Total Tayangan Halaman

Minggu, 12 Januari 2014

Baby Girl In Akatsuki

Terlihat Itachi dan Kisame berjalan tergesa-gesa pas malam jam 24.00
"Ini gara-gara Konan, sih! Nglairin orok kok tengah malam gini! Ganggu orang tidur aja!" Gerutu Itachi yang masih ngantuk
"Iya! Udah gitu malam Jumat Kliwon gini, lagi! Mending kalo di rumah sakit, lha ini di dukun !" Tambah Kisame
"Tuh bayi anak Konan atau Suketi, sih?"
"Suketi?"
"Sundel bolong yang diperanin Suzanna. Dasar katrok lo!"
"Gue gak level nonton gituan"
"Bilang aja takut," Cibir Itachi
"Hahaha…., Kisame takut? Apa kata dunia?"
"Iya, ya! Masak setan takut setan?"
Maksud lo?!"
"Tobi! Bangun, donk lo! Konan nglairin, tuh!" Teriak Deidara frustasi yang udah setengah jam ngebangunin Tobi
"Ah! Suruh dia cancel dulu nglairinnya! Gue ngantuk!" Balas Tobi sambil nguap
"Lo pikir sms pake di cancel segala?!"
"Terserah, deh!"
"Tobi!!"
Akhirnya, Deidara pun mengikat Tobi di Burung Bangau litany! Emang nih anak sengaja kali pilih jalan dan cara yang menyiksa dirinya sendiri
Seluruh anggota Akatsuki pun udah lengkap, hadir di dekat Konan yang akan nglairin anak pertamanya ama Pein, mereka udah nikah 2 bulan yang lalu ( kok express banget ya mbrojolnya?). Konan ada di dalam ama si mbok dukun, yang lain pada di luar.
"Ayo, Neng! Terus atuh," Suara si mbok yang Sunda tulen itu terdengar dari luar.
"Eeeerrrggghhh…..!!" Konan mengejan "Capek, deh!"
"Konan!!" teriak Pein cemas dari luar "Keluarkan cakramu! Biar cepet keluarnya!"
"Gunain jutsu apa gitu, kek!" Tambah Kisame.
"Oi!!" Ucap Sasori pada Pein dan Kisame. "Kalian pikir Konan lagi perang apa pake bawa2 jutsu dan cakra segala!"
"Lagian mana ada jutsu buat nglairin?" Tambah Zetsu
"Ada lagi!" sahut Kisame. "Ngeden- no jutsu,"
"Biasanya Kisame gunain jutsu itu pas boker," Ucap Itachi
"Kok tau?" Deidara heran
"Ya iyalah, orang dia kalo ngucapin jutsu itu pas boker keras dan serius banget,"
"Emang bisa ya, Kisame?" Tanya Hidan
"Iya, top cer deh! Bisa jadi alternative buat sembelit!"
"Kalo gitu, gue coba deh! Sembelit tanpa perlu buang-buang uang ke dokter," Ucap Kakuzu nimbrung
"Kalo buat elo gak mempan, Kakuzu! Sembelit elo kan menahun! Kena karma dari sifat pelit elo!" Ujar Kisame dendam ma Kakuzu, minta uang 500 perak buat beli pentol tapi gak di kasih blas!!
"Lo kok pada gak jelas banget sih, ngomongin boker mulu!?" Tanya Pein gregetan. "Bikin gue kebelet aja!!"
Pein langsung ngibrit ke empang.
"Kok lama, sih Konan?" Desis Itachi gak sabar
"Ayo, Neng! Dikit lagi!" Terdengar suara si mbok
Semua menajamkan telinga masing-masing
"Eeeerrrgggghhhhh…..!!" Konan mengejan lagi
"Dikit lagi Neng! Dah nongol jidatnya,"
"Pasti jidatnya lebar kayak Pein," bisik Tobi cekikikan
"Eergh!"
"Lagi, Neng! Nongol idungnya!"
"Pasti idungnya pesek kayak Pein!" Desis Itachi iba.
"Lagi, Neng! Dah keliatan rambutnya!"
"Kok balik lagi ke atas sih?" Tanya Hidan heran
"Pasti rambutnya mbulak dan rontokan kayak Pein," tambah Kisame
"Kalian kok nyumpahin bayi suci dan mungil dengan yang jelek-jelek gitu, sih?" Tanya Zetsu
"Emang di Pein ada yang bagus?!"
"Setidaknya doain tuh bayi mirip Konan aja! Nista banget deh kalo niru Pein!"
"Dikit lagi, Neng!" Terdengar lagi suara si mbok. "Dah nongol anunya,"
"Pasti anunya anu kayak Pein," tambah Tobi
"Anunya tuh apa?" Tanya Sasori heran
"Kaki maksudnya! Ngeres ya, lo?!" Jawab Tobi
"Lha terus anu satunya?" Tambah Deidara
"Kadasen, Kurapen,"
"Kayaknya di Akatsuki bukan gue deh terhina," Ujar Kisame
"Dikit lagi, Neng!"
"Eergh!!"
"Lagi!!"
"Eergh!!"
"Lagi!!"
"Eergh!!"
"NGEDEN-NO JUTSU!!" Terdengar teriakan yang amat keras
"LLHOOO?!"
"Apaan tadi tiu?"
"Kayaknya dari arah empang….."
"Itu kan jutsu ciptaan gue," Tukas Kisame kaget
"Jutsu aneh," Ujar Hidan muak
Terdengar tangis bayi dari dalam
"Alhamdulillah," Ujar yang lain serempak, Hidan sujud syukur
Mereka Langsung ke dalam nemuin Konan. Tapi baru sampai mereka di sana, Pein masuk dengan langkah geram dan langsung mencengkeram kerah jubah Kisame.
"Apaan lo?! Tadi gue dah ngucapin jutsu itu tapi gak jebol juga!" Geram Pein marah + keringetan, abis ngejan, sama dengan Konan. Bedanya Konan ngejan buat nglairin bayi suci, lha Pein ngejan buat jebolin kotoran busuk!!
"Oh… jadi suara aneh tadi elo?" Tanya Sasori ngeh campur ilfil.
"Gue bunuh lo!!" Bentak Pein ke Kisame
"Tunggu, Bro!" Ucap Kisame taku + panic, gak ada yang nolongin lagi! Dasar gak kompak! "Bayi lo dah lahir!"
"APAAA??"
OEK!OEK!OEK! Bayi Konan nangis menjerit-jerit
"Dasar bapak goblok! Anak kita jadi kaget gara-gar asuara kamu yang kecil banget tadi! Sekaget-kagetnya orang, tapi lo kebangetan deh!!" Geram Konan mangkel sambil nenangin bayinya. Untung bayinya bias langsung tidur lagi.
"Mudah-mudahan anak Eneng gak kayak orang itu," si Mbok nunjuk Pein.
"Yang Mbok maksud orang itu tuh bapaknya," Kata Deidara
"APAAA?!"
OEK!OEK!OEK!
Sedangkan Pein menatap kaget + tak percya pada Konan dan bayinya. Rasa haru + bahagia menyejukkan hatinya. Rambutnya yang oren berkibar-kibar tertiup angina. Kayak di TV-TV gitu lho! Sungguh senang perasaanya!!
"Senpai! Udah adem belum? Gue pegel, nih!" Ucap Tobi sambil ngipas-ngipasin kipas sate ke muka Pein
"Apaan, sih lo??" Geram Pein malu.
"Lha abisnya Senpai keringetan gitu! Ya udah gue kipasin aja!"
Pein pun mendekat ke Konan dan duduk di tepi kasur di samping Konan, dengan mesra di kecupnya dahi Konan.
"Selamat ya, Honey,"
"So sweeeetttt….." Ucap cowok Akatsuki lainnya sambil menatap kagum dan terharu
"Pein! Nama bini lo kan Konan, bukan Hani!" Ujar Itachi.
"Kalo goblok diem deh lo!" dengus Sasori pada Itachi.
"Konan, Pein! Selamat ya!" Ujar Kakuzu. "Kalian minta apa saja dari gue,"
"Beneran?!" Tanya Pein dan Konan antusias.
"Bener! Apa aja! Asal…."
"Gak usah! Gue dah tau kelanjutan omongan lo!" Potong Pein.
"Asal jangan berhubungan dengan duit kan?" Cibir Konan.
"Asal kalian bahagia… Ya udah kalo gak mau!"
"Eh, gitu ya?!" Pein dan Konan kaget dan nyesel banget! Gak nyangka seorang Kakuzu ngomong gitu.
"Padahal gue mau berubah….hiks!" Kakuzu nangis di pundak Sasori.
"Udah, udah….," Sasori nepuk-nepuk punggung Kakuzu. "Soalnya gak pernah kepikir oleh kita lo mau berubah,"
"Hiks! Niat gue baik, kok! Gue mau ngasih hadiah,"
"Udah, udah…," Sasori ngelus-ngelus punggung Kakuzu. "Itu emang terdengar amat mustahil,"
"Mereka malah ngehina gue! Hiks! Hiks!"
"Gue juga pasti gitu kalo ada di posisi mereka," Sasori ngelus-ngelus kepala Kakuzu.
"Lo niat nenangin gue atau nyuruh guer bunuh diri, sih?"
"Enaknya apa ya?" Gumam Pein merenung, mikirin nama bayinya. Waktu itu mereka udah kembali ke markas.
"Namain aja Suketi," Usul Kisame yang terinspirasi ucapan Itachi waktu itu.
"Lo kira anak gue sundel bolong, hah?!" Bentak Pein tersinggung dan masih dendam gara-gara jutsu aneh itu.
"lho? Kok tau Suketi itu Sundel bolong?"
"Gue fans berat Suzanna tau!!"
"Pantes! Muka lo horror banget," desis Kisame yang langsung ngacir sebelum kena rinnegan.
"Namain aja Alexandra Elizabeth," usul Zetsu, Pein mikir.
"Gak pantes, ah!! Nama ortunya aja ndeso gitu," sela Sasori yang seketika bikin mental Pein drop
"Bener juga ya?" ujar Pein
"Namain aja dari akronim nama Konan dan lo," usul Tobi
"Iya, ya?" Pein ngangguk-ngangguk. "Tumben lo pinter?" Pein tersenyum.
"Konan-Pein. Namain aja anak lo Koin. Konan-Pein," lanjut Tobi
"Goblok!! Lo pikir anak gue cepek apa dinamain Koin?!" bentak Pein
"Ide bagus,tuh!" lanjut Tobi semangat. "Gimana kalo nama panjangnya Koin Cepek?"
"Tobi, pergilah sebelum kiamat menimpamu! Ku mohon!" ujar Deidara
"Tapi apan…."
DUM!BUM! Akhirnya Tobi menjauh dari kiamat (Pein) berkat ledakan nuklir (Deidara)! Sama aja dong gak enaknya!!
"Namain aja Sholehah," ujar Hidan
"Gak, ah! Kalo entar sifatnya kontras ama namanya, malu lagi!"
"namain aja neko (kucing) ," usul Sasori
"Jangan mentang-mentang nama lo nge-copy nama hewan, anak gue lo bawa-bawa juga! Emang gue bokap lo, yang kehabisan ide nama sampe lo di kasih nama hewan yang menjijikkan gitu?!" cecar Pein
"Kalo gak mau ya udah kali! Gak usah bawa-bawa bokap gue napa?" Gumam Sasori mangkel
"Kakuzu, menurut lo nama anak gue enaknya apa?" Tanya Pein pada Kakuzu yang lewat di depannya.
"EGP!" Dengus Kakuzu tanpa noleh apalagi berhenti.
"EGP? Singkatan nama ya? Apaan?" teriak Pein, Kakuzu cuek
"Goblok banget sih nih orang," desis Itachi pelan. "EGP Emang Gue Pikirin"
"Oh," Pein lemas, kecewa, nyesel. "masih ngambek ya?"
"Kakuzu parah banget kalo gondok! Perlu di rayu 2 jam, kalo di biarin bias betah ampe 2 bulan," tambah Zetsu
""Udah deh," sela Itachi. "Giman kalo namain Yuki?"
"Yuki?"
"Iya! Anak lo kan putih, namain aja Yuki (salju),"
"Kenapa harus Yuki? Yang putih kan gak yuki aja," Tanya Deidara
"Klo tembok, pocong, gigi, buku tulis, mukena kan gak lucu!" jelas Itachi jengkel
"Bagus juga, tuh!" Gumam Pein.
"Nma panjangnya Yuki Hime," tambah Itachi
"Dongeng banget," cibir Sasori. "Anak gue besok gue namain Beauty,"
"yang cowok Beast ya kan?" Tanya Hidan, Sasori melengos
"Jadi gimana, Pein? Jadi Yuki Hime?" Tanya Itachi
"Um…….," Pein mikir
"Deal or no deal?" Tanya Itachi tajam, actual dan terpercaya sambil ngulurin tangan. Suasana mencekam.
"Deng…..derendengdeng…..deng!" Hidan, Zetsu dan Deidara niruin background musik salah satu kuis
Pein ngulurin tangan dengan gemetar, keringetan, adem panas, lalu menyalami Itachi. "Deal,"
"Okey! Selamaaaaaattttt!!" teriak Itachi girang, gak tau girang karena apa
"Yeiii!! Selamaaaattt!!" Hidan, Zetsu, dan Deidara ikut teriak, malah tepuk-tepuk tangan
"Apaan, sih? Childish banget! Gak akatsuki banget deh," dumal Sasori risih sambil natap heran dan jengkel om-om girang yang kehilangan masa kecil di sana itu.
Pagi itu, Tobi, Kisame dan Kakuzu pergi ke mall karena di suruh Pein beli perlengkapan bayinya. Sebenernya Kakuzu ogah, coz mkasih gondok ama Pein. Apalagi Pein ngrayu-ngrayu minjem kas buat beli pengkapan Yuki + rongrogan anggota Akatsuki lainnya, makannya Kakuzu TERPAKSA minjemin. So, mau gak mau, dia harus ikut belanja, gak bisa masrahin uang pada makhluk mencurigakan spesies Tobi dan Kisame.
"Maaf, Anda sekalian tidak boleh masuk!" Satpam mall itu menghadang Tobi, Kisame dan Kakuzu dengan pentunganya.
"Kenapa?" Tanya Kisame heran dan gak terima.
"Ikut saya!" Satpam itu di Bantu 2 orang temannya mencekal lengan mereka dan menggiring mereka ke arah kantor pemeriksaan.
Beberapa jam kemudian….
"Dasar Satpam resek! Nilai orang sembarangan aja!" Gerutu Kisame setelah keluar dari kantor bersama Tobi dan Kakuzu.
"Gara-gara muka kalian yang criminal banget itu kita jadi di curigain sebagai teroris! Plis deh!" Tobi ngomel-ngomel.
"Justru gara-gara elo yang gak punya muka itu kita jadi di curigain!" Tuding Kisame ke Tobi
"Lo juga, Kakuzu!! Pake cadar dan jilbab gitu! Disangkain teroris Irak, lo!" Tobi nuding Kakuzu.
"Eh…enggak, kok," DUG! Kisame nyikut perut Tobi sambil natap Kakuzu panic. "Gue ama Tobi aja kok yang criminal face! Lo mah, tampang-tampang kiyai deh!!" puji Kisame sambil tersenyum.
"Bisa-bisa kita batal belanja kalo dia ngambek, Goblok!!" bisik Kisame pada Tobi.
"Udah, deh!! Gak usah boong! Gue gak ngambek, kok!" ucap Kakuzu
"Eh?! Kedengaran, ya?!" Kisame kaget
"Jelas banget, malah!" ujar Kakuzu lalu jalan mendahului Tobi dan Kisame.
"Kakuzu! Lo gak marah, kan?!" teriak Kisame
"GAK!!"
"Ternyata marah….," desis Kisame dan Tobi lemas
"Gara-gara elo, sih!"Kisame njitak kepala Tobi. "Rayu dia sono!"
"Kok gue, sih?!" protes Tobi sambil ngelus-ngelus kepalanya yang agak benjol
"Kakuzu senpai baik hati!" ini yang ke-20 mneit Tobi ngoceh, menyerukan pujian-pujian indah untuk om-om yang lahi gambek di sampingnya ini
"Huh! Itu bohong…..itu palsu….," Gumam Kakuzu sambil terus cuek dan jaln. Kisame ada di belakan Kakuzu dan Tobi.Gak mau ngambil resiko kehabisanludah buat ngomong gara-gara ngebujuk Kakuzu.
"Kau begitu sempurna… di mata ku kau begitu indah….,"
"Sebagai anggota yang tak di anggap aku hanya bisa mencoba mengalah….menahan semua amarah….,"
"Mata mu seksi, itu terbukti dari caramu menatap uang ku. Mulutmu seksi itu terbukti dari cara mu menghitung uang ku,"
"Dan tetaplah ngoceh sampai nanti…lagu ini… ku akhiri…,"
PLOK! PLOK! PLOK! Kisame tepuk tangan dari belakang! Tobi dan Kakuzu noleh
"Hebat! Bikin aja grup vocal! Bisa nandingin duo Ratu, kalian!"
"Oh ya?! Serius Senpai?!" Teriak Tobi girang
"Apaan, sih?" desis Kakuzu malu karena baru nyadar abis bertingkah konyol
"Kan udah ada Duo Ratu! Grup kita enaknya nama apa, ya?" pikir Tobi serius
"Duo Gelandangan," ucap Kisame
"Disini aja deh, yuk!" ucap Kakuzu sambil masuk ke sebuah toko perlengkapan bayi
Kisame lihat-lihat keadaan toko itu. "Kakuzu,"
"Hm?"
"Lo yakin mau beli di sini?"
"Terlalu yakin malah! Ini toko perlenngkapan baby kan?"
"Bayi, Senpai!"
"Sesukamu, lah!"
"Ini memang toko perlengkapan bayi, tapi barang-barang di sini kan bekas semua,"
Kisame nunjuk sebuah celemek bayi di situ. "Liat, nih!ada nodanya! Mungkin aja ini ingus!"
"Trus kenapa? Yang mau pake bukan elo, kan?"
"Iya, sih. Tapi ini kan buat anak Pein,"
"Trus?"
"Ya beliin yang bagus di butik, donk! Sama anak ketua, juga!"
"Suruh dia nglunasi bonnya yang 10.000, baru gue beliin di butik!"
"Cuma 10.000?" desis Tobi heran
"Cuma tuh apa maksudnya? Dasar gak menghargai uang!"
Tobi dan Kisame diem! Pasrah, deh! Gak mungkin menang dari Kakuzu kalo masalah duit!
"Mas-mas ini mau beli, ya?" sapa gadis ayu pelayan toko itu
"Gila, euy! Kita di panggil mas!" bisik Tobi ke Kisame
"Padahl om-om ya, aslinya?" bals Kisame
"Bukan! Mo camping! Dasar!" ucap Kakuzu jengkel pada si Mbak
"Oh! Maaf, Mas! Abis penampilan…um….mas-mas aneh-aneh, sih! Wajahnya juga! Mau hallowen di mana, sih?"
"Lo kalo ngehina gak terlalu jujur gitu napa, sih?!" Tanya Kakuzu mulai emosi
"Kan kita gak boleh bohong! Dosa," Jawab Si Mbak
"Lha lo pikir ngehina orang kayak tadi dapat pahala, hah?!"
"Iya, deh Mas! Maaf!" Si Mbak mbungkuk sopan lalu pergi
"Lha? Tadi dia kesini buat mengenyek kita?" Tanya Tobi
"Selama ini, apa ada tujuan lain jika seseorang mendatangi kita?"jawab Kisame sedih, yang merasa satu-satunya anggota Akatsuki (bahkan satu-satunya makhluk di bumi) yang paling sering mendapat hinaan
Lalu, 3 om2 berjubah gambar awan gak jelas itu pergi ke tempat sepatu dan kaos kaki bayi.
"Um…gimana kalo yang ini?" Tanya Tobi sambil mengambil kaos kaki mungil berwarna merah putih. "Ini cocok di pake pas natal,"
"Lebih cocok buat Agustusan, deh! Lagian agama lo apa sih? Kemarin masih sholat Jumat ama gue!" tukas Kisame
"Gimana kalo sepatu ini? Ini cocok di pake pas musim semi," lanjut Tobi sambil ngambil sepatu gambar kembang-kembang
"Trus kaos kaki ini buat jam 1," tambah Kisame
"Yang ini jam 3,"
"Ini jam 6,"
"Ini jam 12,"
"Ini abis Maghrib,"
"Ini tengah malam,"
"Sepatu ini buat ke taman,"
"Ini buat be-ol,"
"Ini buat…"
"CUKUP!! DIEM LO PADA!!" Teriak Kakuzu ngos-ngos an dan sumpek. "Yang mau pake tuh Yuki atau kalian, sih?!" Pake sepatu buat be-ol lagi!! Ada-ada deh!"
"Tapi ini kan buat Yuki, bayi lucu itu! Kita harus kasih yang special kan?" ujar Tobi
"Gak pake special-spesial an!! Lo pikir martabak?"
"Kita beli yang banyak, donk, Kakuzu!" bujuk Kisame
"Masing2 3 aja cukup!"
"Tapi Kakuzu…"
"Udah deh! Yuki kan masih kecil, gak perlu banyak-banyak! Lo pada yang segede bagong aja gak pernah ganti baju gitu!"
"Lo juga kan?"
"Iya-iya!!"
"Bilang aja takut keluar banyak uang!" desis Kisame lirih
Kakuzu pun ngambil 3 pasang sepatu dan kaos kaki. Itupun yang paling payah! Serat kain kaos kakinya ada yang mblubuti, hiasannya copot, bahkan bolong! Sepatunya bahkan ada noda tai di alasnya
"Kakuzu, apa itu tidak kelewatan…" ujar Kisame
"Mo gue beliin gak?"
"Iya…" Tobi dan Kisame pasrah
"Kasihan Yuki….hiks! tega!! Tega!!" rintih Kisame pelan
Selanjutnya mereka ke tempat pakain dan celemek. Kakuzu langsung nyakup aja apa yang diliat matanya
"Sembarangan banget ya, ngambilnya!" Kata Kisame
Lalu Kakuzu mampir ke tempat popok. Kakuzu mborong 5 pak popok!
"Apa popoknya juga bekas ya?" bisik Tobi ke Kisame
"Kalo bekas, lo aja yang pake!"
Selanjutnya Kakuzu ke tempat bantal, guling dan kasur bayi
"Pasti yang di pilih yang banyak hewan tinggi nya," ujar Kisame
Lalu Kakuzu ke tempat mainan
"Pasti yang di pilih bisa kita beli di rongsokan," ujar Tobi
Setelah (merasa) semuanya telah di beli, Kakuzu ke meja kasir
"Semuanya totalnya 500ribu, Mas," kata kasirnya
"Yang bener, ah! Barang murahan gini juga!!" bantah Kakuzu
"Kok Mas beli barang murahan?" Tanya Kasir tersinggung
"Masih untung gue beli! Mana ada orang bego yang mau beli di toko kumuh gini selain kita, tolol!!" Kakuzu emosi
"Berarti kita bego, dong?" kata Tobi
"kita tuh siapa? Gue dari awal kan gak setuju belanja disini," tambah Kisame
"Udah, deh Mas! Bayar, deh!!" si Kasir mulai ikut emosi
"Diskon, donk!"
"Gak ada!"
"Pelit"
"Mas juga!"
"Kakuzu bayar aja napa, sih?" Tobi gak betah lagi
"Diem lo! 500ribu gak pantes buat barang kayak gini!"
"Bukannya gak pantes, karena emang barang kayak gini harusnyadah masuk museum! Dukung Kisame
"Bayar!" bentak si mas Kasir
"Gak! Diskon!!" Kakuzu keukeuh
"Bayar!"
"Diskon!! Kalo enggak, gue sebarin berita kalo elo hombreng!"
HAH??
"Lo kok gak nyambung banget sih, Kakuzu?!" desis Kisame
"Diem lo!" balas Kakuzu berbisik
"Mas jangan mengada-ada ya! Gak ada bukti!"
"Terserah," Kakuzu cuek
"Ancaman konyol!"
"Terserah,"
"Gue gak taku!"
"Terserah,"
"Coba ja!"
"Terserah,"
BRUK! Si mas berlutut di depan Kakuzu. "Pliss…tadi becanda kan, Mas? Bisa di pecat saya kalo ada berita gituan…hiks!" si Mas memohon dengan penuh penghayatan
"Hebat juga, dia!" Kisame geleng-geleng takjub
"Beberapa menit kemudian….
Kakuzu, Tobi dan Kisame keluar toko sambil nenteng beberapa kantong plastik gede
"Lumayan….dapat diskon 300ribu," Kakuzu tersenyum licik
"Itu bukan diskon! Tapi perampokan!" ujar Tobi
"Sadis bener dah!" tambah Kisame
BRUK! Kakuzu, Tobi dan Kisame meletakkan belanjaan di depan Pein dan Konan
"Totalnya 200ribu," kata Tobi
"Murah amat ya?" gumam Pein heran
"Perasaan gue kok gak enak ya?" batin Konan
"Jadi kalian nge bon 300ribu ya?" tambah Kakuzu
"Kata Tobi tadi 300ribu," protes Pein
"Biaya angkot PP, Ke toilet, kasih uang ke pengamen itu siapa yang bayarin hah? Juga buat imbalan gue," jelas Kakuzu
"Jadi ini perasaan gak enak gue?" batin Konan
"Segitunya ya….," dumal Pein mangkel "Oke! Oke!"
"Gue juga dapat bagian kan?" Tanya Kisame ke Kakuzu
"Gue juga kan?" sela Tobi
"Kalian kan pelengkap! Gue sendirian yang maju melawan kasir pelit tadi!" tolak Kakuzu
"Itu kan karena elo sendiri yang nyuruh kita diem?" kata Tobi
Pein dan Konan membuka kantong plastik dan mengeluarkan belanjaannya. Seketika mereka menatap risih dan heran campur unbelieveable dan gak ngerti sambil nutup hidung
"Apaan ni?" Tanya Pein, matanya bersorot protes ke Kakuzu
"Barang-barang pesenan lo," jawab Kakuzu innocent
"Perasaan kita gak minta lo beli rongsokan gini, deh!" kata Konan
"Mana ada rongsokan harganya 200ribu," sambung Kakuzu
"Jelek banget! Bau!! Lo beli dimana sih?" Tanya Pein
"Di toko barang bekas," jawab Tobi
"Sudah ku duga…" ujar Konan lesu
"Anak gue bisa bentol-bentol tidur di kasur kayak gini," Pein nunjuk bantal, guling dan kasur yang banyak hewan tinggi yang lagi berdarmawisata di atasnya
Kakuzu cuek, ia malah naik ke tangga, menuju lantai atas
"Hei, Kakuzu!! Tanggung jawab lo!!" teriak Pein
"Gak ada kata tanggung jawab dalam kamus hidup, mati dan sekarat dia," ujar Kisame
"Gak bisa di biarin nih, tuh orang," geram Pein lalu langsung menyusul Kakuzu ke lantai atas
Kakuzu masuk ke kamar Yuki, lalu menghampiri bayi mungil yang sedang tidur pulas di atas boks nya itu. Ditatapnya wajah lucu itu lama dalam diam. Tangan Kakuzu perlahan-lahan bergerak dan membelai pipi mulus nan imut itu. Tanpa sadar, Kakuzu tersenyum di balik cadarnya.
Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Seuntai kalung berlian putih (di jamin asli!!) yang berkilau tertimpa sinar lampu, bertengger di tangannya. Sungguh indah, lalu Kakuzu memakaikan kalung dengan tulisan YK (yang berarti Yuki) pada ujungnya itu, ke leher Yuki dengan hati-hati. Sekali lagi, ia kembali menatap wajah Yuki.
Lalu Kakuzu tiba-tiba merasakan ada kilatan cahaya di kamar itu dengan suara JEPRET ! Kakuzu menoleh dan menyesal seketika ketika dilihatnya 4 orang mata-mata yang lagi tegak di depannya dengan ekspresi yang bikin Kakuzu muak dan malu.
"Apaan lo tadi?!" dengus Kakuzu pada Pein yang megang kamera
"Gue mo abadiin momen langka tadi" ujar Pein terharu
"Hiks! Gue gak nyangka elo ngasih kalung semahal itu ke Yuki, secara elo kan pelit ! hiks!" sambung Konan
"Lo bisa bedain cara menghina dan memuji gak, sih?" Tanya Kakuzu
"Padahal Pein yang bokap kandung Yuki aja gak pernah ngasih hadiah sesobek kain pun" lanjut Konan
"Iya…" Pein terharu dan sedih
"Malaikat apa yang telah merasuki jiwamu, kawan?" Tanya Tobi di sela-sela isak tangisnya
"Gue tadi gak ngapa-ngapain! Kalung itu…um….kalung itu milik Kisame!ya kan, Kisame?" Kakuzu ngeles panic
"Hiks! Lo juga tau kalo gue nge-bon nomer 2 paling banyak di kas! Terlalu kere buat beli gituan! Buat makan aja susah….," elak Kisame
"Nih! Ada tulisan YK! Artinya kan Yuki Kisame" lanjut Kakuzu
"Sungguh mulia engkau, merendah begitu!" tandas Konan
"Inik milik Kisame!!"
"Enggak," jawab Kisame
"Gue jadiin main topic di madding Akatsuki besok, ah! Hiks! Seorang pahlawan tanpa balas jasa, KAKUZU!!" Tanpa Pein
"NORAK!!" Dengus Kakuzu "Mending seumur hidup sebut aja gue orang pelit daripada julukan norak tadi"
Kakuzu dengan jengkel dan malu, keluar dari kamar Yuki
"Pahlawanku….janganlah pergi…" teriak Konan terharu
"RESEK!!" balas Kakuzu tanpa noleh apalagi berhenti
"O-ow…kamu ketahuan… O-ow…kamu ketahuan… O-ow kamu ketahuan….," Pein, Konan, Kisame dan Tobi kompak nyanyiin sebuah lagu
"Kalian sengaja ya, nyindir gue dengan nyanyiin lirik itu mulu dari tadi?!" bentak Kakuzu jengkel
"Bukannya sengaja atau tidak, tapi yang bisa kita hafal ya Cuma itu tadi," ujar Tobi

Sasori Cantengan

Genre : Humor
Warning : OOC, Alay, Ancur, GJ berterbangan dimana-mana, Aneh, Garing, Dan hal-hal lain yang membuat fic ini nista

____________________________________________________________________________
Sasori Cantengan
-- Markas Akatsuki --
Di sebuah markas yang sudah tidak pantas lagi disebut markas karena keadaan gua yang sudah bobrok,lumutan,dan hal-hal lain (author dikeroyok akatsukiters) terlihat mahluk yang gak jelas gendernya dengan rambut kuning yaitu banci kuning yang bernama deidara (woy author sialan yang bagusan dikit napa un masak gue ini banci kuning un | ya deh banci blonde | nah gitu dong un kan agak bagus dari pada yang tadi un | -_-) yang sedang mengunyah tanah liat (?) pakek tangannya,kan punya mulut 3.Dan disaat itu datang kakek-kakek muda sudah taukan siapa dia,dia adalah kakek itachi (author geblek lu gue ini belom tua tauk | apa kau bilang author geblek,dasar kriput | lu mau nantangin ya  *ngaktifin mangekyo | gak jadi dah *ngacir ke ujung dunia naik becak) dan di sebelahnya ada manusia setengah ikan yang diketahui bernama kisame (author ditimpuk pakek samehada) yang lagi bawa saudara-saudaranya (ikan) yang ada di dalam toples bekas jengkol. Pada saat itu itachi lagi ngerayu deidara yang lagi asik-asiknya buat bom tanah liat
"Dei-chan temenin gue jalan-jalan dong" sambil ngeluarin puppy eyes
"Males un pergi aja sendiri gue lagi sibuk buat bom tanah liat nih"
"Ayo dei-chan sebentar aja..." sambil narik-narik tangan deidaara
Pada saat itu datanglah si topeng lolipop rasa jeruk mandarin yaitu tobi (hwwuuueee... tobikan anak baik bukan lolipop rasa jeruk mandarin | tobikan anak baik jadi jangan kebanyakan protes | iya iya iya tobi anak baik tobi anak baik)
"Dei senpai anterin tobi anak baik beli lolipop yuk"
"Lu beli aja sendiri un"
"lho..,, itachi senpai kok tarik-tarik tangan dei senpai, tobi anak baik juga mau ikutan deh"
Dan akhirnya peristiwa tari-menarik tangan deidara pun terjadi. Hingga datangla seberkas cahaya SWINGGG..,, dan ternyata itu adalah Sasori yang langsung melempar Tobi dan mendorong Itachi sehing mengenai Kisame yang lagi ngomong sama ikan-ikannya (?) dan toples itupun mendarat mulus di kaki Sasori
"Wadawww..,, kaki gue" teriak Sasori sambil megangin tu kaki yang sekarang lagi cantengan
"Hwuee... ikan-ikan gue" Kisame nangis-nangis bombay
"Tuh ini gara-gara elu kaki gue jadi cantengan gini" Sasori ngomel ke Itachi
"Salah lu sendiri ngapain lu tiba-tiba dorong-dorong gue"  Itachi langsung nyolont
"Salah lu sendiri ngapai lu ngerayu-rayu dei chan gue"
"Woy bisa berenti gak berantemnya kasian ni ikan-ikan gue" Kisame langsung nyolot gara-gara ikannya gak ada yang ngurusin
"Katsu..,,!!!!"
Seketika itu ruangan itu langsung bertambah bobrok dan membuat gosong Sasori,Itachi,dan Kisame.
"Woy..,, dei lu kalau mau ngeledakin bom di luar dong berisik aje lu,gue lagi ritual Dewa Jashin nih" Hidan langsung nyolot gara-gara ritualnya diganggu ama ledakan bomnya deidara.
"Mana DJ biar gue bunuh dia sekalian"
"Astajim wahai Jashin-sama ijinkanlah hambamu ini untuk menyambit orang ini" Sambil nyiapin sabitnya buat nyambit deidara
Deidara langsung kabur dari tempat itu dari pada nanti di jadiin persembahan buat DJ yang gila itu
-- Sementara Tobi --
Melayang sampai ke langi konoha yang tidak sengaja disaksikan oleh Naruto dan Konohamaru
"Wah..,, Naruto ada bintang jatuh" Kata seorang anak kecil yang bernama Konohamaru sambil nunjuk-nunjuk Tobi yang dikira bintang jatuh itu.
"Oon lu siang bolong gini mana ada bintang jatuh"
"Berati itu matahari jatuh (?) ya..,,"
"Kalau itu beneran lu ama gue udah ancur pastinya"
"La terus itu apa?"
"Mana gue tau"
-- Back To Story --
Sasori yang lagi tiduran di sofa bolong sambil ditemenin sama kakinya yang cantengan lagi mikrin cara buat ngusir tu kakek Itachi (author diimpukin batu satu ton). Tiba-tiba datang konan yang kemudian duduk didekat Sasori
"Kaki lu kenapa sas (Sasori)"
"Tu gara-gara Kisame ama Itachi"
"Oh" Konan jawab dengan ber 'oh' ria "Oke selamat bersenang-senang ama canteng lu" Kata konan sambil nonjok tu canteng
"Waduwww....,,, sialan lu konan"
"Apa lu bilang" Sambil ngularin deathglear-nya yang langsung ngebuat Sasori jadi ngeri sendiri
"Gak kok gak bilang apa-apa"
Konan langsung ninggalin Sasori yang lagi ngelus-ngelus canteng-nya itu ke dapur. Sasori masih duduk buat ngelus tuh canteng dan tiba-tiba datanglah banci blonde sambil nangis-nangis GJ gitu
"Lu kenapa dei-chan"
"Hwue..,, Sasori" Sambil nangis mewek-mewek gak ketulungan
"Apa dei-chan"
"Hwue..,, Sasori...,,, tadi Itachi nyolek-nyolek pipi gue, terus dia noel-noel dagu gue"
"Uapahh....." Teriak Sasori seperti menahan maah yang udah gak bisa  ditahan lagi
"Terus dia juga cium-cium pipi gue"
Sasori semakin ingin meledakkan amukannya
"Sasori jangan marah sama Itachi nanti malah jadi perang shinobi ke 5"
"Siapa yang mau marah lu liat tu ke bawah canteng gue lu injek-injek dari tadi" Kata Sasori dengan wajah tanpa dosa.
Dan akhirnya sukses membuat Deidara cengo dan bergubrak ria dengan damai,aman,dan tentram gara-gara kata-kata Sasori tadi. Sementara Sasori, dia makin mewek karena cantengnya yang habis dijotos konan masih ketambahan diinjek deidara. Poor Sasori

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ FIN~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sarapan Gaje Akatsuki

https://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/q71/s720x720/1005658_275115799294418_2034075076_n.jpg

okaeri minna-san
oke langsung aja yah mari kita lanjutkan fanfic GJ dan nista milik saia hehehe..

Sarapan nista Akatsuki

fic ini 100% buatan saia sendiri yang terinspirasi oleh masakan adik saia yang aduh rasanya sumpeh lebih buruk dari masakn konan ‪#‎plak‬ hah.. bikin orang serasa mau gila

mohon maaf apabila ada kesamaan cerita, alur dan plot tapi fic ini 100% buatan saia sendiri. terimakasih buat semua senpai- senpai, para member dan kakak2 juga para admin yang baik ganteng and cantik cantik jangan bosan menanti fic nista selanjutnya dari saia

warning: GJ, nista, abal, muntah tak terkendali, nggak doyan makan, buang angin berlebihan semoga minna nggak ngalamin kejadian yang di alami akatsuki

chapter 2

para akatsuki berangkat mencari bahan yang akan di gunakan sebagai bahan sarapan pagi mereka oke langsung aja mari kita intip para akatsuki saat melaksanakan tugas mereka

zetsu yang telah di perintahkan oleh konan untuk mencari garam telah menyusuri seluruh penjuru hutan konoha *ya jelas aja sampek nenek saia yang di dalam kubur goyang itik ya nggak bakal ketemu ‪#‎nek_ampuni_cucumu_yg_unyu_ini‬ (sambil baca al-fatihah)* sampai sampai ingusnya keluar semua sampek meler ke mulut ‪#‎hoekk‬ "kok ingus gue rasanya asin??" kata zetsu bertanya tanya entah pada siapa

pasti readres nggak bakal tau apa yang akan di lakukan si zetsu *yah karena hanya saia dan Allah yang tau hohhoho.. :D* oke back to the story yap yang dilakukan zetsu selanjutnya adalah mengeluarkan semua ingusnya dan memasukannya dalam plastik kecil dan memberikannya pada neng konan ‪#‎betapa_nistanya‬ dan diterima dengan senang hati oleh neng konan

oke kita intip kegiatan anggota selanjutnya hidan yang oleh konan di suruh mencari kecap. hidan berjalan menyusuri sepanjang jalan menuju konoha yang aspalnya sedang dalam masa perbaikan, hidan yang melihat blanki (itu loh benda cair item kental yang menurut saia mirip dengan kecap yang di gunakan buat bahan aspal jalan) matanya lansung ijo kaya kakuzu waktu ngelihat uang

hidan langsung punya ide "bang minta itu donk!" kata hidan sambil nunjuk blanki pada abang pembuat jalan "hah apaan? ini? boleh tapi jangan banyak banyak" kata si abang "oke bang, makasih bang" kata hidan sambil memasukan blanki dalam plastik kecil dan langsung menyerahkan benda tersebut pada konan "nan kecapnya gue taruh di sini yah" kata hidan sambil naruh tu benda "iya" kata konan tanpa menoleh

pein yang di perintahkan untuk mencari beras langsung ngacir ke seluruh empang tetanggga "dimanakah engkau gerangnan beras?" tanya pein entah pada siapa dan akhirnya pein pun melihat nenek nenek sedang kasih pakan ayamnya pakek nasi aking (tau kan nasi basi yang di jemur buat pakan ayam) langsung deh pein mendekati itu nenek nenek

"nek, aku minta itu boleh?" tanya pein sopan ‪#‎tumben‬ pada si nenek sambil nunjuk nasi aking si nenek "oh ini ya cu, boleh lagi pula ayam nenek sudah kenyang semua" kata nenek menyerahkan semangkuk nasi aking "wah nenek baik deh cantih lagi" goda pein yang suadah nahan muntah "beneran ya cu?, ini nenek tambahin" kata si nenek sambil menyodorkan sebaskom nasi aking "makasih nek" kata pein riang

sasori yang oleh konan ditugaskan untuk mencari cabe langsung dapet cabenya hasil nyolong cabe milik bu RT yang di tanem di belakang rumah

kakuzu yang di tugaskan mencari sajiku langsug pergi ke warung yang bertuliskan melayani BON "mbak ada sajiku?" tanya kakuzu "ada ini.." kata si embaknya karena kakuzu nggak ngomong sajiku apa oleh si embak di ambilkan sajiku tepung ayam goreng "mbak ngutang dulu yah? atas nama konan" kata kakuzu *dasar rentenir bangkotan emang nggak pernah mau rugi #plak* "oh iya mas" kata si embak sambil nulis di notenya

tinggal itachi yang sedang mencari cari keberadaan masako "kenapa gue tadi lupa nanya dulu sama konan masako itu apa?" sesal itachi beberapa saat kemudian bertemu dengan seorang anak kecil "eh dek mau tanya boleh nggak?" tanya itachi "boleh kak, kakak gnteng mau naya apa?" kata si bocah kecil dengan rambut "eh dek masako itu kaya apa yah?" tanya itachi si bocah langsung sweatdrop

"kata mama masako itu kecil warnanya item kaya serbuk dan baunya menyengat" kata si bocah "makasih dek" kata itach melanjutkan pencariannya dan akhirnya menemukan masako yang di maksud si bocah "wah ketemu juga ni masako" kata itachi sumringah *readres yang sebenarnya di temukan oleh itachi adalah pop ayam yang sudah kering terinjak injak dan menjadi serbuk ‪#‎hoekkk‬*

"ok jadi semua bumbunya sudah terkumpul kita mulai masak ya dei" kata konan dengan semangat 45 "oke un," kata dei tak kalah semangat

30 hari 40 malam kemudian #plak oke ralat 30 menit 40 detik kemudian

"semuanya kumpul nasi gorengnya sudah jadi" teriak kisame yang bertugas menata piring dan membagi nasi gorrengnya "wah kayanya enak ini senpai" kata dei sambil lompat lompat "ya jelas donk un, yang masak aja chef dei" kata dei bangga "gue udah laper ayo makan !" teriak pein semangat "ayo" sahut seluruh anggota akatsuki .
.
.
.
.
.
.

2 orang pria dan seorang gadis sedang berdiri di depan 10 gundukan makam "semoga amal ibadah kalian di terima oleh Allah SWT" kata si pria berambut duren sambil meletakan satu persatu bungga mawar putih di setiap makam "sasori-nii ini adalah balasan yang pantas karena kau telah durhaka pada nenek chio" kata gadis bersurai soft pink "baka aniki sudah ku bilang jangan makan sembarangan" omel pria berambut raven

mereka bertiga adalah naruto sakura dan sasuke yang berkunjung ke makam akatsuki yang meninggal setelah mengkonsumsi nasi goreng nista mereka

the end..

Akatsuki Very Gaje


Genre: humor.
Disclaimer: Berjuta-juta tahun pun kutunggu, Naruto tetep milik bang Kishimoto Masashi
Rated: T
Sumary: keadaan goa Akatsuki yang makin aneh.
Ini fic humor pertama saya.
Mohon di review ya....
Kalo ada salah ketik mohon dikasih taw..
Males baca ulang.. XD

Ada sebuah gedung yang bersih nan indah
*nyindir ceritanya*
*dielus pake pisau dapur*
"bukan gitu tulisannya, un", Dei ngomel
"kayak gini?", tanya Tobi
"bukan gitu bego", Deidara makin kesel
"trus gimana?", tanya Tobi
"gini, un.... *#$&^%?"{:;*!", tulis Deidara
"??????", Tobi bingung
"kalian ngapain sih??", tanya Sasori yang dari tadi asik mainin boneka barbienya
*dikubur*
"lagi latian, un", jawab Dei ngasal
"latian jadi orang gila kali ya", jawab Saso cuek yang masih berkutat ama barbienya
"apaaaa, unn??", kantong bom Dei meledak
Ampe smackdown ama Saso
"cuuiihh", Saso smackdown balik
"......", Tobi ikut nimbrug smackdown
"ngapain sih ikut-ikut, Tob??", tanya Dei
"biar makin seru gitu", jawab Tobi pake senyum
*nah, yo. Ada yang bisa liat Tobi senyum??*XD
"dasar bodoh, un", Dei kesel
"Tobi ga bodoh. Tobi is a good boy", kata Tobi pake pose nice guy
Deidara smackdown Tobi
Sekarang Saso yang numpang smackdown
"jiah, mereka malah maen tempel bogem ampe muka ancur gitu. Muka udah membusuk juga", hina Itachi yang asik mempercantik diri XD
"apa kau, Itachi??", tanya Dei ama Saso barengan
"kan Itachi-nii bener", jawab Tobi ngebela Itachi dengan begonya
"Itachi-nii....?? Kapan emak gue nikah ama babe lu?? Panggil gue Itachi-senpai", ralat Itachi tanpa merhatiin Dei ama Saso
"ga penting banget namamu, un", teriak Dei sambil nyiapin bom
Duuuaaarrrrrr
Jah, rupanya bom aer toh
"plis deh. Jangan maen air gitu. Air tuw mahal. Lu lu pada mikir dong duit kita yang makin tipis", teriak si lintah darat Akatsuki
"yee, duitnya kan karena dikantongin ama lu", teriak semua yang udah ambil dialog minus Tobi
Tobi is a good boy
*cuuiiihhh*
"jangan begitu teman-teman. Sebaiknya kita panjatkan doa pada DJ agar hidup damai sejahtera ga pake smackdown kayak tadi", ceramah DJ lovers itu
"DJ, DJ, DJ. Dagang Jamu gitu?? Hahaha", Saso ngehina pake telor ga pake bawang
"UUAAPPPAAA???? Kau akan jadi persembahanku yang ke 1001!!", kata Hidan sambil ngeluarin sabitnya
"kau akan kujadikan bonekaku yang ke 1002", saso ngeluarin kugutsunya
'astaga. Jangan-jangan ntar nasibku kayak barbienya. Didandanin habis-habisan', batin Hidan
"kalo kalian ga diem bakal gue jadiin makanan ke 1003 ama 1004", kata si venus flytrap satu-satunya di akatsuki
Semua diem ngerasain aura membunuh, tikus aja kabur
Trus ada yang datang
"masakan datang. Ada akan lele, gurame, koi, ikan mas, hiu, paus, gurita, ikan cupang juga ada. Habisin ya!!", kata hiu itu
"hiu makan hiu, un", komen Dei
"lagian lu ngakunya sodaraan ama ikan-ikan itu. Nah, sekarang napa lu gorok semua...??", tanya Hidan heran
"ga apalah. Kisame 'kan pinter mancing ikan. Jadi ga perlu keluar biaya banyak untuk makan, walaupun makan kayak ginian", kata Kakuzu
Yang lain sweatdrop karena udah tau niat Kakuzu
"iya, duitnya bisa lu kantongin 'kan??", hina Itachi
"Itachi, kau paling mengerti aku", kata Kakuzu sok sweet
Semua sweatdrop lagi
"Kakuzu, kau beralih pandang ya?? Kau mau selingkuh ama Itachi?? Apa salahku?? Apa kekuranganku??", kata Hidan nangis gila
"Hidan, jangan salah paham. Aku ga bermaksud untuk menyakitimu", kata Kakuzu innocent
Semua sweatdrop lagi dan lagi
"woy, kasian kita udah sweatdrop 3 kali", omel Saso
Ampe ada yang muntah
Ada yang tepar bugil di jalanan
Tapi dia bukan Akatsuki XD
Yang paling histeris si Itachi
Ga mikir dirinya bakal ditaksir Kakuzu
*ya iyalah, Itachi is very handsome* XD
"oy, Tobi koq bingung ngeliatnya", kata Tobi sambil garuk-garuk kepalanya yang udah ga ada kutu
"diem lu, un. Makanya jadi orang jangan autis banget", kesel Dei
Tobi cengo
"ngomong-ngomong, lead kita di mana nieh??", tanya Zetsu yang dari tadi pake kerudung -??-
"di kamar kali. Intip yok", ajak Kisame
"mengintip orang itu sebenarnya ga baik", nasehat Tobi kaya guru agama yang gagal jadi ustad
Ternyata semua menuju kamar Pain si leader dengan meninggalkan leader asli dalam Akatsuki
"awas kalian, kalo gue ga nahan diri. Kalian semua pasti mati", kata Tobi aka Madara
"jangan ada yang berisik atau gue bakal makan kalian semmua", ancam Zetsu
"tuh, habisin aja ikan-ikan di meja. Ga puas segitu??", tanya Saso
Mata Zetsu ngelirik lancip ke arah Saso
Saso cuma bisa nunduk ngeri ketakutan
"jangan berisik", nasehat Itachi
Kali ini semua nurut tanpa komentar
"oii semua", teriak Tobi mengagetkan para pengintip
Mulut Tobi langsung dibekap
Gimana caranya??
"Pein, buka dong", suruh Konan
"sabar, kamu ngebet banget sih", kata Pein yang langsung buka sesuatu yang di suruh Konan tadi
"waduh, mereka ngapain ya??", tanya Kisame heran
"hihihi. Hahaha", Pein ngakak gila
"ih, Pein. Ntar kau gila", kata Konan
"ga apa kalo gila bareng kamu", Pein jawab
"ih, ga", komen Konan
"kayanya hot nieh", kata Zetsu
"kita lagi ga bakar mayat. Ga usah ngintip deh, Zetsu", kata Pein
"eh, perasaan suara Tobi lebih keras deh daripada suara Zetsu tadi", kata Saso
"ga tau tuh. Gelombang pendengaran Pein naik turun tiba-tiba", kata Itachi cool
"ih, Itachi pinter", puji Kakuzu
Hidan nangis gaje.
Kakuzu ngerayu gombal.
Itachi sweatdrop.
Yang lain stres ngeliatin.
Mereka langsung ngedobrak pintu kamar Pein itu.
BRAAKKK.
"heh, kalian ini ga sopan. Aku leader di sini. Seharusnya ketok pintu dulu. Ulang lagi sana", perintah Pein yang udah di depan mata mereka.
"baik bos", kata mereka kompakan.
Mereka langsung rewind gerakan kembali ke balik pintu sebelum di dobrak.
"bos, kami maw dobrak pintunya. Boleh ga ?", tanya mereka dengan begonya.
"silahkan", izin Pein.
Konan yang normal jadi sweatdrop.
BRAAKKK.
Akhirnya kedobrak.
Mereka ngeliat Pein ama Konan di atas kursi.
Pelukan. Sambil megang.
Laptop.....
Gubbbrraakk.....
"jah, dari tadi asik maenin laptop toh ?", tanya Sasori.
"hayo. Pasti mikir macem-macem ya ?", goda Konan.
"ga koq", jawab Itachi.
"Dota ga ?", tanya Hidan sambil ngelirik layar laptop yang membelakangi mereka.
Hidan nosebleed. Langsung tepar di tempat.
"Hidan, kenapa kau ?", tanya Kakuzu sok dramatis.
Mereka pun penasaran ama isi layar laptop.
Braakk....
"waa, gimana nie leader suka hentai", protes Sasori.
"emang napa ??", tanya Pein sok o'on.
"lu kan leader. Ama Konan lagi", kata Kisame histeris.
Semua sweatdrop. Ada tepar bugil di jalan. Tapi ga ada hubungannya ama Akatsuki.
Deidara yang bingung karena semua pada rusuh kaya abis denger isu tsunami, asal lempar bomnya.
DUUAAARR......
Markas yang indah itu pun makin cantik berhiaskan sampah-sampah buangan....
*masih nyindir*.
Semua hanya bisa meratapi nasib.
Kecuali Tobi yang malah nari-nari ditengah reruntuhan gedung.
Selesai......