Di sebuah gedung bobrok (kayaq ga ada tempat laen), sebuah acara talkshow diputar.
Saia (Host): "Yak, permirsah! Mari pelototi layar tivi anda saat nonton
acara ini, coz di tivi anda pasti layarnya langsung dikerubutin semut,
'kan? Kalo yang di studio, matanya langsung buta!"
Para permirsah di rumah: "Iyaaaaa!" *nurut2 aja disuruh melototin*
Host: "Yowislah, episode kali ini adalah, 'Kupas-tuntas kulit pisang'
(???) Eh, salah, maksudnya 'Kupas-tuntas rahasia Akatsuki!!"
*Backsound: tepuk tangan penonton yang (nggak) antusias*
Host: "Yak, bintang tamu kali ini adalah para buronan kelas S di dunia
ninja, Akatsuki! Mari kita lempari pake sampah saat mereka muncul!!"
Host n penonton di studio: *nyiapin sampah*
Sementara itu, Akatsuki cs...
Pein: "Woi, buruan!"
Tobi: "Tobi gugup, Pein-taichou," *gemeteran di pojokan*
Deidara (Dei): "Halah, un! Buruan, un!" *nyeret Tobi*
Kakuzu: "Ntar gak dapet duit, tau!" *ikutan nyeret Tobi*
Itachi: "Hayo, buruan, Kis!"
Kisame: "Iyoi!" *ngikutin Itachi*
Sementara itu, Host n penonton cs...
Host: "Lama mamat! Mamat aja gak lama!"
Someone: "Oh, itu!" *nunjuk2 muka Itachi yang keriputan*
Host: "Oiya!! Selamat datang!"
Akatsuki cs: *duduk manis di kursi reot yang disediain*
Host: "Apa kabar semua?" (basa-basi)
Akatsuki cs: "Baiikkk!!"
Host: "Saia absen dulu, ya,"
Dei: "Emang ini acara apaan?"
Host: "Pein si ketua Akatsuki yang #####, hadir?"
Pein: *ngangkat tangan sambil ngomel dalem hati*
Host: "Konan, asisten Pein, hadir?"
Konan: *ngangkat tangan*
Host: "Sasori yang fotonya pernah dimuat di... majalah sobek?"
Sasori: *ngangkat kursi*
Host: *sweatdrop bentar* "Ng, Deidara si Pecinta Seni (kayaq saia)?"
Dei: *ngangkat tanah liat*
Host: "Itachi si kakek-kakek muda?"
Itachi: *ngangkat tangan sambil ngaktifin sharingan*
Host: "Kisame si makhluk jadi-jadian?"
Kisame: *ngangkat Samehada*
Host: "Tobi anak baik?"
Tobi: "Hadir, hadir!!" *ngangkat kaki*
Host: "Kakuzu si Bendahara Akatsuki?"
Kakuzu: *ngangkat duit* (kayaqnya buat host-nya, tuh)
Host: "Hidan yang beriman (Huekk!!)?"
Hidan: *ngangkat sabitnya*
Host: "Ng, Zetsu si Tanaman Hias Akatsuki?"
Zetsu: *ngangkat sutradara(??)*
Host: "Orochimaru si Ular seksi *maksa banget ngomongnya*?"
Akatsuki cs: "Nggak hadir!!!"
Host: "Lha? Kok??"
Pein: "Udah dipecat! Kerjanya nggak bener!"
Host: "Ooohh," *ngangguk2*
Dei: "Mulainya kapan, un?"
Host: "Oiya, mari mulai wawancara!"
Total Tayangan Halaman
Minggu, 13 Oktober 2013
Pein Kawin yang Lain
"Huuaaahh sumpah Tobi bosan banget di tinggal
sama ketua" celetuk Tobi si anak autis yang dari
tadi lempar lempar batu gajelas.
DUAKK!
"ADUH! UN~ sakit tau. Dasar bocah autis, gue
cemplungin neraka mampus lu" Deidara yang
terkena lemparan langsung uring uringan sambil
nenteng celurit(?)
"Ma..maaf senpai Tobi kan tadi sengaja hehehe
habis bosen sih, jadi pengen ngejailin senpaiku
tersayang" sambil nyengir kuda nil Tobi
langsung….PLAAAKKK! Kena tampar sama
Deidara.
"Kira kira si ketua mesum kita berhasil gak yah?"
Tanya Sasori pada jin setan dan kawan kawan di
samping pojok.
"Pein dan Konan sedang apa yah?" Tanya Itachi
pada rumput yang gak bergoyang(karena gak
ada angin XD) dan pikirannya sudah sampai
kemana kemana sampai nyasar ke suna dan gak
bisa pulang(?)
Di dalam markas akatsuki yang ringsep bin ancur
cur cur cur. Yah ini semua karena gak ada konan
yang biasanya beresin semuannya konan kan
pembantu di Akatsuki *Author di sabit Konan*
XD ok lupakan. Eh ada yang tau Konan kemana?
Kasih tau gak yah? *plak* di timpukin reader =_=a
ok ok Author yang baik ini*hoax*akan ngasih tau
kalian kok ^^
Sudah dari tiga hari yang lalu pasangan Koin a.k.a
Konan dan Pein pulang kampung ke rumah
orang tua Konan untuk meminang Konan
tercinta. Dan di sini tertinggallah beberapa ekor(?)
Akatsuki yang bosan.
*Flash Back ON*
"Teman teman tercinta terkasih dan ter ter
lainnya, kalian jangan sedih bila ku tinggal nanti"
sambil sesenggukan Pein menyandarkan
kepalanya ke bahu Konan tercinta dan ter ter
lainnya(?) Semua yang ada di ruang utama
itupun langsung ber hoek hoek ria mendengar
ketuannya berpidato perpisahan(?)
"Tenang aja sob hiks entar gue berdoa pada
jashin sama supaya arwah lu hiks di buang jauh
jauh dari surga huuaaahh" Hidan nagis guling
guling dengan air mata mengalir deras seperti
banjir bandang(?) dan seketika itu Hidan
melayang entah kemana karena tendangan super
mautnya Pein.
"Cih! Sial kau Hidan lu pikir gue mau mati
hah!"saking marahnya perincing pein sampai ikut
meleleh(?)
"Memangnya lu mau kemana gan?" Tanya Itachi
yang paling waras di antara mereka.
"Gue mau kerumah mertua gue Chi,gue mau
ngelamar yayank Konan tercinta dan ter ter
lainnya. Gue bingung nih pulang kampung naik
apa!" sontak konan yang mendengarnya
blushing bercampur mual dengan kata kata pein.
'Ah yayank Pein bikin malu ajah iiuuuhhh.
Yayank pein lope yu dah' batin konan loncat
loncat kaya tomcat kekurangan gizi.(?)
"Ketua..Tobi anak baik akan selalu merindukan
ketua hiks nanti ketua jangan naik pesawat yah
nanti pesawatnya mogok di tengah jalan karena
gak mau di naikin sama ketua T_T" usul tobi si
bocah autis bin sarap rap rap(?)
"Eh bener juga tuh kata Tobi un. Mending lu naik
kereta super jet 100 aja un di jamin aman un"
usul Deidara sok bijak.
"Eh jangan cyiinn~ bahaya, itu kaya nama
pesawat di…eerrrr dimana yah lupa boo,
pokoknya yang nabrak tiang listrik itu loh
cyyiiinn~ gak tau berita yey" Gubrak brak brak
brak kalian tau siapa yang ngomong itu? Astaga
lupakan kata "Itachi yang paling waras" =_=a
Itachi yang katanya paling waras ternyata sarap
rap rap juga. *Author dibakar Itachi FC*
Kisame, rekan kerja Itachi yang dari tadi diem
plus ngantuk langsung melek dengan mata
ngejreng melotot ke Itachi dan berkata.
"I..Ita-chi..kau..kau..ternyata oh tuhan..akkyyu
tak menyangka cyiin~ kau bisa bahasa rempong
yang eke pelajari ber abad abad yang lalu"
seketika itu kisame bangkit dan memeluk Itachi
dengan mesrah(?) #OH! NOOO!
"Kyaaaaa Kisame apa eke udah lulus cyiin~?"
dengan air mata bombai yang bercucuran dua
makhluk itu berpeluk peluk layaknya emak dan
anak(?)
"Iya boo, yey lulus" kisame nyengir ke Itachi.
Deidara langsung mual mual seperti hamil muda
(?) melihat Itachi dan Kisame. Sedangkan Pein
dan Konan hanya diam mematung dan di atas
kepala mereka ada tanda tanya *?* besar. Lalu si
autis Tobi hanya melongo dan lolipopnya
terjatuh samapai di kerubutin semut dan kawan
kawan. Tak lama Tobi tepar di tempat. Dan
pasangan rempong Itachi dan Kisame langsung
diem dengan kepala menunduk.
"AAARRRGGHH KALIAN TIDAK BISAH
MEMBERIKAN IDE YANG BAIK HAAHHH!"
Duuoooorrrr kepala Pein langsung meledak
(?)melihat angota nya yang gajelas jalan pikirnya,
ini semua hasil didikan Pein juga sih XD *di
gaplok Pein*
"Mending lu naik sepeda aja bro! kan enak tuh
aman dari polisi(?)"
"Hmm iya juga yah. Tapi jauh banget Sas capek
lah gue. Mending naik sepeda motor aja deh"
"Gue pulang kampung ke Suna juga naik sepeda,
terus pas sampai gue langsung boncengin nenek
ciyo keliling kampung. Tapi sekarang nenek udah
gak ada huaaahh nenek~" sekali lagi pein ber-
gubrak-ria sambil garuk garuk kepala.
"Hey sudahlah kalian! Eh lu Pein mending jalan
kaki aja lu! BBM naik 1000% lu tau kan uang kas
kita limit mit mit mit!" si bendahara bermata ijo
khas duit, Kakuzu always lope money(?)
begitulah nama akun FB langsung keluar dari
bertapa(baca:ngitung duit yang bejibun tapi
bilangnya limit =_=)langsung nyerocos geje.
Alhasil Kakuzu di timpukin teman temannya.
*Flash Back OFF*
"Deidara senpai Tobi anak baik bosen~ huhuhu
ayo main boneka sama tobi" rengek Tobi yang di
cuekin deidara.
"Huuaaahh ternyata sepi juga yah di tinggal sama
ketua mesum 7 turunan, kira kira dia sama
konan sedang apa yah?" Celetuk Itachi mulai
mikir yang iya iya.
"Lalu bagaimana kabar si Zetsu?" Tanya Kisame
yang entah dia itu tanya pada siapa.
Zetsu dari tadi gak kelihatan yah? (Author tanya
sama siapa yah? =_=a) ok Zetsu yang slama ini
kita cari and dari tadi gak keliatan dia itu sedang
mendapatkan misi dari pein yaitu menyebarkan
tumbuhan ke seluruh dunia(?) guna untuk
reboisasi tau sendiri kan jaman sekarang pohon
pohon sudah pada gak ada kasian yah temen
temen Zetsu T_T(jiiaahh Author mendongeng)
tumben nih Author jalan pikirnya bener =_=v ok
lupakan masalah Zetsu dia sedang
melaksanankan misinya yang mulia tanpa tanda
jasa dan tanda tangan(?)
"Mungkin dia di tangkep dan di taruh di taman
nasional" jawab Sasori asal nyeplos.
"Lu begitu amat sama temen sendiri Sas. Dewa
jashin akan mengutukmu" Mulai deh si Hidan
yang sok religius.
"Ceramah di mesjid sono lu Dan, rame aja lu"
Celetuk Kakuzu yang lagi manyun karena duitnya
di bawa kabur Pein buat kawin.
"Mana mungkin orang sesat seperti Hidan laku di
mesjid un. Yang ada di bakar warga" Komentar
Deidara yang lagi ngeribonding rambut
pirangnya yang bulukan. #DUOR!
"Ehh elu tuh tante Dei yang tidak tau apa apa
tentang Jashin-sama. Kau akan mendapat
kutukan darinya" Hidan langsung menunjuk
muka Deidara. Yang di tunjuk melotot.
"SENPAAAAAIIIII! Jangan bertengkar dong
huuaaaaahh" Tobi nagis gulung gulung melihat
senpainya berbacot ria.
"Dari pada ber bacot mending kita Online yuk
cyiin~. Bosen gue di sini" Saran Itachi yang
biasanya OL pake HP tetangga.
"Wah bener juga tuh Chi ide lu. Gue udah
20tahun(?) gak buka akun FB gue, pasti banya
yang nge-add gue" dengan pedenya Sasori
mencak mencak OOC. Kali ini Author mengakui
kalau Sasori punya akun FB(?) pasti fans nya
banyak secara yah dia itu baby face a.k.a
kawaii*senyum senyum geje*
"Tobi ikut Tobi ikut senpai~ onegaiiiiiii Tobi mau
tuiteran(?)"
"Eh gue ikut juga un. Gue mau liat fotonya
Tsunade perez(?)" *plak*
"Gue juga ikut gue mau chating sama Gaara
chan~ kangen beut gue"
"Ayo kita berangkat gue juga mau cari artikel
tentang ikan ikan yang di jual di pasaran"
"Gue juga dong. Gue mau nyebarin aliran jashin
lewat dumay hahaha like this yo"
Semua pada semangat tapi si bendahara bermata
dolar a.k.a Kakuzu diem aja di pojokan -galau-
Itachi dan kawan kawan saling bertatapan,
sepertinya tau apa maksud itachi.
"Hie kalian mau apa hah! Jangan ganggu gue.
Gue lagi galau~"
"HEEEIII brengsek kalian lepasin gue!" teriak
Kakuzu dalam kantung Doraemon(?) nendang
nendang seperti bayi dalam rahim(?) tau gak
Kakuzu sedang di aniaya oleh temen temennya
karena gak bagi duit kas. Kakuzu kebanyakan
korupsi uang habis temen temennya yang di
salahkan gak pernah bayar kas #nah lo?
Jadilah begini Kakuzu di ikat lalu dimasukin ke
dalam karung bersama dengan uang
tercintannya biar gak kabur. Lalu Kakuzu di geret
ke warnet.
Sesampai di warnet yang berjudul(?) judul
warnetnya di ambil dari empang #Ops!
Maksudnya dari nama pemilik warnet tersebut
dia adalah tuan Jiraiya kakeknya Naruto yang
terkenal dengan Novel yang berjudul Icha-Icha
permen chocolate #Author di sambit Jiraiya. Icha
Icha Paradise maksudnya XD
Sekarang ini para Akatsuki sudah menempati
tempat masing masing. Itachi ada di no 5 karena
tepat di sebelahnya ada bocah seumuran
adeknya yaitu Sasuke. (Padahal di sebelah Itachi
itu Sai =_=a) Deidara ada di no 4, Tobi ada di no
3, sukanya deket sama tante Dei XP. Kisame ada
di no 2, Kakuzu ada di no 1(Kakuzu TERPAKSA
ikut OL hahaha XD), Hidan di pojok selatan no 9,
lalu Sasori mana? Jiah dia ada di pojok belang.
Mari kita lihat status mereka capcuss XP
Itachi sedang membuka Facebook-nya plus
mendengarkan lagu lagu dangdut yang sedang
heboh yaitu iwak peyek. Sambil berjoget ala trio
ayam(?)
Itachi celalluuCuaiYank Sasuke
Udh lama Tdk PuLaNk NicH T_T Gue KanGeN
cAma CacUKe AdiK Qu TErcaYankk,,kangEn Jg
cMa maCakan EmAK gUe. Rowon bwt an EmaK
ueeennnaaaaakkk loohh XDDDDD
100 juta like. 10.000 komentar
DeiDei Kawaii
Semakin hari diriku ini semakin kawaii un~ aduh
rambut juga semakin panjang..enaknya di
potong apa gak yaaacchh? _ DeiDei bingung
niicchh un~ comen yacchh XD
10 juta like. 1 komentar (baca:Like this hadir di
status anda. Lika back yah. Makasih :D)
Tobi Anak Baik
Huuaaahh Tobi bisa Online hore hore
hore….asiikkk!*mencak mencak* apa kabar kalian
temen dumay,,Tobi anak baik kangen banget
sama kalian T_T
0 like. 0 komentar
Kiss-Ame tHe FiiSsh BOY
Haduh galau beeuuutttt niicHH masa Yah PaRA
nelayan jaman sekarang NangKepNya ikan paus
cyiinn~ eke jD TaKut Boo…saking taKuTnYa kuLit
eke yang MuluS bak Model JepaNg jadi membiru
(?) (emang udah biru kale Kis)
1 juta like. 1 komentar (baca: Like back yach)
Money lope Kakuzu Always
Aarrrgghh teman teman akkyyuu pada tega T_T
kalian telah merampas istriQu Money tercaYankk
hisk,,,sedihnya diriQu eank malang Ini,,,T.T
0 like. 0 komentar
Hidan Jashin
Ayo temen temen like page ini yah 'JASHIN
LOVERS' di jamin seru abisss XD sebarkan juga
pada yang lain yahh like this cooyyy XP
0 like 100 komentar (baca:sesat) isinya sama
semua =_=a
Sasori d'Master Puppet
huhuhu boneka karya gue gak laris
manis,asem,pait di pasaran. Salah satu dan salah
banyak boneka gue di takutin anak kecil *muka
sedih* hiks hiks sedih gue asli loh. Tapi muka gue
tetep kawaii kan? Hahaha,,
999 juta like. 9999 komentar
Bener bener saingan fans antara Itachi dan Sasori
selisihnya sangat tipis banget. Nah itulah status
para akatsuki yang sedang
galau,bosen,ngangur,geje dan kawan kawannya.
Sesampai di rumah(?) mereka di sambut
kedatangan pein,konan dan zetsu. Pein kini
sangat bahagia karena sudah melamar yayank
konan tercinta dan ter ter lainnya(ihiihhii asik cuit
cuiitt XD). Dengan berani pein menjual rumah
salah satu warga Konoha sebagai mas kawin(?)
sedangkan Zetsu sudah menyelesaikan tugasnya
pemirsa XD termasuk berkunjung ke Indonesia
untuk menanam 1 pohon*pelit* =_="
OWARI~ (-_-)
sama ketua" celetuk Tobi si anak autis yang dari
tadi lempar lempar batu gajelas.
DUAKK!
"ADUH! UN~ sakit tau. Dasar bocah autis, gue
cemplungin neraka mampus lu" Deidara yang
terkena lemparan langsung uring uringan sambil
nenteng celurit(?)
"Ma..maaf senpai Tobi kan tadi sengaja hehehe
habis bosen sih, jadi pengen ngejailin senpaiku
tersayang" sambil nyengir kuda nil Tobi
langsung….PLAAAKKK! Kena tampar sama
Deidara.
"Kira kira si ketua mesum kita berhasil gak yah?"
Tanya Sasori pada jin setan dan kawan kawan di
samping pojok.
"Pein dan Konan sedang apa yah?" Tanya Itachi
pada rumput yang gak bergoyang(karena gak
ada angin XD) dan pikirannya sudah sampai
kemana kemana sampai nyasar ke suna dan gak
bisa pulang(?)
Di dalam markas akatsuki yang ringsep bin ancur
cur cur cur. Yah ini semua karena gak ada konan
yang biasanya beresin semuannya konan kan
pembantu di Akatsuki *Author di sabit Konan*
XD ok lupakan. Eh ada yang tau Konan kemana?
Kasih tau gak yah? *plak* di timpukin reader =_=a
ok ok Author yang baik ini*hoax*akan ngasih tau
kalian kok ^^
Sudah dari tiga hari yang lalu pasangan Koin a.k.a
Konan dan Pein pulang kampung ke rumah
orang tua Konan untuk meminang Konan
tercinta. Dan di sini tertinggallah beberapa ekor(?)
Akatsuki yang bosan.
*Flash Back ON*
"Teman teman tercinta terkasih dan ter ter
lainnya, kalian jangan sedih bila ku tinggal nanti"
sambil sesenggukan Pein menyandarkan
kepalanya ke bahu Konan tercinta dan ter ter
lainnya(?) Semua yang ada di ruang utama
itupun langsung ber hoek hoek ria mendengar
ketuannya berpidato perpisahan(?)
"Tenang aja sob hiks entar gue berdoa pada
jashin sama supaya arwah lu hiks di buang jauh
jauh dari surga huuaaahh" Hidan nagis guling
guling dengan air mata mengalir deras seperti
banjir bandang(?) dan seketika itu Hidan
melayang entah kemana karena tendangan super
mautnya Pein.
"Cih! Sial kau Hidan lu pikir gue mau mati
hah!"saking marahnya perincing pein sampai ikut
meleleh(?)
"Memangnya lu mau kemana gan?" Tanya Itachi
yang paling waras di antara mereka.
"Gue mau kerumah mertua gue Chi,gue mau
ngelamar yayank Konan tercinta dan ter ter
lainnya. Gue bingung nih pulang kampung naik
apa!" sontak konan yang mendengarnya
blushing bercampur mual dengan kata kata pein.
'Ah yayank Pein bikin malu ajah iiuuuhhh.
Yayank pein lope yu dah' batin konan loncat
loncat kaya tomcat kekurangan gizi.(?)
"Ketua..Tobi anak baik akan selalu merindukan
ketua hiks nanti ketua jangan naik pesawat yah
nanti pesawatnya mogok di tengah jalan karena
gak mau di naikin sama ketua T_T" usul tobi si
bocah autis bin sarap rap rap(?)
"Eh bener juga tuh kata Tobi un. Mending lu naik
kereta super jet 100 aja un di jamin aman un"
usul Deidara sok bijak.
"Eh jangan cyiinn~ bahaya, itu kaya nama
pesawat di…eerrrr dimana yah lupa boo,
pokoknya yang nabrak tiang listrik itu loh
cyyiiinn~ gak tau berita yey" Gubrak brak brak
brak kalian tau siapa yang ngomong itu? Astaga
lupakan kata "Itachi yang paling waras" =_=a
Itachi yang katanya paling waras ternyata sarap
rap rap juga. *Author dibakar Itachi FC*
Kisame, rekan kerja Itachi yang dari tadi diem
plus ngantuk langsung melek dengan mata
ngejreng melotot ke Itachi dan berkata.
"I..Ita-chi..kau..kau..ternyata oh tuhan..akkyyu
tak menyangka cyiin~ kau bisa bahasa rempong
yang eke pelajari ber abad abad yang lalu"
seketika itu kisame bangkit dan memeluk Itachi
dengan mesrah(?) #OH! NOOO!
"Kyaaaaa Kisame apa eke udah lulus cyiin~?"
dengan air mata bombai yang bercucuran dua
makhluk itu berpeluk peluk layaknya emak dan
anak(?)
"Iya boo, yey lulus" kisame nyengir ke Itachi.
Deidara langsung mual mual seperti hamil muda
(?) melihat Itachi dan Kisame. Sedangkan Pein
dan Konan hanya diam mematung dan di atas
kepala mereka ada tanda tanya *?* besar. Lalu si
autis Tobi hanya melongo dan lolipopnya
terjatuh samapai di kerubutin semut dan kawan
kawan. Tak lama Tobi tepar di tempat. Dan
pasangan rempong Itachi dan Kisame langsung
diem dengan kepala menunduk.
"AAARRRGGHH KALIAN TIDAK BISAH
MEMBERIKAN IDE YANG BAIK HAAHHH!"
Duuoooorrrr kepala Pein langsung meledak
(?)melihat angota nya yang gajelas jalan pikirnya,
ini semua hasil didikan Pein juga sih XD *di
gaplok Pein*
"Mending lu naik sepeda aja bro! kan enak tuh
aman dari polisi(?)"
"Hmm iya juga yah. Tapi jauh banget Sas capek
lah gue. Mending naik sepeda motor aja deh"
"Gue pulang kampung ke Suna juga naik sepeda,
terus pas sampai gue langsung boncengin nenek
ciyo keliling kampung. Tapi sekarang nenek udah
gak ada huaaahh nenek~" sekali lagi pein ber-
gubrak-ria sambil garuk garuk kepala.
"Hey sudahlah kalian! Eh lu Pein mending jalan
kaki aja lu! BBM naik 1000% lu tau kan uang kas
kita limit mit mit mit!" si bendahara bermata ijo
khas duit, Kakuzu always lope money(?)
begitulah nama akun FB langsung keluar dari
bertapa(baca:ngitung duit yang bejibun tapi
bilangnya limit =_=)langsung nyerocos geje.
Alhasil Kakuzu di timpukin teman temannya.
*Flash Back OFF*
"Deidara senpai Tobi anak baik bosen~ huhuhu
ayo main boneka sama tobi" rengek Tobi yang di
cuekin deidara.
"Huuaaahh ternyata sepi juga yah di tinggal sama
ketua mesum 7 turunan, kira kira dia sama
konan sedang apa yah?" Celetuk Itachi mulai
mikir yang iya iya.
"Lalu bagaimana kabar si Zetsu?" Tanya Kisame
yang entah dia itu tanya pada siapa.
Zetsu dari tadi gak kelihatan yah? (Author tanya
sama siapa yah? =_=a) ok Zetsu yang slama ini
kita cari and dari tadi gak keliatan dia itu sedang
mendapatkan misi dari pein yaitu menyebarkan
tumbuhan ke seluruh dunia(?) guna untuk
reboisasi tau sendiri kan jaman sekarang pohon
pohon sudah pada gak ada kasian yah temen
temen Zetsu T_T(jiiaahh Author mendongeng)
tumben nih Author jalan pikirnya bener =_=v ok
lupakan masalah Zetsu dia sedang
melaksanankan misinya yang mulia tanpa tanda
jasa dan tanda tangan(?)
"Mungkin dia di tangkep dan di taruh di taman
nasional" jawab Sasori asal nyeplos.
"Lu begitu amat sama temen sendiri Sas. Dewa
jashin akan mengutukmu" Mulai deh si Hidan
yang sok religius.
"Ceramah di mesjid sono lu Dan, rame aja lu"
Celetuk Kakuzu yang lagi manyun karena duitnya
di bawa kabur Pein buat kawin.
"Mana mungkin orang sesat seperti Hidan laku di
mesjid un. Yang ada di bakar warga" Komentar
Deidara yang lagi ngeribonding rambut
pirangnya yang bulukan. #DUOR!
"Ehh elu tuh tante Dei yang tidak tau apa apa
tentang Jashin-sama. Kau akan mendapat
kutukan darinya" Hidan langsung menunjuk
muka Deidara. Yang di tunjuk melotot.
"SENPAAAAAIIIII! Jangan bertengkar dong
huuaaaaahh" Tobi nagis gulung gulung melihat
senpainya berbacot ria.
"Dari pada ber bacot mending kita Online yuk
cyiin~. Bosen gue di sini" Saran Itachi yang
biasanya OL pake HP tetangga.
"Wah bener juga tuh Chi ide lu. Gue udah
20tahun(?) gak buka akun FB gue, pasti banya
yang nge-add gue" dengan pedenya Sasori
mencak mencak OOC. Kali ini Author mengakui
kalau Sasori punya akun FB(?) pasti fans nya
banyak secara yah dia itu baby face a.k.a
kawaii*senyum senyum geje*
"Tobi ikut Tobi ikut senpai~ onegaiiiiiii Tobi mau
tuiteran(?)"
"Eh gue ikut juga un. Gue mau liat fotonya
Tsunade perez(?)" *plak*
"Gue juga ikut gue mau chating sama Gaara
chan~ kangen beut gue"
"Ayo kita berangkat gue juga mau cari artikel
tentang ikan ikan yang di jual di pasaran"
"Gue juga dong. Gue mau nyebarin aliran jashin
lewat dumay hahaha like this yo"
Semua pada semangat tapi si bendahara bermata
dolar a.k.a Kakuzu diem aja di pojokan -galau-
Itachi dan kawan kawan saling bertatapan,
sepertinya tau apa maksud itachi.
"Hie kalian mau apa hah! Jangan ganggu gue.
Gue lagi galau~"
"HEEEIII brengsek kalian lepasin gue!" teriak
Kakuzu dalam kantung Doraemon(?) nendang
nendang seperti bayi dalam rahim(?) tau gak
Kakuzu sedang di aniaya oleh temen temennya
karena gak bagi duit kas. Kakuzu kebanyakan
korupsi uang habis temen temennya yang di
salahkan gak pernah bayar kas #nah lo?
Jadilah begini Kakuzu di ikat lalu dimasukin ke
dalam karung bersama dengan uang
tercintannya biar gak kabur. Lalu Kakuzu di geret
ke warnet.
Sesampai di warnet yang berjudul(?) judul
warnetnya di ambil dari empang #Ops!
Maksudnya dari nama pemilik warnet tersebut
dia adalah tuan Jiraiya kakeknya Naruto yang
terkenal dengan Novel yang berjudul Icha-Icha
permen chocolate #Author di sambit Jiraiya. Icha
Icha Paradise maksudnya XD
Sekarang ini para Akatsuki sudah menempati
tempat masing masing. Itachi ada di no 5 karena
tepat di sebelahnya ada bocah seumuran
adeknya yaitu Sasuke. (Padahal di sebelah Itachi
itu Sai =_=a) Deidara ada di no 4, Tobi ada di no
3, sukanya deket sama tante Dei XP. Kisame ada
di no 2, Kakuzu ada di no 1(Kakuzu TERPAKSA
ikut OL hahaha XD), Hidan di pojok selatan no 9,
lalu Sasori mana? Jiah dia ada di pojok belang.
Mari kita lihat status mereka capcuss XP
Itachi sedang membuka Facebook-nya plus
mendengarkan lagu lagu dangdut yang sedang
heboh yaitu iwak peyek. Sambil berjoget ala trio
ayam(?)
Itachi celalluuCuaiYank Sasuke
Udh lama Tdk PuLaNk NicH T_T Gue KanGeN
cAma CacUKe AdiK Qu TErcaYankk,,kangEn Jg
cMa maCakan EmAK gUe. Rowon bwt an EmaK
ueeennnaaaaakkk loohh XDDDDD
100 juta like. 10.000 komentar
DeiDei Kawaii
Semakin hari diriku ini semakin kawaii un~ aduh
rambut juga semakin panjang..enaknya di
potong apa gak yaaacchh? _ DeiDei bingung
niicchh un~ comen yacchh XD
10 juta like. 1 komentar (baca:Like this hadir di
status anda. Lika back yah. Makasih :D)
Tobi Anak Baik
Huuaaahh Tobi bisa Online hore hore
hore….asiikkk!*mencak mencak* apa kabar kalian
temen dumay,,Tobi anak baik kangen banget
sama kalian T_T
0 like. 0 komentar
Kiss-Ame tHe FiiSsh BOY
Haduh galau beeuuutttt niicHH masa Yah PaRA
nelayan jaman sekarang NangKepNya ikan paus
cyiinn~ eke jD TaKut Boo…saking taKuTnYa kuLit
eke yang MuluS bak Model JepaNg jadi membiru
(?) (emang udah biru kale Kis)
1 juta like. 1 komentar (baca: Like back yach)
Money lope Kakuzu Always
Aarrrgghh teman teman akkyyuu pada tega T_T
kalian telah merampas istriQu Money tercaYankk
hisk,,,sedihnya diriQu eank malang Ini,,,T.T
0 like. 0 komentar
Hidan Jashin
Ayo temen temen like page ini yah 'JASHIN
LOVERS' di jamin seru abisss XD sebarkan juga
pada yang lain yahh like this cooyyy XP
0 like 100 komentar (baca:sesat) isinya sama
semua =_=a
Sasori d'Master Puppet
huhuhu boneka karya gue gak laris
manis,asem,pait di pasaran. Salah satu dan salah
banyak boneka gue di takutin anak kecil *muka
sedih* hiks hiks sedih gue asli loh. Tapi muka gue
tetep kawaii kan? Hahaha,,
999 juta like. 9999 komentar
Bener bener saingan fans antara Itachi dan Sasori
selisihnya sangat tipis banget. Nah itulah status
para akatsuki yang sedang
galau,bosen,ngangur,geje dan kawan kawannya.
Sesampai di rumah(?) mereka di sambut
kedatangan pein,konan dan zetsu. Pein kini
sangat bahagia karena sudah melamar yayank
konan tercinta dan ter ter lainnya(ihiihhii asik cuit
cuiitt XD). Dengan berani pein menjual rumah
salah satu warga Konoha sebagai mas kawin(?)
sedangkan Zetsu sudah menyelesaikan tugasnya
pemirsa XD termasuk berkunjung ke Indonesia
untuk menanam 1 pohon*pelit* =_="
OWARI~ (-_-)
Akatsuki ke Dufan

Summary : Author yang baek mengajak Akatsuki liburan ke dufan , gimana kegajean dan kenistaan mereka ? RnR !
A/N : Pict Naruto pertama Author karena sebelumnyah author lebih banyak aktif di fandom Death Note .. Karena author mencintai abang Itachi , mari kita siksa abang Itachi beserta teman – temannya duluan … ( ? )
Disclaimer : Punya Akang Masashi Kishimoto , tapi abang Itachi , Sasuke , Shikamaru ama Neji punya author ! *dirajam sekampung*
Warning : Gaje , AU , OOC , ancur abis.
" Tobi bosen senpaii " Keluh Tobi sambil ngemutin Lolipop lewat pintu kecil di topengnya. " Ketua ~ Tobi pengen misi .. boleh ga ? "
" MISI PALE LU , UN ! " Deidara ngejitak kepala Tobi , secara gitu , Dei kan partnernya Tobi , kalo Tobi kena Misi , Deidara juga pasti kena. " Kita nih kan lagi liburan ! syukuri apa yang adaaa~~~ , un ! "
" JANGAN NYANYI ! " Omel Itachi * Keprookkk*. " Kita ngadain acara apa gitu .. biar ga bosen iya ga , sasori ? "
" Eh apa ? " Sasori cengok. Dia lagi ngejaitin baju buat Barbie mermaidianya yang nyolong dari lemari author. " Emm .. Iya "
" Jangan pake duit loohh .. " Kakuzu langsung melindungi uang uang tercinta dan memasukkannya kedalam … WTH ? Woy ! itu tas kesayangan Gww ! Balikinn ! *Near ngamuk dan langsung ngejer Kakuzu*
( Near : Narator kepercayaan Author )
" Pancake enak siaaapp " Tereak Konan dari dapur. Hampir semua anggota Akatsuki udah gak bersemangat lagi dengan embel embel 'enak' dari Konan , paling selainya juga bubur Koran.
" Tobi anak baek pengenn Nee chaaann " Cuma Tobi yang semangat makan tuh ..sejak kapan pula Tobi jadi adeknya Konan? Hanya Tuhan dan Author yang tahu.
Tobi langsung berlari kearah dapur , dimana pancake ENAK itu berada.
" Yah si Tobi .. kelaperan kali tuh anak .. " Kakuzu menggumam.
Seeesssshhhhh… Blooopp. Sebuah asap mengepul dan munculah dua makhluk gaje yang sukses bikin anggota Akatsuki bolohok.
" Wooaaaa… Dimana kita Nyong ? " tereak Cha , temen autis author.
Author yang dipanggil ' Nyong ' itu nyaut. " Emang tadi elu nulis alamat suratnya kemana jeung ? "
" Jalan Kambing item 4 nomer 1 .. yang ini ? masa sih ? " Cha membalikkan wajah dan sukses bertemu dengan wajah sang idola , Sasori. " Woooaaaaaa ! abang Sasori tercintaaa~~ " Cha meluk meluk Sasori napsu.
Sasori natap Author dengan harapan bisa membantu melepaskan benda yang dari tadi memeluknya.
Mata Author tertuju pada wajah seorang kakek yang keriputan *Tajoooong!*. " Kyaaa~~ Itachi Nii – sann ! " sama seperti temannya yang autis , Author pun segera merangkul sang idola tercintah , Itachi Uchiha.
Tobi yang baru keluar dari dapur langsung swt , ngeliat Deidara nangis dipeluk Hidan , Kisame juga nangis dipeluk ama Kakuzu, Pein juga dipeluk ama Zetsu.
" Hiksss .. " Tobi nangis Bombay.
Deidara menoleh kearah Tobi. " Elu juga sedih , Tob pacar gw .. akang Sasori dipeluk perempuan gaje ntuh , un ? "
" Iya .. elu juga kasian kan , ama gw ? Abang Itachi dipeluk author .. Hikss .. " Kisame ikut ikutan.
Tobi menggeleng. " Tobi sedih senpai .. "
" Kenapa ? " tanya Deidara ama Kisame yang masih nangis Bombay.
" Tobi gak ada yang meluk .. Hiks .. Tobi kan anak baek .. masa gak ada yang meluk.. " Tobi masih mewek. " Konan Nee chan .. peluk Tobi .. " Kata Tobi begitu melihat Konan keluar dari dapur.
" Cup cup sini Tobi .. ama Nee chan .. " Konan berjalan untuk memeluk Tobi.
" WATDEPAK ? " Pein langsung ngelempar Zetsu ketembok. " Konan yayang gw ! Gw mamam lu Tob , berani meluk Konan ! "
Tobi ciut. " Ya udah Zetsu senpai … peluk Tobi .. " Tobi langsung merapat ke Zetsu.
INIH NASKAHNYA GIMANA SEH ? MALAH ACARA PELUK PELUKAN ! AUTHOR ! JANGAN KEASIKAN MELUK ITACHI NYA ! NANTI SI YAYANG HYUNG JUN NYA NGAMBEK LOH ! *Author Pede , hukumannya dirajam , iya gak readers ?*
" Oh! Astojim ! Maap Akang Hyung Jun .. daku hilaf .. " Author sesembahan ke yayangnya yang udah melototin author dari awal author meluk Itachi.
" Chaaa .. " terdengar suara cute memanggil nama temen author.
Cha nyengir sambil ngelepasin Sasori yang tampaknya butuh suplay oksigen. " Eheh … akang Jung Min .. damang kang ? "
" Ehh .. Alhamdulilah damang .. " Yee si Jung Min malah ngejawab dengan nada horror. " Enak yaa , meluk Sasori ? " Jung Min melotot.
Cha langsung sesembahan ke yayangnya tercintah itu. " Yaaa maap yank .. daku hilaf "
Ya Udah .. mari kita sudahi acara gaje ini …. Balik ke cerita atuh author !
" Busett ! Near ! bisa ngambek juga luh akhirnyaaa~~ " Author langsung sujud syukur. " Oke , balik ke naskah .. disini gw ceritanya ngajak lu pada ke dufan , yak ? "
Tobi langsung ceria lagi. " Horeeee~~ Tobi cinta author ! sini , Tobi mw meluk Authorr!"
" Tidaaaaaaakkkk" Author dengan slow motion berlari menghindari Tobi yang berlari untuk memeluknya. " ADOOHHH~~"
Mang enak lu ! *Near keketawaan gaje ngeliat author jatoh nyungsep gara gara bubur korannya konan *
" SAPA SIH YANG MUNTAH GAK DIBERSIHIN ?" Author ngambek.
" Itu bubur koran gw , geblek ! " Konan nyolot dan langsung ngebersiin bubur korannya.
Pein yang dari tadi swt serius lagi. " Katanya elu mw ngajak kita kita ke mana ntuh? Du apa ?"
" Dunia DJ dewa Jashin ! iya kan author ?" Idih .. Hidan ngarep banget sih ..
" BUKAN ! Males banget gw ma inyong ngajak kalian ke tempat Dj , " Kata Cha , yang nggak rela The great DJ nya disamain ama Dewa Jashin.
Author ngangguk. " kita tuh mau ngajak kalian ke dufan .. kalian kan perlu liburan .."
" Gw setuju ama author " tereak Zetsu. " Dufan di Indonesia , kan ? "
" Iyaa .. kenapa gt ?" Cha nanggepin.
" Alhamdulillaaahhh .. akhirnya bisa fotosintesis lagii~~" Zetsu sujud syukur. Akhir akhir ini kan dimarkas mereka lagi musim ujan. Akhirnya , Zetsu tidak mendapatkan cahaya untuk berfotosintesis .. pake lampu .. lampu dimarkas Cuma 5 watt , abis Kakuzu pelit sih .. *Kakuzu melototin Near yang lagi asik baca narasi*
" Ya udah sono , siap – siap .. " Author nendangin anggota Akatsuki satu satu ke kamernya , supaya siap siap gitu ..
--- 2 abad kemudiaaann--- ( bused , si Near lebay amat bacain narasi .. XDDD)
" Gimana , udah ?" Tanya Cha. " Yuk , ke bandara .."
" Horeeeeee~~~ naek pesawat .. " Tereak Tobi diliatin ama orang orang dibandara.
Author ama Cha sih pura – pura gak kenal.
" Nyong ! kita pura pura ga kenal ama Tobi , entar disangka temennya lagi .. " Cha bisikin author.
Author ngangguk. " aku setuju ! "
" AUTHORRRRR! MAKASIII BANGET DAH BAWA TOBI KESINI .." Tobi meluk author kenceeeeeeeeeeeng banget.
Jyaaahh~~ author malu juga ngejauh 3 langkah dari author.
" Cha juga makasiiii " Tobi mau meluk Cha , tapi Cha nya keburu lari ke tempat beli tiket.
" Oh .. jadi ini , pesawat ..? " gumam Kakuzu.
Abisan , abang Kakuzu pelit banget .. makannya gaul dong ! * Near minta digiles*
Kakuzu masang muka bete sampe pramugari ngedatengin rombongan Author.
" Ingin pesan makanan ?"
Itachi : em .. sapi …
Pramugari : Sapi apa ?
Itachi : apa aja deh , asal disembelehnya sesuai dengan HAS ( Hak asasi sapi )
Pramugari: *swt* Ok deh pak ..
Sasori ; Gw! Gw ! gw mah simple aja , kue BONEKA jahe ada ?
Pramugari : ada ..
Konan : mbak .. pengen pancake bubur Koran yaa .. musti ada loh ..
Pramugari : HAH ?
Konan : ADA KAGAK MBAK ? *Ngeluarin clurit*
Pramugari : ada ..ada! oh , iya bapak ini mau pesan apa ? kita punya banyak ikan laut segar , lho ….
Kisame : WHATT ? IKAN LAUT ? INI PENGHINAAN ! MANA PILOT KALIAANN ? *ngeluarin samehada*
Author : Udah , mbak ga udah didengerin .. buat orang ini *nunjuk Kisame* air asin ajah!
Pramugari : Ok ..
Deidara : gw mah makanan apa aja , asal bisa meledak .. Buuummmm .. Un !
Pramugari : Permen karet ? Guuummmmyy
Deidara : Nah ! ntu maksud gw , Un !
Kakuzu : gw mah ga mw makanan ! gw mw mentahnya aja .. *mata udah ijo*
Chaa : Ah , mbak .. gak usah didengerin .. dia emang suka ngaco ..
Kakuzu : GW GAK NGACO !
Pramugari : bapak ini mau apa ?
Hidan : gw lagi puasa makan ! perintah dewa Jashin.
Pramugari : Dewa Jashin ?
Pein : Gw mah ..
Konan : Samain aja ama gw ! iya kan sayang ?
Pein : *diem , takut dibacok Konan yang dari tadi masih pegang clurit*
Konan : Ok , mbak .. sama .. pancake bubur koran ..
Pramugari : terus bapak ini mau apa ?
Zetsu : mau air , lampu , ama oksigen ..
Pramugari : HAH ? *cengok + bolohok*
Tobi : Tobi mah mw meluk mbak ajaaa! *nyosor*
Pramugari : Tolooooonnggg ! Help mee!
Author + Cha : TOBI !
Tobi : kenapa Tobi dimarahin ? Tobi kan anak baek ..
Cha : Elu mah bukan baek!
Author : iya ! tapi anak gila !
Tobi : *mewek* ya udah Tobi mw Lolipop aja !
Pramugari : Ok .. *pergi*
" Ahhh~~ akhirnya sampe jugaaaa" Author merentangkan tangannya. " Gimana ? siap ke dufan , ga ? "
" Nggak ! gw mw mentahnya aja "
" KAKUZU ( Un ) " Akatsuki laen pada ngambek.
" Ya udah , nyok kita kedufan ! " Cha menggiring 10 hewan gak jelas itu kearah keluar bandara Indonesia. " Kita naek bajaj aja yu ! "
" Naek Bajajjj! " Akatsuki ribut , dikiranya bajaj semacem kereta gantung ato semacamnya.
Brumbrumbrumbrummmmm *Near : Sori , author ! gw ga tw suara bajaj kayak gimana ( nyengir kuda)*
" Yuk , naek ! "
" HAH ? (un ) " Akatsuki langsung swt dah ..
" Ini mah kayak mobil mobilannya Tobi ! " Sasori protes. " Masa orang seganteng gw naek ginian ? "
" Kata siapa , senpai ? Mobil mobilannya Tobi mah bemo ! bukan bajaj ! "
" Sama aja bego ! " Itachi nanggepin .. dingiiiiiiiin banget.
Author menyetop beberapa bajaj.
"Kita bagi ajah .. Konan , Pein ama Tobi .. *Pein ngejeduk jedukin kepala sendiri ke tembok* terus Hidan , Zetsu , Kakuzu terus Deidara , Sasori *Dei : Yeeeyy abang Sasori !* ama Cha *Dei : WHAT ? * , yang terakhir kayaknya udah tw deh .. *Kisame : Bang .. sembeleh gw sekarang bang ! ( ketukang ikan sambil mewek )* , iyak , Itachi , Kisame ama Inyong " Cha membagi bajaj sambil ngegandeng Sasori dan nyuekin Deidara.
" Gw ledakin pake C4 baru kerasa , Un ! " Deidara kesel sambil ngikutin cha ama Sasori ke bajaj. " Jangan mewek .. jangan mewek .. Deidara harus jadi emm .. cowok ? bukan ! cewek .. bukan ! bences aja ! Deidara harus jadi bences yang kuat ! jangan mewek ! "
Kisame yang tadi minta disembeleh yang ada malah digaplok tukang ikan , alesannya Kisame malah bikin pembeli yang lagi milih milih ikan , lari ketakutan ngeliat Hiu jadi jadian.
" Yaaaaaayyy ! Mak ! Tobi anak baek kedufan maaakkk ! " Tobi ngeluarin kepalanya dari bajaj sambil teteriakan gaje , bikin Pein Ilfil. Plus diliatin ama orang orang sekitar.
" Tobi ! Berisik Lu ! "
Sementara itu , Hidan mengeluarkan kepalanya keluar mulai promosi ajaran dewa Jashin. " Wahai masyarakat Indonesiaa .. ikutilah ajaran Dewa Jashin .. kalau kalian ikut ajaran Dewa Jashin , kalian bakal dikasih duit ama Kakuzu .. "
Kakuzu langsung Nabok Hidan. Zetsu sih lagi nyiram diri plus menikmati matahari siang jam 2. ( Ih , Bused .. itu mah panas banget yah .. )
Beda ama Deidara .. dia menerapkan prinsip ' Bences Kuat jangan mewek ' meluapkan kemarahannya dengan melempar C4 miliknya kemana mana.
Kisame beda lagi .. Dia berusaha membunuh diri dengan menyembelih diri sendiri pake samehadanya , tapi samehadanya nggak muat .. akhirnya kelempar entah kemana.
Didepan dufan banyak perempuan dan laki laki yang ngumpul , ternyata berita kedatangan Akatsuki ke Indonesia sudah menyebar dikalangan masyarakat Indonesia. Mereka minta poto poto.
Kakuzu yang emang mata duitan langsung memasang tarif poto poto.
Pein : 15.000 / foto
Konan : 20.000/foto
Tobi : 2000/foto ( Tobi : Senpai ! kok Tobi tarifnya murahh ? )
Hidan : 5000/foto
Kakuzu : 100.000/foto ( Dan , masyarakat gak ada yang mau poto poto bareng Kakuzu )
( Kakuzu : Ya udah gw diskon ! )
Kakuzu : 99.999/foto ( Dan .. masyarakat pun belum ada yang mau berfoto ria bareng Kakuzu. )
Zetsu : 10.000/foto
Deidara : 50.000/foto ( meskipun bences , tapi Deidara banyak penggemarnya. )
Sasori : 75.000/foto ( Jelas .. )
Kisame: 500/foto ( Ada yang mw poto bareng Kisame aja , Kisame harus sujud syukur )
Itachi : 90.000/ foto ( Author langsung nguras dompet )
Akhirnya Akatsuki poto poto ampe beler , ampe dompet Kakuzu penuh , ampe malem jam 2.
" Nyok ke Dufan ! " Tereak Tobi.
" UDAH TUTUP GILA ! " Tereak Author ama Cha bareng.
Yaaa .. Akhirnya Akatsuki nggak jadi keDufan ..
Akatsuki Airlines
Chapter 1
"Hei, semuanya! Coba lihat ini!" teriak Naruto
sambil menunjuk selembar kertas yang
ditempelkan pada sebuah tiang listrik. Sontak
semua murid KHS berlari dan menghampiri
Naruto. Yap, sekarang sudah waktunya pulang
bagi semua murid KHS.
"Apaan sih, Naruto? Teriak-teriak gitu," ucap Kiba.
"Coba kau lihat ini!" perintah Naruto sambil
menunjuk selembaran yang tertempel. "Hei,
Teme! Cepat ke sini!" panggil Naruto. Nampak
Sasuke yang tengah berjalan dengan wajah
malas, menghampiri Naruto.
"Ada apa, Dobe?" ucapnya malas-malasan.
"Coba kau lihat ini!" tunjuk Naruto.
"Hn?"
"Bagaimana?" tanya Naruto.
"Telah dibuka Akatsuki Airlines. Sebuah
perusahaan penerbangan terbesar seantero
jagad. Dalam rangka hari jadi kami yang
pertama, dengan ini kami menjual paket promo
liburan dengan harga yang fantastis dan berbeda
dari yang lain. Dan, bla…. bla…. bla…. Segera
hubungi kami di 08XXXXXXXXXX! Buruan tiket
terbatas. Kesempatan hanya sekali dan tidak akan
diulang lagi. Karena kalau sering-sering
bangkrutlah kami! Hahaha…. tertanda Kakuzu.
Heh?" raut wajah Sasuke seketika berubah.
"Promosi macam apa ini? Katanya terkenal
seantero jagad. Tapi, nempelnya di tiang listrik.
Gag modal amet," gerutu Sasuke.
"Itulah hebatnya kami, un!" ucap seseorang yang
tiba-tiba saja muncul dengan jubah hitam
bercorak awan merah. Dengan rambut pirang
panjangnya dapat diketahui kalau ia Deidara.
"Hah? Kau! Siapa kau?" ucap Naruto yang tampak
kaget melihatnya.
"Waah, kakak cantik," ucap Kiba yang tersepona–
eh–terpesona dengan kedatangan Deidara.
"Baka! Aku ini cowok tahu, un!" omel Deidara.
Kiba langsung pundung di ujung jalan. "Eh?
Kenapa dia?" tanya Deidara. Naruto dan Sasuke
mengangkat bahu tanda tak tahu. "Biarkan
sajalah! Jadi, bagaimana? Apa kalian tertarik, un?"
tanya Deidara yang menyender di tiang listrik
karena ga ada tempat buat nyender lagi.
"Bagaimana ini, Teme?" tanya Naruto pada
Sasuke.
"Hn? Kenapa jadi aku?" jawab Sasuke bingung.
"Apa kau tertarik, eh? Kalau kau mau, aku akan
ikut," tambah Naruto.
"Memangnya kenapa? Apa hubungannya
denganku?" tanya Sasuke. Deidara hanya diam
memperhatikan Sasuke dan Naruto. Dalam hati ia
komat-kamit baca mantra tanpa segelas air putih
yang memang sangat ia butuhkan sekarang ini.
Bukan untuk nyembur pasien, tapi memang saat
ini ia kehausan karena teriknya matahari. Kalau ia
pulang tanpa bawa calon penumpang, habislah
ia.
….O….O….O….
Di tengah perjalanan pulang, Ino dan Sakura
bertemu dengan seorang pemuda berambut
merah dan memakai jubah hitam motif awan
merah. Sama seperti Naruto dan Sasuke yang
tiba-tiba dihampiri oleh Deidara yang
menawarkan promo penerbangan 'Akatsuki Air',
hanya saja kali ini berbeda. Selembarannya tidak
ditempel dan tidak juga disiarkan di televisi,
melainkan langsung dibagi.
"Konichiwa!" sapa orang itu. Dengan canggung,
Sakura dan Ino membalas sapaan pemuda itu.
"Konichiwa. Tolong jangan culik kami. Besok
akan ada ulangan harian, kalau kami tidak datang
pasti Orochi-sensei akan menghukum kami
menghitung sisik ular kesayangannya. Aku
mohon," melas Ino. Sakura sweatdrop.
"Eh? Siapa yang mau nyulik kalian? Memangnya
aku terlihat seperti penjahat?" tanya pemuda itu.
"Tidak juga, sih. Tapi kalau di komik kesukaanku,
ada penjahat yang mirip denganmu.
Memangnya ada apa?" tanya Ino.
"Syukurlah. Ah, perkenalkan, aku Akasuna no
Sasori. Cukup panggil aku Sasori saja," jelas
pemuda itu yang ternyata bernama Sasori.
Sebenarnya sih ga nyambung sama
pertanyaannya.
"Bukan itu maksudku! Aku bukan menanyakan
namamu, tapi apa yang ingin kau katakan tadi?"
jelas Ino sekaligus bertanya.
'Sasori baka! Tetap tenang…' batin Sasori.
"Gomen. Aku hanya memperkenalkan diri
supaya tidak mencurigakan dan lebih
meyakinkan. Jadi begini, kami dari Akatsuki
Airlines ingin menawarkan promo penerbangan
dalam rangka hari jadi kami yang pertama. Ini
selembarannya, silahkan dibaca. Apa kalian
berminat?" promosi Sasori.
"Dibaca aja belum," ucap Ino enteng. Tanpa ia
sadari sekarang tampak perempatan di dahi
Sasori.
'Sabar Sasori. Ingat pesan Kakuzu tadi. Kalau kau
pulang tanpa membawa calon penumpang…
maka…'
GLEK. Sasori meneguk ludah.
"Ehehe… silahkan dibaca dulu," ucap Sasori
dengan tawa yang dipaksakan, sambil
menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya
tidak gatal.
"Hm? Bagaimana forehead? Apa kau mau?" tanya
Ino pada Sakura. Sakura mengangguk. "Baiklah
kebetulan sekali minggu depan liburan. Baiklah
kami mau. Tapi tunggu persetujuan yang lain
dulu,"
"Baiklah. Kalian dari KHS, kan?" tanya Sasori
"Iya," jawab Sakura
"Ku dengar KHS akan mengadakan tour akhir
tahun, benar tidak?" tanya Sasori lagi.
"Iya. Dan, tahun ini tournya giliran kelas XI,"
jawab Sakura. "Bisa dibilang angkatan kami,"
lanjutnya.
"Oh, begitu. Baiklah! Terima kasih atas infonya,
ya! Jaa… sampai bertemu lagi," pamit Sasori yang
langsung melengos pergi. Sementara itu, Sakura
dan Ino saling tukar pandang dan mengangkat
kedua bahu mereka. Dalam hitungan detik
mereka pun berbalik dan kembali melanjutkan
perjalanan pulangnya.
"Hei Ino, memangnya yang lain mau ikut?" tanya
Sakura.
"Entahlah, forehead. Memangnya kenapa?" balas
Ino.
"Tidak. Aku hanya merasa aneh saja. Selama ini
aku belum pernah dengar tuh yang namanya
Akatsuki Air," ucap Sakura curiga.
"Benar juga, ya. Aku juga belum pernah dengar.
Tapi, ya sudahlah," balas Ino. "Emang aku
pikirin!"
"Hm, memangnya tahun ini tournya kemana,
sih?"
"Oh, kalau tidak salah sih ke Ottogakure,"
"Ottogakure ya?"
"He-eh, memangnya kau tidak tahu, forehead?"
"Ya, begitulah. Kabar terakhir yang kudengar, kita
akan ke Sunagakure,"
"Hah? Sunagakure? Yang benar saja! Liburan kok
di padang pasir,"
"Ehem," terdengar suara deheman seseorang.
Tapi, Ino masih saja melanjutkan kata-katanya. Ia
tidak perduli, karena menurutnya itu suara
deheman Sakura.
"Kau tahu forehead, berapa tong air yang kita
butuhkan kalau kita liburan di Suna? Berapa
banyak sunblock yang harus kupakai? Huh,
merepotkan sekali. Kalau saja Tsunade-sensei
merekomendasikan tour kita ke Suna, aku tak
ak–"
"Ehem. Kalau tour tahun ini ke Sunagakure, maka
aku tak segan-segan menjemurmu di tengah-
tengah padang pasir dan tak akan aku berikan air
setetes pun. Apa kau mengerti, Yamanaka?" ucap
orang itu yang ternyata adalah Gaara! Uwooo!
Ada Nii-channya author! *ditendang readers*
"Ga–Gaara! Ehehe… peace! Damai itu indah," elak
Ino. Yang benar saja, ia harus melawan Gaara
yang notabene adalah panitia penyelenggara
tour. Bisa-bisa namanya di coret dari daftar.
"Huh, kau juga Ino. Sudah tahu ia dari Suna.
Masih saja kau teruskan ucapanmu," omel
Sakura.
"Tapi, aku tidak tahu kalau ia di belakang kita
forehead," bela Ino.
"Hah, mau bagaimana lagi. Hei Gaara,
memangnya apa isi gentong ini?" tanya Sakura.
"Dokumen dan data-data siswa yang ikut tour.
Memangnya kenapa?"
"Tidak. Hanya saja, kenapa kau tidak
menggunakan tas atau apa gitu selain gentong
ini?"
"Males banget. Kalau pakai tas, muatnya dikit.
Selagi ada gentong yang ga dipakai, ya sudah ku
ambil saja," jawabnya enteng. Seketika readers,
author dan main chara sweatdroped. Secara!
Masa ganteng-ganteng pake gentong? OMG! Nii-
chan, kau mempermalukanku. *plakk
"Pake gentong? Idih, aneh banget tuh orang,"
gumam Ino, kali ini Gaara tidak mendengarnya
karena berada beberapa langkah di depan
keduannya. Sepanjang jalan, tak ada yang
memecah keheningan. Ketiganya diam, hanyut
dalam pikiran masing-masing. Hingga seseorang
datang. Seseorang dengan topeng lollipop
oranye, Tobi, datang dan teriak-teriak ga jelas.
"Hai… hai… hai… Tobi anak baek! Tobi anak baek!
Iya kan, senpai?" pekik Tobi kepada seseorang
disebelahnya. Gaara, Ino dan Sakura terdiam di
tempat dengan wajah yang tak elit. Mulut
menganga atau bahasa kerennya cengo melihat
tingkah Tobi yang bisa dibilang, ehm… autis.
"Kalian siapa?" tanya Sakura bingung.
"Eh? Jadi kalian ga kenal sama Tobi?" tanya Tobi.
Ketiganya menggeleng. "Huwe… senpai…
mereka… mereka jahat! Masa ga kenal sama Tobi.
Kalian kejam!" rengek Tobi sambil memukul-
mukul tiang listrik. "Huwe… sakit, senpai! Tangan
Tobi sakit!" rengeknya lagi.
"Eh?" Sakura, Gaara dan Ino makin bingung saat
ini. Yang benar saja ada orang seaneh Tobi tepat
di depan mereka. Bahkan lebih parah dari Naruto.
"Tobi! Kau ini! Malu-maluin, ah! Ehehe… maaf ya!
Harap dimaklumi!" ucap seseorang disebelah
Tobi. "Em, ini! Kami hanya ingin memberikan
selembaran ini. Silahkan dibaca!" lanjutnya sambil
menyerahkan selembaran tersebut.
"Akatsuki Air? Bukannya ini selembaran yang
dibagikan orang berambut merah itu, ya? Siapa
namanya? Sa-sa-sa," Ino tergagap mengingat
nama pemuda berambut merah yang tadi ia
temui di jalan.
"Sasori?" ucap orang disamping Tobi yang
memakai jepit rambut bunga di kepalanya,
Konan.
"Ah, iya dia. Kalian kenal?"
"Tentu saja. Ia rekan kami," jawab Konan.
"Oh, begitu ya,"
"Kalau begitu, kami pamit dulu, ya. Masih banyak
selembaran yang harus kami bagi," pamit Konan.
"Ayo, Tobi!"
"Ba-baik, senpai. Jaa semuanya. Tobi anak baek
pamit dulu, ya!" pamit Tobi.
"Ah, iya. Hati-hati, ya!" balas Sakura.
"He-em. Kalian semua, Titi DJ ya!" sambung Tobi.
"Apaan tuh Titi DJ? Bukannya itu nama penyanyi,
ya?" ucap Ino yang memang ga tau maksud dari
Titi DJ tersebut.
"Ih, senpai cantik-cantik kok ga gahol, seh!" sindir
Tobi.
"Eh? Apa kau bilang?" ucap Ino sewot.
"Iya. Senpai cantik-cantik kok ga tau apa itu Titi
DJ. Gak gahol banget tau ga sih!" ejek Tobi lagi
dengan gaya yang terbilang, ekhem… gahol bin
lebay.
"Emangnya apaan?" Ino tampak tak terima diejek
seperti itu.
"Titi DJ itu, hati-hati di jalan, senpai!" jelas Tobi
sambil mengangkat-angkat jari telunjuknya.
'Sial! Awas kau, ya!' geram Ino dalam hati. "Oh,
begitu," ucap Ino dengan senyum yang
dipaksakan. Sementara itu, Gaara dan Sakura
yang melihatnya tampak menahan tawa mereka
yang tampaknya akan…
"Mbuahahahahahaha…" pecah atau bahasa
kerennya jebol. Nah lo, satu korban Tobi hari ini,
Yamanaka Ino.
"Arrghhh… Kalian…" Ino yang sudah tak tahan
lagi, meluapkan emosinya.
1… 2… 3…
BLETAK
"Aduh…" Nah lo, kejadian kan. Yap, readers tau
sendiri lah, pasti dijitak. Kalau dijewer, kan
bunyinya ga gitu. Hahaha… hmmph*dibekep
readers*
….O….O….O….
At Markas Akatsuki…
Semua anggota Akatsuki kini tengah terkulai
lemas tak berdaya di atas sofa empuk yang baru
saja dibeli oleh Kakuzu kemarin. Semuanya
tampak sibuk merenggangkan otot-otot tubuh
yang kram akibat berkeliling Konoha demi
menawarkan promo Akatsuki Airlines dan juga
demi menyelamatkan masa depan mereka yang
terancam oleh janji-janji keramat extra pahit
Kakuzu(?).
"Bagaimana hasilnya?" tanya Pein selaku leader
dari Akatsuki.
"Yah, lumayanlah. Tapi, aku memiliki sedikit info
dan mungkin akan sangat berguna," ucap Sasori.
"Apa itu?" tanya Pein.
"Jadi begini. Tadi, ada dua orang murid KHS yang
berkata padaku kalau akan diadakan tour yang
memang rutin dilaksanakan tiap tahunnya di
KHS. Namun, ya, mereka belum mendapatkan
transportasi," jelas Sasori.
"Hm, bagus juga. Kurasa ini bisa jadi target
utama kita," Pein manggut-manggut. "Apa kau
tahu ke mana kira-kira mereka akan tour?"
"Kalau tidak salah ke Ottogakure,"
"Ottogakure ya," ucap Pein sambil manggut-
manggut (lagi), ga tau deh entah ngerti atau
engga. "Baiklah, kurasa Akatsuki Air akan segera
diterbangkan," ucap Pein mantap.
"Maksudnya, leader-sama?" tanya Itachi yang
tampak tak mengerti.
"Ya, tunggu apalagi. Minggu depan, Akatsuki Air
akan diterbangkan."
"Ta-tapi, kita kan tidak punya awak pesawat.
Bagaimana mungkin pesawatnya bisa terbang?"
ucap Itachi.
"Tentu saja bisa," jawab Pein.
"Heh? Lalu siapa yang akan menjadi awaknya?"
tanya Itachi lagi.
"Tentu saja kalian. Memangnya siapa lagi?" ucap
Pein enteng. Sambil bersedekap, meremehkan
resiko yang mungkin bisa terjadi. Hedeh, ini
orang! Ckckckck… -_-
"APA?" semua anggota Akatsuki terlihat syok
minus Pein dan Tobi.
"Kau gila, leader-sama! Bagaimana mungkin kami
bisa menerbangkannya!" bentak Itachi.
"No… no… no…. Tentu saja bukan kalian semua,"
ucap Pein. Yang lain menghela nafas lega. "Tapi,
Itachi dan aku yang akan menjadi pilot dan co-
pilot nya. Bagaimana?" sambung Pein. Itachi
langsung jantungan. "Hoy Itachi! Jangan acting
gitu deh! Basi tahu!" Itachi langsung bangun dan
nyengir ga jelas.
"Diangetin, senpai!" sambung Tobi.
Oh, pura-pura ternyata.
"Terus caranya gimana?" tanya Itachi.
"Ya belajarlah. Di mana-mana juga orang kalau
ga bisa pasti belajar. Anak TK aja belajar. Masa
kita kalah. Hello… Akatsuki kalah sama anak TK?
Apa kata dunia?" jawab Pein sangat enteng
mengikuti iklan pajak.
"Ha ha ha… lucu?" Itachi sewot.
"Menurutmu?"
"Aarrrghhh!" Itachi teriak frustasi dan langsung
lari masuk ke dalam kamarnya. Alhasil, pintu lah
yang menjadi pelampiasannya. Anggota lain
hanya mentapnya sambil menahan tawa.
"Yaah… Ngambek!" ledek Kisame.
"HAHAHAHAHAHA…" tertawalah mereka semua.
Reaksi yang jarang mereka tampakkan di depan
masyarakat umum. Kecuali Tobi, lain hal bila ia
menjadi seorang yang kalem bak putri raja.
Bayangkan aja Tobi jalan di catwalk dengan
anggunnya menggunakan kebaya, sanggul dan
ah, sudahlah intinya neh saja gitu.
"Hahaha… ha-ha- aha… ha… ha," Kisame masih
tertawa padahal yang lain sudah diam. Seketika
tawanya terhenti ketika mendapat deathglare dari
semua anggota Akatsuki (-Itachi).
"Ayo, lanjutkan lagi ketawanya! Ahaha… ahaha..
ha, cepat!" ucap Pein. Kisame bergidik ngeri.
"Ah, tidak usah, leader-sama!" ucap Kisame.
"Haha… haha… sudah puas ketawanya?"
"Ti–tidak, leader-sama," ucap Kisame sambil
menunduk.
"Kenapa? Tertawa saja, silahkan!" ancam Pein.
"…" tak ada jawaban.
"Hmmphfht…" terdengar suara menahan tawa.
"Apa? Siapa yang nyuruh kalian tertawa, hah?"
Pein tampak marah.
"Tidak ada leader-sama," jawab mereka. Pein
beranjak dari sofanya dan berjalan mengelilingi
semua anggota Akatsuki yang tengah berdiri
dengan wajah menunduk layaknya
mengheningkan cipta ketika upacara bendera
berlangsung setiap senin pagi, kalau tidak hujan
tentunya.
"Itachi… Kemari kau!" panggil Pein dengan suara
yang terbilang horror. Itachi langsung berlari dan
berbaris di sebelah Kisame dengan wajah yang
juga tertunduk. Pein tampaknya sangat marah
sekarang. Lihat saja, semuanya tak berkutik
bahkan ada yang hendak meneteskan air mata.
"Jangan nangis! Cengeng sekali," bentaknya tepat
di wajah Deidara. Alhasil, Deidara yang semula
menahan air mata agar tidak jatuh pun sia-sia,
tubuhnya bergetar hebat sekarang ini.
"Menangis… menangis saja yang kalian bisa. Mau
jadi apa kalian ini kalau bisanya hanya menangis,
menangis dan menangis, hah? Bangga kalian?"
semprot Pein sejadi-jadinya.
"…"
"…"
"…"
"…."
Tuh kan, diem semua. Wah, serem nih jadinya.
Pein yang tiba-tiba saja berubah, membuat
semua yang ada di ruangan itu merinding.
"Apa lihat-lihat, hah!" bentak Pein. Sasori yang
tadi curi-curi pandang melihat rekan-rekannya
terdiam, mengurungkan niatnya. "Apa kalian
tahu? Apa kalian tahu, kalau selama ini aku selalu
menahan emosiku dan berusaha sabar meladeni
kalian? Tak pernah sedikit pun kalian
memperdulikan aku, kan?" curhat Pein.
KRAUK… KRAUK…
"Kau juga author! Tenang sedikit dan jangan
memotong ketika aku sedang berbicara!" bentak
Pein pada author. Lah? kok author juga
dimarahin? *plakk
"…"
"…" Sunyi senyap bak kuburan di malam Jum'at
kliwon, sekarang menyelimuti ruang keluarga(?)
Akatsuki. Tak ada yang berani bersuara, kecuali
Pein.
"Kalian tidak peduli, kan? Mulai sekarang… aku…"
"Leader-sama," gumam Konan.
"Uhuk-uhuk," Zetsu terbatuk-batuk.
"Nih, minum obat batuk! Dalam hitungan detik
pasti dahaknya langsung encer," ucap Pein yang
entah kenapa langsung melemparkan satu botol
kecil obat batuk merk 'BOH'.
"Eh?"
"Sudah? Baiklah, aku lanjutkan," ucap Pein. "Mulai
besok, kalian akan ku ajarkan dengan prinsip
disiplin, dengan kata lain cara keras," lanjut Pein.
"Hah?" yang lain kembali kaget dan syok.
"Ya, kalian harus mematuhiku. Kalau kalian
melanggarnya, lihat saja nanti konsekuensinya.
Mulai besok kita akan mulai pelatihan awak kabin.
Dan ingat! Aku yang nanti akan menjadi
instruktur kalian! Bwahahaha… Kalian akan mati
ditanganku!" ucap Pein sangat mantap dan
mengepalkan kedua tangannya.
Michika ni aru mono
Tsune ni ki wo tsuketeinai to
Amari ni chikasugite
Miushinatte shimaishou
Tiba-tiba saja handphone Pein berdering. Dengan
gaya alay bin lebay, ia pun mengangkat
handphonenya dan menjauh mencari tempat
yang tenang untuk menelpon. Beberapa saat Pein
pergi, mereka langsung saling tukar pandang
dan… berlari menuju Pein dengan mengendap-
endap.
"Ah, iya. Baiklah, besok saya akan segera ke
sana. He-em, Arigatou," Pein mengakhiri
percakapannya. Semua anggota Akatsuki
langsung berlari menuju tempat semula.
Sepertinya ini pembicaraan yang serius.
BUK… BUK…BUK…
TAP… TAP… TAP…
BUK… BUK… BUK…
TAP… TAP… TAP…
GEDUBRAK…
GLINDING…. DUK… DUK… DUK
"Aduh, sakit. Senpai tolongin,"
Ternyata yang tadi itu suara Tobi! Oalah! Tuh
anak jatuh menggelinding di tangga. Karena
mereka semua terburu-buru dan jubah tobi yang
memang kebesaran membuatnya jatuh gara-
gara keinjek ujung jubah hitamnya sendiri. Dan
akhirnya… jeng… jeng… jatuhlah Tobi dengan
efek samping sakit pada kakinya dan kepalanya
yang menghantam dinding.
"Eh? Bunyi apaan, tuh?" ucap Pein curiga. "Siapa
di sana?" tanya nya lagi. Semua anggota Akatsuki
(-Pein) langsung gemetaran, bingung dan takut
kalau mereka ketahuan nguping. Tiba-tiba
muncul bohlam dari kepala Itachi.
"Meaow… aku kucing," ucap Itachi dengan suara
yang menyerupai kucing jadi-jadian. Menurut
sebagian orang bahkan author sendiri
menyadarinya, alasan yang dibuat Itachi
sungguh tidak masuk akal. Namun apa daya,
author tak kuasa dan mentok alasannya, ya itu
tadi. Ga masuk akal a.k.a gaje. Masa ada kata-
kata, 'Aku kucing'. Okey, back to the story!
"Oh, kucing," ucap Pein tak sadar. "Eh? Kucing
kok bisa ngomong?" tanya Pein bingung plus
cengok.
"Eh? Aku kucing stalker. Ih, apa yang ga mungkin
sih di jaman sekarang. Jangankan kucing bisa
ngomong, kucing lari saja bisa, kok. Meaow…"
lanjut Itachi ngawur masih dengan suara yang
dibuat-buat. Yang lain hanya bisa terkekeh dalam
hati.
Hebatnya, Pein bisa-bisanya percaya sama
omongan Itachi yang kelewat akal. "Oh, begitu
ya," ucapnya. Tanpa menghiraukan lagi, Pein
berjalan ke arah dapur. Sekedar membasahi
kerongkongannya yang kering sehabis berbicara
dengan kucing keriput jadi-jadian. *dibakar
Itachi*
Kesempatan baik itu, digunakan para Akatsuki
untuk kembali ke ruangan mereka berkumpul.
Sebelum Pein kembali tentunya.
"Ahaha… kau ini ada-ada saja, Itachi. Mana ada
jaman sekarang kucing bisa ngomong. Dongeng
kali, hahaha…" tawa Hidan. "Demi Jashin-sama,
ini sungguh aneh, ahaha…" lanjutnya.
"Sampai Kakuzu jadi dermawan dan rajin
menolong pun ga bakal ada," ledek Konan.
Kakuzu memonyongkan bibirnya. Biasa kesel.
*dicincang Kakuzu*
"Tapi, bisa-bisanya leader-sama percaya sama
omongannya Itachi-senpai!" ucap Tobi.
"Kebanyakan mikirin pearching kali," celetuk
Sasori yang langsung mengundang tawa
Deidara.
"Hahaha… leader-sama, leader-sama!" Deidara
geleng-geleng kepala.
(Catatan: Apabila kalian mencurigai
sesuatu, usahakan untuk menganalisanya
terlebih dahulu. Jangan mudah percaya
dengan alasan yang tidak masuk akal.)
'Oh, ternyata mereka, ya?' batin Pein yang
sekarang berada di balik pintu. 'Pantas saja tadi
ada kucing ngomong. Eh, ternyata si kakek
keriput itu?'
"Ekhem. Jadi, kucing hebat yang bisa ngomong
itu, Itachi ya? Ternyata jaman sekarang ada
kucing jadi-jadian yang keriputan, ya?" cibir Pein
yang langsung membuat semua yang berada di
ruangan tersebut terdiam namun tak terpaku(?).
Kisame yang berada di sebelah Itachi pun
menyenggol-nyenggol lengan Itachi, tapi Itachi
tetap tak bergeming. Merasa dikacangin Itachi,
Kisame melampiaskannya kepada Konan dengan
cara menendang-nendang kaki Konan. Berbeda
dengan Itachi, kali ini Konan membalasnya
dengan cara menginjak kaki Kisame. Alhasil,
Kisame hampir berteriak, tapi dengan sekuat
tenaga ia menahannya.
"Ku-kucing? Kucing apa leader-sama?" tanya
Itachi mengalihkan pembicaraan.
"Kucing jadi-jadian. Hiy… serem…" acting Pein
pura-pura ketakutan.
"Hiiiy…" ucap yang lain.
"Dan tampaknya ia berkeliaran di sini," ucap Pein
menakut-nakuti yang lain. Tampak semuanya
bergidik ngeri (-Pein), bukan takut karena cerita
Pein, tapi takut terhadap Pein yang auranya mulai
berubah. Pasti akan berakhir pahit, sepahit janji-
janji keramat Kakuzu. *ditabok Kakuzu*
'Bersiap-siaplah kalian! Tunggu saja besok,
hahahaha…'
….oOo…TBC…oOo….
"Hei, semuanya! Coba lihat ini!" teriak Naruto
sambil menunjuk selembar kertas yang
ditempelkan pada sebuah tiang listrik. Sontak
semua murid KHS berlari dan menghampiri
Naruto. Yap, sekarang sudah waktunya pulang
bagi semua murid KHS.
"Apaan sih, Naruto? Teriak-teriak gitu," ucap Kiba.
"Coba kau lihat ini!" perintah Naruto sambil
menunjuk selembaran yang tertempel. "Hei,
Teme! Cepat ke sini!" panggil Naruto. Nampak
Sasuke yang tengah berjalan dengan wajah
malas, menghampiri Naruto.
"Ada apa, Dobe?" ucapnya malas-malasan.
"Coba kau lihat ini!" tunjuk Naruto.
"Hn?"
"Bagaimana?" tanya Naruto.
"Telah dibuka Akatsuki Airlines. Sebuah
perusahaan penerbangan terbesar seantero
jagad. Dalam rangka hari jadi kami yang
pertama, dengan ini kami menjual paket promo
liburan dengan harga yang fantastis dan berbeda
dari yang lain. Dan, bla…. bla…. bla…. Segera
hubungi kami di 08XXXXXXXXXX! Buruan tiket
terbatas. Kesempatan hanya sekali dan tidak akan
diulang lagi. Karena kalau sering-sering
bangkrutlah kami! Hahaha…. tertanda Kakuzu.
Heh?" raut wajah Sasuke seketika berubah.
"Promosi macam apa ini? Katanya terkenal
seantero jagad. Tapi, nempelnya di tiang listrik.
Gag modal amet," gerutu Sasuke.
"Itulah hebatnya kami, un!" ucap seseorang yang
tiba-tiba saja muncul dengan jubah hitam
bercorak awan merah. Dengan rambut pirang
panjangnya dapat diketahui kalau ia Deidara.
"Hah? Kau! Siapa kau?" ucap Naruto yang tampak
kaget melihatnya.
"Waah, kakak cantik," ucap Kiba yang tersepona–
eh–terpesona dengan kedatangan Deidara.
"Baka! Aku ini cowok tahu, un!" omel Deidara.
Kiba langsung pundung di ujung jalan. "Eh?
Kenapa dia?" tanya Deidara. Naruto dan Sasuke
mengangkat bahu tanda tak tahu. "Biarkan
sajalah! Jadi, bagaimana? Apa kalian tertarik, un?"
tanya Deidara yang menyender di tiang listrik
karena ga ada tempat buat nyender lagi.
"Bagaimana ini, Teme?" tanya Naruto pada
Sasuke.
"Hn? Kenapa jadi aku?" jawab Sasuke bingung.
"Apa kau tertarik, eh? Kalau kau mau, aku akan
ikut," tambah Naruto.
"Memangnya kenapa? Apa hubungannya
denganku?" tanya Sasuke. Deidara hanya diam
memperhatikan Sasuke dan Naruto. Dalam hati ia
komat-kamit baca mantra tanpa segelas air putih
yang memang sangat ia butuhkan sekarang ini.
Bukan untuk nyembur pasien, tapi memang saat
ini ia kehausan karena teriknya matahari. Kalau ia
pulang tanpa bawa calon penumpang, habislah
ia.
….O….O….O….
Di tengah perjalanan pulang, Ino dan Sakura
bertemu dengan seorang pemuda berambut
merah dan memakai jubah hitam motif awan
merah. Sama seperti Naruto dan Sasuke yang
tiba-tiba dihampiri oleh Deidara yang
menawarkan promo penerbangan 'Akatsuki Air',
hanya saja kali ini berbeda. Selembarannya tidak
ditempel dan tidak juga disiarkan di televisi,
melainkan langsung dibagi.
"Konichiwa!" sapa orang itu. Dengan canggung,
Sakura dan Ino membalas sapaan pemuda itu.
"Konichiwa. Tolong jangan culik kami. Besok
akan ada ulangan harian, kalau kami tidak datang
pasti Orochi-sensei akan menghukum kami
menghitung sisik ular kesayangannya. Aku
mohon," melas Ino. Sakura sweatdrop.
"Eh? Siapa yang mau nyulik kalian? Memangnya
aku terlihat seperti penjahat?" tanya pemuda itu.
"Tidak juga, sih. Tapi kalau di komik kesukaanku,
ada penjahat yang mirip denganmu.
Memangnya ada apa?" tanya Ino.
"Syukurlah. Ah, perkenalkan, aku Akasuna no
Sasori. Cukup panggil aku Sasori saja," jelas
pemuda itu yang ternyata bernama Sasori.
Sebenarnya sih ga nyambung sama
pertanyaannya.
"Bukan itu maksudku! Aku bukan menanyakan
namamu, tapi apa yang ingin kau katakan tadi?"
jelas Ino sekaligus bertanya.
'Sasori baka! Tetap tenang…' batin Sasori.
"Gomen. Aku hanya memperkenalkan diri
supaya tidak mencurigakan dan lebih
meyakinkan. Jadi begini, kami dari Akatsuki
Airlines ingin menawarkan promo penerbangan
dalam rangka hari jadi kami yang pertama. Ini
selembarannya, silahkan dibaca. Apa kalian
berminat?" promosi Sasori.
"Dibaca aja belum," ucap Ino enteng. Tanpa ia
sadari sekarang tampak perempatan di dahi
Sasori.
'Sabar Sasori. Ingat pesan Kakuzu tadi. Kalau kau
pulang tanpa membawa calon penumpang…
maka…'
GLEK. Sasori meneguk ludah.
"Ehehe… silahkan dibaca dulu," ucap Sasori
dengan tawa yang dipaksakan, sambil
menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya
tidak gatal.
"Hm? Bagaimana forehead? Apa kau mau?" tanya
Ino pada Sakura. Sakura mengangguk. "Baiklah
kebetulan sekali minggu depan liburan. Baiklah
kami mau. Tapi tunggu persetujuan yang lain
dulu,"
"Baiklah. Kalian dari KHS, kan?" tanya Sasori
"Iya," jawab Sakura
"Ku dengar KHS akan mengadakan tour akhir
tahun, benar tidak?" tanya Sasori lagi.
"Iya. Dan, tahun ini tournya giliran kelas XI,"
jawab Sakura. "Bisa dibilang angkatan kami,"
lanjutnya.
"Oh, begitu. Baiklah! Terima kasih atas infonya,
ya! Jaa… sampai bertemu lagi," pamit Sasori yang
langsung melengos pergi. Sementara itu, Sakura
dan Ino saling tukar pandang dan mengangkat
kedua bahu mereka. Dalam hitungan detik
mereka pun berbalik dan kembali melanjutkan
perjalanan pulangnya.
"Hei Ino, memangnya yang lain mau ikut?" tanya
Sakura.
"Entahlah, forehead. Memangnya kenapa?" balas
Ino.
"Tidak. Aku hanya merasa aneh saja. Selama ini
aku belum pernah dengar tuh yang namanya
Akatsuki Air," ucap Sakura curiga.
"Benar juga, ya. Aku juga belum pernah dengar.
Tapi, ya sudahlah," balas Ino. "Emang aku
pikirin!"
"Hm, memangnya tahun ini tournya kemana,
sih?"
"Oh, kalau tidak salah sih ke Ottogakure,"
"Ottogakure ya?"
"He-eh, memangnya kau tidak tahu, forehead?"
"Ya, begitulah. Kabar terakhir yang kudengar, kita
akan ke Sunagakure,"
"Hah? Sunagakure? Yang benar saja! Liburan kok
di padang pasir,"
"Ehem," terdengar suara deheman seseorang.
Tapi, Ino masih saja melanjutkan kata-katanya. Ia
tidak perduli, karena menurutnya itu suara
deheman Sakura.
"Kau tahu forehead, berapa tong air yang kita
butuhkan kalau kita liburan di Suna? Berapa
banyak sunblock yang harus kupakai? Huh,
merepotkan sekali. Kalau saja Tsunade-sensei
merekomendasikan tour kita ke Suna, aku tak
ak–"
"Ehem. Kalau tour tahun ini ke Sunagakure, maka
aku tak segan-segan menjemurmu di tengah-
tengah padang pasir dan tak akan aku berikan air
setetes pun. Apa kau mengerti, Yamanaka?" ucap
orang itu yang ternyata adalah Gaara! Uwooo!
Ada Nii-channya author! *ditendang readers*
"Ga–Gaara! Ehehe… peace! Damai itu indah," elak
Ino. Yang benar saja, ia harus melawan Gaara
yang notabene adalah panitia penyelenggara
tour. Bisa-bisa namanya di coret dari daftar.
"Huh, kau juga Ino. Sudah tahu ia dari Suna.
Masih saja kau teruskan ucapanmu," omel
Sakura.
"Tapi, aku tidak tahu kalau ia di belakang kita
forehead," bela Ino.
"Hah, mau bagaimana lagi. Hei Gaara,
memangnya apa isi gentong ini?" tanya Sakura.
"Dokumen dan data-data siswa yang ikut tour.
Memangnya kenapa?"
"Tidak. Hanya saja, kenapa kau tidak
menggunakan tas atau apa gitu selain gentong
ini?"
"Males banget. Kalau pakai tas, muatnya dikit.
Selagi ada gentong yang ga dipakai, ya sudah ku
ambil saja," jawabnya enteng. Seketika readers,
author dan main chara sweatdroped. Secara!
Masa ganteng-ganteng pake gentong? OMG! Nii-
chan, kau mempermalukanku. *plakk
"Pake gentong? Idih, aneh banget tuh orang,"
gumam Ino, kali ini Gaara tidak mendengarnya
karena berada beberapa langkah di depan
keduannya. Sepanjang jalan, tak ada yang
memecah keheningan. Ketiganya diam, hanyut
dalam pikiran masing-masing. Hingga seseorang
datang. Seseorang dengan topeng lollipop
oranye, Tobi, datang dan teriak-teriak ga jelas.
"Hai… hai… hai… Tobi anak baek! Tobi anak baek!
Iya kan, senpai?" pekik Tobi kepada seseorang
disebelahnya. Gaara, Ino dan Sakura terdiam di
tempat dengan wajah yang tak elit. Mulut
menganga atau bahasa kerennya cengo melihat
tingkah Tobi yang bisa dibilang, ehm… autis.
"Kalian siapa?" tanya Sakura bingung.
"Eh? Jadi kalian ga kenal sama Tobi?" tanya Tobi.
Ketiganya menggeleng. "Huwe… senpai…
mereka… mereka jahat! Masa ga kenal sama Tobi.
Kalian kejam!" rengek Tobi sambil memukul-
mukul tiang listrik. "Huwe… sakit, senpai! Tangan
Tobi sakit!" rengeknya lagi.
"Eh?" Sakura, Gaara dan Ino makin bingung saat
ini. Yang benar saja ada orang seaneh Tobi tepat
di depan mereka. Bahkan lebih parah dari Naruto.
"Tobi! Kau ini! Malu-maluin, ah! Ehehe… maaf ya!
Harap dimaklumi!" ucap seseorang disebelah
Tobi. "Em, ini! Kami hanya ingin memberikan
selembaran ini. Silahkan dibaca!" lanjutnya sambil
menyerahkan selembaran tersebut.
"Akatsuki Air? Bukannya ini selembaran yang
dibagikan orang berambut merah itu, ya? Siapa
namanya? Sa-sa-sa," Ino tergagap mengingat
nama pemuda berambut merah yang tadi ia
temui di jalan.
"Sasori?" ucap orang disamping Tobi yang
memakai jepit rambut bunga di kepalanya,
Konan.
"Ah, iya dia. Kalian kenal?"
"Tentu saja. Ia rekan kami," jawab Konan.
"Oh, begitu ya,"
"Kalau begitu, kami pamit dulu, ya. Masih banyak
selembaran yang harus kami bagi," pamit Konan.
"Ayo, Tobi!"
"Ba-baik, senpai. Jaa semuanya. Tobi anak baek
pamit dulu, ya!" pamit Tobi.
"Ah, iya. Hati-hati, ya!" balas Sakura.
"He-em. Kalian semua, Titi DJ ya!" sambung Tobi.
"Apaan tuh Titi DJ? Bukannya itu nama penyanyi,
ya?" ucap Ino yang memang ga tau maksud dari
Titi DJ tersebut.
"Ih, senpai cantik-cantik kok ga gahol, seh!" sindir
Tobi.
"Eh? Apa kau bilang?" ucap Ino sewot.
"Iya. Senpai cantik-cantik kok ga tau apa itu Titi
DJ. Gak gahol banget tau ga sih!" ejek Tobi lagi
dengan gaya yang terbilang, ekhem… gahol bin
lebay.
"Emangnya apaan?" Ino tampak tak terima diejek
seperti itu.
"Titi DJ itu, hati-hati di jalan, senpai!" jelas Tobi
sambil mengangkat-angkat jari telunjuknya.
'Sial! Awas kau, ya!' geram Ino dalam hati. "Oh,
begitu," ucap Ino dengan senyum yang
dipaksakan. Sementara itu, Gaara dan Sakura
yang melihatnya tampak menahan tawa mereka
yang tampaknya akan…
"Mbuahahahahahaha…" pecah atau bahasa
kerennya jebol. Nah lo, satu korban Tobi hari ini,
Yamanaka Ino.
"Arrghhh… Kalian…" Ino yang sudah tak tahan
lagi, meluapkan emosinya.
1… 2… 3…
BLETAK
"Aduh…" Nah lo, kejadian kan. Yap, readers tau
sendiri lah, pasti dijitak. Kalau dijewer, kan
bunyinya ga gitu. Hahaha… hmmph*dibekep
readers*
….O….O….O….
At Markas Akatsuki…
Semua anggota Akatsuki kini tengah terkulai
lemas tak berdaya di atas sofa empuk yang baru
saja dibeli oleh Kakuzu kemarin. Semuanya
tampak sibuk merenggangkan otot-otot tubuh
yang kram akibat berkeliling Konoha demi
menawarkan promo Akatsuki Airlines dan juga
demi menyelamatkan masa depan mereka yang
terancam oleh janji-janji keramat extra pahit
Kakuzu(?).
"Bagaimana hasilnya?" tanya Pein selaku leader
dari Akatsuki.
"Yah, lumayanlah. Tapi, aku memiliki sedikit info
dan mungkin akan sangat berguna," ucap Sasori.
"Apa itu?" tanya Pein.
"Jadi begini. Tadi, ada dua orang murid KHS yang
berkata padaku kalau akan diadakan tour yang
memang rutin dilaksanakan tiap tahunnya di
KHS. Namun, ya, mereka belum mendapatkan
transportasi," jelas Sasori.
"Hm, bagus juga. Kurasa ini bisa jadi target
utama kita," Pein manggut-manggut. "Apa kau
tahu ke mana kira-kira mereka akan tour?"
"Kalau tidak salah ke Ottogakure,"
"Ottogakure ya," ucap Pein sambil manggut-
manggut (lagi), ga tau deh entah ngerti atau
engga. "Baiklah, kurasa Akatsuki Air akan segera
diterbangkan," ucap Pein mantap.
"Maksudnya, leader-sama?" tanya Itachi yang
tampak tak mengerti.
"Ya, tunggu apalagi. Minggu depan, Akatsuki Air
akan diterbangkan."
"Ta-tapi, kita kan tidak punya awak pesawat.
Bagaimana mungkin pesawatnya bisa terbang?"
ucap Itachi.
"Tentu saja bisa," jawab Pein.
"Heh? Lalu siapa yang akan menjadi awaknya?"
tanya Itachi lagi.
"Tentu saja kalian. Memangnya siapa lagi?" ucap
Pein enteng. Sambil bersedekap, meremehkan
resiko yang mungkin bisa terjadi. Hedeh, ini
orang! Ckckckck… -_-
"APA?" semua anggota Akatsuki terlihat syok
minus Pein dan Tobi.
"Kau gila, leader-sama! Bagaimana mungkin kami
bisa menerbangkannya!" bentak Itachi.
"No… no… no…. Tentu saja bukan kalian semua,"
ucap Pein. Yang lain menghela nafas lega. "Tapi,
Itachi dan aku yang akan menjadi pilot dan co-
pilot nya. Bagaimana?" sambung Pein. Itachi
langsung jantungan. "Hoy Itachi! Jangan acting
gitu deh! Basi tahu!" Itachi langsung bangun dan
nyengir ga jelas.
"Diangetin, senpai!" sambung Tobi.
Oh, pura-pura ternyata.
"Terus caranya gimana?" tanya Itachi.
"Ya belajarlah. Di mana-mana juga orang kalau
ga bisa pasti belajar. Anak TK aja belajar. Masa
kita kalah. Hello… Akatsuki kalah sama anak TK?
Apa kata dunia?" jawab Pein sangat enteng
mengikuti iklan pajak.
"Ha ha ha… lucu?" Itachi sewot.
"Menurutmu?"
"Aarrrghhh!" Itachi teriak frustasi dan langsung
lari masuk ke dalam kamarnya. Alhasil, pintu lah
yang menjadi pelampiasannya. Anggota lain
hanya mentapnya sambil menahan tawa.
"Yaah… Ngambek!" ledek Kisame.
"HAHAHAHAHAHA…" tertawalah mereka semua.
Reaksi yang jarang mereka tampakkan di depan
masyarakat umum. Kecuali Tobi, lain hal bila ia
menjadi seorang yang kalem bak putri raja.
Bayangkan aja Tobi jalan di catwalk dengan
anggunnya menggunakan kebaya, sanggul dan
ah, sudahlah intinya neh saja gitu.
"Hahaha… ha-ha- aha… ha… ha," Kisame masih
tertawa padahal yang lain sudah diam. Seketika
tawanya terhenti ketika mendapat deathglare dari
semua anggota Akatsuki (-Itachi).
"Ayo, lanjutkan lagi ketawanya! Ahaha… ahaha..
ha, cepat!" ucap Pein. Kisame bergidik ngeri.
"Ah, tidak usah, leader-sama!" ucap Kisame.
"Haha… haha… sudah puas ketawanya?"
"Ti–tidak, leader-sama," ucap Kisame sambil
menunduk.
"Kenapa? Tertawa saja, silahkan!" ancam Pein.
"…" tak ada jawaban.
"Hmmphfht…" terdengar suara menahan tawa.
"Apa? Siapa yang nyuruh kalian tertawa, hah?"
Pein tampak marah.
"Tidak ada leader-sama," jawab mereka. Pein
beranjak dari sofanya dan berjalan mengelilingi
semua anggota Akatsuki yang tengah berdiri
dengan wajah menunduk layaknya
mengheningkan cipta ketika upacara bendera
berlangsung setiap senin pagi, kalau tidak hujan
tentunya.
"Itachi… Kemari kau!" panggil Pein dengan suara
yang terbilang horror. Itachi langsung berlari dan
berbaris di sebelah Kisame dengan wajah yang
juga tertunduk. Pein tampaknya sangat marah
sekarang. Lihat saja, semuanya tak berkutik
bahkan ada yang hendak meneteskan air mata.
"Jangan nangis! Cengeng sekali," bentaknya tepat
di wajah Deidara. Alhasil, Deidara yang semula
menahan air mata agar tidak jatuh pun sia-sia,
tubuhnya bergetar hebat sekarang ini.
"Menangis… menangis saja yang kalian bisa. Mau
jadi apa kalian ini kalau bisanya hanya menangis,
menangis dan menangis, hah? Bangga kalian?"
semprot Pein sejadi-jadinya.
"…"
"…"
"…"
"…."
Tuh kan, diem semua. Wah, serem nih jadinya.
Pein yang tiba-tiba saja berubah, membuat
semua yang ada di ruangan itu merinding.
"Apa lihat-lihat, hah!" bentak Pein. Sasori yang
tadi curi-curi pandang melihat rekan-rekannya
terdiam, mengurungkan niatnya. "Apa kalian
tahu? Apa kalian tahu, kalau selama ini aku selalu
menahan emosiku dan berusaha sabar meladeni
kalian? Tak pernah sedikit pun kalian
memperdulikan aku, kan?" curhat Pein.
KRAUK… KRAUK…
"Kau juga author! Tenang sedikit dan jangan
memotong ketika aku sedang berbicara!" bentak
Pein pada author. Lah? kok author juga
dimarahin? *plakk
"…"
"…" Sunyi senyap bak kuburan di malam Jum'at
kliwon, sekarang menyelimuti ruang keluarga(?)
Akatsuki. Tak ada yang berani bersuara, kecuali
Pein.
"Kalian tidak peduli, kan? Mulai sekarang… aku…"
"Leader-sama," gumam Konan.
"Uhuk-uhuk," Zetsu terbatuk-batuk.
"Nih, minum obat batuk! Dalam hitungan detik
pasti dahaknya langsung encer," ucap Pein yang
entah kenapa langsung melemparkan satu botol
kecil obat batuk merk 'BOH'.
"Eh?"
"Sudah? Baiklah, aku lanjutkan," ucap Pein. "Mulai
besok, kalian akan ku ajarkan dengan prinsip
disiplin, dengan kata lain cara keras," lanjut Pein.
"Hah?" yang lain kembali kaget dan syok.
"Ya, kalian harus mematuhiku. Kalau kalian
melanggarnya, lihat saja nanti konsekuensinya.
Mulai besok kita akan mulai pelatihan awak kabin.
Dan ingat! Aku yang nanti akan menjadi
instruktur kalian! Bwahahaha… Kalian akan mati
ditanganku!" ucap Pein sangat mantap dan
mengepalkan kedua tangannya.
Michika ni aru mono
Tsune ni ki wo tsuketeinai to
Amari ni chikasugite
Miushinatte shimaishou
Tiba-tiba saja handphone Pein berdering. Dengan
gaya alay bin lebay, ia pun mengangkat
handphonenya dan menjauh mencari tempat
yang tenang untuk menelpon. Beberapa saat Pein
pergi, mereka langsung saling tukar pandang
dan… berlari menuju Pein dengan mengendap-
endap.
"Ah, iya. Baiklah, besok saya akan segera ke
sana. He-em, Arigatou," Pein mengakhiri
percakapannya. Semua anggota Akatsuki
langsung berlari menuju tempat semula.
Sepertinya ini pembicaraan yang serius.
BUK… BUK…BUK…
TAP… TAP… TAP…
BUK… BUK… BUK…
TAP… TAP… TAP…
GEDUBRAK…
GLINDING…. DUK… DUK… DUK
"Aduh, sakit. Senpai tolongin,"
Ternyata yang tadi itu suara Tobi! Oalah! Tuh
anak jatuh menggelinding di tangga. Karena
mereka semua terburu-buru dan jubah tobi yang
memang kebesaran membuatnya jatuh gara-
gara keinjek ujung jubah hitamnya sendiri. Dan
akhirnya… jeng… jeng… jatuhlah Tobi dengan
efek samping sakit pada kakinya dan kepalanya
yang menghantam dinding.
"Eh? Bunyi apaan, tuh?" ucap Pein curiga. "Siapa
di sana?" tanya nya lagi. Semua anggota Akatsuki
(-Pein) langsung gemetaran, bingung dan takut
kalau mereka ketahuan nguping. Tiba-tiba
muncul bohlam dari kepala Itachi.
"Meaow… aku kucing," ucap Itachi dengan suara
yang menyerupai kucing jadi-jadian. Menurut
sebagian orang bahkan author sendiri
menyadarinya, alasan yang dibuat Itachi
sungguh tidak masuk akal. Namun apa daya,
author tak kuasa dan mentok alasannya, ya itu
tadi. Ga masuk akal a.k.a gaje. Masa ada kata-
kata, 'Aku kucing'. Okey, back to the story!
"Oh, kucing," ucap Pein tak sadar. "Eh? Kucing
kok bisa ngomong?" tanya Pein bingung plus
cengok.
"Eh? Aku kucing stalker. Ih, apa yang ga mungkin
sih di jaman sekarang. Jangankan kucing bisa
ngomong, kucing lari saja bisa, kok. Meaow…"
lanjut Itachi ngawur masih dengan suara yang
dibuat-buat. Yang lain hanya bisa terkekeh dalam
hati.
Hebatnya, Pein bisa-bisanya percaya sama
omongan Itachi yang kelewat akal. "Oh, begitu
ya," ucapnya. Tanpa menghiraukan lagi, Pein
berjalan ke arah dapur. Sekedar membasahi
kerongkongannya yang kering sehabis berbicara
dengan kucing keriput jadi-jadian. *dibakar
Itachi*
Kesempatan baik itu, digunakan para Akatsuki
untuk kembali ke ruangan mereka berkumpul.
Sebelum Pein kembali tentunya.
"Ahaha… kau ini ada-ada saja, Itachi. Mana ada
jaman sekarang kucing bisa ngomong. Dongeng
kali, hahaha…" tawa Hidan. "Demi Jashin-sama,
ini sungguh aneh, ahaha…" lanjutnya.
"Sampai Kakuzu jadi dermawan dan rajin
menolong pun ga bakal ada," ledek Konan.
Kakuzu memonyongkan bibirnya. Biasa kesel.
*dicincang Kakuzu*
"Tapi, bisa-bisanya leader-sama percaya sama
omongannya Itachi-senpai!" ucap Tobi.
"Kebanyakan mikirin pearching kali," celetuk
Sasori yang langsung mengundang tawa
Deidara.
"Hahaha… leader-sama, leader-sama!" Deidara
geleng-geleng kepala.
(Catatan: Apabila kalian mencurigai
sesuatu, usahakan untuk menganalisanya
terlebih dahulu. Jangan mudah percaya
dengan alasan yang tidak masuk akal.)
'Oh, ternyata mereka, ya?' batin Pein yang
sekarang berada di balik pintu. 'Pantas saja tadi
ada kucing ngomong. Eh, ternyata si kakek
keriput itu?'
"Ekhem. Jadi, kucing hebat yang bisa ngomong
itu, Itachi ya? Ternyata jaman sekarang ada
kucing jadi-jadian yang keriputan, ya?" cibir Pein
yang langsung membuat semua yang berada di
ruangan tersebut terdiam namun tak terpaku(?).
Kisame yang berada di sebelah Itachi pun
menyenggol-nyenggol lengan Itachi, tapi Itachi
tetap tak bergeming. Merasa dikacangin Itachi,
Kisame melampiaskannya kepada Konan dengan
cara menendang-nendang kaki Konan. Berbeda
dengan Itachi, kali ini Konan membalasnya
dengan cara menginjak kaki Kisame. Alhasil,
Kisame hampir berteriak, tapi dengan sekuat
tenaga ia menahannya.
"Ku-kucing? Kucing apa leader-sama?" tanya
Itachi mengalihkan pembicaraan.
"Kucing jadi-jadian. Hiy… serem…" acting Pein
pura-pura ketakutan.
"Hiiiy…" ucap yang lain.
"Dan tampaknya ia berkeliaran di sini," ucap Pein
menakut-nakuti yang lain. Tampak semuanya
bergidik ngeri (-Pein), bukan takut karena cerita
Pein, tapi takut terhadap Pein yang auranya mulai
berubah. Pasti akan berakhir pahit, sepahit janji-
janji keramat Kakuzu. *ditabok Kakuzu*
'Bersiap-siaplah kalian! Tunggu saja besok,
hahahaha…'
….oOo…TBC…oOo….
Akatsuki dan Cerita Seram
Pair : Akatsuki
Humor
Kelas 9A memang kelas paling nyentrik bin
ajaib. Yah walaupun kelas ini sering dibilang
'Kelas Buangan' karena yang menempati kelas
ini hanya 10 orang murid yang aneh bentuk
dan spesiesnya serta seorang guru mesum
berambut silver yang suka memakai masker
hitam—udah bisa nebak 'kan siapa? Tapi
mereka ini sebenernya baik—cuman kalo lagi
kumat, bisa nggak pada tempatnya.
Baiklah, mari kita berkenalan dengan anggota
kelas nyentrik ini.
Pein Nagato—ketua kelas berambut oranye
yang demen banget bikin tindikan disana-sini.
Bahkan dia menindik pantatnya—alasannya
karena di wajahnya sudah tidak ada lapak lagi.
Sifat cool-nya tidak menutup kemungkinan
akan sifat nistanya, mengingat ia selalu molor
di kelas dan terbangun sembari berteriak,
"Tongseng tiga, bang!"
Konan—wakil ketua kelas yang sama bejatnya.
Rambutnya ungu dengan hiasan sebuah mawar
yang terbuat dari origami. Jago di bagian
sastra, tapi sangat merosot di bagian hitungan.
Pendiam, dan gak banyak bicara, tapi bisa
jejeritan gak karuan kalau liat kecoak
disekitarnya.
Itachi Uchiha—cowok kaya yang sekarang
sedang menggeluti dunia perbisnisan Uchiha
Corps—perusahaan saham terbesar di seluruh
Konoha. Maka tak heran dengan wajah yang
tampan—dengan mata berwarna merah
menyala serta sedikit kerutan di wajahnya yang
ia anggap—err seksi itu diincar oleh berjuta
wanita diseluruh pelosok Konoha, tak
ketinggalan seorang tukang jamu dari dimensi
lain yang sangat mengaguminya (baca: tergila-
gila padanya) yang rela datang jauh-jauh dari
pedalaman Papua demi cintanya pada Uchiha
sulung ini.
Akasuna no Sasori—cowok berambut merah
menyala ini tidak banyak bicara dan tak banyak
tingkah. Cool adalah penggambaran paling
tepat saat ini untuknya. Didukung wajah yang
tidak pernah senyum sedikitpun, serta sifat
playboy-nya yang sudah sungguh terlalu
membuatnya mempunyai banyak fans-girl
dimana-mana. Salah satunya seorang nenek
berambut putih yang dengan pedenya nyengir
padanya padahal giginya sudah hilang tertelan
zaman semua—membuat Sasori ingin muntah.
Deidara—cowok berambut pirang yang demen
banget ngerakit bom—maklumlah mantan
teroris yang harusnya udah mati gara-gara
bom bunuh diri JW Marriot kemaren—eh
maksudnya pas bom di Konoha, tapi karena dia
rada mirip kucing—dari mana—jadi punya
sembilan nyawa. Sebenernya rada ngelantur
dikit sih, dia masih SMA dan partner tetapnya
Sasori. Demen banget meletin lidah, gatau
ngefeknya apaan, yang jelas dia bilang itu
membuatnya tambah—agak seksi. Masa sih?
Zetsu—makhluk spesies jaman purba yang
nggak punah-punah dari jaman kuda gigit besi
sampai besi gigit kuda. Paling aneh dari segala
yang aneh. Hidup di dua alam, dan dua
dimensi. Paling suka ngerawat tanaman—mirip
emak emak emang, tapi dia lebih suka
nyemprotin bunga-bunga daripada rapat gaje
Akatsuki yang bisa bikin dia ngantuk.
Kakuzu—manusia paling matrealistis. Tugasnya
nagihin duit kas ke anak-anak kelas lainnya.
Padahal sendirinya nggak pernah bayar.
Sekalinya bayar pasti ngutang. Sinting sinting
normal, nggak jauh beda sama temen
sekelasnya. Kalo liat duit ditengah jalan,
dijamin matanya langsung ijo terus ada
lambang '$'-nya.
Hidan—partnernya Kakuzu. Sama-sama bejat,
tapi dia lumayan normal. Pengikut setia aliran
sesat pemuja Dewa Jashin. Punya selusin lebih
poster Dewa Jashin yang entah darimana dia
colong. Hobi bertapa ditempat aneh dengan
ritual aneh. Semuanya aneh—bonus mukanya
juga.
Kisame Hoshigaki—salah satu maniak ikan.
Mulai dari ikan salmon, ikan yang bisa ngelap
ingus sendiri, sampe sampe ikan yang bisa
ngupil dan upilnya ditaro dikolong meja.
Pokoknya hidupnya cuma buat ikan seorang!
Gak ada yang lain.
Tobi—autis. Cuma itu satu-satunya kata yang
menggambarkan bocah abstrak itu.
.
.
.
Suasana kelas 9A lagi ribut banget. Pasalnya
guru mesum—Kakashi lagi gak masuk gara-gara
gak enak hati—eh maksudnya—gak enak
badan. Jadilah manusia-manusia aneh penghuni
9A itu jejingkrakan gaje sambil ngerumpi nggak
jelas.
"Konan sayang, temenin ayang Pein yuk," mulai
dah tuh si Pein ngelancarin jurus rayuan
gombalnya.
"Emang mau kemana?" samber Kisame sambil
ngelus-ngelus ikan peliharaannya.
"Ke toilet," Pein nyengir. Seluruh anggota
akatsuki minus Pein jawdrop.
"Najis ih!" keluh Konan jijik.
"Emang kenapa sih? Nggak biasanya lu minta
ditemenin, jangan bilang lu mau apa-apain si
Konan." Ujar Kakuzu. Konan langsung nampolin
dia.
"Sembarangan lu!" double attack! Kakuzu
langsung benjol kepalanya sama Pein dan
Konan.
"Ya, terus kenapa un? Tumben amat leader
un," kali ini Deidara buka suara. Ditimpali
anggukan teman-temannya minus Pein.
Muka Pein langsung berubah pucat.
"Kemaren, gue denger cerita dari anak kelas
9B yang kelasnya sebelahan sama kamar mandi
sekolah," Pein memulai ceritanya. Anak
akatsuki yang lain duduk tegak, sambil pasang
kuping. "Kata mereka—" wajah Pein udah
horor duluan.
"Apaan sih?" Sasori mulai penasaran kala Pein
memberikan jeda. Pein mematikan lampu
dikelasnya.
"Kok dimatiin?" si Tobi kali ini bersuara.
"Biar lebih mencekam," suara Pein rendah.
Bikin semuanya merinding. Mereka langsung
merapat bikin lingkaran ngelilingin Pein yang
berada ditengah-tengah megang lilin yang
entah datang darimana.
"Cepetan!" Itachi mulai nggak sabaran. Dia
udah mulai ngerasa aneh di tengkuknya.
Merinding dikit gitu. Ternyata pas nengok si
Kisame dibelakang dia. Pantes aja tuh napasnya
bau naga.
"Apaan sih lu Kis," Itachi risih langsung nabok
Kisame yang langsung mengaduh kesakitan.
"Jadi dilanjut nggak nih ceritanya?" Pein mulai
kesel. Yang lain langsung ngangguk-ngangguk.
"Terus, anak kelas sebelah itu bilang—"
semuanya sibuk melotot kearah Pein. "Kalau
ada sesuatu dibalik pintu kamar mandi sekolah
kita," lanjut Pein.
"Palingan juga cowok-cowok genit yang suka
ngintipin cewek," sergah Konan santai. Akatsuki
minus Konan langsung mendelik.
"Bukan!" Pein geleng-geleng sambil masang
wajah horor.
"Terus apaan? Cepetan napa! Penasaran gue!"
desak Hidan yang mukanya udah pengen
ngegarot si Pein. Zetsu mengangguk setuju.
"Ada—" semua anggota akatsuki menajamkan
pendengaran sambil tetap fokus pada cerita
Pein.
"Seseorang dibelakang pintu itu, dan dia adalah
—" mereka langsung menahan napas.
Penasaran. Juga agak sedikit—merinding. Pein
ngeliatin anggotanya yang pasang tampang
madesu. Kasian juga ngeliatnya.
Lalu, dia lirik kanan lirik kiri dulu nggak jelas
mau ngapain baru ngelanjutin ceritanya.
"Dia itu adalah—"
Jeda.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
Dan akhirnya—
—kuntilanak!" pekik Pein nyaring. Membuat
seluruh anggota akatsuki langsung reflek
meloncat kaget. Dan pada teriak-teriakkan gaje.
"KYAAA!" teriak Konan kaget.
"ASTAGA DEWA JASHIN! SELAMETIN GUEEEEE!"
Yang ini teriakan Hidan.
"Tuhan! Gue anak baik! Gue masih ingin hidup!
Gue belum dua puluh tahun! Gue belum kawin,
belum punya anak! Gue masih sayang nyawa,"
yang ini—si Kisame curhat.
"DUIIIIIIT," teriak Kakuzu lebay.
"Jadi takut un," Deidara masih sempet-
sempetnya meluk si Sasori.
"Apaan sih Dei!" Sasori mukanya udah pucet.
Dia takut, tapi gengsi mau bilang.
Zetsu diem aja. Dia tetep stay cool meski dia
udah gemeteran.
"Oh My Uchiha!" ini Itachi—teriak narsis
sambil ngibasin rambutnya.
Semuanya pada sweatdrop. Tiba-tiba Pein
ngelirik Tobi yang daritadi nggak ngeluarin
sepatah kata pun. Mendadak mereka semua
minus Tobi ngelirikin Tobi dengan penuh tanda
tanya. Biasanya si autis ini yang paling sering
bergaung, begitulah pikir mereka.
"Tob, lu nggak apa-apa 'kan?" tanya Pein—
berusaha menampilkan suara coolnya padahal
dia nahan kencing tuh.
Tobi masih nggak ngejawab.
Semua anggota akatsuki langsung pasang
tampang horor sambil ngeliatin Tobi yang
dengan antengnya duduk sila.
"Tob?" desis Sasori.
Tobi masih diem aja.
"Woy Tob!" Hidan udah kagak sabaran aje. Dia
nepok bahu si Tobi.
Tobi tetep nggak bergeming.
Pein udah nelen ludah. Zetsu makin gemeteran.
Konan gigit jari. Kesempatan—Kisame meluk
meluk Sasori yang langsung ditabok uke-nya—
Itachi.
"Senpai—" akhirnya Tobi bersuara. Semuanya
menghela napas lega. Tapi kemudian mereka
semua ngeliatin Tobi. Tuh anak suaranya kok
berat banget?
"Kuntilanak-nya pake baju apaan?" semuanya
jawdrop.
Deidara udah gemes pengen ngetekkin nih
bocah atu. Polosnya kelewatan, ampe bikin dia
bloon.
"Terus kuntilanak-nya napak nggak?" semuanya
langsung pingsan minus Tobi. "Kok Tobi
ditinggalin?" Tobi mulai ngerengek autis ngeliat
senpainya pada tepar.
Lilin pun redup. Sementara akatsuki yang lain
udah pada ke alam bawah sadar masing-
masing.
Poor , Tobi...
END
Akatsuki Waktu Luang
> WAKTU LUANG <
GENRE : HUMOR
GENRE : HUMOR
SUMMARY : Akatsuki kali ini punya banyak
waktu luang. Mereka santai sekali ketika waktu luang. Kejadian kocak
dan lucu apalagi yang akan mereka lakukan? Apa saja yang mereka lakukan
untuk menghabiskan waktu luang? Baca aja deh. HAPPY READING..^^
MONGGO….
.
.
Markas Akatsuki….
"Hoaammm…." Hidan menguap hingga mulutnya menganga selebar gua. Tentu saja ini membuat musuh bebuyutannya jadi kumat jailnya.
"Hidan-senpai, kalau nguap itu jangan lebar-lebar dong..! entar kemasukan kecoak baru tau rasanya lhoo.." dengan riang Tobi mengatakan hal yang lucu tapi tidak lucu untuk Hidan. Tak butuh waktu lama, perempatan mulai muncul di jidat si pengikut Jashin itu.
"Hoooaaam,,,,Apa katamu..?" Hidan mengamuk sambil terus menguap. Kelihatannya dia terkena virus ngantuk yang disebabkan oleh nyamuk malahtidur *evolusi dari malaria*. Sementara itu Sasori dan Deidara kelihatannya punya niat baik (baca : buruk) yaitu memasukkan serangga ke mulut Hidan yang dari tadi seperti mempersilahkan serangga masuk dengan senang hati.
"Psst… Sasori-sama, ayo ambil kecoak itu." ajak Deidara sambil berbisik pada Sasori. Sasori melirik seekor kecoak yang sedang jogging di depannya. Lalu jari telunjuknya bergerak. Ya, tepat sekali, ia pakai kugutsu no jutsunya untuk menarik kecoak itu. jadi tak perlu ketahuan pimpinan mereka yang super dingin tapi kadang bias lebay alay dan sebangsanya itu.
"Kekekeke…." Sasori dan Deidara tertawa ala devil itu. Kali ini seni adalah ledakan milih Deidara tak berguna, karena soal jail yang tanpa ketahuan itu bagiannya Sasori. Kalau pakai ledakan Deidara bias hancur berantakan nanti. Sasori pun tak mau menunggu lama karena ia memang benci menunggu apalagi ditunggu siapapun jadi karena itu…. "Halah author kepanjangaaan…! Ribet tau,,,!" seru semua Kru protes.
Back to the story…
Sasori pun mengunakan dua jari kanannya untuk membuat kecoak itu masuk ke dalam mulut Hidan.
"Hoaaaaaa…. Aakkkhhh…. Eeekkkk … hoekkk…" Hidan tersedak kecoak. Kalau aja tersedak sapi mungkin ia bias mati berdiri kali ya? Mungkin. Hidan pun bersusah payah mengeluarkan sesuatu yang masuk ke mulutnya itu dengan segala cara. Ia menyabet sabitnya. Hidan mengangkat tinggi-tinggi sabitnya dan….. DUAKK ..! Ia memukul kepalanya sendiri dengan sabit. Tapi, tunggu. Apa hubungannya tersedak sama mukul kepala? *Kagak beres nih*.
"Gyakakakakakakakakakakk…!" Deidara dan Sasori tertawa dengan leganya.
"Hey hey… Kau ini kenapa Hidan? Apa kau tersedak ikan Hiu?" Tanya Kisame.
"Iya nih Hidan-senpai…. Apa tenggorokanmu demam? Perlu aku potong dengan sabit?" Tanya Tobi dengan manisnya. Semua langsung memandang Tobi.
"Eeh…. Ada apa?" Tanya Tobi bingung.
"Sejak kapan tenggorokan bias demam, bodoh?" ujar semuanya tak terkecuali. Bahkan Hidan pun ikut bicara. *bukannya tersedak?*. bahkan Author pun bingung kenapa orang tersedak kecoak bias ngomong.
"AAakkk…. Oooong… AAuuuu…!" seru Hidan mengerang (baca : "Akkhh…. Tolong… aku..").
Akhirnya Konan punya inisiatif bagus. Ya, yaitu memukul pantat eh memukul punggung Hidan dengan pedang Samehada milik Kisame.
"Kisame, aku pinjam ya?" Tanya Konan.
"Hmm… Buat apa?" Tanya Kisame.
"Sudah… lihat saja. Aku pinjam..!" serunya lagi. Kisame pun memberikan Samehadanya.
"Hei Konan, tunggu…! Jangan untuk….,-" sela Kisame
BUAKKK!
"Memukul….." lanjut Kisame.
"Yaaayy…! STRIKEEE…!" seru Tobi semangat. Semuanya sweatdrop. Bagaimana tidak? Karena ternyata yang dipukul oleh Konan bukanlah punggung Hidan, melainkan pantat Hidan. Terang saja semua sweatdrop.
"HAAAAAAAAAAAA! HATSAAA HOHOH…!" teriak Hidan (baca : dasar bodoh). Semuanya hanya cengo lantaran tak tahu Hidan ngomong apa.
"Whooops…. Salah..! Kukira tadi itu punggung. Habisnya punggung sama pantat sama sih. Lain kali ditulisi dong yang mana punggung yang mana pantat!" komentar Konan. *Apa? -,-a*. Konan pun mengambil ancang-ancang lagi untuk memukul punggung Hidan.
"Siap?" Tanya Konan. Hidan hanya bias berdoa dalam hati. 'Dewa Jashin selamatkan aku dari siksaan nan pedih ini' mungkin itulah yang ada dalam hati Hidan.
"Three two one…. Goooooo Hiiiitttttt…!" seru semuanya.
DUAKKK!
Kali ini pukulannya tak meleset, dan kecoak itu pun lompat keluar dari mulut Hidan. Hidan pun ikut terlempar karena saking kerasnya pukulan Konan tadi.
"GYAAAAA…!" teriak Hidan yang masih melayang di atas kesembilan temannya.
"Wooooooiiii….! TANGKAP AKUUUUUU….!" Seru Hidan berharap. Lalu dengan cepat Sasori, Pein, Tobi, Zetsu, Kisame, Kakuzu, Itachi, dan Deidara saling mendekat untuk menangkap Hidan. Dan ketika Hidan jatuh….
BUKKK…! Suara sepuluh karung beras terjatuh, ehh…. Bukan. Tapi Hidan yang tejatuh. Ternyata ketika Hidan jatuh, delapan orang di bawahnya malah melepas tangan mereka dan yang terjadi adalah Hidan jatuh ke tanah tanpa ada tangkapan dari temannya. Kasihaan…
"KUKIRA TADI KALIAN AKAN MENANGKAPKU ….! TERNYATA MALAH MENJEBAKKKUUU!" teriak Hidan dengan puasnya. Sedangkan yang lain sedang sibuk mendengarkan lagu memakai headphone.
"Hah? T.T malangnya nasibku…." Kali ini Hidan meratapi nasibnya.
"Hei ayolah kita cari suasana baru. Ngapain kek?" usul Konan.
"Iya nih… Apa ya?" sambung Tobi.
"Eeh…. Tobi punya ceritaaa…!" seru Tobi.
"Apa?" kata Konan.
"Beberapa hari yang lalu Tobi bertemu seseorang yang terkenal…!" katanya dengan bangga.
"Siapa? Michael Jackson?" Tanya Pein.
"Britney Spears?" sambung Kakuzu.
"Jackie Chen?Hm.." sambung Deidara.
"Bukan!" sanggah Tobi.
"Lalu siapa?" Tanya Kisame dan Hidan bersamaan sambil mendongakkan kepalanya sampai kepentok topeng Tobi.
"Mm….. Polisiii….!" Teriak Tobi girang. Semua langsubg sweatdrop seketika, begitu juga dengan Author dan para Kru.
"Dasar payaah..! Kau lulus SD apa gak siihhhh?" seru Hidan.
"Hmm… di sini kan nggak ada SD. Adanya kan Akademi. Bweeek…!" Tobi menjulurkan lidahnya.
"Apaaaa? Tunggu…. Ehh… Iya ya?" Hidan menghentikan aksi protesnya.
"Pein, sebenarnya kau memilih mereka jadi anak buahmu dari apanya? Dari payahnya?" Tanya Konan menyipitkan mata dan melirik Pein.
"Entahlah. Mungkin waktu itu aku kerasukan setan badut yang bodoh sampai memilih mereka ini. Kelihatannya Cuma Itachi yang bias diharapkan." Pein pun jadi pasrah. Itachi menoleh karena namanya disebut.
"Apa panggil-panggil?" Tanya Itachi dengan wajah dinginnya. Ternyata apa yang dilakukan Itachi? Ya, dia menyabotase semua peralatan teman-temannya, seperti sabit milik Hidan, tanah liat milik Deidara, boneka milik Sasori, Samehada milik Kisame bahkan sampai origami serta topeng milik Tobi. Itachi memasukkannya dalam dimensi genjutsunya.
"Woi, apa yang kau lakukan?" Tanya Pein.
"Ooh…. ini semua mau aku jual. Lumayan buat bantu keuangan buat nyekolahin anak." Jawab Itachi enteng.
"Apa?...-,-" Pein sontak kaget. Ternyata yang dibanggakan malah bikin patah hati.
"Tunggu, memang kau punya anak?" Tanya Konan.
"Enggak…" Itachi malah memperlihatkan wajah datar dan super polos.
"Terus buat anak siapa?" Tanya Pein.
"Bentar lagi juga lahir." Jawab Itachi tanpa beban.
"Memang kau sudah punya kekasih?" Tanya Konan menginterogasi.
"Dasar cerewet. Aku tidak punya kekasih. Aku ini masih jomblo asli." Jawab Itachi lagi.
"Terus anak apa dong?" Tanya Konan makin penasaran.
"Anak kucing gue yang mau lahir bentar lagi."
GUBRAKK!
Mendengar itu semua anggota akatsuki minus Tobi dan Itachi langsung sweatdrop tak karuan. Bagaimana tidak? Anak kucing mau disekolahin? Canggih amat tuh?
"Emm….. Itachi-senpai, memang ada ya sekolah kucing?" Tanya Tobi dengan polosnya. Sebenernya author sendiri bingung, Pentium berapa sih isi kepala Tobi ini? Jangan-jangan Pentium minus 10 lagi. Habis lebih lemot dari jalannya siput tua yang lagi ngantuk dan butuh waktu 1 jam buat menempuh 30 cm. Benar-benar.
"Ada."
"Dimana?"
"Mau tau?" Tanya Itachi maju mendekati Tobi.
"Iya~ Kali aja habis ini Tobi mau beli kucing terus disekolahin di sana..!" seru Tobi riang.
"Kalau gitu balik kanan dulu." Pinta Itachi. Tobi pun balik kanan.
"Terus kencangin jubahmu." Ujar Itachi lagi. Seperti kata Itachi, Tobi mengencangkan kancing jubahnya. Alhasil jadi seperti jajan lepet yang ditali.
"Lalu…"
DUAKKK!
Ternyata, Itachi menendang Tobi sampai melayang jauh menembus langit-langit markas yang terbuat dari batu itu. Mengesankan bukan?
"GAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Tobi.
"Wow, Itachi, tendanganmu keras banget ya? Cocok nih buat ikut piala dunia." Ujar Pein sambil memandangi Tobi yang melayang dan entah terjun bebas kemana. Ke selokan mungkin. Atau juga nyasar di sarang naga terus disembur deh mukanya. Pulang-pulang langsung jadi sehitam pantat panic. Hitam manis sih tidak apa-apa, tapi kalau hitam pahit gimana?
"Kira-kira kemana tuh bocah jatoh?" Tanya Sasori.
"Aku tebak jatoh ke selokan." Jawab Kisame.
"Enggak deh, un. Pasti jatoh ke pohon touge." Sambung Deidara.
"Pohon touge?" Tanya Pein sweatdrop. Pein, Pein, kasihannya dikau harus mengurus anak buah yang sangat membanggakan ini (baca : memalukan).
"Bukan! Tapi ke planet Pluto." Sahut Kakuzu tak mau kalah.
"Dasar bodoh! Planet Pluto udah kagak ada…!" seru Hidan.
"Tumbenan pinter? Nyolong buku siape Lo?" Tanya Kakuzu.
"Nyolong-nyolong ….. Jangan seenak perut aja ngomong. Gua ngutil dari toko buku kok…. Kagak nyolong." Jelas Hidan bangga.
"Memang apa bedanya?" Tanya semua minus Hidan.
"Tentu saja beda. Nyolong, n-y-o-l-o-n-g terus ngutil n-g-u-t-i-l . Beda kan?" jelas Hidan lagi.
"Hah, ngomong sama bocah nggak lulus TK emang susah." Sela Sasori.
"Siapa bilang gua gak lulus TK?" Tanya Hidan.
"Lah terus?" Tanya Konan.
"Gua gak lulus Playgroup tau..! Enak aja gua gak lulus TK. Gue murid terbaik tau dulu di SD." Ujar Hidan bangga.
"Ya, terbaik nomer satu dari bawah. Iya kan?" sahut Sasori.
"Dasar bocah rambut merah! Lu nantangin?" bentak Hidan.
"Bukan gue yang nantang. Tapi noh, ikan hiu si Kisame tuh yang mangap-mangap nggak jelas dari tadi .." Sasori menunjuk seekor ikan hiu yang dari tadi mangap-mangap tidak jelas itu. Entah karena lapar, kekenyangan, mau melahirkan, atau bahkan mau lompat ke trampoline terus terbang menembus lapisan atmosfer(?)
.
.
"Senpaaaaiiiii~…..!" tebak suara siapa ini. Yak ini adalah suara si Tobi.
"Wah, udah kembali nih. Rekreasi kemana aja kau, un?" sapa Deidara.
"Rekreasi apanya? Tobi tadi jatoh dari lapisan atmosfer ke 37(?) terus nyungsep dah ke hutan. Eh, nggak taunya jatoh di tengah-tengah babi rusa laper. Maraton deh jadinya sampai mengelilingi samudera pasifik melewati gunung Everest terus nyangkut dah di puncak Monas dan akhirnya dengan selamat bisa kembali ke markas tercinta ini." Jelas Tobi menceritakan pengalaman rekreasinya.
Cengo. Pasti. Itulah ekspresi wajib yang harus ditunjukkan jika Tobi mulai mengatakan hal yang tidak realistis sekaligus tidak logis dan tidak dapat dicerna oleh otak bahkan tidak bisa diperkirakan dengan rumus matematika atau fisika.
"…" seru semua minus Tobi.
"Kenapa?" Tanya Tobi. Udah tau ceritanya super duper hyper deluxe jumbo triple XL kagak nyambung masih aja Tanya 'kenapa'.
"Ada kucing terbang barusan." Jawab Itachi ngasal.
"Hah mana? Mana? Tunjukin dong? Mau Tobi potret nih….. Kali aja bisa diperbesar terus dipasang deh di kamar Tobi. Mana Itachi-senpai?" Tanya Tobi.
BLETAK BLETAK BLETAK
Tiga jitakan mendarat dengan sukses di kepala Itachi. Kenapa? Mari kita dengar alasan dari anggota yang lain.
"Dasar baka! Gara-gara jawaban ngasalmu itu Tobi jadi heboh lagi tuuuhhh!" bentak Hidan muncrat-muncrat.
"Iya nih, padahal baru aja tenang tentram sejahtera selamat sentosa. Eh, dibikin heboh lagi." Komentar Konan.
"Payah!"
"Gimana kalau Tobi kita tidurkan saja, supaya kita bisa menikmati waktu luang kita dengan tenang dan damai?" usul Kisame.
"Hmm…. Caranya, un?" Tanya Deidara.
"Kita bius aja pake obat tidur." Bisik Kisame.
"Bener tuh. Ayo. Sasori, minta racun dosis rendah dong…" Tanya Konan.
"Kenapa gak sekalian dosis tinggi? Biar nggak bangun sekalian?" jawab Sasori.
"Kejamnya kau. Setidaknya dia masih bisa dibuat badut penghibur lain kali. Kau ini. Cepat mana!" ujar Konan.
"Ogah.." jawab Sasori.
"Sasori, awas saja kau….. Apa kau mau merasakan diinjak patung gedo mazo hah?" ujar Pein mengintimidasi.
"Uhh….. O..Oke dehh boosss….." Sasori pasrah. Sebotol racun dosis rendahnya diserahkan tanpa sepeser pun uang.
"Ayo kita mulai."
.
"Tobi, apa kau mau aku beri parfum? Bukankah parfummu habis?" Tanya Konan.
"Ahh, iya. Konan – senpai perhatian sekali sama Tobiiii is a good booooyyyy…!" seru Tobi girang.
"Whooo yyaaa dong. Kita kan senpai yang baik..!" kali ini Hidan yang bicara.
"Kalau Hidan-senpai mah nggak ada baik-baiknya sama sekali." Komentar Tobi.
"APA?"
"Sabar un, sabar…." Ujar Deidara mengelus perut eh dada Hidan.
"Ini…" Konan memberi botol berisi racun itu.
"Hmmmm…" Tobi pun membuka tutup botol itu.
SATU
DUA
TIGA
"Emm, oh ya, Tobi mau ke toilet dulu nihh….. Bentar ya?" Tobi pun melesat menuju toilet.
"Halaaaahhhh…." Ujar Pein.
10 menit kemudian
"Udah Tobi?" Tanya Sasori.
"Udah.~~" Tobi pun kembali membuka tutup botol itu. Daannn….
SATU
DUA
TIGA
BRUKKK
Tobi pun jatuh tersungkur karena menghirup racun itu. Tapi…..
"Lho? Kenapa dia kayak kejang-kejang?" Tanya Kisame.
"Iya un? Kenapa?" Tanya Deidara.
"Memang racun apa tadi Konan?" Tanya Pein.
"Racun dosis rendah. Benar kan Sasori?" Tanya Konan menoleh ke laki-laki berambut merah itu.
"Siapa bilang itu racun dosis rendah?" Tanya Sasori balik bertanya.
"Lho? Lalu? Dosis tinggi gitu?" Tanya Konan.
"Bukan." Jawab Sasori singkat.
"Jadi?" Tanya Itachi.
"Racun serangga…" jawab Sasori tanpa beban.
"HAHHH?"
"Iya, racun serangga." Ujar Sasori mempertegas.
"Pantesan tuh anak kayak uler keket yang kepanasan." Ujar Hidan.
"Biarin aja deh. Yang penting kita damai." Sela Kakuzu.
"Kejam banget kau Kakuzu." Kata Kisame.
"Tapi, biarin deh. Tobi gak bakalan mati kok. Kan udah aku campur makanan favorit Tobi di racun serangga itu. Jadi pasti dia menikmatinya." Jelas Sasori.
"Emang apa makanan favoritnya?" tanya Pein.
"Jus ulat... " jawab Sasori dengan polosnya bahkan keliatannya transparan tuh.
"Iya ya….. Yang penting bebassss…!" seru Hidan.
"Lho hei?" sela Hidan lagi.
"Kagak napa-napa kan keriput. Dasar..." ujar Zetsu.
"Iya deh Kantong semar. Lho? Sejak kapan lu di sini?" tanya Hidan kaget. Tapi sayang sudah ditinggal Zetsu pergi.
….?
Dan akhirnya, berkat racun serangga plus makanan favorit Tobi itu berhasil membuat Tobi diam untuk beberapa saat. Tapi, ada yang author masih bingung. Memangnya racun serangga bisa dicampur pake makanan ya? Atau mungkin memang racun serangga itulah makanan Tobi. Lho terus gimana dong? Ahh lupakan saja. Yang penting lucu. Hahahaha.
~THE END~
MONGGO….
.
.
Markas Akatsuki….
"Hoaammm…." Hidan menguap hingga mulutnya menganga selebar gua. Tentu saja ini membuat musuh bebuyutannya jadi kumat jailnya.
"Hidan-senpai, kalau nguap itu jangan lebar-lebar dong..! entar kemasukan kecoak baru tau rasanya lhoo.." dengan riang Tobi mengatakan hal yang lucu tapi tidak lucu untuk Hidan. Tak butuh waktu lama, perempatan mulai muncul di jidat si pengikut Jashin itu.
"Hoooaaam,,,,Apa katamu..?" Hidan mengamuk sambil terus menguap. Kelihatannya dia terkena virus ngantuk yang disebabkan oleh nyamuk malahtidur *evolusi dari malaria*. Sementara itu Sasori dan Deidara kelihatannya punya niat baik (baca : buruk) yaitu memasukkan serangga ke mulut Hidan yang dari tadi seperti mempersilahkan serangga masuk dengan senang hati.
"Psst… Sasori-sama, ayo ambil kecoak itu." ajak Deidara sambil berbisik pada Sasori. Sasori melirik seekor kecoak yang sedang jogging di depannya. Lalu jari telunjuknya bergerak. Ya, tepat sekali, ia pakai kugutsu no jutsunya untuk menarik kecoak itu. jadi tak perlu ketahuan pimpinan mereka yang super dingin tapi kadang bias lebay alay dan sebangsanya itu.
"Kekekeke…." Sasori dan Deidara tertawa ala devil itu. Kali ini seni adalah ledakan milih Deidara tak berguna, karena soal jail yang tanpa ketahuan itu bagiannya Sasori. Kalau pakai ledakan Deidara bias hancur berantakan nanti. Sasori pun tak mau menunggu lama karena ia memang benci menunggu apalagi ditunggu siapapun jadi karena itu…. "Halah author kepanjangaaan…! Ribet tau,,,!" seru semua Kru protes.
Back to the story…
Sasori pun mengunakan dua jari kanannya untuk membuat kecoak itu masuk ke dalam mulut Hidan.
"Hoaaaaaa…. Aakkkhhh…. Eeekkkk … hoekkk…" Hidan tersedak kecoak. Kalau aja tersedak sapi mungkin ia bias mati berdiri kali ya? Mungkin. Hidan pun bersusah payah mengeluarkan sesuatu yang masuk ke mulutnya itu dengan segala cara. Ia menyabet sabitnya. Hidan mengangkat tinggi-tinggi sabitnya dan….. DUAKK ..! Ia memukul kepalanya sendiri dengan sabit. Tapi, tunggu. Apa hubungannya tersedak sama mukul kepala? *Kagak beres nih*.
"Gyakakakakakakakakakakk…!" Deidara dan Sasori tertawa dengan leganya.
"Hey hey… Kau ini kenapa Hidan? Apa kau tersedak ikan Hiu?" Tanya Kisame.
"Iya nih Hidan-senpai…. Apa tenggorokanmu demam? Perlu aku potong dengan sabit?" Tanya Tobi dengan manisnya. Semua langsung memandang Tobi.
"Eeh…. Ada apa?" Tanya Tobi bingung.
"Sejak kapan tenggorokan bias demam, bodoh?" ujar semuanya tak terkecuali. Bahkan Hidan pun ikut bicara. *bukannya tersedak?*. bahkan Author pun bingung kenapa orang tersedak kecoak bias ngomong.
"AAakkk…. Oooong… AAuuuu…!" seru Hidan mengerang (baca : "Akkhh…. Tolong… aku..").
Akhirnya Konan punya inisiatif bagus. Ya, yaitu memukul pantat eh memukul punggung Hidan dengan pedang Samehada milik Kisame.
"Kisame, aku pinjam ya?" Tanya Konan.
"Hmm… Buat apa?" Tanya Kisame.
"Sudah… lihat saja. Aku pinjam..!" serunya lagi. Kisame pun memberikan Samehadanya.
"Hei Konan, tunggu…! Jangan untuk….,-" sela Kisame
BUAKKK!
"Memukul….." lanjut Kisame.
"Yaaayy…! STRIKEEE…!" seru Tobi semangat. Semuanya sweatdrop. Bagaimana tidak? Karena ternyata yang dipukul oleh Konan bukanlah punggung Hidan, melainkan pantat Hidan. Terang saja semua sweatdrop.
"HAAAAAAAAAAAA! HATSAAA HOHOH…!" teriak Hidan (baca : dasar bodoh). Semuanya hanya cengo lantaran tak tahu Hidan ngomong apa.
"Whooops…. Salah..! Kukira tadi itu punggung. Habisnya punggung sama pantat sama sih. Lain kali ditulisi dong yang mana punggung yang mana pantat!" komentar Konan. *Apa? -,-a*. Konan pun mengambil ancang-ancang lagi untuk memukul punggung Hidan.
"Siap?" Tanya Konan. Hidan hanya bias berdoa dalam hati. 'Dewa Jashin selamatkan aku dari siksaan nan pedih ini' mungkin itulah yang ada dalam hati Hidan.
"Three two one…. Goooooo Hiiiitttttt…!" seru semuanya.
DUAKKK!
Kali ini pukulannya tak meleset, dan kecoak itu pun lompat keluar dari mulut Hidan. Hidan pun ikut terlempar karena saking kerasnya pukulan Konan tadi.
"GYAAAAA…!" teriak Hidan yang masih melayang di atas kesembilan temannya.
"Wooooooiiii….! TANGKAP AKUUUUUU….!" Seru Hidan berharap. Lalu dengan cepat Sasori, Pein, Tobi, Zetsu, Kisame, Kakuzu, Itachi, dan Deidara saling mendekat untuk menangkap Hidan. Dan ketika Hidan jatuh….
BUKKK…! Suara sepuluh karung beras terjatuh, ehh…. Bukan. Tapi Hidan yang tejatuh. Ternyata ketika Hidan jatuh, delapan orang di bawahnya malah melepas tangan mereka dan yang terjadi adalah Hidan jatuh ke tanah tanpa ada tangkapan dari temannya. Kasihaan…
"KUKIRA TADI KALIAN AKAN MENANGKAPKU ….! TERNYATA MALAH MENJEBAKKKUUU!" teriak Hidan dengan puasnya. Sedangkan yang lain sedang sibuk mendengarkan lagu memakai headphone.
"Hah? T.T malangnya nasibku…." Kali ini Hidan meratapi nasibnya.
"Hei ayolah kita cari suasana baru. Ngapain kek?" usul Konan.
"Iya nih… Apa ya?" sambung Tobi.
"Eeh…. Tobi punya ceritaaa…!" seru Tobi.
"Apa?" kata Konan.
"Beberapa hari yang lalu Tobi bertemu seseorang yang terkenal…!" katanya dengan bangga.
"Siapa? Michael Jackson?" Tanya Pein.
"Britney Spears?" sambung Kakuzu.
"Jackie Chen?Hm.." sambung Deidara.
"Bukan!" sanggah Tobi.
"Lalu siapa?" Tanya Kisame dan Hidan bersamaan sambil mendongakkan kepalanya sampai kepentok topeng Tobi.
"Mm….. Polisiii….!" Teriak Tobi girang. Semua langsubg sweatdrop seketika, begitu juga dengan Author dan para Kru.
"Dasar payaah..! Kau lulus SD apa gak siihhhh?" seru Hidan.
"Hmm… di sini kan nggak ada SD. Adanya kan Akademi. Bweeek…!" Tobi menjulurkan lidahnya.
"Apaaaa? Tunggu…. Ehh… Iya ya?" Hidan menghentikan aksi protesnya.
"Pein, sebenarnya kau memilih mereka jadi anak buahmu dari apanya? Dari payahnya?" Tanya Konan menyipitkan mata dan melirik Pein.
"Entahlah. Mungkin waktu itu aku kerasukan setan badut yang bodoh sampai memilih mereka ini. Kelihatannya Cuma Itachi yang bias diharapkan." Pein pun jadi pasrah. Itachi menoleh karena namanya disebut.
"Apa panggil-panggil?" Tanya Itachi dengan wajah dinginnya. Ternyata apa yang dilakukan Itachi? Ya, dia menyabotase semua peralatan teman-temannya, seperti sabit milik Hidan, tanah liat milik Deidara, boneka milik Sasori, Samehada milik Kisame bahkan sampai origami serta topeng milik Tobi. Itachi memasukkannya dalam dimensi genjutsunya.
"Woi, apa yang kau lakukan?" Tanya Pein.
"Ooh…. ini semua mau aku jual. Lumayan buat bantu keuangan buat nyekolahin anak." Jawab Itachi enteng.
"Apa?...-,-" Pein sontak kaget. Ternyata yang dibanggakan malah bikin patah hati.
"Tunggu, memang kau punya anak?" Tanya Konan.
"Enggak…" Itachi malah memperlihatkan wajah datar dan super polos.
"Terus buat anak siapa?" Tanya Pein.
"Bentar lagi juga lahir." Jawab Itachi tanpa beban.
"Memang kau sudah punya kekasih?" Tanya Konan menginterogasi.
"Dasar cerewet. Aku tidak punya kekasih. Aku ini masih jomblo asli." Jawab Itachi lagi.
"Terus anak apa dong?" Tanya Konan makin penasaran.
"Anak kucing gue yang mau lahir bentar lagi."
GUBRAKK!
Mendengar itu semua anggota akatsuki minus Tobi dan Itachi langsung sweatdrop tak karuan. Bagaimana tidak? Anak kucing mau disekolahin? Canggih amat tuh?
"Emm….. Itachi-senpai, memang ada ya sekolah kucing?" Tanya Tobi dengan polosnya. Sebenernya author sendiri bingung, Pentium berapa sih isi kepala Tobi ini? Jangan-jangan Pentium minus 10 lagi. Habis lebih lemot dari jalannya siput tua yang lagi ngantuk dan butuh waktu 1 jam buat menempuh 30 cm. Benar-benar.
"Ada."
"Dimana?"
"Mau tau?" Tanya Itachi maju mendekati Tobi.
"Iya~ Kali aja habis ini Tobi mau beli kucing terus disekolahin di sana..!" seru Tobi riang.
"Kalau gitu balik kanan dulu." Pinta Itachi. Tobi pun balik kanan.
"Terus kencangin jubahmu." Ujar Itachi lagi. Seperti kata Itachi, Tobi mengencangkan kancing jubahnya. Alhasil jadi seperti jajan lepet yang ditali.
"Lalu…"
DUAKKK!
Ternyata, Itachi menendang Tobi sampai melayang jauh menembus langit-langit markas yang terbuat dari batu itu. Mengesankan bukan?
"GAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Tobi.
"Wow, Itachi, tendanganmu keras banget ya? Cocok nih buat ikut piala dunia." Ujar Pein sambil memandangi Tobi yang melayang dan entah terjun bebas kemana. Ke selokan mungkin. Atau juga nyasar di sarang naga terus disembur deh mukanya. Pulang-pulang langsung jadi sehitam pantat panic. Hitam manis sih tidak apa-apa, tapi kalau hitam pahit gimana?
"Kira-kira kemana tuh bocah jatoh?" Tanya Sasori.
"Aku tebak jatoh ke selokan." Jawab Kisame.
"Enggak deh, un. Pasti jatoh ke pohon touge." Sambung Deidara.
"Pohon touge?" Tanya Pein sweatdrop. Pein, Pein, kasihannya dikau harus mengurus anak buah yang sangat membanggakan ini (baca : memalukan).
"Bukan! Tapi ke planet Pluto." Sahut Kakuzu tak mau kalah.
"Dasar bodoh! Planet Pluto udah kagak ada…!" seru Hidan.
"Tumbenan pinter? Nyolong buku siape Lo?" Tanya Kakuzu.
"Nyolong-nyolong ….. Jangan seenak perut aja ngomong. Gua ngutil dari toko buku kok…. Kagak nyolong." Jelas Hidan bangga.
"Memang apa bedanya?" Tanya semua minus Hidan.
"Tentu saja beda. Nyolong, n-y-o-l-o-n-g terus ngutil n-g-u-t-i-l . Beda kan?" jelas Hidan lagi.
"Hah, ngomong sama bocah nggak lulus TK emang susah." Sela Sasori.
"Siapa bilang gua gak lulus TK?" Tanya Hidan.
"Lah terus?" Tanya Konan.
"Gua gak lulus Playgroup tau..! Enak aja gua gak lulus TK. Gue murid terbaik tau dulu di SD." Ujar Hidan bangga.
"Ya, terbaik nomer satu dari bawah. Iya kan?" sahut Sasori.
"Dasar bocah rambut merah! Lu nantangin?" bentak Hidan.
"Bukan gue yang nantang. Tapi noh, ikan hiu si Kisame tuh yang mangap-mangap nggak jelas dari tadi .." Sasori menunjuk seekor ikan hiu yang dari tadi mangap-mangap tidak jelas itu. Entah karena lapar, kekenyangan, mau melahirkan, atau bahkan mau lompat ke trampoline terus terbang menembus lapisan atmosfer(?)
.
.
"Senpaaaaiiiii~…..!" tebak suara siapa ini. Yak ini adalah suara si Tobi.
"Wah, udah kembali nih. Rekreasi kemana aja kau, un?" sapa Deidara.
"Rekreasi apanya? Tobi tadi jatoh dari lapisan atmosfer ke 37(?) terus nyungsep dah ke hutan. Eh, nggak taunya jatoh di tengah-tengah babi rusa laper. Maraton deh jadinya sampai mengelilingi samudera pasifik melewati gunung Everest terus nyangkut dah di puncak Monas dan akhirnya dengan selamat bisa kembali ke markas tercinta ini." Jelas Tobi menceritakan pengalaman rekreasinya.
Cengo. Pasti. Itulah ekspresi wajib yang harus ditunjukkan jika Tobi mulai mengatakan hal yang tidak realistis sekaligus tidak logis dan tidak dapat dicerna oleh otak bahkan tidak bisa diperkirakan dengan rumus matematika atau fisika.
"…" seru semua minus Tobi.
"Kenapa?" Tanya Tobi. Udah tau ceritanya super duper hyper deluxe jumbo triple XL kagak nyambung masih aja Tanya 'kenapa'.
"Ada kucing terbang barusan." Jawab Itachi ngasal.
"Hah mana? Mana? Tunjukin dong? Mau Tobi potret nih….. Kali aja bisa diperbesar terus dipasang deh di kamar Tobi. Mana Itachi-senpai?" Tanya Tobi.
BLETAK BLETAK BLETAK
Tiga jitakan mendarat dengan sukses di kepala Itachi. Kenapa? Mari kita dengar alasan dari anggota yang lain.
"Dasar baka! Gara-gara jawaban ngasalmu itu Tobi jadi heboh lagi tuuuhhh!" bentak Hidan muncrat-muncrat.
"Iya nih, padahal baru aja tenang tentram sejahtera selamat sentosa. Eh, dibikin heboh lagi." Komentar Konan.
"Payah!"
"Gimana kalau Tobi kita tidurkan saja, supaya kita bisa menikmati waktu luang kita dengan tenang dan damai?" usul Kisame.
"Hmm…. Caranya, un?" Tanya Deidara.
"Kita bius aja pake obat tidur." Bisik Kisame.
"Bener tuh. Ayo. Sasori, minta racun dosis rendah dong…" Tanya Konan.
"Kenapa gak sekalian dosis tinggi? Biar nggak bangun sekalian?" jawab Sasori.
"Kejamnya kau. Setidaknya dia masih bisa dibuat badut penghibur lain kali. Kau ini. Cepat mana!" ujar Konan.
"Ogah.." jawab Sasori.
"Sasori, awas saja kau….. Apa kau mau merasakan diinjak patung gedo mazo hah?" ujar Pein mengintimidasi.
"Uhh….. O..Oke dehh boosss….." Sasori pasrah. Sebotol racun dosis rendahnya diserahkan tanpa sepeser pun uang.
"Ayo kita mulai."
.
"Tobi, apa kau mau aku beri parfum? Bukankah parfummu habis?" Tanya Konan.
"Ahh, iya. Konan – senpai perhatian sekali sama Tobiiii is a good booooyyyy…!" seru Tobi girang.
"Whooo yyaaa dong. Kita kan senpai yang baik..!" kali ini Hidan yang bicara.
"Kalau Hidan-senpai mah nggak ada baik-baiknya sama sekali." Komentar Tobi.
"APA?"
"Sabar un, sabar…." Ujar Deidara mengelus perut eh dada Hidan.
"Ini…" Konan memberi botol berisi racun itu.
"Hmmmm…" Tobi pun membuka tutup botol itu.
SATU
DUA
TIGA
"Emm, oh ya, Tobi mau ke toilet dulu nihh….. Bentar ya?" Tobi pun melesat menuju toilet.
"Halaaaahhhh…." Ujar Pein.
10 menit kemudian
"Udah Tobi?" Tanya Sasori.
"Udah.~~" Tobi pun kembali membuka tutup botol itu. Daannn….
SATU
DUA
TIGA
BRUKKK
Tobi pun jatuh tersungkur karena menghirup racun itu. Tapi…..
"Lho? Kenapa dia kayak kejang-kejang?" Tanya Kisame.
"Iya un? Kenapa?" Tanya Deidara.
"Memang racun apa tadi Konan?" Tanya Pein.
"Racun dosis rendah. Benar kan Sasori?" Tanya Konan menoleh ke laki-laki berambut merah itu.
"Siapa bilang itu racun dosis rendah?" Tanya Sasori balik bertanya.
"Lho? Lalu? Dosis tinggi gitu?" Tanya Konan.
"Bukan." Jawab Sasori singkat.
"Jadi?" Tanya Itachi.
"Racun serangga…" jawab Sasori tanpa beban.
"HAHHH?"
"Iya, racun serangga." Ujar Sasori mempertegas.
"Pantesan tuh anak kayak uler keket yang kepanasan." Ujar Hidan.
"Biarin aja deh. Yang penting kita damai." Sela Kakuzu.
"Kejam banget kau Kakuzu." Kata Kisame.
"Tapi, biarin deh. Tobi gak bakalan mati kok. Kan udah aku campur makanan favorit Tobi di racun serangga itu. Jadi pasti dia menikmatinya." Jelas Sasori.
"Emang apa makanan favoritnya?" tanya Pein.
"Jus ulat... " jawab Sasori dengan polosnya bahkan keliatannya transparan tuh.
"Iya ya….. Yang penting bebassss…!" seru Hidan.
"Lho hei?" sela Hidan lagi.
"Kagak napa-napa kan keriput. Dasar..." ujar Zetsu.
"Iya deh Kantong semar. Lho? Sejak kapan lu di sini?" tanya Hidan kaget. Tapi sayang sudah ditinggal Zetsu pergi.
….?
Dan akhirnya, berkat racun serangga plus makanan favorit Tobi itu berhasil membuat Tobi diam untuk beberapa saat. Tapi, ada yang author masih bingung. Memangnya racun serangga bisa dicampur pake makanan ya? Atau mungkin memang racun serangga itulah makanan Tobi. Lho terus gimana dong? Ahh lupakan saja. Yang penting lucu. Hahahaha.
~THE END~
Kolor Keramat
Rated : Fiction -Indonesian-Humor/Parody-
By : Yori Baka Otouto
Disclaimer : punya sapa lagi kalo bukan Kishi-sensei?
Warning :
Disini ceritanya OOC, gajebo, sarap, dan tidak menganut paham
formalitas. Bahasa hanya dimengerti oleh mahluk planet lain. Jenis
bahasa tidak tercantum dalam Google Translate. Kalo gak suka gak usah
nerusin scroll bawah, nanti muntah (?).
***
Suatu hari, disebuah goa 3S (sumpeh sumpek sempit) yang berada dalam
hutan tak terjamah dan tak ada dalam peta, hiduplah beberapa mahluk yang
tidak diketahui genus dan spesiesnya. Semua terlihat sangat sibuk
dengan diri sendiri. Ada yang sibuk maen, sibuk makan, sibuk ngiler,
sibuk menghitung uang, sampe yang sibuk ngebom markas (?).
“Heh, lo main ledak-ledakan jangan disini dong! Barbie gue kena nih!”
teriak si rambut merah yang mukanya unyu unyu cetar ulala. Siapa lagi
kalo bukan Sasori. Yang disentak cuma cengar-cengir.
“Sori, gak sengaja, un. Gue tadi cuma pengen nguji karya gue berhasil
apa kagak un.” Ujar si empunya ledakan, seorang... –gak tau nih gue
gendernya apaan- hn... sebut aja seorang seniman amatiran *C4 aktif*
dengan rambut pirang panjangnya yang dikuncir satu kebelakang. Lo tau
kan siapa? “Emang yang rusak apanya sih un? Segitu sewotnya, un.”
“Eh??! Lu gak liat apa?! Nih! Rambutnya jadi kusam, kering, kusut,
ketombean, kutuan (?) gara-gara kena bom lo! Sekarang lo musti ganti
rugi barbie gue!” paksa Sasori sambil menengadahkan tangannya di depan
Deidara. Dei merogoh-rogoh saku jubahnya dan menggenggam sesuatu, lalu
memberinya pada Sasori. “Apaan nih? Buat apa lo ngasih gue tanah liat?
Gak perlu! Gue minta duit!”
“Buat apaan sih duit. Gue gak punya un. Yang gue punya ya cuma itu un.”
“Lo pikir bisa beli shampo pake tanah liat?!” Sasori masih esmosi.
“Duit gue abis buat nyicil utang di Kakuzu un. Pake sampo anti ketombenya Itachi napa, un?”
“Sialan lo!”Sasori bersiap untuk melempar lempung yang diberi Deidara. Namun...
“Katsu!”BLARR!! Muka dan tangan Sasori gosong seketika. Asap ngebul ke
seantero ruangan. Deidara ngakak guling-guling. Tapi kegembiraan Dei
tidak bertahan lama. Waktu asap mulai hilang, dibelakang Sasori udah ada
beberapa orang dengan bermacam-macam model death glare. Yap, Konan,
Pein, Hidan, Kakuzu dan Kisame bergabung dengan Sasori menjadi Ultraman
(?) eh salah maksudnya sama-sama bernafsu untuk memerangi Deidara,
kecuali Tobi. Dia ikutan lari, tapi teriak-teriak kayak kesambet.
“DEIDARA!!!”
“Woaa~” Dei sontak ngacir entah kemana. Mereka berenam kejar-kejaran di
ruangan kecil yang udah porak-poranda gara-gara lempung meledug. Itachi
yang barusan datang langsung heran ngeliat orang-orang pada
kejar-kejaran.
“Eh? Pada main kucing-kucingan ya? Gue ikut dong!” Itachi langsung lari
dipihak Deidara. Dei yang nyadar kalo ada yang ngikutin berenti. “Eh,
napa lo lari, un?”
“Loh, bukannya lo semua pada main kucing-kucingan ya? Yaudah gue ikutan
daripada bosen..”jawab Itachi polos. Yang tadinya lari ngejar Deidara
malah sweatdrop berjamaah.
“Itachi, aduh... Lo merusak napsu gue ngejar Deidara aja!” Pein teriak.
Yang lain langsung cengo, gak nangkep omongan Pein. Pein yang nyadar
langsung salting.“Eh?! Maksud gue bukan itu!!”
“Ya ampun... ketua mulai lagi...” ucap Sasori. Itachi ama Deidara masang
tampang gak percaya, Hidan nyebut, Kisame cuma geleng-geleng, Kakuzu
angguk-angguk, Konan ajep-ajep (eh?) maksud Author Konan pingsan.
“Maksud gue, gue mau ngehajar si Deidara noh! Gara-gara dia piercing gue karatan!” Pein ngeles.“Mesum aja lo pada!”
“Gue juga! Nih buku Jashin gue angus kena bom dia! Gue kan mo ibadah!
Dewa Jashin, maafkan hamba.. ini bukan kesengajaan hamba... si banci
pelakunya,” Hidan berdoa gajebo.
“Iya, origami gue juga! Angus tuh! Tanggung jawab!” Konan yang baru sadar dari pingsan langsung ikutan ambil suara.
“Ledakan lo ganggu tidur cantik gue! Tanggung banget nih~” Kisame ngondek –dilempar samehada-. Yang lainnya pada sweatdrop.
“Lo ngerusak barang-barang! Itu suatu pemborosan!” Kakuzu nunjukin
kalkulator tukang sayurnya, yang biasanya dibuat ngitung utang anggota
Akatsuki.
“Kalo Tobi gak marah kok sama senpai. Tobi cuma ikut lari-larian sama yang lain.” Oceh Tobi innocent.
“Iya deh.. gue minta maap, un.” Deidara pasrah. Itachi langsung teringat sesuatu.
“Aduh, gawat! Gue lupa!”
“Apaan, un?”
“Gue inget kalo gue belum pake krim anti keriput! Sekarang kan jamnya
tidur cantik! Gyaa~”Itachi panik kayak kebakaran jenggot. Akatsuki
sweatdrop. Dia lari kalang-kabut sampe hampir nabrak Zetsu yang
tiba-tiba nongol.
“Lo apa-apaan sih? Awas, gue mo lewat! Jam gue tidur cantik abis 1 menit
32 detik nih! Aduh...” Itachi labil. Semuanya jawsdrop. Yang jalan gak
liat-liat kan Itachi, kok malah nyalahin Zetsu.
“Sebenernya ada apa sih?” Zetsu kepo-kepo. Semuanya mulai kalem, kecuali
SasoDei. Mereka masih melanjutkan kucing-kucingan yang tertunda (?).
“Tauk tuh. Si Itachi kebakaran jenggot.” Pein yang masih belom
sepenuhnya sadar mulai ngelantur. Konan mendadak nabok Pein. Pein merem
melek sebentar.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
“Eng...”
5 detik.
“Adow~! Konan-chan, kok nampar aku sih? Sakit~” Pein lemotnya kambuh –Author dirinengan-.
“Elo sih, pake acara bolot segala.” Ucap Konan tak merasa bersalah. Pein
meringis. Mendadak kedengeran kayak ada suara tuyul jatuh. GUBRAKK!!
“Apaan tuh?”Sasori yang baru balik dari ruang gelap yang barusan
ditinggalkannya langsung noleh kebelakang. Dari kegelapan di ruangan
tersebut muncul seseorang yang tak dikenal.
“Gyaa~!!! Ada setan!!” Konan teriak kayak cewek (?) *dibungkus origami*
“Eh setan tuh setan lu setan. Mana setan?!” Kisame latah denger Konan teriak. Abis liat tuh‘setan’, Kisame langsung pingsan.
“Setan, jangan makan Tobi ya... Tobi kan anak baek.” Tobi sok suci.
“Oooykh... guekh bukan sekhtanh un...” terdengar serak ucapan si setan
yang ternyata Deidara. Sumpeh muka dia ancur banget. Yang lain pada
sweatdrop minus SasoDeiKisa.
“Eh lu setan, lu abis diapain sama Sasori?” tanya Hidan.
“Ekh, guekh udah bilang yakh, guekh bukhan sekhtanh un!” Deidara ngeles.
Dia ngomong sambil ngelus-elus pipinya. “Adhukh, piphikh guekh... nyeri
un... gagal dekh guekh ikhutan khonteskh khechantikhan un..”
“Dei, lo gak keselek apa, ngomong kayak gitu?” Pein (pura-pura) prihatin.
“Sebenernya sih gue kudu muntah ngomong kayak tadi. Tapi gue takut entar
bonyok gue nambah un.” Dei bisik-bisik tetangga bareng Pein *ngelirik
Author* *Author mendelik* (*telepati* Author : Dei, kalo lo macem macem
kesempatan lo muncul di fic gue kurangin! Dei : jangan dink! Ntar gue
gak femes lagi dong, un.. Author : Makanya, nurut! Dei : iye iye un..
*terpaksa*)
“Uhm, sakit ya senpai?” Tobi dengan begonya mencet memar biru di pipi kiri Deidara.
“UWAA~!! Tobi lo baka ato bego seh?! Lo mau tau rasanya?! Nih! Rasain
nih!” BUK! BAK! BUK! BOOM! Deidara menghajar tuh anak lolipop sampe
babak belur topengnya (?). Raut topeng lolipopnya juga udah hampir mirip
Deidara (?). Semua yang ngeliat cuma melongo. Deidara melengos pergi
nyari kotak P3K dibelakang. Sedangkan Tobi tidak sadarkan diri akibat
perbuatan senpainya itu.
“Deidara! Jangan pakai obat terlalu banyak! Nanti habis! Harga obat
sedang naik!” Kakuzu mulai posessif terhadap semua barang-barang.
“Kakuzu, Tobi, Deidara, yang sabar. Orang sabar disayang Jashin loh~”
Hidan mulai khotbah. Yang lain tutup kuping pake tisu WC trus nyumpelin
kolor ke mulut Hidan.
“Hoeek~ Kolor sapa nih?! Penguk beud! Ya Jashin, bau begete~” Hidan
ngoceh gak karuan, jalan bolak-balik sambil kibas-kibasin kolor basi.
“WOY! Kolor gue tuh.” Tiba-tiba Itachi muncul nyamber kolor dari tangan Hidan.
“Buset dah, baunya kemana-mana.” Ucap Sasori.
“Berapa taun gak dicuci, Chi?” Kisame ngintrospeksi partnernya yang gak jadi tidur cantik.
“Baru 9 bulan.”Itachi innocent sambil nyimpen kolornya dalem jubah. Semua mahluk hingga radius 9 km mati suri selama 9 menit.
“Ampun Chi...”Sasori megap-megap.
“9 bulan itu‘baru’?!” Pein melongo dengan tatapan sumpe-lo-?. Itachi Cuma bales dengan tatapan lo-kira-gue-hoax-?!.
“Lo kok betah banget sih Chi?” Hidan nyebut dilanjutin dzikir (?).
“Namanya juga kolor gue. Suka-suka dong! Syirik aja lo!” Itachi nyolot.
“Uhm, Itachi-san... Buat yang satu itu cuci sendiri ya..” Konan mengundurkan diri dari tugas.
“Gak papa. Gue juga gak niat buat cuci nih kolor.” Akatsuki jawsdrop
minus ItaDeiTob. Sebenernya waktu Itachi dateng Tobi udah bangun. Tapi
waktu menikmati udara yang terkontaminasi oleh kolor kebanggaan Itachi,
dia pingsan lagi.
“Gue dukung lo Itachi. Dengan begitu lo udah berhemat deterjen sama air.
Dengan gitu kan duit juga gak terbuang percuma gara-gara kolor.” Kakuzu
mulai ngitung lagi dengan kalkulator bututnya.
“Ya tapi jangan ampe busuk gitu dong. Mencemari udara disini yang dari
dulu emang gak seger jadi makin pengap.” Akhirnya Pein ngaku juga kalo
markas Akatsuki emang sumpeknya gak ketulungan.
“Itachi~ Lo tega banget sih... gara-gara elo nih pacar-pacar gue mati
semua.. Hiks..”Kisame nangis bombay sambil nunjukin akuarium kecil yang
airya berwarna ijo kehitaman dengan beberapa bangkai ikan yang
mengapung. Zetsu terkepo-kepo ngeliat apa yang diperbuat oleh kolor
sadis milik Itachi pada ikan-ikan Kisame.
“Itachi-san, gue boleh gak pinjem kolor lo?” ucap Zetsu hitam.
“Buat apa? Ini kolor berharga tau. Jangan macem-macem ama nih kolor.”
Ucap Itachi sambil nodong-nodong Zetsu pake kolor. Akatsuki kembali
pingsan lagi –pleonasme- min ItaDei ama Zetsu hitam, semantara Zetsu
putih ikutan pingsan(?) *bayangin aja sendiri*.
“Eh, lo kok pingsan sih?” tanya Zetsu hitam pada Zetsu putih. Dia
menampar-nampar dirinya sendiri bagian kirinya. Itachi yang ngeliat jadi
cengo sendiri.
“Eh, Zetsu, ngapa lo pukul diri sendiri, un?” Deidara yang barusan balik
bingung liat Zetsu yang rada edan. “Eh, kok pada pingsan un? Emangnya
tadi kenapa un?”
“Tauk tuh. Mendadak pada lebay semua gara-gara tersepona ama kolor gue.” Itachi innocent.
“Kolor un?”Deidara makin bingung. Itachi merogoh jubahnya.
“Nih! Kolor keramat gue.” Itachi nentengin tuh kolor didepan muka
Deidara. Dei ama Author ikutan mati suri bareng Akatsuki minus
ItaZettam. Sementara Zetsu masih sibuk membangunkan Zetsu putih, Itachi
melengos kabur dan balik ke kamar, mungkin mau nyimpen kolor keramatnya.
***
Gimana? Absurd banget kan fic gue? Yah begini deh yang namanya amatiran.
Tapi keliatan kan kalo Author punya bakat untuk menistakan Akatsuki?
*dirinengan, dibungkus origami, diamaterasu, samehada melayang, dibom,
dijadiin kugutsu, dicaplok, dijilat, dibunuh, dinaikin utangnya sama
Akatsuki*Udah, yang tadi skip aja.
Oiya, buat para pengunjung harap jadi pengunjung yang baik.
Harap RnR dengan bahasa yang masih bertata krama sebagai sesama Homo sapiens yeah..
Langganan:
Postingan (Atom)