesra kembaran tiga manusia abstrak yang tertukan dan acara tawuran berjamaah antara Sasuke dan Zetsu black and white. Pain yang duduk anteng di bangku belakang Naruto tampaknya tak tepengaruh sama sekali.
Ia tetap anteng membaca soal-soal yang menari indah di kertas ujiannya.
Weit dulu deh!
Mas kameramen! Turunin view-nya dikit dong!
Ulala. Ternyata, pemirsah. Makhluk se-spesies Pain juga mengenal kecanggihan teknologi. Roar binasa!
"Pain, lu lagi ngapain?" tanya Itachi Kepo.
"Nyari jawaban"
"Soal nomor?"
"Dua"
"Udah nemu?"
"Ini masih nyari"
"Nyari dimana sih lu?" tanya Itachi yang merasa di duakan sama hape butut keluaran 1900 Sebelum Masehi milik Pain yang masih nyicil.
"Di Situs XXXX"
"PANTES ELU GA NEMU, BAKA! ITU SITUS PORNO, DODOL!"
Demi kolor Angry Bird Rio kesayangan Hidan. Kadang Itachi bingung juga mau nomor satuin si Tobi atau Pain ke dalam nominasi kategori manusia ajaib yang paling autis dari yang terautis. Ya mau bagaimana lagi, dua-duanya punya tingkat keabstrakan otak dengan level yang sama.
Skip aja dah adegan Itachi mau ngubur Pain idup-idup dalem kolam. Sumpah ga penting juga buat diliatin.
Oke beralih ke pasangan yaoi yang tak ada straight-straight-nya
JRENG JRENG JRENG
SaChorry MilikDei-chan Clamahnyacemungudhyah KagakAlay Phoulephel
IHh, CoaLnya cuCaH paKe BeudH hUuft. .
Beberapa tahun sebelum masehi.
2 orang menyukai ini. Komentar. Lebih
Dei-chaan MilikDanna Clamahnyaa KagakAlay Phoulephel Cemungudh uNn: .aQuech uDaah ceLecei seP4ruhNya, Dann4 un. Li4t d3Ch saMping Qmuh
9 bulan kemudian. Suka.
Tepat setelah Sasori membaca komentar Deidara di akun pesbuk-nxa, Sasori menoleh kesamping.
Deidara teman sebangku sekaligus pasangan yaoi sehidup seakhiratnya mengulurkan kertas jawabannya dengan malu-malu.
"Ih, Dei-chan manis deh"
"Makasih Danna, un"
Namun, beberapa detik setelahnya dahi Sasori membentuk gambar beberapa aliran sungai.
"Kok cuma nomor 1?"
"Kan Dei-chan tadi bilang separuhnya. Maksudnya separuhnya nomor 1"
GUBRAK
Sasori jatuh tepar dengan mulut berbusa. Ajegile, dah si Deidara itu kadang-kadang.
Tampaknya hanya satu pasangan di kelas itu yang masih cukup punya kewarasan untuk tidak ikut berpartisipasi dalam menggaduhkan kelas. Dan mereka adalah. . .
"Ada apa ini ribut-ribut? Kembali ke bangku masing-masing atau saya diskualifikasi sekelas!"
Jiah, ini orang. Bukan pemirsah. Pasangan yang saya maksud bukan Hades salah tempat. Sekali lagi saya tekankan. Dia hanya Alien dari Pluto yang cuma mampir, Oke?
Tapi. . .
"Kisame, gue naikin rok gue terus lu liat jawaban yang gue tulis di paha gue. Tulis di kertas jawaban elo kasih ke gue, ngerti?" intruksi Sakura pada pasangan . . .(Sasuke mati tepar) . .bangkunya.
Kisame manggut-manggut. Lumayan dapet paha gratis daripada liatin tubuh telanjang ikan mulu yang ngga' ada seksi-seksinya, piktornya.
"Oke!"
Sebenarnya Sakura rada tak ikhlas. Tapi mau ga mau, ini demi harkat martabat martabak telor yang telah di telan Chouji!
Perlahan Sakura menarik rok seragamnya hingga sedikit menampakkan tatoo khas anak sekolahan.
Tak ada pergerakan berarti dari Kisame.
1 cm.
2 cm. Kisame manggut-manggut
3 cm. Kisame ngiler.
4 cm. Sakura curiga
5 cm. Keduanya cengo.
BRAK
Sakura menggebrak meja hingga sedikit retak. Seluruh mata tertuju padanya hingga Mrs. Anko yang niatnya mau balas BBM yayang Kakashi membanting hapenya karna latah.
"ELU NGELIATIN PAHA GUE, YAH? DASAR MESUM LUUU!"
Walhasil, seluruh penghuni kelas 12-1 di disk berjamaah dan kali ini DemonAnko full version juga ikut turun kaki.
"Besok! Kalian UJIAN LISAN DAN NGGAK ADA TAPI-TAPIAN!"
THE END
Kata terakhir: Dedicated Buat anak-anak 12 IPA 1
Mbok yo tobat le ndukk, wes Kate UN kelakuan gek pancet.
Tapi, lek gowo sontekan jo lali koncone yo (plakk)
Translate: tobat, Nakk, udah mau UN kelakuannya masih tetep.
Tapi, kalau bawa sontekan jangan lupa teman yak wkwkw
12 IPA SATU, WES IS THE BEST POKOK'E
Salam hangat,
Akemi M.R

Akatsuki maen ToD: MKKB (Masa Kecil Kurang Bahagia)

Naruto (Akatsuki) fanfiction"
KONNICHIWA MINNA-SAN! Watashi wa Citra! Yorokushi ne^^
Ok stop basa basi nya, langsung cuusss~
Well, ini first fanfic saya about Naruto (Akatsuki).
Warning: this fanfic mengandung antara lain, yaitu, adalah, ialah /slap
Gajeness, abalabalness, garingness, weirdness, and a lot of OOC-ness
Disclaimer: I DO OWN NARUTO (AKATSUKI)...in my dream.
OKAY OKAY. Masashi Kishimoto does owns Naruto in real life! Ha
Enjoy!~^^
"Tobi is bored! Tobi is bored!" Yakkk, si autis hiperaktif psikopat, delele. Yang tak lain tak bukan adalah...*jengjeng*...Tobi si anak baek! Menyatakan bahwa dia bosen bung!
"Tobi, you always bored all the time, un" jawab si banci kaleng *author di-katsu Deidara /blaaarrr/*
"Tobi wants to play a game!" Tobi shouted, like a 5 years old kid. Sadar umur bang, sadar!
"Tobi, dont play something immature" nasehat(?) si mas-mas berambut oranye serta bertindikan sekujur tubuhnya. Pasti tau dong siapa?! Pein, the Leader-sama
Tobi pun berpikir keras 'main apa yaaa enaknyaaaa' pikirnya.
Tiba-tiba...*cling* *ada lampu nyala di atas kepala Tobi*
"I have an idea! What about Truth or dare!" Tobi cheered
"What the /!?# *tiiit* *cencored* is that?" Tanya si kakek kakek sok 'religius' ber rambut putih *author disawat sabitnya Hidan* aaaah, Hidan gak tau ToD ya? NDESOOOOO
"Yeah, Truth or dare! Nice choice, Tobi!" Jawab Si satu2nya cewek di Akatsuki, berambut biru. Konan the paper. Ciaaatt.
"Yay! Konan-chan agreed! Let's plaaaay!" Tobi melangkah ke dapur dan kembali membawa alamat *jengjeng* *salaaaah /slap*
Ok bek tu de sken
Tobi kembali membawa botol bekas aquaaaa, air kencing kudaaa *author promosi /slap*
"Buat apa tuh botol?" Tanya Si Fish-ame...eh salah *author disawat samehada sama Kisame*
"Buat diputer! Kan kita mau main Truth or dare!" Jawab Tobi semangat 9x5=45. Merdeka!
"Siapa yang bilang kita mau maen?" Tanya si mata duitan bercadar, bang kuju a.k.a Kakuzu
"Tobi bilang! Ayolaaahh! Pleaseeee" pinta Tobi dengan puppy eyes nya -yang gak kliatan karena topeng lolipopnya-
"Kasian juga nih anak. Yaudah deh!" Jawab Gaara(?) Eh salah, Sasori maksudnya! Rambutnya sama sih._.v
"YAAAAY HORRAAAYY! TOBI LOVES SASORI-SAN!" Tobi meluk si boneka berambut merah a.k.a Sasori ereett banget, kaya meluk guling!
"To-bi...I-i cant bre-breath" tuh kan Sasorinya sesak nafas! Call 911! Call 911!
"Sorry Sasori-san. Tobi is a good boy" Tobi said, melepaskan pelukannya. Sasori pun lega kaya habis buang hajat/eek/tai/taek/tinja/feses
"Tobi yang muter pertama kali!" Tobi pun muter botolnya. Then,...it landed on...
Itachi!
"Itachi-san, truth or dare?" Tanya Tobi semangat
"Hn. Dare" jawab Itachi cuek. Dia mahh selalu cuek qaqaaa~ *author di amaterasu Itachi*
"Hmmm. Tobi dares Itachi-san to smile for...5 seconds" Tobi said
Itachi smiled.
Itachi
SMILED
ITACHI SMILED!
Dia gak pernah senyum sebelumnya! Kyaaaa! *author terharu*
-5 detik kemudian-
"Nah, gitu dong Itachi-san. Sering2 ya senyum" kata Tobi
"Hn" cuma itu 'kata' Itachi
Itachi muter botolnya. It landed on Zetsu
"Zetsu, Truth or dare?" Tanya Itachi kepada makhluk tanaman venus, badannya pun belang kaya Zebra, hitam-putih. *saudaranya kali ya? /slap* Si Zetsu lah, sapa lagi.
"Truth" jawab white-side nya Zetsu "dare, stupid" jawab black-side nya Zetsu
"Hn. Kamu udah bilang truth pertama kali. Jadi, darimana sih kamu dapet tudung kepala venus itu?" Tanya Itachi
"Ok, jadi gini ceritanya. Gue ama kembar siam gue, si hitam, lagi jalan-jalan di rawa. Nah, di rawa itu banyak tanaman venusnya. Kita kan penasaran, jadi kita ndeketin salah 1 venus. Eh, malah kepala kita dilahap sama tu venus. Kita berusaha lepas, tapi gabisa. Akhirnya, setelah berusaha keras, kita bisa lepas. Dan kepala venus itu nyangkut di kita sampai sekarang gabisa dilepas" cerita Zetsu's white-side panjang lebar, sungai Nil pun kalah panjangnya! Sampai Tobi nya ketiduran tuh ndengerin ceritanya Zetsu, huaha!
"Kasian juga ni orang. Pukpuk, un" kata Deidara nge 'pukpuk' Zetsu
Zetsu muter botolnya. It landed on Hidan
"Truth or dare, huh?" Zetsu's black-side asked
"Dare me, / #?! *tiitt *cencored*" jawab Hidan dengan kata mutiaranya, ceilaaahh. Itu mah bukan kata mutiara, misuh-misuh ngono (translate: misuh=kata kotor xD)
"I dare you nggak nglakuin ritual selama 1 minggu" Zetsu smirked
"What the actually / #! *tiit* Oh #% *tiit* Jashin-sama will be mad at me!" kata Hidan misuh-misuh lagi. Tuh anak mah misuh sudah menjadi bagian dari hidupnya-_-
"Thanks Zetsu" bisik bang kuju tersenyum puas. Akhirnya dia gak perlu nungguin si Hidan lamaaa banget buat ngadain ritual nya yang super duper kuper(?) Aneh itu.
"Ok! I'll do that!" Jawab Hidan
Hidan muter botolnya. It landed on Deidara.
"Truth or dare, blonde?" Tanya Hidan
"Truth, un"
"Are you a man or a woman?" Tanya Hidan. HUAHAHA. Semua anggota akatsuki ketawa guling guling bantal bantal(?) Di lantai, termasuk Itachi. ITACHI BUNG! KETAWA! WOOOOOOOW *mulut author kemasukan lalat dari Shino*
"Kamfreeett! Of course i'm a man, un!" Jawab Deidara
"I doubt, hmm" jawab Hidan. Yaiyalah, rambut panjang nan indah nan halus nya Deidara yang persis kaya rambut cewek, pasti orang-orang mengira kalo Deidara itu cewek. Author juga pertama kali ngliat Deidara, ngira si Dei itu cewek.-. *curcol
"Okay! If you doubt, i'll prove it!" Deidara nglepas jubah akatsukinya, trus mau nglepas celananya...*author ngiler*
"Eh eh mau ngapain! Tunggu dulu!" Cegah Konan, lalu tutup mata
"Nanti aja gue buktiin! Ada Konan di sini!" Kata Deidara banyak alesan deh
"Ok, janji ya lu. Awas aja lu!" Ancam Hidan
Deidara muter botolnya. It landed on Sasori.
"Truth or dare, Sasori-danna?" Deidara asked
"Dare" jawab the puppet master singkat padat jelas
"I dare you make bajunya Konan dan berdandan ala cewek selama permainan ini berlangsung! Biar Konan yang milih bajunya, un!" Deidara smirked.
"Oh my Jashin-sama! That's a % #/?!$ *tiiit* genius dare! Haha" Hidan laughed hard
"Okay! I'll do it!" Jawab Sasori dengan beraninya. Heleh, aslinya merinding aja lo, Sas. *author disawat bonekanya Sasori /braaakk/*
Konan dan Sasori masuk ke kamarnya Konan.
Setelah...*ngliat jam* 10 menit, Sasori pun keluar dengan...astaga. *author sweatdrop*
Sasori make dress birunya Konan! Dia juga pake make-up dan high heels! Cantik bangeeeeeeet! *author iri tingkat Konoha(?)*
Semua di ruangan tersebut jaw dropped, a.k.a mlongo O
"You look so beautiful, un" Deidara laughed. Sasori blushed. Ecieeeeee, lha kok jadi yaoi?._.
"Tobi likes beautiful Sasori-san!" Ucap Tobi. Ternyata Tobi masih normal ya...*author di sharingan sama Tobi*
Sasori pun duduk dengan hati-hati, takut boxernya kliatan lah *author ngakak inside XD*
Sasori muter botolnya. It landed on Kisame.
"Truth or dare, fish boy?"
"Truth"
"Kemaren gue ngliat lo mbunuh hiu pas di laut. Emang tu hiu ngapain lo?" Tanya Sasori penasaran
"Iya! Tobi pengen tau! Kan kasian hiu tidak berdosa" cerocos Tobi
"Errr. Itu hiu betina, umm. naksir sama gue, dia ngejar-ngejar gue terus. Kan gue jadi ilfeeeeeell. Jadi ya, gue bunuh aja" jawab Kisame enteng. Anggota Akatsuki pun pada ketawa super keras, sampai Konoha pun kedengaran.
-Meanwhile, Konohagakure-
"Eh, sasuke. Lo ndenger sesuatu gak? Kok kaya suara orang ketawa?" Tanya Naruto kepada teammate nya, Uchiha Sasuke
"Hn. Entah. tapi suaranya seperi tertawanya...my nii-san! Itachi-niisan! Dia ketawa? Ini tidak mungkin! Dia jarang banget ketawa!" Kata Sasuke
"Sama aja kaya lo" cibir Sakura
"Hn."
-back to Akatsuki base-
Akatsuki masih ketawa pringisan.
"Sudah diam!" Ucap Kisame
-silent-
-krik krik-
Kisame muter botolnya. It landed on Kakuzu.
"Truth or dare, Kuzu?"
"Dare me"
"I dare you mbakar uangmu 1000 ryo di depan kita semua!"
Kakuzu langsung jantungan, megap-megap, pucet, bulu kuduk tegap, merinding, kaya ngliat setan! Sebegitunya, tsk.
"What the hell! Of course i won't do that to money-chan! 1000 ryo? Thats too much!" Kakuzu protested
"You have no choice, kuzu" ucap Kisame smirked
"I'll kill you Kisame! Argh!" Kisame ngasi ke Kakuzu korek api.
"Bakar sekarang?" Tanya Kakuzu gak tega
"Tahun depan! Ya sekarang lah!" Ucap Kisame
"Yakin?" Tanya Kakuzu gak iklas. Halah 1000 ryo ae lo, iklasno ae, lak isok nggolek maneh seh bang kujuuu
"Wes talah ndang kobongen!"(?) Lho? Kisame bisa bahasa jawa toh?
"Yoyo!" Ucap Kakuzu ketularan virus jowo nya Kisame(?)
"Maafkan aku money-chan. Aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak bermaksud membakarmu...maafkan akuuu" mata Kakuzu mulai bercermin cermin(?) Sedetik kemudian, setetes air mata mengalir melewati pipi Kakuzu, hiks.
"Lebay lo! Gitu aja nangis! Ini cuma uang bro! Bisa dicari lagi!" Ucap Kisame
"Ahhh! Itu mah menurut lo! Money-chan itu segalanya bagi gue. Lo pikir cari uang itu gampang apa? Susah tau. Ini tuh banyak banget! 1000 ryo!" Ucap Kakuzu masih dalam keadaan nangis darah
"Udahlah! Setelah lo nyelesain misi kan 1000 ryo mu balik" ucap Kisame
"Iya deh" Kakuzu pasrah
Kakuzu muter botolnya. It landed on Konan.
"Truth or dare?"
"Truth"
"Eh, Konan. Lo udah ngabisin berapa butir(?) Pohon buat kertas lo? Ha?" Tanya Kakuzu
"Hmm. Berapa yaaaaa" Konan ngitung-ngitung pake jarinya. Gabisa ngitung ya mbaaaaakk *author ditampol Konan*
"Kurang lebih 9999 pohon" ucap Konan dengan santainya
"Anggap aja 10000! Gak kurang banyak ta?! Pantes basecamp kita sampai pernah kebanjiran! Gara2 lo ambil pohon di sekitar sini sebanyak itu buat kertas lo!"
"Ya...ya...maaf bang" ucap Konan
"Tsk"
Konan muter botolnya. It landed on Pein.
"Truth or dare, Pein?"
"Truth"
"Berapa banyak majalah bokep yang kau punya?"
Duaaarrr jedaarrr bletaaarrr petir menyambar Pein(?)
'tau darimana dia kalo gue bokepan?' Pikir Pein
"Umm...umm..." Pein sweatdropped
"Jawab!" Bentak Konan yang bikin Pein merinding. Oh ternyata...Pein takut sama Konan...haha *author di shinra tensei sama Pein /gedebug!/(?)*
"Sekitar...'cuma' 50 an lah" ucap Pein si raja bokep. Kyaaa julukan baru!
"'Cuma'? Kau bilang 'cuma'? Itu banyak banget dodol! Gak nyangka gue kalo lo se bokep itu! Pokoknya kita putus. Lo gue end!" Ucap Konan. Cielaah Konan gaul ya sekarang._.v
"Apa? Putus? Nooo Konan! Aku masih cinta kamu sayaaaaang *preeeet" ucap Pein memegang tangan Konan, Konan langsung mengelak
"Dasar plaboy! Rayuanmu udah gak mempan! Gak ada permintaan maaf!" Ucap Konan kukuh pendirian. Bagus Konan 2 jempol buat kamyuuhh b^_^b
Pein sighed. Pukpuk yah mas tindikan, move on ke aku yahh *winks* /slap
Dengan malesnya, Pein muter botolnya. It landed on Tobi
"Yay! Finally!" Ucap Tobi gembira
"Truth or dare, Tobi?"
"Tobi is a good boy! Tobi will do Leader-sama's dare!" Ucap Tobi
"I dare you gak akan ngajak kita main game bodoh ini seumur hidup!" Ucap Pein, disambut oleh riuhan kegembiraan oleh anggota Akatsuki yang lain
"Whyyy? Tobi thinks its fun!" Protes si autis
"Not fun at all, Tobi" ucap Pein
"Uh...okay then" ucap Tobi sedih. Duhhh Tobi, jangan nangis ya sayaaaang (´._.`)('́⌣'̀ )
"THANK YOU SO MUCH LEADER-SAMA!" Ucap Hidan, Kakuzu, Kisame, Itachi, Deidara, and Sasori (minus Konan) barengan
"You're welcome" ucap Pein
"Now we dont need to play this stupid game, ever!" Ucap Pein
-The End-
Tobi: Tobi wants to play Truth or Dare again, huhu
Me: Tobi, just obey what Leader-sama said
Tobi: *still crying* okay, Citra-chan
Me: *smiles* that's my Tobi *hugs Tobi*
OKAAAAY! Bagaimana fanfic saya? Garing kan? Gue bilang juga apa-_-
Review dan comment nya ya jangan lupa! Arigatou^^

Akatsuki Story : Hidan

By: Meiko Hoshiyori Hidan kena masalah! Oleh Pain, semua anggota Akatsuki diminta menceritakan tentang mereka. Nah, Hidan yang kena giliran pertama ketiban sial! Apa itu?Rated: Fiction K+ - Indonesian - Humor/Parody - Akatsuki, Hidan - Words: 1,370 - Reviews: 5 - Favs: 2 - Follows: 1 - Published: Nov 13, 2010 - Status: Complete - id: 6473144 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten Akatsuki Story : Hidan
Disclaimer : Mas asik kisi-kisi motor
Maksud saya Masashi Kishimoto
Rate : K+
Genre : Parody and Humor
Huuueee! Inilah fanfic humor pertama saya! Ini saya buat sebelum di fanfiction, saya masih bikin ini di fb. Stella MeikoNamikaze Auberta kalau anda mau add.
Fic ini ditujukan untuk cowo yang paling suka Hidan. Mau tahu siapa? Author nggak bakal kasih tahu. Yang penting...
Happy Reading!
Suatu pagi yang cerah di rumah reyot bak gubuk bak pondok bak gua. Hiduplah 2 orang mahluk SGM alias Sinting Gila Miring yang nggak ketolongan. Walau rumahnya seperti itu, konon penghuninya kaya uang dan punya banyak senjata.
Konon, penghuni rumah ini ikut dengan sebuah kelompok aneh dengan ketua yang hobinya berpierching, yaitu AKATSUKI! Siapa penghuninya? Mari kita tengok.
"Oi! Hidan, lu ngapaen si? Lama amad!" tereak seorang anggota Akatsuki yang kebanyakan dioperasi dan mukanya dijait di depan sebuah kamar penuh dengan bau aneh akibat berisi sesajen yang rumosya dibersihkan 1 tahun sekali. Konon, dia sering kecelakaan demi uang 100 rupiah? Berdasar rumor, dia aslinya berwajah seperti Robert Pattinson yang mukanya kelindes kereta kuda 100x.
"Sabar! Gue lagi doa! Kalo ga, gue dikeluarin dari aliran Jashin! Habis itu gue mo pake gel biar rambut gue keren!" tereak orang dari kamar aneh itu.
"Cepet! Dipanggil ketua!" tereak anggota Akatsuki yang diketahui bernama Kakuzu Honey yang punya prinsip pelit dan menjabat sebagai bendahara Akatsuki.
"Iya iya..." jawab orang itu sambil keluar kamar. Oh! Dia mempunyai rambut perak lurus namun dibentuk lagi jadi kayak rocker. Tak lain lagi, HIDAN, sang penganut aliran Dewa Jashin nan gaje.
"Halah, kelamaan lu! Ayo berangkat sebelom ketua pierching yang banyak utangnya marah!" tereak Kakuzu pas di telinga Hidan dan membuat Hidan harus ke dokter THT(emang ada ya? BTS)
"Iya iya!" balas Hidan.
Mereka pun berangkat ke markas dengan jalan kaki.
Ditengah jalan...
"Eh, Hidan dan Kakuzu!" panggil cowo imut rambut merah bernama Gaara eh salah Akatsuna no Sasori yang diketahui memiliki hobi bermain barbie dan boneka dan melakukan manipulasi wajah. Karena wajahnya tetap imut walau sudah agak tua.
"Lu dipanggil ama ketua juga un?" tanya seorang yang diragukan gendernya(?) berambut kuning panjang dan seperti banci. Setelah author selidiki, dia bernama Deidara yang sukanya ngebom dan bikin burung-burungan dari tanah liat. Dan diketahui merupakan penggemar berat Noordin M. Top.
"Iya neh. Ga taok neh kenape," jawab Hidan, ogah ngomong sama banci yang satu ini.
"Bareng yok," ajak Deidara.
"O.K.," jawab semua serempak
Di markas...
"Ehem...ehem... Saya punya tujuan memanggil kalian. Konan, bacakan apa tujuannya!" perintah cowo berandalan bertindik banyak yang notabene suka baca majalah hentai dan diketahui bernama Pain pada seorang cewek imut berambut ungu yang sedang membuat origami yang notabene bernama Konan.
"Oi ketua! Boleh minum ga? Gue harus minum ni!" tereak manusia setengah Hiu(?) bernama Kisame.
"Kisame, kau sudah minum berapa kali sejak tadi! Padahal gue juga butuh buat minum obat!" tereak cowo ganteng berambut hitam panjang namun sayang memiliki keriput di wajah walau masih muda yang pernah membantai klannya minus baka otoutounya. Diketahui bernama Itachi Uchiha.
"Hahaha! Tobi anak baik, jadi mbolehin Kisame minum!" ujar anak kecil(?), eh salah pria bertopeng bernama Tobi yang sedang mengemut permen lolipop.(Dari mana coba? Dia sendiri pake topeng nutupin wajahnya, mulutnya ketutupan)
"Tobi, emang lo ketua? Duduk manis aja sana!" perentah Deidara.
"Oi! Cepet mulai!" tereak tanaman venus, eh salah Zetsu.
"Ehm... Ni ketua manggil buat nyeritain kisah kalian di Akatsuki. Pake undian! Semua ambil!" tereak Konan dengan toanya mengakibatkan semua anggota Akatsuki harus segera ke dokter.
Dan yang mendapat no 1 adalah...
Hidan!
"Peraturan. Kalian boleh tanya tanya ato menceritakan tentang Hidan! Hidan harus njawab!" tereak Pain pake toa juga.
"Lu nyolong gel gue ya?" tanya Sasori.
"Ha? Kan ga ada gunanya buat elo, gue ambil aja." jawab Hidan tak bersalah.
"Gue butuh buat bikin style kugutsu gue! Balikin!" bentak Sasori.
"Iya iya. Nih!" Hidan mengembalikan gel Sasori.
"Pendapat lo tentang seragam yang gue desain?" tanya Konan.
"Ga keren! Harusnya lingkaran segitiga! Wadaw!"
Hidan digeplak sama Konan menggunakan pentung dari kertas origami yang seberat baja.
"Ah, apa hobimu?" tanya Itachi yang rasanya nggak terlalu penting.
"Maen shogi," jawab Hidan dengan wajah polosnya yang imut(hueeekss)
"Ha? Hare gene? Lu knape Dan?" tanya Dei terperangah.
"Gue jadi ketagihan maen sejak lagi jaman di skula gue yang dulu. Sampe si Yugito Nii, si ekor 2 yang katanya jago maen shogi kalah ma gue trus gue bawa ke markas. Tuh, si Asuma juga kalah sama gue sampe mati," jawab Hidan dengan seenaknya.(sebagai Yugito Nii, author juga marah nih!)
"Hahaha! Siapa tokoh idola Dan chan?" tanya Tobi.
"Dewa Jashin!" jawab Hidan dengan mantap.
"Yang laen?" tanya Tobi lagi.
"Lord Jashin," jawab Hidan lagi.
"Yang laen?"
"Jashin."
"Yang lain, Dan-chan!" seru Tobi nggak sabaran karena si Hidan nyebut Jashin terus.
"Jashin-sama!" jawab Hidan kesel banget sama lolipop yang satu ini.
"Woi zombie bego! Itu sama aja!" tereak Kisame.
"Biaren! Kan idola gue! Lagian kalo zombie kan di One Piece jadi anak buahnya Moria!" teriak Hidan pake toa, nggak mau kalah sama Kisame.
"Huh! Ini pertanyaan gue. Mana kalung lo?" tanya Kizame.
Hidan melongo. Diperhatikannya dadanya yang bidang itu(hueeekss). Tak ada kalung lingkaran dengan segitiga di tengahnya yang menjadi kebanggaannya. 'Perasaan tadi pagi gue pake buat berdoa deh,' batin Hidan.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
4 detik...
5 detik...
10 detik...
20 detik...
1 menit...
1 jam...
"HUAAAA! KALUNG GUE ILANG!" tereak Hidan histeris pake toanya.
"Ha? Gimana si lu?" tanya seluruh anggota minus si penganut aliran sesat ini(author bukannya ngehina ya, soalnya author juga bukan muslim)
"Gawat!" Hidan meremas-remas rambutnya kesal dan berubah menjadi seperti orang gila.
"Kau ini gemana seh?" tereak Kakuzu.
"Temen- temen bantuin cariin dong..." Hidan ngeles.
"Iya, tapi ntar traktir makan ya?" ujar Tobi sambil mengeluarkan sparkle ala Tadase.( Tadase : Aku tidak terima!
Ikuto : Jangan mentang mentang depannya sama sama T!
Author : Woi! Minggir sana! Dasar pangeran n kucing pencuri!
Ikuto : lu juga kucing yang lebih parah. Sini, gue cakar.
Author : Ampunn.. Sorry Ikuto, ntar kubeliin taiyaki coklat deh. Maap kalo nyelenceng ke Shugo Chara. Back to story)
"Iya deh..." jawab semua anggota dengan nada yang amat pasrah.
'Halah! Kalung aja ribut!' batin Pain.
'Orang merepotkan,' batin Konan.
'Hn,' batin Uchiha yang gantengnya melebihi Sasuke tapi di bawah Hokage 4*dihajar fansnya Sasuke ma Itachi.
'Merpotkan un!' batin sang okama.
'Hik... Nggak bisa main sama ikan-ikanku tercinta...' batin sang manusia hiu.
'Barbieee...' batin sang boneka.
'Kalo ilang ntar Hidan gue suruh bayar ganti rugi,' batin Kakuzu. Apa hubungannya coba?
3 hours later...
"Oi, ga ketemu juga neh!" seru Sasori yang kecapekan demi mencari kalung Hidan.
"Iya nih! Udah 100x diseluruh tempat di markas un!" tambah Deidara.
"He? Lu ngapaen ngitung? Rajin amat," sambar Kisame.
"Gue kan kalo bikin burung burungan tanah ngitung," timpal Deidara.
"Temen temen... Tobi punya ide ni... Gimana kalo menyusuri jalan berangkatnya Dan chan trus mriksa rumahnya Dan chan?" usul Tobi.
"Bener juga! Tumben lu pinter!" ujar Hidan.
Mereka pun menyusuri jalan.
"Oi, Kakuzu, lu ngapaen liad ke tanah terus?" tanya Pain yang tiba tiba nimbrung.
"Hm? Liad liad kalo ada fulus yang jatoh." jawab Kakuzu.
"Dasar... Eh, uda sampe tu?" ujar Itachi.
"Oke! Kita cari di rumah gw! Jangan masuk kamar gue ya!" perentah Hidan.
1 jam kemudian...
"Ga ketemu neh! Gue butuh air neh!" ujar Kisame.
"Eh, Hidan, kamu belum priksa kamarmu?" tanya Konan.
"Belum." jawab Hidan
"Periksa! Kami ikut masuk!" perintah Pain.
Kriieett...
"Wuahh... Kamar lo ternyata isinya senjata! Eh, apaan tu?" tanya Kisame sambil nunjuk benda berkilau.
"Waaa! Kalung gue! Akhirnya ketemu! Gue mesti berdoa neh!" tereak Hidan gaje.
"Jadi percuma kita nyari? Lo gimana seh?" ujar Zetsu yang nyempit nyempitin kamarnya Hidan.
"Eh... Itu..." Hidan ketakutan melihat teman temannya.
Pain mulai mengumpulkan cakra, Konan mulai membuat shuriken dari origami. Kisame mengambil Samehada tercintanya, Itachi ngeluarin sharingan, Kakuzu udah berubah wujud, Zetsu siap memangsa, Sasori nyiapin boneka Kazekage 3, Deidara nyiapain bom C4nya...
Hidan mundur selangkah, dua langah, tiga langkah. Teman-temannya seperti monster di depannya. Dan...
"GYYAAA!AMPUNN!JASHIN-SAMA! TOBIANAKBAEEKK! UCHIHA! BARBIE! NARUTO! KUCING! HENTAI!"
Dan keeseokan harinya, mayat si Hidan ditemukan tak berbentuk akibat hajaran teman temannya. Hanya karena sebuah kalung...
OWARI
Huaaah! Ini fic sebelum My Teacher My Husband lho! Cuma author ubah banyak! Maaf, kalo jelek!

Laundry Akatsuki

By: Aoi Megane Akatsuki. Jika mendengar nama itu, pasti yang terpikirkan oleh kalian adalah sebuah organisasi terbesar di Konoha. tapi bagaimana jika Akatsuki itu berubah menjadi organisasi.. laundry? /Akatsuki story/Vocaloid-Ice 02(Haru)/romance (DeiIno), maybe humor/mind to R&R?/ review please?/Rated: Fiction T - Indonesian - Romance/Humor - Akatsuki - Words: 2,899 - Reviews: 5 - Favs: 1 - Follows: 1 - Published: May 19, 2013 - Status: Complete - id: 9306735 + - Full 3/4 1/2 Expand Tighten Minna-san~
Hehehe ini fic Haru yang baru, menceritakan tentang Akatsuki. Entah dari mana pemikiran untuk buat fic ini muncul *di lempar sepatu* #ampuuuuun
Kalo Haru buat fic ini pasti selalu pas ada filem Naruto *senyum lebar ala Naruto*
Gomen ya minna, untuk fic 'Just You and Me' Haru belum bisa selesaiin :') fufufu~ *di cidori readers*
Oh ya, ada tambahan. Haru rasa status Haru kali ini hiatus ya.. Kan sekolah udah mau deket, jadi Haru gak bisa sering sering buka akun fanfic. Tapi kalo buat cerita Haru sempet sempetin deh..
Ya sudahlah, Haru minta maaf L *sujud* #jangan di cidori lagi pliss!
Happy Reading! J *lari lari di kejar readers*
Akatsuki yang biasanya menjalankan misi misi rahasia + penting, kini mempunyai sebuah LAUNDRY yang sangat terkenal di Konoha bahkan di mancan negara. Bagaimanakah kehidupan Akatsuki saat ini? RnR and Review please? *eyes puppy*
.
.
.
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Author © Vocaloid-Ice 02 (Haruka)
Pairing © Akatsuki
Genre : Humor and Romance
.
.
Author Note :
Ini fic punya Haru 100%. Jadi jika ada fic yang sama seperti ini, Haru tidak mungkin menjiplak fic itu. Haru cinta buatan Haru sendiri! Arigato~
Don't Read, if You Don't Like!
.
.
Laundry Akatsuki
'Ting tong.. Ting tong'
"Permisi kakak."
Datanglah pemuda berwajah mirip Sasuke Uchiha membukakan pintu.
"Eh, Sakura-chan"
"Itachi-niichan! Saku-chan mau minta tolong."
"Iya, minta tolong apa Saku?" tanyanya pada gadis yang menyebut namanya itu.
"Tolong ya, ini bonekanya Saku kotor semua. Saku gak bisa nyuci sendiri bonekanya. Bonekanya terlalu besar." Sakura menunjukkan 3 koleksi bonekanya pada Itachi.
"Wah besarnya!" Itachi mengangkat salah satu boneka Sakura yang berbentuk beruang.
Bukan cuman itu, ada 2 boneka lain. Yang satu berbentuk buah tomat, dan yang lagi berbentuk rubah. Ke dua boneka tersebut berukuran normal, tidak sebesar boneka beruang itu.
"Heheh.. bonekanya terlalu besar ya kak?" Tanya Sakura canggung melihat Itachi yang terlihat sangat kebingungan melihat boneka Teddy, boneka beruang coklat kepunyaan Sakura.
"Eh, eng-engak apa apa kok! Kita pasti bisa membersihkan boneka boneka ini." Jawab Itachi. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya. 'Mungkin saja' gumam Itachi dalam hati.
"Hey Tobi, Coba kau kemari!" lanjut Itachi berteriak memanggil Tobi.
"Ada apa sih? Eh, ada Haruno-chan~" sapa Tobi pada Sakura.
"Iya Aniki. Em, kakak. Gomen ne, sepertinya Saku gak bisa lama-lama di sini. Saku ada janji sama temen Saku." Wajah Sakura mulai terlihat cemas, sambil sesekali ia melihat ke arah jam tangannya.
"Janji sama siapa Sakura-chan?" Tanya Itachi dengan nada menggoda.
"Em, heheheh… Sa-sama Sasuke-kun" jawab Sakura canggung. Tanpa di tanya lagi, pipi Sakura sudah memerah karenanya.
"Duh, jadi gemes sama pipimu." Gumam Tobi sambil mencubit kecil pipi Sakura.
"He-hey Tobi, kau jangan sentuh Sakura. Kau tau kan? Kalo Sakura itu milik Sasuke! Adikku sendiri." Dengan kasar Itachi menyingkirkan tangan Tobi dari pipinya Sakura.
"Iya-iya. Gomen ne Itachi-kun, Sakura-chan" rengek Tobi, dengan wajah—*aduh Haru lupa. Tobi-kan pake topeng*
"Ya sudahlah. Saku mau pulang dulu ya… Sayonara Itachi-san, Tobi-san~" Sakura berlari secepat mungkin tanpa meminta persetujuan Itachi dan Tobi.
"Eh, sayo—" belum selesai Itachi mengucapkan kalimatnya, Sakura telah menghilang dari hadapannya.
"Ayo masuk Itachi masih banyak yang belum kita kerjakan!" bujuk Tobi.
"Hn, ayo!"
Mereka berdua memasuki rumah yang berukuran cukup besar itu.
.
.
Apakah kalian ketahui? Rumah itu adalah sebuah 'Laundry'? Ya, itu adalah laundry yang tersukses di desa Konoha.
.
.
"Hey kuda, ada tugas baru nih!" seru Itachi memanggil temannya yang berambut di kuncir seperti ekor kuda dan berwarna pirang tersebut. Yang tak lain adalah Deidara.
"Berhenti memanggilku kuda! Eh, tunggu dulu. Jangan bilang itu adalah tugas baru yang kau bilang tadi kan?" tanya Deidara melihat Itachi memegang tiga buah boneka, dan yang satu berukuran sangat hanya menggangguk sambil tersenyum tipis padanya.
"Apa kau yakin? Boneka itu sangat besar!" tanya Deidara sambil mengacungkan telunjuknya kearah salah satu boneka berbentuk beruang berwarna coklat yang tampak imut itu. Untuk kesekian kalinya Itachi hanya menggangguk menjawab pertanyaan yang keluar dari teman rekan kerjanya ini. "Kita pasti bisa!"
Itachi menaruh boneka boneka itu di tempat pancucian. Semua teman temannya tampak ragu ketika melihat boneka boneka itu dan menoleh kea rah Itachi seakan bertanya 'apa-kau-yakin-?-boneka-itu-besar-!'.Itachi hanya tersenyum tipis menaggapi pertanyaan-pertanyaan yang ditanyaakan oleh semua temannya itu.
"Woy Sasori. Tolong cuci boneka itu." Perintah Deidara pada Sasori."kau boleh menggunakan mesin cuci." Lanjutnya."Baiklah…" gumam Sasori dengan wajah datarnya—tapi tetep terlihat tampan kan?
Sasori mengambil semua boneka itu dan memasukannya ke dalam mesin cuci. Tapi tunggu dulu, apakah kau akan berfikir bahwa Sasori akan memasukan semua boneka itu sekaligus? Tidak, Sasori memasukannya satu persatu. Yang pertama, di masukan boneka beruang itu dalam mesin cuci. Yang kedua, baru Sasori memasukan 2 boneka itu sekaligus dalam mesin cuci. (ceritanya di Laundry Akatsuki ada banyak mesin cuci. Namanya juga laundry. Hohoho~ -di lempar batu bata *eh?).
"Sasori, masih ada deterjen?" tanya seorang wanita berambut biru—kalian pasti bisa menebaknya."Lagi sedikit." Jawabnya dengan datar *lagi?.
"Ow, baiklah. Pain! Kau lagi apa?" tanyanya pada Pain—kekasihnya."Ni lagi ngeringin cucian. Kenapa?" tanyanya balik."Tolong beliin deterjen. Deterjenku habis.." pinta Konan dengan wajah memelas.
"Baiklah. Uang?"
"Kok minta sama aku? Kan bukan aku yang bawa uangnya. Minta sama Tobi sana." Jelas Konan dengan panjang lebar. Pain hanya bisa memutar bola matanya 'bosan'.
Dengan bosan, Pain berjalan menuju Tobi.
"Woy Tobi. Aku minta uang." Pinta Pain.
"Untuk?" tanya Tobi dengan santainya.
"Beli deterjen." Jawabnya dengan santai pula.
"Sekalian beli deterjen 5. Yang ukurannya besar." Jelas Tobi sambil memberikan uang pada Pain.
"Hn… "
Dengan santai dan bosan, Pain berjalan menuju motornya dan pergi ke supermarket terdekat.
.
.
.
Beberapa menit kemudian…
"Lama banget anak itu" gerutu Konan.
Di bagian Sasori..
"Itachi.. Bonekanya sudah selesai ku cuci." Teriak Sasori.
"Um, bagus. Suruh Kakuzu keringin bonekanya."
"Ya…"
Sasori berjalan mencari Kakuzu. Rupanya dia tengah asik mendengarkan music dari HP-nya.
"Woy, keringin cuciannya. Sekalian jemur 'tar." Jelas Sasori dengan panjang—enggak pake lebar.
"Cucian yang mana?" tanya Kakuzu sambil beranjak dari duduknya yang santai itu.
"Yang boneka." Jawabnya datar dan pergi meniggalkan Kakuzu.
Kakuzu pergi ke tempat pencucian itu."Yang mana punyanya Sasori?"
"Sasori, mesin cuci yang nomer berapa?" teriak Kakuzu."No tiga sama empat." Jawabnya sambil berteriak pula.
"Dua mesin cuci? Tumben Sasori mau nyuci sebanyak itu." Kakuzu mengamati sebentar semua mesin cucinya sambil mencari mesin cuci no 3 dan menemukan kedua mesin cuci itu, Kakuzu mengambil cucian yang ada di dalamnya.
"Pantas saja Sasori pake dua mesin cuci. Yang satu ada boneka besar rupanya." Gumam Kakuzu dan membawa boneka boneka itu ke ruang pengeringan.
Sesampainya, Kakuzu memasukan boneka boneka itu ke dalam pengeringan.
Di bagian Konan…
"Huh, lama sekali kamu." Gerutu Konan.
"Iya, gomen. Supermarketnya tutup, jadi aku agak jauh nyari." Jawabnya mencoba meyakinkan Konan.
"Ah, alasan!"
Di bagian Itachi…
"Tobi, ada berapa pelanggan?" tanya Itachi sambil menepuk pundak Tobi yang sukses membuatnya terkejut.
"D-wa pu-luh li-ma" jawabnya sambil memberi penekanan pada setiap kata katanya. Wajar saja jika Tobi seperti itu, karena Itachi sudah 'sepuluh' kali menanyakannya.
"Wah, banyak juga ya!" seru Itachi dengan semangatnya.
Tiba-tiba…
'Ting tong… ting tong…'
"Itachi, buka pintu sana!" pinta Tobi dengan 'cuek'nya yang sepertinya terlihat bosan dengan kehadiran Itachi.
"Hn, baiklah" jawab Itachi dengan malas.
Itachi berjalan—dengan malasnya—menuju pintu depan.
"Moshi-moshi Itachi-nii" sapa seseorang berambut kuning seperti nanas dengan semangatnya—yang berkobar kobar(?)
"Hn, moshi-moshi" jawabnya dengan santainya.
"Em, Naruto mau minta tolong. Ini baju-baju Naruto semua. bukannya aku males nyucinya, tapi aku.. gimana gitu, bosen nyuci baju aja terus. Oh ya, kakak enggak keberatan kan? Kak, apa ada banyak pesanan gak? Tadi ada Saku-chan juga kan? Tadi aku sempet lihat dia." Celoteh Naruto dengan panjang lebarnya. Sementara Itachi hanya bisa terdiam bosan melihat Naruto bosan dan tampak mengantuk.
"Em, maaf kak. Pakaiannya banyak, plus ditambah boneka bonekanya Hinata-chan. Ya memang sih bonekanya cukup besar dan pakaian yang lumayan banyak. Oh ya kakak, bisa gak kalo cuciannya dua hari lagi selesai? Soalnya Hinata minta bonekanya. Sebenarnya aku udah dari dulu mau ke sini, tapi baru sempet. Hahaha " Celoteh Naruto lagi tanpa bosannya.
"Tunggu sebentar, akan ku tanyakan Tobi"
"Eh, kakak tunggu sebentar. Tobi? Tobi itu kak Madara Uchiha kan? Kenapa dia di panggil Tobi? Padahal kan gak ada hubungannya Tobi dan Madara?" tanya Naruto dengan panjang lebar—lagi.
"Huh~ Tolong Naruto, tolong diam. Akan ku tanyakan pada Tobi atau Madara Uchiha. Puas Naruto?" Itachi terlihat menghembuskan nafas bosan untuk kesekian kalinya di hadapan lelaki berambut kuning ini.
"Baiklah aku akan diam" jawab Naruto tanpa menghilangkan senyuman lebarnya.
"Hah~" lagi lagi Itachi menghembuskan nafas bosannya.
Itachi berjalan menuju Tobi yang tengah sibuk mengurus semua cucian cucian itu.
"Woy Tobi." Itachi menepuk pundak Tobi sembari menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa didiskripsikan.
"Ada apa sih?"
"Itu ada Naruto di depan"
"Memangnya kenapa dengan Naruto?"
"Kau saja yang ledeni. Pusing aku mendengar celotehannya"
"Hn, ni urus semua cuciannya." Tobi memberikan daftar cuciannya pada Itachi yang terlihat bingung dengan daftar itu.
"Kuda!" teriak Itachi denagn kerasnya.
"Ada apa sih? Dan bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan kuda lagi?" keluh Kuda—eh, maksudku Deidara yang berjalan menuju Itachi yang dilihatnya memegang daftar—yang entah daftar apa itu.
"Kau urus daftar ini. Aku tidak mengerti sama sekali."
"Eh, kau saja. Bukankah kau yang disuruh oleh Tobi?"
"Ayolah, aku benar benar tidak mengerti" rengek Itachi dengan wajah (sok) polosnya.
"Baiklah, dan kau mau ke mana?" tanya Deidara dengan nada mencurigakan.
"Aku mau—"
'Kring… kring…'
"Mengangkat telepon" lanjutnya dengan setengah berlari menuju ruang tengah dimana tempat telepon itu di taruh.
"Eh, alasan" gumam Deidara sembari mengendus bosan.
Sementara itu di bagian Tobi / Madara Uchiha…
"Baiklah kakak, aku pulang dulu." Naruto pergi berlari dengan cepatnya, secepat kilat. Seperti ayahnya, Minato Namikaze.
"Ya sudahlah…" gumam Tobi yang melihat Naruto telah menghilang.
"Sasori, cepat ke sini. Bantu aku menganggkat semua ini!" teriak Tobi dari depan rumah—yang bisa disebut juga laundry.
"Yha, aku di sini." Tobi terkejut melihat Sasori yang sudah berada dibelakangnya.
"Tolong bantu aku untuk mengangkat semua ini."
"Punya siapa semua ini?"
"Punya Naruto"
"Waw, banyaknya. Kau yakin ini punya Naruto?"
"Jangan banyak basa basi. Cepat angkat sana" perintah Tobi tampaknya membuat Sasori bosan.
Mereka berdua memasuki laundry tersebut sambil membawa barang barang itu.
Di dalam Laundry…
"Huh~ beratnya." Keluh Tobi dan Sasori serempak.
"Hey, kau jiplak kata kata ku" lagi lagi mereka mengucapkan kalimat itu serempak.
"Huh~" dan lagi lagi mereka serempak.
"Ya sudahlah lebih baik aku diam." Dan lagi lagi mereka serempak. ( Sampai sampai authornya males nulis )
Mereka saling bertatapan, sepertinya itu tatapan saling membunuh. Mereka saling membuang muka—yang sepertinya terlihat sangat bahkan sangat marah.
"Hey Itachi, Konan, Pain, Hidan, Kakuzu, Kisame, Deidara, Sasori, Zetsu (?). Cepat kemari semua!" teriak Tobi yang menggema di tempat laundry tersebut.
"Ada apa?" tanya semua serempak.
"Ini sepetinya ad—"
'Ting.. tong..'
"Deidara, tolong bukakan pintu" pinta Tobi.
"Baiklah" jawab Deidara dengan malasnya. Perasaan sedari tadi Deidara mulu yang disuruh suruh.
Ok Deidara. Karena kau sedari tadi jadi peran 'pembantu'. Maka sekarang aku akan memberikan kejutan padamu. Haha~
Deidara berjalan menuju pintu depan dan melihat sesosok gadis cantik bermata lavender dan berambut yang dikuncir seperti dirinya.
"Hey kakak" sapanya pada Deidara dengan tersenyum.
Sukses senyuman dari gadis tersebut—yang ku ketahui bernama Ino Yamanaka— membuat pipi dari lelaki berambut kuning itu merona merah.
"Eh, i-i-ya. Hay juga Ino" sapanya sambil terbata bata.
"Kakak, Ini." Ino memberikan boneka berbentuk 'Love' pada Deidara.
"E-eh, i-ini untuk apa?" tanya Deidara canggung.
"Ini untuk kakak!" jawabnya dengan polos.
"Un-untuk kakak?"
"Iya"
"Maksudnya a-apa? Aku gak ngerti?"
"Haah~ pasti kakak berfikir yang lain lain ya? Ini untuk kakak, maksudku tolong di laundry ya."
"Oh, i-iya. Pasti kakak laundry."
"Oh ya, ini ladi satu."
"Untuk di laundry juga?"
"Bukan."
"Eh?"
"Ini khusus untuk kakak"
"Untuk ku?"
"Iya kak, ini untuk kakak."
"Kau yakin?"
"Aduh, kakak. Apa kau tuli? I-n-i U-n-t-u-k K-a-k-a-k" jawabnya dengan member penekanan pada kalimat 'ini untuk kakak'.
"Em, a-arigato Ino."
"Em, ya sudahlah kak. Ino mau pulang dulu. Daa~ kakak!"
"Tunggu Ino"
"Eng? Ada ap—"
*CUP*
Deidara menunduk untuk mencium singkat bibir rumam Ino.
"Ka-kakak?"
"Aisiteru Ino"
"A-a-aisiteru mo kakak" Ino pun pergi berlalu meninggalkan Deidara yang tengah terdiam di depan pintu dengan senyuman manisnya.
"I Love You" Deidara membaca tulisan yang terdapat di boneka yang berbentuk 'Love' tanpa menghilangkan senyuman di pipinya.
Deidara berjalan menuju tempat laundry tersebut.
"Hey kuda" sapa seseorang berambut di kuncir berwarna hitam. Tampa melihat kearah lelaki tersebut, ku rasa Deidara telah mengetahui siapa lelaki itu.
"Hn?"
"Dari siapa boneka itu?" tanya Itachi dengan polosnya tampa menghilangkan senyuman menggodanya.
"Ino Yamanaka" jawab Deidara canggung. Kalian mungkin bisa melihat pipi Deidara yang dihias make up merah.
"Cie~ ada yang habis nembak seseorang nih.." teriak Itachi yang sukses membuat semua orang di tempat laundy tersebut menoleh kearah mereka.
"Wah, wah… selain Konan dan Pain, ada yang pacaran juga ni." Goda salah satu lelaki berambut merah yang sangat mirip dengan Sabaku no Gaara dari desa Suna. Pain dan Konan yang mendengar nama mereka di panggil hanya bisa tersenyum malu.
"Tidak! Aku belum menembaknya." Sontak perkataan Deidara membuat semuanya kaget—tarutama Itachi.
"Hah?" tanya semua serempak tampa menghilangkan ekspresi kagetnya.
"Terus? Wey kuda, kamu kok bodoh banget sih? Tembak aja. Tak ku sangka, sahabatku ini sangat persis dengan adikku sendiri, tidak bisa mengutarakan perasaanya pada gadis manapun." Tampak Itachi marah marah pada Deidara.
"Yha ku tahu. Kalau aku ini adalah orang yang bodoh. Aku malas, aku mau ke ruang cuci dulu" Deidara pergi meninggalkan teman temannya yang tengah terdiam melihat Deidara bertingkah laku seperti itu.
'Kring… kring…' terdengar bunyi telepon rumah menghiasi ruang tengah.
Konan berjalan menuju ruang tengah dan menjawab telepon tersebut.
"Moshi-moshi" terdengar suara dari balik telepon tersebut, sepertinya itu suara wanita.
"Moshi-moshi.. dengan siapa?" tanya Konan.
"Saya Sakura."
"Oh, ada apa Saku?"
"Em, ini kak Konan ya?"
"Iya kok tahu?"
"Dari suaranya kakak. Em, gini kak. Saku cuman mau kasi tahu. Kalo boneka bonekanya Saku sudah selesai, telpon saja Saku."
"Iya, iya pasti. Tapi kakak gak punya nomernya Saku."
"Tanya saja sama kak Itachi. Dia punya kok! Em, segini dulu kakak. Sayonara, arigato"
"Iya sayonara Saku-chan"
'Nut, nut, nut….'
"Itachi.. Cepat ke sini!" Teriak Konan membuat semua yang berada di sana menutup telinga sekuat kuatnya.
"Aduh, Konan. Jangan teriak teriak juga kali.." gerutu Itachi sampil memegangi telinganya.
"Tadi ada telpon dari Sakura. Katanya kalo boneka bonekanya sudah kering tolong telpon Sakura."
"Sudah kok. Bonekanya sudah kering."
"Wah, serius kamu? Kok cepet banget?" tanya Konan tak percaya.
"Iya, tadi semua cuciannya sudah kering. Sasori yang ngeringin" jawab Itachi dengan santainya.
"Kok bisa?"
"Tauk tuh, dia pakai jurus... Jurus apalah itu namanya. Aku lupa."
"Semuanya?"
"Iya semuanya. Kan besok kita mau cuti bersama, jadi semua cuciannya harus di keringin semua."
"Oh iya ya, aku lupa. Ya sudahlah, sekarang kamu telpon Sakura"
"Hn, baiklah."
Konan pergi berjalan meninggalkan Itachi, sepertinya dia akan pergi ke tempatnya Tobi. Sementara Itachi terlihat tengah sibuk berbicara dengan Sakura melalui telpon.
Di Bagian Konan…
"Tobi." panggil Konan yang melihat Tobi sedang sibuk dengan pekerjaanya.
"Hn, ada apa?"
"Benar besok kita libur? Ada acara apa?"
"Kan ada acara cuti bersama setiap tanggal 21 selama tiga hari ke depan, itu kan acara khusus Laundry Akatsuki. Kamu lupa acara itu?"
"Oh, iya ya. Terus semua cucian sudah pada kering?"
"Hampir sih, tu Sasori lagi pada ngeringin cuciannya"
"Umm.. ya sudahlah. Apa aku boleh pulang? Ini sugdah menunjukkan pukul lima sore."
"Ya sudah kamu pulang saja duluan."
"Arigato. Sayonara Tobi."
"Hn, Pain gimana?"
"Nanti dia juga pulang sendiri. Dia masih punya kakikan?"
"Enggak, udah aku potong tadi."
"Eh?" tanya Konan teerkejut mendengar pernyataan Tobi.
"Ya, masih lah! Sudah, sana pulang!" bentak Tobi yang sepertinya frustasi melihat tingkah laku temannya ini yang ternyata sangat lola.
Konan pergi meninggalkan Tobi dan bersiap siap pulang. Saat Konan membuka pintu..
"Eh, Sakura"
"Eh, kak Konan. Mau pulang kak?"
"Iya, sudah sore."
"Tumben kakak cepet pulang."
"Kan besok cuti"
"Oh.. Kak Itachi mana?"
"Ada, masuk aja ke dalam."
Sakura memasuki laundry tersebut dan melihat semua orang tengah sibuk mengurus cucian cuciannya. Sakura memperhatikan wajah mereka satu per satu dan mencari wajah sang 'kakak ipar'nya itu. Didapatinya wajah seorang Itachi Uchiha sedang sibuk merapikan cucian yang sudah kering.
"Kakak." Suara Sakura sukses mengejutkan seseorang yang di sapanya itu.
"Eh,Sakura. Cuciannya mana ya? Oh, ini dia. Nih bonekamu Saku."
"Em, Arigato kakak"
"Doitte"
"Em, Saku pulang dulu kakak, sudah malam."
"Iya, Sayonara Saku. Hati hati di jalan"
"Iya kakak, sayonara…" Sakura pergi meninggalkan Itachi yang masih sibuk mengurus cuciannya.
.
.
.
Cukup Lama Kemudian…
"Hah, akhirnya selesai juga. Capek juga ya.." keluh Sasori.
"Iya, kan besok cuti. Jadi bisa santai di rumah."
"Hah, Tobi aku mau pulang ya."
"Hn,"
"Aku juga" teriak semua serempak.
"Iya, iya. Sayonara minna" ucap Tobi sambil melambaikan tangannya.
"Hn, sayonara.." jawab semua serempak dan pergi meninggalkan laundry tersebut.
"Hn, capeknya.. aku mau pulang juga." Tobi pun berkemas kemas. Tak lupa juga dia merapikan laundrynya tersebut, menguncinya, dan pergi dari tempat tersebut.
.
.
.
#FIN#
Kyaaaaaaaaaaaaaa!
Akhirnya fic yang aneh dan ngaco ini selesai juga. *nguap nguap*
Fufufu~~ Haru gak nyangka, endingnya bakal gaje gini. *siap siap di hajar Akatsuki*
Readers pada mau tahu dari mana Haru dapeti ide untuk buat fic ini.
Gini lo ceritanya…*story again — pada menjauh*
Ini, kakaknya Haru kan punya banyak wallpaper Naruto. Trusss ada salah satu wallpaper Akatsuki yang gambarnya lagi kayak di laundry gitu..
Haru kepikiran deh buat fic laundry Akatsuki, padahal itu Haru mikirnya lagi di kamar mandi tau.. Hihihi~ *di lempar ke laut mati*
Ya sudahlah.. Arigato yang sudah baca *bungkuk di dalem air*
! R !
! E !
! V !
! I !
! E !
! W !
? PLEASE ? *teriak teriak — tenggelam di laut*