Total Tayangan Halaman

Senin, 23 Desember 2013

Orange Ninja

Naruto POV
'Sekarang adalah pembagian kelompok, kira-kira
aku sekelompok dengan siapa ya!' kataku dalam
batin. Sebenarnya aku tidak peduli dengan siapa
pun aku berkelompok. Selama ini yang mereka
lihat dariku hanyalah Naruto yang bodoh yang
tidak bisa apa-apa, tentu saja bila dibandingkan
dengan Sasuke bagaikan bumi dan langit. Tapi itu
hanyalah kepribadian palsu yang selama ini
mereka lihat.
". . . Baiklah, sekarang yang masuk ke dalam
anggota tim 7 adalah Uzumaki Naruto"
Aku kaget ketika guru Iruka menyebut namaku
"Haruno Sakura"
Aku berpura-pura gembira saat aku tahu bahwa
aku sekelompok dengan Sakura. Ya, itu hanya
untuk menutupi kepribadianku yang sebenarnya
" dan Uchiha Sasuke . . ." kata guru Iruka.
'Rupanya dengan si Uchiha itu' entah mengapa
aku tidak suka dengan Uchiha bungsu itu, ya
mungkin itu karena sifatnya yang terlalu dingin.
Skip Time pembagian kelompok
Sekarang adalah waktunya bertemu dengan guru
pembimbing, aku tidak sabar sebenarnya siapa
yang akan menjadi guru pembimbing kami. Lalu
tiba-tiba muncullah kepulan asap dan dibalik
kepulan asap itu terlihat seorang shinobi dengan
menggunakan hitai ate yang menutup mata
kirinya dan juga menggunakan masker yang
menutupi setengah dari wajahnya sehingga yang
terlihat hanya mata kanannya yang berwarna
hitam.
"Oh rupanya kalian yang akan menjadi murid
didikku, baiklah sekarang perkenalkan diri kalian
mulai dari nama, hal yang kalian sukai, hal yang
tidak kalian sukai, dan juga apa motivasi kalian ?"
kata orang itu yang ternyata bernama Kakashi
('orang bodoh juga sudah tahu dasar author
tolol' teriak para readers). "Contohnya seperti ini.
Namaku Hatake Kakashi, hal yang kusukai adalah
hal yang tidak kusukai dan hal yang tidak kusukai
adalah hal yang kusukai, motivasi itu rahasia.
Baiklah mulai dari kau" menunjuk ke arah Sakura
"Namaku Haruno Sakura, hal yang kusukai
adalah 'sambil malu-malu' Sasuke, dan hal yang
tidak kusukai adalah 'melirik ke arah Naruto' dia,
dan aku ingin menjadi seorang kunoichi yang
hebat" ujar Sakura, "Sekarang giliranku" ujarku,
kemudian setelah itu guru Kakashi menatapku
dengan tatapan yang intens, aku yang merasa
diperhatikan seperti itu segera melanjutkan
ucapanku " Namaku Uzumaki Naruto, hal yang
paling kusukai adalah ramen, hal yang paling
tidak kusukai adalah si Teme itu 'sambil
menunjuk ke arah Teme', dan cita-citaku adalah
menjadi seorang Hokage", walaupun aku sudah
menyelesaikan perkataanku tapi dia masih tetap
saja menatapku dengan intens, lalu sedetik
kemudian padangannya beralih kesebelahku "Aku
Uchiha Sasule, hal yang kusukai tidak ada, dan
hal yang tidak kusukai tidak ada, tujuanku adalah
untuk 'membunuhnya' ".
'yang satu fans girl, yang satu manusia stoick,
dan yang satu lagi . . .'batin Kakashi sambil
melihat ke arahku. "Baiklah untuk sekarang cukup
sampai disini saja dan untuk besok kalian kumpul
di tempat yang sama pukul 6 pagi, kalau begitu
sampai jumpa " ucap Kakashi kemudian
menghilang dalam kepulan asap.
Saat perjalanan pulang
Aku sedang berjalan pulang menuju rumah,
sebenarnya bukan rumah karena jika dilihat lebih
mirip seperti gubuk, tapi apa boleh buat karena
aku tidak punya tempat tinggal lagi. Dan tiba-tiba
muncullah Kakahi didepanku dan seperti biasa
menggunakan sunshin no jutsu "Kau tidak perlu
berpura-pura bersikap bodoh didepanku, saat
pertama kali melihat matamu tadi yang aku lihat
adalah tatapan kebencian dan dendam yang
bahkan jauh lebih pekat dari Sasuke" ucap
Kakashi
"Rupanya saya tidak perlu berpura-pura bodoh
didepan anda Kakashi sensei, bahkan tanpa
menggunakan sharingan pun anda bisa
mengetahui penyamaran sikap yang saya
lakukan. Ternyata tidak salah bila anda dijuluki
'Copy Ninja' dan merupakan salah satu shinobi
yang ditakuti bersama dengan Hokage ke empat
di Perang Besar Shinobi ke 3" ucapku sambil
mengeluarkan evil smile yang tidak pernah
kutunjukkan pada siapapun
"Darimana kau tahu mengenai semua itu"
ucapnya sedikit shock mendengar pernyataan
dariku, "bahkan saya juga tahu bahwa sharingan
yang anda dapatkan di mata kiri anda itu adalah
milik Obito Uchiha"
"Sebenarnya siapa kau dan kenapa kau bisa
mengetahui itu semua?" ucapnya sambil
mengeluarkan deathglare, namun aku juga
mengeluarkan deathglare yang sama pekat
dengannya.
"Kenapa anda berkata seperti itu, anda juga pasti
tahu bahwa saya adalah putra Hokage ke empat
dan kenapa saya bisa mengetahui itu semua
adalah karena saya memiliki kemampuan untuk
melakukannya dan anda tahu, keberhasilan
seorang shinobi itu ditentukan bukan oleh
seberapa banyak dan sehebat apapun jutsu yang
digunakan tapi sekeras apa ia berfikir dan
berusaha untuk mencapai keberhasilan tersebut"
ujarku
"Tapi dibutuhkan juga kemampuan untuk dapat
merealisasikan apa yang kita pikirkan" ucapnya
"Ya anda benar, dibutuhkan pemikiran dan
kemampuan yang seimbang untuk mewujudkan
suatu keberhasilan" ujarku
"Saya cukup senang berdebat dengan anda
Kakashi sensei, tapi saya yakin anda menemui
saya tidak hanya ingin berdebat bukan? Tapi
tenang saja, saya bukanlah orang yang
berpikiran pendek seperti si Teme itu" ujarku
kemudian. Lalu setelah itu kukeluarkan deathglare
terbaikku dengan aura pekat biru keputihan yang
menguar "Dan jika anda ingin tahu siapa saya
yang sebenarnya, inilah kepribadianku yang
sebenarnya"
"Ya baiklah, walau bagaimanapun kau sekarang
adalah murid didikku dan kuharap kau bisa
bekerjasama dengan baik bersama kedua
rekanmu" ucapnya padaku.
"tentu saja" ucapku dengan ceria seperti biasa.
"Ya, kurasa mungkin hanya itu yang ingin
kubisarakan denganmu. Jadi sampai bertemu
besok. Jaa" balasnya kemudian menghilang
seperti biasa.
Aku kembali berjalan menuju apartemenku.
Kemudian setelah sampai kurebahkan sejenak
tubuhku di atas tempat tidur yang sudah usang,
lalu setelah selesai beristirahat aku kumpulkan
beberapa gulungan yang didalamnya adalah hasil
latihanku selama ini dan hasilnya adalah aku
sudah menguasai dua perubahan jenis chakra
yaitu perubahan jenis chakra elemen air dan
elemen angin. Selain itu aku juga sudah
menguasai rasengan dan tambahan sebuah
katana dengan gagang dan mata pisau berwarna
hitam terpajang di dinding apartemenku serta
sebuah pisau sihir yang tersimpan dengan rapi di
laci meja yang merupakan pemberian dari
Kyuunee, 'Sudah lama juga aku tidak
menegurnya'.
Kemudian kubereskan gulungan-gulungan yang
tadi kubuka lalu aku duduk bersila diatas tempat
tidur, menutup dan berkonsentrasi. Setelah
kubuka mataku aku langsung berada didepan
sebuah gerbang raksasa yang didalamnya tentu
saja ada Kyuu nee, tapi ada yang berbeda
dengan gerbang itu jika sebelumnya gerbang itu
disegel sekarang segelnya sudah tidak ada. Dan
walau pun begitu Kyuunee tetap saja berada
disana padahal jika ia mau ia bisa saja keluar dari
tubuhku, justru karena Kyuunee berada disini aku
jadi tidak merasa kesepian lagi.
Aku berjalan kedalam gerbang itu dan disana
terlihat seorang gadis cantik yang seumuran
denganku memakai kimono warna putih dan
corak api merah dibagian bawahnya serta
rambut merah panjangnya yang diikat ke
belakang dengan menggunakan pita hitam,
kecantikannya semakin sempurna dengan mata
merah cerah dan juga senyuman lembut
terpancar dari bibirnya.
"Hai Kyuunee" kataku sambil mengeluarkan
senyuman khasku
"Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu!
Lagipula kita terlihat seumuran. Oh ya,
bagaimana kalau kita pindah tempat saja agar
lebih nyaman " katanya.
Kemudian Kyuunee menjentikkan jarinya dan
dalam sekejap kami berdua langsung berada
ditempat yang serba putih dan didepan kami ada
dua buah kursi dan ditengahnya ada sebuah
meja kecil yang diatasnya sudah tersedia dua
buah teh untuk kami berdua, lalu kami pun
duduk di kursi tersebut.
"Bagaimana, apa kau sudah menguasai teknik
pedang hitam?" tanyanya.
"emm, belum tinggal sedikit lagi aku bisa
menguasainya dan sekarang aku sudah bisa
melakukan Teleportation no jutsu (maaf ya
author ga tau bahasa jepangnya) dengan pisau
sihir yang Kyuunee berikan padaku" kataku
'BLETAKK . . .'
"AWW, SAKIIIT"
"Kenapa kau memukul kepalaku" kataku sambil
memegang kepalaku yang baru dijitaknya.
"Sudah kubilang berapa kali jangan panggil aku
Kyuunee panggil aku Kyuu saja" katanya
"Baiklah Kyuu chan" kataku
Tiba-tiba muncullah semburat merah di kedua
pipi Kyuubi atau Tamamo dan ia langsung
memalingkan wajahnya ke arah lain agar aku
tidak melihat wajahnya yang memerah. Dan
setelah itu ekspresi muka Kyuubi tiba-tiba
berubah menjadi serius
"Baiklah aku tahu besok kau akan melakukan tes
yang akan diberikan Kakashi padamu dan teman
kelompokmu itu, pesanku jangan keluarkan
kemampuanmu sampai 100% karena sejak awal
Kakashi sudah mencurigaimu"
"Ya aku mengerti"
Ya, sampai disini dulu! Maaf kalo ceritanya kurang
memuaskan dan tidak menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar karena maklum
juga masih sama-sama belajar.

Akatsuki dan Liburan

Disclaimer : Naruto maupun Akatsuki bukan
punya saya, mereka punya om Masashi
Kishimoto.. saya? Cuma minjem.. hiks..
Warning : garing, gaje nan ooc, gomen ne...
Yeeey~~ Ichi berkunjung ke fandom Naruto
membawa fanfic gaje! Ceritanya tentang Akatsuki
yang pengen liburan, penasaran? Penasaran?
Penasaraaaan? #ditampar
Nuu~ ayo baca ceritanya!
-X-
Disebuah gua nun jauh disana.. teletubbies
bermain-main... oh salah! Narator salah baca
narasi, sebelum narator kena bom Deidara ayo
kita mulai dari awal lagi..
Disebuah gua nun jauh disana, sekumpulan
makhluk sedang menjalankan aktivitasnya
masing-masing. Ketenangan dan kedamaian
yang ada disana terganggu ketika salah satu dari
makhluk yang mengaku berjenis homo sapien
itu berteriak dengan riang gembira (?)
"WOOOOIIII GUE BOSEEEN!" teriak Pein gahar
menggunakan toa mesjid hasil colongan Konan
kemarin, sontak saja anggota Akatsuki lainnya
langsung menengok kearah leader mereka. Eh,
ternyata nggak semuanya, Deidara masih asyik
nyisirin rambutnya yang bak model sampo
pantene itu sambil joged-joged ala jkt48 *bisa
gitu nyisir sambil joged ala Jkt?*
"ehem.." Pein pura-pura batuk untuk
menyadarkan Dei-Dei.
"Ai wan yuuu~ Ai nid yuuu~ ai lop
yuuuuuuuu~~~" eh si Deidara malah nambahin
volume suaranya.
"ahem!" Pein batuk lagi, Sasori dan Itachi cuma
bisa geleng kepala melihat kelakuan mereka,
anggota Akatsuki yang lain? Mereka malah
managp berjamaah..
"Hevi rotasioooon!" akhirnya Deidara selesai
dengan nyanyiannya sebelum Pein melempar
Zetsu kearah anggota berlidah banyak itu.
"eh leader... hehehe.." tawa Deidara sambil
pasang tampang tanpa dosa.
"umm.. tadi kau bosan kenapa?" tanya Kisame
mengalihkan perhatian sang Leader, rupanya
mereka juga sudah selesai mangap berjamaah
dan sekarang Hidan sedang melaksanakan do'a
penutup agar acara mangap berjamaahnya
menjadi afdol dan diridhoi Tuhan yang maha
esa.
"oh iya! Hampir lupa! Ehem.. gue boseen! Kerjaan
kalian nggak ada yang beres! Jinchuuriki belum
ada yang ketangkep lagi! Nggak ada progress
sama sekali!" Pein mulai ngomel ala nenek-nenek
pms.
"itu salah Tobi! Gara-gara dia kebanyakan main-
main sama orang-orang Konoha itu!" tunjuk
Deidara penuh birahi kearah Tobi.
"tidaak! Tobi anak baiik!" balas Tobi sambil
tersenyum mesum (?) dibalik topengnya.
"kalian itu berisik banget.. mendingan aku pergi
liburan gratis kalo begini." Celetuk Konan tiba-tiba.
"LIBURAAAAN?" teriak Pein, Zetsu, Kisame,
Sasori, Deidara, Hidan plus Itachi kompak.
"GRATIIIIIS?" jerit Kakuzu yang daritadi diam. Dia
memang paling cepat sama yang gratisan.
"iya, liburan gratis selama sehari dua malam ke
Hiroshima! Aku mendapatkanya setelah menang
undian di bungkus sabun colek." Jelas Konan
sambil nyengir girang.
"paket liburan gratisnya emang bisa dipake
berapa orangpun sih.. tapi aku ngajak kalian
nggak ya..?" sambungnya.
"Konaaan.. ajak kita dooong~~" rengek Kisame
sambil narik-narik baju Konan.
"aku juga mau ikuut..." Deidara ikut menimpali.
"aku juga.. sudah berapa tahun aku nggak jalan-
jalan.." tanpa diuduga Pein pun ikut memohon,
tampangnya dibuat semelas dan segalau
mungkin. Lebih galau dari tampang Itachi saat
melihat Sasuke jalan sama Karin.
"yah baiklah.. kalian juga boleh ikut, sekarang
siap-siap ya, kita berangkat besok pagi." Akhirnya
Konan nyerah juga dan mengajak kawan-kawan
autisnya untuk ikut berlibur.
-X-
Keesokan paginya terdengar ribut-ribut dari arah
gua markas Akatsuki.
"yaampun Dei, kita cuma pergi sehari dua
malam! Harus gitu lu bawa koper sampe 4 biji
gitu?" tanya Kisame jengkel sambil menunjuk
onggokan koper berwarna pink norak
didekatnya.
"harus dong! Itu kan isinya keperluan gue semua,
masa' nggak dibawa! Tapi masih mending gue
lah daripada Sasori, noh!" tunjuk Deidara.
"Wadoooh~! Ini lebih parah! Woi jangan bawa
rumah Barbieeee!" jerit Kisame ketika melihat
Sasori yang sedang menyumpalkan rumah
Barbie kedalam kopernya (bisa gitu rumah Barbie
masuk koper? Entahlah.. hanya Sasori dan tuhan
yang tahu)
"repot amat sih lu.. biarin aja sih mereka.."
imbuh Itachi yang tiba-tiba sudah berada di
samping Kisame, koper berhiaskan stiker "I Lop
Mai Brader" bertengger dengan manis
dipundaknya, kalau dilihat lagi Itachi jadi kelihatan
seperti mas-mas yang mau pulang ke kampung
halaman tercinta.
"ah iyalah, kita abai.."
"hoooi! Ayo berangkat! Nanti kita ketinggalan
kereta!" ucapan Kisame terpotong oleh teriakan
toa Pein.
"okeee.." jawab para anggota Akatsuki semangat.
Dan dalam waktu singkat mereka telah duduk
dengan manis di kursi kereta menuju Hiroshima.
"EEEH? ZETSU MANAAAAH?" jerit Tobi heboh
"dia katanya mau jaga rumah aja.." jawab Hidan
kalem, lalu melanjutkan do'a-do'anya, Hidan
memang yang teralim diantara mereka.
"bagus deh, jadi lebih irit uang makannya"
komentar Kakuzu sambil kipas-kipas pake duit
secengan padahal keretanya ber-AC, ckckck...
"sedikit lagi sampai nih, disana kita nginep di hotel
Daiwa Roynet." Tukas Konan seraya mengecek
lagi brosurnya. "heee? Itu kan hotel yang mahal
dan berkelas.." ucap Sasori. "wah kita
beruntung~" sambung Deidara centil. Akhirnya
mereka sampai juga di Hiroshima, setelah check
in, membereskan barang bawaan dan istirahat
sebentar anggota organisasi kajahatan ini
memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar
Hiroshima. "kalau disini kita bisa naik trem" jelas
Hidan setelah tadi dijelaskan oleh salah satu
pegawai hotel. "woooow.. aku belum pernah
naik trem." ucap Deidara polos. "makanya lu
jangan naik tanah liat terus.. sekali-kali merakyat
dong!" komentar Pein, padahal ia yang paling
jarang keluar markas. "itu dia tremnya, ayo~"
ajak Itachi, Mereka buru-buru menaiki kereta
besar itu. Para anggota Akatsuki itu kelihatan
sangat menikmati saat-saat menaiki trem
berwarna hitam itu, terutama Deidara yang baru
pertama kali menaikinya. Ia berkali-kali berteriak
norak saat trem sedikit mempercepat lajunya.
Mereka lalu berhenti di jembatan Aoi, dari
jembatan itu para anggota Akatsuki bisa melihat
monumen perdamaian Hiroshima, tapi karena
sudah terlalu sore orang-orang yang mengaku
jahat itu tidak bisa masuk kedalamnya, alhasil
mereka hanya bisa duduk-duduk di kafe yang
terletak di dekat jembatan dan menikmati cemilan
khas Hiroshima, Kakuzu yang bayar tentu saja.
Hari beranjak malam, matahari mulai tergelincir
kearah barat, Kakuzu, Hidan, Tobi, Deidara dan
Kisame memutuskan untuk kembali ke hotel.
Pein dan Konan akan kembali berjalan-jalan (baca:
pacaran) dan Itachi buru-buru mencari wartel
terdekat untuk menelpon Sasuke. Acara mereka
hari itu berakhir sampai disana. -X- Keesokan
harinya Akhirnya setelah Pein dicurigai satpam
sebagai teroris (emang bener sih), Deidara
disangka banci gahar dan setelah Itachi, Sasori
dan Hidan dikira anggota boyband akhirnya
semua anggota Akatsuki dapat memasuki
monumen perdamaian Hiroshima dengan
selamat, sentosa adil dan makmur.. di dalam
monumen itu dijelaskan bahwa pada awalnya
bangunan ini digunakan sebagai Gedung
Pameran Produk Industri Prefektur
Hiroshima,lalu setelah bom atom meledak di
Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 gedung
ini hancur luluh lantak. Pada mulanya gedung ini
direncanakan untuk dihancurkan saja oleh
pemerintah, tapi pada akhirnya gedung ini
diabadikan dan dijadikan monumen untuk
mengingatkan rakyat Jepang betapa
mengerikannya perang itu. Disini para Akatsuki
terdiam dan masing-masing terlihat merenung –
kecuali Tobi yang masih saja meneriakkan "Tobi
anak baik" di depan monumen- mereka
memikirkan bagaimana sebuah bom atom bisa
menghancurkan seluruh kota... dan bagaimana
cara mendapatkan bom atom itu, kan lumayan
untuk menghancurkan Konoha. Dasar mereka,
sekali jahat tetap saja jahat.. Keluar dari
monumen terdengar suara bergemuruh dari
arah Kakuzu. "hah? Bunyi apa noh? Bom atom?"
teriak Sasori panik, entah kenapa anggota
Akatsuki berambut merah itu jadi parno-an
setelah keluar dari monumen tadi. "bukan.. aku
lapar!" Kakuzu mengaku dengan cueknya.
"hadeeeh.. malu-maluin Akatsuki nih! yauda kita
cari makan yuk." Ajak Pein yang mendadak bijak.
"tapi..." ucap Kakuzu. "tapi apa Kakus? Gue juga
laper!" potong Hidan nggak sabaran, kalau soal
makan dia emang nggak alim lagi. "cari tempat
makan yang murah ya..?" lanjut Kakuzu, anggota
Akatsuki lainnya –minus Pein dan Konan-
langsung menggelar acara mangap berjamaah
lagi, kali ini Kisame yang jadi pemimpin acaranya.
"Konan, kita makan berdua aja yuk.." ajak Pein.
"ayo, pura-pura nggak kenal ah sama mereka.."
sahut Konan sambil berjalan berduaan dengan
Pein.
-X-
Perut telah terisi, merekapun melanjutkan
perjalanan wisata mereka di Hiroshima, kali ini
mereka mengunjungi kuil-kuil yang berada di
sekitar sana.
"kenapa nggak ada kuil buat dewa Jashin sih"
gerutu Hidan. "lu udah bilang itu 87 kali dari
tadi.." komentar Deidara sambil memainkan
rambut pirangnya. "rajin banget lu ngitungin.."
ledek Kakuzu yang tadi sempet marah-marah
karena uangnya habis untuk membayari makan
siang anggota Akatsuki yang sok elit (baca : di
restoran perancis yang mahal)
"biarin, weeek.." balas Dei-Dei sambil meletin
lidahnya yang ada di mulut dan yang ada di
kedua telapak tangannya.
Mereka –minus Hidan tentunya- tak lupa berdo'a
di kuil-kuil itu, berdo'a agar rencana mereka
untuk menguasai dunia cepat terwujud. Setelah
malam rombongan manusia jahat itu pulang ke
kamarnya masing-masing untuk berkunjung ke
pulau kapuk tercinta.
-X-
Hari ini adalah hari terakhir bagi anggota Akatsuki
berada di Hiroshima, sebelum pulang mereka
membeli oleh-oleh khas Hiroshima, tak lupa
mereka membelikan oleh-oleh untuk Zetsu di
markas.
Liburan ini adalah liburan yang pendek namun
berkesan bagi masing-masing anggota Akatsuki,
di liburan ini mereka lebih tahu tentang arti
perang dan dampak buruk dari suyatu
peperangan, mereka juga tahu bahwa bom atom
dapat memberikan efek yang besar bagi
hancurnya sebuah wilayah. Karena itu esok hari
jika mereka ingin menghancurkan Konoha
mereka akan mencari orang yang dapat
membuat bom atom terlebih dahulu, sungguh
kesimpulan yang super sekali.
-Tamat-
Ichi : g-garing banget... *makan kerupuk*
Konan : *ngambil kerupuk Ichi* itu gara-gara
akunya Cuma dapet sedikit dialog.. *makan
dengan santai*
Ichi : yaah kerupuk Ichi diembat! Padahal buat
makan siang tu kerupuk, hiksu..
Itachi : lagi-lagi dia mempertontonkan
kemiskinannya.. *swt*
Hidan : err.. yasudahlah.. buat pembaca
sekalian...
Pein : REVIEW YAAAAAA~~ *pasang tampang
se-moe mungkin*
Kakuzu : iiiih! Jijaaaaiii! *langsung kipas-kipas pake
duit secengan lagi*

Minggu, 15 Desember 2013

Akatsuki dan Anak Kucing


Pagi ini,para anggota akatsuki lagi nyantai kayak biasnya. Tentu saja, sebab meraka adalah PENGACARA (PENGangguran bAnyak Acara). Author lansung dikasih death glare ama Akatsuki.

Deidara asik dengan lempungnya,Sasori lagi asik didapur-entah-ngapain-author-gak-tahu. Itachi ,Tobi,Kisame,Hidan lagi asik maen monopoly,Pein lagi baca majalah piipp,dengan sembunyi-sembunyi,Konan lagi bikin origami,dan Zetsu lagi berfotosintesis*?*.

Cuma Kakuzu yang gak keliatan dari tadi,dia ternyata lagi sibuk dengan pacar-pacarnya (baca:duit).Rentenir tua dan bangkotan itu,keluar dari membawa sebuah buku yang lebih menyeramkan dari deathnote,lebih membahayakan dari buku hitam punya Hiruma. Para akatsuki(minus Kakuzu dan Sasori yang masih di dapur),merasakan aura kedatangan buku yang berbahaya itu. Buku yang bikin mereka kere seketika,buku itu....ya buku itu.....buku itu adalah...... BUKU HUTANG AKATSUKI..!!!!!*readers: gubrakk....!!!!!!!*

Mereka semua langsung keringatan,kepanasan,dan kedinginan*?*,ngeliat kakuzu mendatangi Deidara yang dideteksi memiliki hutang paling menumpuk di akatsuki. Dei yang merasakan hawa yang gak enak,langung menoleh kebelakang dengan gerakan slowmotion,"u..un?"

"Dei,bayar utang loe,dei,bayar...."ujar kakuzu dengan tampang horor yang bikin semua bulu kuduk akatsuki pada dangdutan*?*,"HYYAAAA......."akatsuki berteriak dengan teramat lebaynya."Apaan sich loe pada??"marah kakuzu,bukan karena akatsuki yang mendadak gara-gara mereka pada teriak pake toa,tepat dikuping indah*?* milik kakuzu.*author muntah-muntah*

"Gu..e..lagi...ga..k pu..nya du..it...un..."jawab dei dengan terbatubata."Yasudahlah..."ujar Kakuzu seraya berlalu. Deidara memasang tampang cengo bin oon,"udahan,un?". The leader,Pein pun lansung mendatangi Kakuzu karana penasaran,"tumben loe gak kayak biasanya."ucapnya.

"Gak ada gunanya kalo gue maksa loe pada,gue tahu loe semua pada kere terutama loe,Pein,ketua kere,"balas kakuzu seraya menunjuk wajah bulukan Pein. Pein yang merasa tersinggung langsung mengambil posisi pundung dipojokan.

Sasori yang(akhirnya)keluar dari dapur sambil membawa es teh dingin*author jadi pengen*menghampiri kohainya.

"Tadi Kakuzu nagih utang ama loe yach?pantesan dari dapur kerasa hawa yang gak enak ". Dei hanya ngangguk-ngangguk ampe kepalanya kepentok lantai,terus berdarah,terus geger otak,terus...terus.....*author dilempar bom*XD

"Tapi kakuzu gak jadi nagih utang,dia malahan pergi."jelas Konan yang dari tadi cuman diam.

"Malahan dia sukses bikin leader-sama pundung"tambah Zetsu,seraya memperbaiki posisi flytrapnya yang longgar*?* akibat fotosintesis.

Sasori menoleh kearah Pein,yang lagi mojok(baca:pundung),dengan mengemut kelima jarinya,terasa aura pundung yang amat mencekam disekitarnya. Author berlebihan deh....

Sasori kembali menatap kohainya,yang manis namun agak bloon dan bergender tak jelas itu.*author disumpel bom c4*

"Loe gak apa-apakan?"tanya sasori khawatir."Jadi danna khawatir,un,aku jadi terharu un." Ujar Dei memasang tampang (sok)imut.

"Dei....."

"Danna,un...."

"Dei......."

"Danna,un....."

" Tobi..!!"

"Kisame!."

"Hidan."

"Itachi".

Konan,Zetsu,Pein swt."Apa-apaan sich itu?"batin mereka.

"Miauwww...miiauww...."terdengar suara memilukan dari luar gubuk organisasi bulukan ini. Tobi yang pertama kali mendengar suara tersebut,langsung berlari ke arah pintu.

"Kyaaa...lucunya...."teriak Tobi dari arah luar."Huu...terimakasih,Tobi"balas Dei(kelewat)narsis. "Perasaan Tobi gak muji loe dech"ujar Kisame."Bukan senpai,tapi ini."ujar Tobi seraya mengangkat seekor makhluk kecil berbulu lembut,berwarna blonde*?*,berkaki empat,bertaring,bercakar,namun lucu dan manis.(readers:"bilang aja kucing apa susahnya sih?" author:"loh kok pada tahu sih?",readers:"kan udah ketahuan dari judulnya!")

"Iya,imutnya...!"Konan merebut anak kucing itu dari Tobi dan mengelusnya."Kayaknya Konan lebih sayang anak kucing itu daripada sama leader deh"bisik Itachi pada Pein. Disusul anggukan setuju dari Zetsu,Deidara,Kisame,dan Hidan.

"Lagipula bagusan tuh kucing kemana-mana"celetuk Sasori. Spontan Pein mengaktifkan death glare terbaiknya. Sasori yang merasa dirinya terancam,langsung memalingkan wajahnya,dan pura-pura tidak tahu.

"Senpai,bolehkan neko-chan tinggal disini?"pinta Tobi pada Pein."Ne..neko-chan?Itachi mengerutkan keriputnya,eh maksudnya keningnya,

"Iya, Tobi kasih nama Neko-chan,baguskan?"

" Bagus kok Tobi anak baik,tapi...."

"Boleh yach,Pein sayang?"rayu Konan,padahal lidahnya terasa kaku,gara-gara manggil Pein pake embel-embel'sayang'.

"Pliss...leader-sama"ujar Sasori,Deidara,Itachi, dengan tiba-tiba. Mereka berlima(ditambah Tobi dan Konan)menggunakan kitty eyes no jutsu yang sudah teruji khasiatnya*?*

Pein menggaruk kepalanya yang penuh kutu*author dilempar pierching*."Iya dech."ujar Pein yang udah terkena jurus itu.

"Oh,DJ,apakah gerangan yang menyebabkan makhluk imut ini,tersesat ditempat nista ini"ujar Hidan seraya merebut kucing itu dari pelukan Konan.

"MIAAUUWWW..!!!".Kucing itu mencakar wajah Hidan dengan ganas,dan melompat turun.

"Kayaknya tuh kucing gak suka sama loe,Dan"ejek Kisame. Kucing itu pun memandang Kisame dengan kejam,kemudian mencakar-cakar wajah Kisame.

"AAAAAAA.....wajah original*?*gue hancur" teriak Kisame histeris."Woy,cepetan tolongin Kisame!"perintah Pein. Langsung aja ,Sasori,Zetsu langsung berusaha melepaskan kucing itu,dari wajah langka Kisame.

Akhirnya,kucing itu melepaskan cakarnya,dan berlari menjauh dari para akatsuki. Kemudian melompat kepelukan anggota akatsuki yang dari tadi gak kelihatan. Kucing itu melompat ke pelukan Kakuzu!! Sekali lagi KAKUZU!!! Readers sekalian. All akatsuki(minus Kakuzu)sweatdrop(lagi)melihat kejadian ini.

Kakuzu memandang neko-chan dengan tampang sangar,bukannya takut,tuh kucing malah makin lengket sama kakuzu. Sepertinya neko-chan telah jatuh cintrong sama kakuzu! Sekali lagi sekalian!!!*digorok sama readers* Neko-chan mengeluarkan jurus kitty no jutsunya(yang telah diuji oleh akatsuki kepada Pein). Tapi Kakuzu tidak terpengaruh,ia menurunkan kucing itu. Namun dalam inner kakuzu,"kyaaa.....lucunya.....gue sampe mau meleleh*?*". tidak disangka,ternyata kakuzu bisa lebay juga. " *author digadai ama kakuzu*XD

..........xXxXx..........

Siangnya Tobi,Sasori,dan Dei asik bermain dengan yang sedang lewat ,tidak sengaja,menjatuhkan uang logam terakhirnya yang amat sangat berharga daripada nyawanya*author berlebihan deh*.Neko-chan segera berlari mengejar uang berharga milik sang uchiha yang sudah mulai mengalami tanda-tanda penuaan dini.*author diameterasu*

Sasori yang melihat adegan dramatis antara sang Uchiha dan seekor kucing yang sedang menperebutkan uang koin,hanya bisa tercengang. Sementara Tobi dan Dei malah santai seperti sedang nonton film,lengkap dengan popcorn yang dicuri dari rumah choiji.

Sementara itu,dirumah keluarga Akamichi.....

"MAAAMAAAA....!!!!! Popcornku dicuri 2 makhluk gaje yang pake jubah awan-awan gaje,yang satunya pake topeng lolipop,yang satunya banci blonde"terak Choiji dengan teramat lebaynya.

Back to Akatnikah,eh Akatsuki maksudnya.......

Neko-chan mengambil uang itu,dan memberikannya pada kakuzu,yang asik mengumpulkan kertas utang Akatsuki*rajin amat sih tuh kakek,amat aja gak rajin!"

"Heh?" Kakuzu cengo mengeliat kucing itu memberikan uang koin(yang sebenarnya punya Itachi) kepadanya. Namanya juga Kakuzu,ngeliat duit dalam bentuk apapun pasti juga diembat. Itachi pun pasrah,karna ada pepatah,"uang yang sudah berada ditangan kakuzu,tidak dapat diambil dengan alasan apapun"*pepatah dari mana tuh? *

"Sabar -san,uangmu akan tenang disana."hibur Zetsu ." Iya, kan anak baik"ujar Tobi Gak nyambung.

Semua Akatsuki(minus Kakuzu)berkumpul,dan berdoa untuk uang koin Itachi."ayo,semuanya berdoa"pimpin Kisame,sebagai partnernya Itachi. Semuanya berdoa dengan hikmat. Tobi sambil makan loli,Sasori sambil minun es teh yang dari tadi gak habis-habis, Dei sambil ngelirik es teh punya danna-nya,Zetsu sambil berfotosinteis, dan kegiatan-kegiatan aneh yang lainnya,*readers: bilang aja males ngetiknya!!!*

Doa pun selesai seiring dengan habisnya es teh milik Sasori,loli punya Tobi,dan proses fotosintesis Zetsu. Akatsuki pun mengintip Kakuzu dan neko-chan,dari balik tembok reot,markas mereka. Mereka penasaran dengan apa yang dilakukan Kakuzu dan Neko-chan. Ternyata............... kakuzu dan neko-chan, sedang....sedang....*hayo....jangan mikir yang aneh-aneh yach-ditabok*

Akatsuki yang sedang mengintip Kakuzu,lagi-lagi mengalamii sweatdrop berat."Neko-chan,aku tidak menyangka kita ternyata sehati,kamu suka uang,aku apa lagi! Dengan ini kita akan menagih uang kas akatsukiyang menumpuk"ujar Kakuzu dengn semangat membara ala Guru Gay dan Lee. "Miaauuww..."neko-chan hanya membalas dengan ngiauan*ya iyalah, masa dengan gonggongan*,kita akan mengalahkan pasangan, Kiba dan Akamaru,Gaara dan shukaku*?*,Manda dan Orochimahi,serta Maito Guy dan Lee."tambah Kakuzu dengan semangat 45'.

Akatsuki langsung mundur 1001 langkah."astaga...gaswat bin gawat,akan ada 2 Kakuzu sebentar lagi"pikir mereka khawatir. Satu aja sudah menyusahkan apalagi ada dua!!! Hidan yang merasakan dikhianati*?*langsung mewek lebay."teganya dirimu,teganya,teganya..."nyanyi H idan yang suaranya mirip dengan banci dilampu merah*disabit Hidan*

"HUUAAAHAAAAAA.....ayo neko-chan kita beraksi...."tawa Kakuzu. All akatsuki langsung merinding (lagi). "Ayo kita kabur..."suruh Pein kepada anak buahnya. Tanpa menunggu aba-aba selanjutnya,akatsuki sudah kabur entah kemana,tanpa lupa menyeret Hidan,yang masih mewek lebay.

"Lho? Kemana semua orang?"tanya Kakuzu heran saat ia pergi ke ruang kumpul. Neko-chan hanya menggeleng tidak tahu." Padahal aku kan mau menukjukkan atraksi antara aku dan neko-chan"ujar Kakuzu. "Yasudlah,ayo kita latihan"tambah Kakuzu. Akhirnya Kakuzu dan neko-chan meninggalkan tempat itu.

Akhirnya kakuzu menemukan partner yang sehati dengannya*?*.

THE END*?*

Sabtu, 14 Desember 2013

Dei's Post



AN: kecebong

Seperti yang kita tahu, di jejaring sosial facebook kita bisa membuat suatu grup. Well, begitupun dengan genk anak-anak ber-IQ nyungsep di Konoha Junior High yang tergabung dengan nama AKATSUKI the SEMPAX BOLONK. Mohon jangan berpikiran negatif dulu jika mendengar nama genk itu, begitu-begitu juga punya kepanjangan loh.
SEMua komPAX BOhong kaLO nyoloNK, nah disingkat jadi SEMPAX BOLONK.
Oke, karena nama genk itu sepertinya kurang enak untuk dibahas lebih lanjut, maka kita tinggalkan saja topik itu.
Nah, kembali ke masalah tentang genk AKATSUKI yang ternyata punya grup di facebook. Apa nama grupnya? Ya, tentu saja nama kebanggaan genk mereka, AKATSUKI the SEMPAX BOLONK.
Mengingat seberapa nyungsepnya IQ para member AKATSUKI, sudah pasti dapat ditebak siapa dalang dari diciptakannya grup laknat itu. Yeah, berilah penghargaan pada si sulung Uchiha Itachi yang menjadi satu-satunya member AKATSUKI yang memiliki kejeniuasan luar biasa.
Ck, meskipun sangat disayangkan, kenapa orang sejenius dia mau-maunya gabung dengan makhluk-makhluk berkapasitas otak dibawah garis normal.
Perlu diketahui bahwa grup itu baru saja dibuat sekitar 2 jam yang lalu dan Itachi sebagai admin sudah memasukan teman-teman se-genk ke dalam grupnya.
Jumlah membernya ada delapan orang.

Siapa sajakah mereka?
Silahkan lihat sendiri karena kebetulan sekitas satu jam yang lalu ada salah satu member grup yang mengirimkan post dan sepertinya cukup ramai dikomentari.
LET'S BEGIN!

.
.
Dei-chan anak pak Lurah AKATSUKI the SEMPAX BOLONK
Berapa jumlah bulu ketek elu un?

Pein suka yg GEDE-GEDE
Elu sendiri berapa?

Kakuzu full-money-fulus
Mau lu bayar berapa kalo gue ngitung bulu ketek gue sendiri?

Tobi anak baik
Ntar Tobi itung dulu yak!
Kawaii Ita-pyon
Gak ada kerjaan lu! Buat apaan sih?

Dei-chan anak pak Lurah
Ita un praktek biologi Dei remed un, si Orochi brengsek itu ngasih Dei tugas ngitung jumlah bulu ketek 10 murid un. Nyebelin un!

Pein un dari tadi Dei ngitung un, sumpah deh susah banget un.
Kaku un Dei lagi bokek un, ngutang dulu aja yak un!
Tobi un ntar kalo Tobi udah kelar ngitung, kasih tahu Dei yak!
Hidan DJ's fever ever after
Demi celana boxer Jashin! Ngitung bulu ketek itu dosa besar! Ampunilah mereka Jashin!

Pein suka yg GEDE-GEDE
Halah, sok suci lu, Dan!

Hidan DJ's fever ever after
Kampret lu Pein! Itu ada di kitab the Narsis of Jashin halaman 512 tau!

Kiss'ame-chan muach muach
Gue gak punya bulu ketek tuh.

Tobi anak baik
Dei-chan, Tobi baru kelar ngitung bulu ketek Tobi yang di sebelah kiri loh!

Dei-chan anak pak Lurah
Wow, berapa Tobi un?

Saso'barbie in wonderlan
Nasib lu jelek amat sih Dei.

Tobi Tob, elu ngitungnya pake apaan?
Pein suka yg GEDE-GEDE
Saso Tobi-babe ngitungnya pake cermin.

Saso'barbie in wonderland
Ih, kok elu tahu Pein?

Pein suka yg GEDE-GEDE
Ya tahulah, orang Tobi-babe lagi di kamar mandi apartemen gue.

Tobi anak baik
Pein-chan, tadi jumlah bulu ketek Tobi berapa sih? Tobi lupa.

Pein suka yg GEDE-GEDE
Nggak tahu, babe. Kan kamu nggak mau aku temenin.

Kawaii Ita-pyon
NAJIS! Pein, elu YAOIAN ya ama Tobi?

Dei-chan anak pak Lurah
Tobi Yaah, Tobi un inget-inget lagi dong jumlahnya un. Atau kalo tetep gak inget, Tobi itung lagi aja un.

Hidan DJ's fever ever after
YAOIAN?
SESAT! BAKALAN MASUK NERAKA!

Pein suka yg GEDE-GEDE
BERISIK LU, DAN!

Dei brengsek lu! Seenak jidat nyuruh Tobi-babe. Mentang-mentang tuh anak baiknya gak ketulungan.
Kakuzu full-money-fulus
Dei, bulu ketek gue susah diitung.

Tobi anak baik
Kaku-chan, itungnya pake kalkulator dong. Jangan pake benang.

Pein suka yg GEDE-GEDE
Tobi-babe, kok nggak balik-balik ke kamer? Betah amat di kamer mandi babe.

Tobi anak baik
Kan Tobi lagi ngitung bulu ketek, Pein-chan.

Pein suka yg GEDE-GEDE
Ngitungnya di kasur aja ya, babe. Ayo ke sini.

Tobi anak baik
Nggak mauuu. . . .

Pein suka yg GEDE-GEDE
Kenapa, babe?

Tobi anak baik
Tobi maluuu /

Kawaii Ita-pyon
NAJIS!

Hidan DJ's fever ever after
NAJIS! DOSA BERLIPAT GANDA!

Saso'barbie in wonderland
Gue fujo akut nih, EDAAAN Pein-Tobi HOT BANGET!

Dei-chan anak pak Lurah
WOY un, jadi bulu ketek elu-elu berapa?
Penting nih

Kiss'ame-chan muach muach
Kan gue udah bilang, gue kagak punya bulu ketek.

Dei-chan anak pak Lurah
Dei gak tanya elu, tek!

Kiss'ame-chan muach muach
tak-tek, tak-tek.. Gue ini HIU, nyet!

Dei-chan anak pak Lurah
Karep elu, tek!

Kiss'ame-chan muach muach
Nyet!

Dei-chan anak pak Lurah
Tek!

Tobi anak baik
Dei-chaaaan.. GAWAT!

Pein suka yg GEDE-GEDE
Kenapa, babe?

Hidan DJ's fever ever after
kena AZAB lu, ye Tob?

Pein suka yg GEDE-GEDE
BRENGSEK LU, DAN! Elu nyumpahin uke gue ya!

Tobi-babe babe, please jangan bikin aku cemas.
Dei-chan anak pak Lurah
Tobi un kenapa? Sakit perut? Sembelit? Nyeri haid? Atau kejang-kejang?

Tobi anak baik
Dei-chaaan~
Pein-chaaan~
Gimana ini? HUWEEE~

Kawaii Ita-pyon
Kenapa tuh uke lu, Pein? Abis elu apain sih?

Saso'barbie in wonderland
Waktu gituan, elu pake pengaman gak Pein?

Kakuzu full-money-fulus
Pengaman gak murah! Kas kita gak cukup buat beli gituan!

Kiss'ame-chan muach muach
ASTAGA! TOBI HAMIL?

Tobi anak baik
HUWEEE~ hiks hiks

Dei-chan anak pak Lurah
Cerita aja ke Dei, Tobi un. Dei kan selalu setia jadi temen curhat Tobi un.

Pein suka yg GEDE-GEDE
babe, please buka pintu kamar mandinya! Aku cemas, beneran. Please~

Tobi anak baik
Hiks. . .

Kiss'ame-chan muach muach
TANGGUNG JAWAB ELU PEIN!

Tobi anak baik
huweee~

Pein suka yg GEDE-GEDE
BRENGSEK LU HIU AMIS!
Jangan berisik! Uke gue makin histeris tau tek!

Kiss'ame-chan muach muach
GUE HIU, NYET!

Hidan DJ's fever ever after
Tob, ayo ikut gue. Kita tobat, minta ampun ke Jashin.

Pein suka yg GEDE-GEDE
JANGAN GANGGU UKE GUE!

Babe, ayo dong keluar. Atau aku dobrak aja pintunya!
Tobi anak baik
Jangan Pein-chan, jangan~
Tobi mohon hiks.

Kawaii Ita-pyon
Tob, elu kenapa sih? Cerita ke gue gih.

Dei-chan anak pak Lurah
ke Dei juga Tobi un.

Saso'barbie in wonderland
Tobi gak sendiri kok, ayo kita cerita aja ke kita. Apa Tobi diperlakuin gak senonoh sama muka bokep itu?

Pein suka yg GEDE-GEDE
Siapa yang elu sebut muka bokep, banci?

Tobi anak baik
hiks. . . Tobi. . . . Tobi. .

Kiss'ame-chan muach muach
HAMIL YA, TOB?

Tobi anak baik
BUKAAAN~ hiks, Tobi. . .

Pein suka yg GEDE-GEDE
Oke, aku bakalan dobrak pintunya kalo kamu nggak mau bilang kamu kenapa, babe!

Tobi anak baik
Jangan, Pein-chan. . .
Tobi lagi nggak pake baju, hiks. Tobi maluuu~

Pein suka yg GEDE-GEDE
babe, aku kan sering liat kamu nggak pake baju. Kamu tuh SEKSI, babe.

Tobi anak baik
Tobi nggak mau! NGGAK MAU!

Pein suka yg GEDE-GEDE
oke, oke. . . jadi kamu kenapa?

Tobi anak baik
Janji ya, jangan sampe ada yang jauhin Tobi ntarnya, hiks. . .

Dei-chan anak pak Lurah
Pasti Dei nggak ngejauhin Tobi un kok.

Kiss'ame-chan muach muach
JANJI!

Saso'barbie in wonderland
Gue janji Tob.

Hidan DJ's fever ever after
Walaupun elu najis, Tob. Tapi elu tetep temen gue. Oke, janji.

Pein suka yg GEDE-GEDE
Mana bisa aku hidup tanpa kamu, babe.

Kakuzu full-money-fulus
Asal gak ngerugiin kas, gue janji.

Kawaii Ita-pyon
Aduh, Tob. Elu kan udah kayak adek gue.

Tobi anak baik
Hiks. . . Tobi. . . Tobi. .
Huweee~ Pein-chan, anterin Tobi ke rumah sakit SEKARANG! Hiks.. Bulu ketek Tobi yg sebelah kanan. . .

Pein suka yg GEDE-GEDE
Ya, babe?

Tobi anak baik
Hiks. . .

Pein suka yg GEDE-GEDE
babe, please. . .

Tobi anak baik
BULU KETEK TOBI YANG KANAN BOTAK, HUWEEEE~

Kiss'ame-chan muach muach
HA? SUMPE LU?

Kawaii Ita-pyon
BOTAK? KOK BISA?

Kakuzu full-money-fulus
maksud elu?

Pein suka yg GEDE-GEDE
babe, KAMU SERIUS?

Tobi anak baik
huhuhu. . . Pein-chan anterin Tobi ke rumah sakit SEKARANG JUGA!

Pein suka yg GEDE-GEDE
Oke. Gue off ya, guys!

Tobi anak baik
Tobi pergi dulu, hiks. .
Off.

Hidan DJ's fever ever after
OH, JASHIN! Yang tadi itu apa?

Kiss'ame-chan muach muach
ASTAGA! Apakah itu gejala keguguran, Chi?

Kawaii Ita-pyon
mana gue tahu!
Udah ah, makin gak jelas komennya. Off ah.

Hidan DJ's fever ever after
Off juga, waktunya semedi ke gua. Bye.

Saso'barbie in wonderland
KAKKOI~ PEIN-TOBI SO SWEET!
Off juga ah, mau liat pilm yaoi coy!

Dei-chan anak pak Lurah
Loh? Loh? Kok pada off un? Tugas ngitung jumlah bulu keteknya gimana dong un? AAARRGH~!

Kakuzu full-money-fulus
DERITA LO!
Off ah.


.
.
.
~FIN?~

Akatsuki Uji Nyali

Author: Kharis Numb'Blazz PM
Gimana jadinya bila Anggota Akatsuki yang nista ikut acara Uji Nyali? gak usah baca kalo jelek, gaje abal, soalnya ini fic baru saia
Follow/FavoriteRated: Fiction K+ - Indonesian - Humor - Akatsuki - Words: 1,159 - Reviews: 5 - Favs: 3 - Follows: 1 - Published: 06-12-10 - id: 6045261
A+ A-
Akatsuki ikut Uji Nyali..

Naruto punya Mas Kishimoto

Tapi ceritanya punya saia

Mohon maaf kalo ada kesalahan tulisan, gaje, gak nyambung, cabe deeh , dll

Just check it out! _

Pain, sang ketua Akatsuki menantang anggotanya yang tidak beradab dan tidak berbentuk manusia ( wah gimana jadinya tuh?) untuk ikut acara Uji Nyali Masih Didunia Lain.. Pain sudah setuju kalo tempatnya di Taman Lawang..( Dikeplakin) boong dah di Lawang Sewu dan tempat Uji Nyalinya di Lorong Penjara bediri…

-Itachi-Hmm, kalo ujinyali mah, gampang" ujar Itachi sok berani. "ntar kalo setannya muncul saia dah siap" (sambil nyiapin kertas mantra yang buat nyegel Vampir China) ujar Itachi lagi.

"saia mau ikut kalo gak ngurangin jumlah uang dompet saia.." ujar Kakuzu sambil menghitung uangnya.

"jadi siapa yang mau ikut nih?" Tanya Pain

"aku, un" Deidara mengangkat tangannya.

"TOBI MAU IKUT" teriak Tobi

"yang mau ikut angkat tangan!" seru Pain.

Yang ikut: -Pain,Konan, Deidara, Tobi, Kakuzu, Itachi, Sasori.

"lho Hidan mana?" tanyan Konan,

" nyebur ke Pasir Isap" seru Kakuzu

"Apa? Ngapain dia gitu?"

"katanya supaya ilmu kebalnya bertambah"

"Makhluk nista, mau aj ngikutin tuhannya yang sama-sama Idiot." Kata Kakuzu

Di Tempat Uji Nyali…

-Pain: "anda akan berada disini selama dua malam, kami sudah menyiapkan persiapannya.." kata presenternya sambil menyerahkan Bubur Tim, susu Dancow, Biskuit Bayi, Dll dan tak lupa, Air susu Singa.

"LOH KOK DIKASIH MAKANAN BAYI SIH?" Pain marah sampe ilernya nyebar kemana-mana. Presenternya langsung ngibrit dan meninggalkan Helm berKamera.

Selama di tempat ujinyali, Pain tidak merasa takut terhadap setan(soalnya dia raja setan sih) dan hal2 gaib lainnya., ada setan Kuntilanak menampakan wujudnya. Pain yang melihatnya memberikan tatapan death glare..

Kuntilanak tsb langsung ketakutan dan membawa koper bertuliskan BORNEO,

"yosh akhirnya bisa dapat 2 juta! Beli cd Teletubies ahh" Ujar Pain

-Konan: "anda akan…" belum sempat menyelesaikan kata2nya Konan langsung ngambil Kue-Kuenya dan meminta MilkShake(emang Restoran). presenter

Sweatdropped. Selama ujinyali, banyak yang godain Konan. " eh cantik ikut gw yukk, ntar gw ajak main ke Kuburan" rayu genderuwo

"eh manis, mendingan ikut aja gw aja, ntar saia kasih kain kafan gratis.." ajak pocong

"eh sosis idup, lo diem aja, jgn gangguin pacar gw!" seru genderuwo marah.

"eh gorilla buduk, lo yang diem, buktinya dia ngeliat gw jadi dia pacar gw!"

Mereka berdua pun Ribut. Membuat para kru ujinyali sweatdropped.

"selamat, anda berhasil melewati malam pertama(mang udah kawin) dan kedua, anda mendapatkan 2juta rupiah" kata sang presenter sambil menyodorkan uang di amplop. "yess dapet, gw mau beli sempak, sempak gw dicium mulu sama Pain ampe bolong-bolong!" Kata konan sambil menuju toko pakaian.

-Deidara:

sang presenter mengedipkan mata sebelahnya. Tanda2 orang idung belang. " EH gw LAKI-LAKI TULEN TAU!" ujar deidara dengan tatapan Jijik.

"ah masa, laki-laki cantik amat.. kaya cinta laura.. hehehe" goda sang presenter. " KALO GAK PERCAyA, NIH LIAT!" deidara membuka celananya.. dan.. sang presenter muntah-muntah dan muter2 keliling lingkaran.

Saat ujinyali, Deidara juga digodain, ama setan2 ganjen dan mantan idung belang. "eh lu lebih cantik dari cewe yang tadi.. " goda genderuwo(lagi)

"EH GUE LAKI-LAKI SEJATI TAOK, Gak BISA BEDAIN APA?" Deidara marah-marah karena disangka laki-laki(lagi). Genderuwo memperhatikan tubuh Deidara dari ujung kaki sampe ujung bulu idung, "ah lo kaya cewe, ngaku aja kalo lo cewe" goda genderuwo(lagi)

Deidara kembali melakukan adegan telanjang, dan genderuwo muntah2 kencur sambil muter2. keliling lingkaran. Dan akhirnya ujinyali selesai. Sang presenter menyerahkan uang dua juta dan(lagi-lagi)mengedipkan mata sebelahnya.. Deidara hanya cuek karena capek digodain. "nih duit gw pake buat makeover dah, " ujar deidara senang.

Tobi:

"anda akan berada disini selama 2 malam, kami akan memberikan persiapannya." Sang presente kembali mengatakan itu.

Dilihat dari topeng yang dikenakan Tobi, sang presenter mengira kalo Tobi itu anak2 kecil yang doyan lollipop. Sang presenter menyerahkan makanan berupa, setoples permen. Tobi langsung sweatdropped. " mentang-mentang topeng Tobi lollipop, dikasihnya permen, padahalkan Tobi mau kue" kata hati Tobi(emangnya Madara punya hati?)

Selama Ujinyali, Tobi makan permen2 lolipop sama permen karet.. saat setannya menampakkan dirinya, Tobi yang kaget langsung nyengir karena takut, melihat gigi Tobi yang Hancur-HItam dan bau, setan2 langsung mengungsi ke Balai desa.. dan kembali 28 tahun kemudian(kaya migrasi burung aja..) saat ujinyali selesai, untuk memberikan uangnya presenter harus menyewa helicopter untuk menghindari bau mulut Tobi yang bisa melelehkan apapun. Setelah uang nya diberikan, Tobi teriak2 keliling kampong dan kampong yang dilewati Tobi rata dgn tanah. "ntar Tobi beliin eskrim buat seumur hidup!" TObi teriak –teriak lagi

Itachi:

Itachi yang ikut ujinyali sekarang, "tu…tuan, ka..kami akan a..ada di be..belakang ge..gedung" kata presenternya ketakutan ngeliat mata Itachi yang menyala-nyala. Sesampainya di tempat ujinyali, Itachi di godain ama Kuntilanak, Susterngesot, dan hantu2 wanita lainnya. Setan2 laki2 sebel ngeliat istri-istrinya nempel ama Itachi.

"eh kamu ganteng deh, mau ikut tante gak? Ntar tante kasih bunga melati gratis.. hehehe" Itachi berpikir, "lumayan juga, bunga melati kan baunya enak, bisa buat pengharum toilet nih, hehehe.." pikir Itachi Licik. Setelah ikut Mba Kunti dugem, Itachi dikasih bunga melati sekarung penuh. Setelah Uji Nyali selese, Itachi mikir "lumayan, dah dikasih 2 juta, dikasih bunga melati juga, untung berat gw.. hehehe" pikir Itachi "mending nih duit gw beliin Kutex, kutex gw dipake mulu ma Deidara.. " ujar Itachi sebal.

Kakuzu:

"Si Rentenir nista ini juga ikut? Hmm kayanya ntar kalo dikasih duit 2juta pasti minta lagi, gawat" pikir sang presenter . sang presenter sudah menyembunyikan buku bertuliskan " Bagaimana cara untuk mengelak dari Rentenir". Saat ujinyali, sang rentenir ini malah minta storan keamanan, sungguh terlalu.. (begitu kata pak haji). Saat selesai Ujinyali, rentenir ini minta lebih, "woi bang tambahin dong buat naik ojek," kakuzu meminta dengan Puppy eyes no jutsu yang ia pelajari dari Naruto..

"baiklah, berapa?" Tanya sang presenter dengan nada pasrah.

"1 juta bang" jawab Kakuzu enteng

"HAH, 1 JUTA, OJEK APAAN 1 JUTA?" sang presenter kaget bukan main.

"ojek sepeda bang, kan dari Bandung ke Jepang jauh." Jawab Kakuzu lagi2 enteng

Sang presenter pasrah. Sementara itu Kakuzu naik Pesawat dan harga tiketnya hanya 100rb. "dasar presenter gebleg, dah tau ada pesawat, mau aj dibegoin, HAHAHAHA" Kakuzu berkata dengan nada kemenangan.

Sasori:

" anda Saori?" Tanya sang presenter

"Nama gw SASORI, bukan Saori, itu kan saus tiram, gebleg"jawab Sasori marah.

Saat ujinyali, Sasori diam aja kaya lagi mag.

"kenapa dia diem aja?" Tanya salah satu kru.

" mungkin takut kali," jawab sang presenter.

Setan-setan yang melihat juga heran, koq orang ketakutan diem aja begitu kaya patung.

Selesai ujinyali, tiba2 Sasori muncul dibalik pintu sebelah kanan. Membuat para kru kaget.

"lo, tadi anda kan disini, kok muncul disitu?" Tanya sang presenter

"gw mang tadi disitu, situ nyuruhnya kan disini." Jawab Sasori Enteng.

Sebenarnya, Sasori menggunakan Bonekanya untuk menggantikannya.

Sementara Sasori yg asli tidur-tiduran.

Dan Sasori langsung mendapatkan untung.

Dan akhirnya Para Akatsuki bahagia karena mendapatkan

2juta

Dan Sang presenter melarat karena kehilangan 14 juta.


Endd

Kamis, 05 Desember 2013

Semua Karena Iwak Peyek

Author: Kim Ha Khu a.k.a Berta Herdiana
Pairing: PainKonan
Rated: K+
Diclaimer: Masashi Kishimoto

Genre: Humor gaje, romance gagal, berantakan, ancur, nista (???)

~~Happy Reading~~

Konoha High School..

"Kyaa.. Malam ini malam minggu. Aku sudah ada rencana akan pergi ke konser Justin Bibir *plakk* bareng pacar ku..!!"
Ku dengar salah satu teman ku, Sakura, memulai obrolan.
"....."

Dalam hati: Yakin bukan elo yang bayarin???

"Aku sih mau menjenguk sekaligus menemani cayank-ku. Kasihan, 2 hari ini dia tidak enak badan."
Kali ini Ino yang bicara.
"........."

Dalam hati: Kebanyakan dosa kali tuh...

"Aku sih nggak mau kemana-mana. Soal nya pacarku mau main kerumah, pengen kenal lebih dekat calon mertua kata nya."
Giliran Temari yang berkicau.
"........"

Dalam hati: Paling cuma pengen numpang makan doang...

"HEY!! KONAN!!! Dari tadi kami berkicau(?) ria tak kudengar komentarmu. Kenapa?? Kau baru menelan biji mangga, hah??!!"

"Iya, Konan. Kau tidak bercerita panjang lebar lagi pada kami. Tidak seperti kau yang biasa nya."

"Mau berkomentar apa?? Mau bercerita apa?? Kalian kan tau, AKU TIDAK PUNYA PACAR!!"

DOOOOOONG!!!!

"..........."
"..........."
"..........."

"Ckckck... Yang tabah ya..."
Ujar Ino menepuk-nepuk bahu ku, iba.
"Ah, lepaskan!! Aku tidak butuh pacar kok!! Aku masih ingin menikmati status singleku."
Ku tepis tangan sahabatku itu.
"Cih!! Status single atau jomblo, hah!??"
Ujar Ino dengan sangat kejam. Hiks, mewek dah gue.

"Cobalah cari pria tampan. Ups, maksud ku, yang tidak tampan juga tidak apa-apa, asal itu pria."
"Aish!! Kau pikir aku tidak mampu mencari pria yang tampan untuk jadi pacarku, hah!?? Kau pikir aku pecinta sesama jenis, hah!!? Aku tidak doyan wanita. Aku doyan'nya iwak peyek. Aku juga bukan nya tidak mau mencari cowok, tapi..."

"............."
Mereka terdiam, menanti kelanjutan kata-kata ku.

"Tapi, tapi..."
"..............."

"Hiks, rasa nya tidak akan ada laki-laki yang tertarik pada ku... Huwee...!!!"
"Kami mengerti..."
Mereka lalu memeluk ku.

Yah, aku tidak cantik, juga tidak jelek. Tidak dominan cantik, juga tidak dominan jelek. Di bilang cantik, aku tidak begitu cantik. Di bilang jelek, aku juga tidak begitu jelek. Pokok nya aku tidak cantik juga tidak jelek.

*PLAKK!!!

WAJAH KU PAS-PASAN...!!! HUWEE!!! *nangis darah*

Hampir 3 tahun di SMU, aku tidak pernah merasakan punya pacar *ngenes*. Banyak yang menggosip tentang ku, gadis yang cupu, tidak punya daya tarik dan TIDAK LAKU-LAKU. Aish, bukan nya aku sombong. Aku bukan nya cupu, hanya saja aku pelit. Mengganti minyak wangi dengan minyak telon. Soal nya buat anak, nggak boleh coba-coba. *plakk!!*

Aku juga bukan nya tidak punya daya tarik, Aku hanya tidak punya daya upaya. Soal nggak laku...

Mungkin benar. Bukti nya sampai saat ini belum pernah ada pria yang suka pada ku.
*Hiks.. nasib..*
Ku tak laku-laku...
Apa ku terlalu... Memaksakan diri, memilih lelaki...
*Nyanyi di lampu merah.*

-***-

Kantin...

Ah!!
Penuuuuhhh..!!!

Ku alihkan pandangan di sekitar ku.. Dimana ada yang kosong ya??

#Dimana, dimana, dimana... *plak!!*

"Hey!! Konan, Miss Jomblo Forever!!"
Seorang cewek memanggil ku. Cih.. Dia adalah cewek populer di sekolah ini. Maklum lah ya, dia kan anak pengusaha yang sangat amat kaya. Beda banget ma gue, anak biasa yang orang biasa aja nggak mau deket-deket ma gue. Anak kelewat luar biasa yang biasa nya kagak bersikap kayak biasanya.

"Jangan deket-deket sini. Gue nggak mau ketularan sial elo. Hush! Hush!! Nggak level ma kita-kita..!!"
Cewek itu berkata lagi, di sambut dengan tawa teman-teman nya dan tebaran bunga mawarnya marwan. *lebay*

"HAHA, tertawalah karena sebelum tertawa itu di larang!!" *kata-kata mutiara(?) khas film WARKOP.
#maklumlah ya, Author jiwa-jiwa orang jadul.

Akhir nya ku temukan bangku yang kosong di pojok kantin.
"Sepi sekali di sini, kenapa tidak ada yang mau menempati ya?? Jangan bilang ini bangku kosong yang ada dedemit ngetem di sini."

Huuh...
Kalau memikirkan itu, aku tidak jadi-jadi makan...

KRAUSSS, KRAAUUSS...
Aku nafsu sekali makan menu hari ini. Nasi tiwol dengan lauk Iwak peyek.

"Gomen, bolehkah aku duduk di sini??"

Haaa???
Ku tatap sumber suara sementara iwak peyek masih asyik bertengger(?) di mulutku.

"Ah, i-iya.. Silahkan.."
Ku geser posisi duduk ku.
"Hey, Guys!! Sini!!"
Ucap lelaki itu memanggil teman-teman nya.

Waaa...

Bukankah dia teman sekelas ku, ketua genk yang suka melanggar aturan sekolah??
Mimpi apa aku semalam. Bisa-bisa aku nyuci piring kalau uangku mereka palak.

Akhir nya aku tidak meneruskan makan iwak peyek dan memilih menelan ludah. Ciih!! Hambar.

"Hey, kalian dengar?? Si Hidan masuk rumah sakit gara-gara tawuran kemaren. Ahahaha..."
Ucap seorang laki-laki berambut hitam, yang di sambut tawa teman-teman nya.

OH JASHIN(?)....
Posisi ku di pojok sehingga tidak bisa keluar dari kerumunan berandalan ini. Tuhan, ampuni dosa ku...

"Ahh!!"
Tangan si ketua genk menyenggol siku ku sehingga iwak peyek tercinta jatuh dari piring nya.

"HUUUUWWWWAAAAAAAA.......!!!!!!!! IWAK PEYEEEEEKKKK KUUUUU!!!!!"
Teriak ku keras hingga semua orang di situ menatap ku.

"..............."
SHIIIIING~~~~

".............."
"Gomen.."
Pria itu mengambil iwak peyek ku dan menaruh nya di sisi piring ku.
"U-ugh..."
Mata ku berkaca-kaca.

"Be-belum 5 menit kan??"
"U-ugh..."
"Nona?"

"HUWWWAAAAAAAA.......!!!!!!!!"
Aku segera kabur meninggalkan TKP.

"............"
"No-Nona???"

"Sudahlah Pain, untuk apa kau perdulikan dia. Dia kan hanya iwak peyek(?)."
Ucap Kisame, Gx nyadar diri nya juga iwak(?).

-***-

Keesokan hari nya, Konoha High School...

"Selamat pagi..."
"Se-selamat pagi..."
Ucap ku saat ketua genk berandalan itu menghampiri ku.

"Nama ku Pain."
"Aku tau, kita satu kelas kan? Nama ku Konan."
"Aku juga sudah tau. Kita satu kelas kan??"
Ucap Pain dengan menggunakan nada bicara yang sama dengan ku. Aish!! Rupanya dia mencoba menggoda ku.

TIDAK MEMPAAAAAANNN!! *tebar menyan + bawang putih*

"Maaf soal kemarin."
"Soal apa??"
"Soal matematika." *plaak!!*

"Soal iwak peyek.."
*Haaaahhh, tidak kusangka kau masih memikirkan itu..
IWAAAKK PEYYYEEEEKK KKUU!!!*

"Sebagai ganti nya, aku akan mentraktir mu makan iwak peyek. Bagaimana?"
"Serius??"
"Ya, Aku serius. Aku tidak tau kau begitu sayang pada..."

TEPP.

Ku tutup mulut lelaki itu dengan kedua tangan ku.
"Dengar, soal itu jangan kau anggap serius. Aku memang sangat suka iwak peyek. Sungguh!! Tapi kemarin bukan itu masalah nya."
Pria itu terdiam, lalu melepaskan tangan ku dari mulut nya.
"Tapi kemarin kau menangis..."

TEPP
Ku tutup lagi mulut nya.
"Sungguh, bukan itu..."
"HHHMMMPPPP..."
"............."
Aku menunduk, menyembunyikan wajahku.

"A-aku malu karena sudah berteriak pada mu. Aku takut karena kalian adalah genk berandalan di sekolah ini. A-aku.."

AH!!

Ku tatap mata pria itu..
GA-GAWAAATTT...

"Bu-bukan... Maksudku bukan berandalan, ta-tapi hanya nakal. Ah, bukan-bukan... Tidak begitu nakal. Ah, bukaaaan!! Ha-hanya sedikit... I-iya... Sedikit nakal..."

Pria itu melepas tanganku dari mulut nya (lagi) dan menggenggam tangan ku.
"AKU TAU MAKSUD MU, KONAN!!"
Ucap nya sambil mengedipkan matanya.

HUWAAAA!!!!
APA-APAAN ITUUUU...!???

"Apa kau mau..."
TEPP.
Segera ku tutup mulut nya dengan kasar. Alhasil mulut lelaki itu ku jamin jontor.

"Gyaa!!! Jangan katakan apa-apa lagi.."
Aku segera kabur. Aku tidak tau apa yang ingin dia katakan. Hanya saja aku tidak mau berurusan dengan berandalan sekolah.

AKU HANYA INGIN HIDUP NORMAAAALLL...

"Hey, Pain. Kenapa kau ada di sini??"
Kisame menepuk bahu Pain. Pain berbalik sambil mengedipkan mata nya.
"Gyaaaa!!! Sadar Pain!! Aku ini Kisame, aku laki-laki!!"
Muka Kisame memerah, panik.

"Kau ini bicara apa, sih?? Mata ku kemasukan debu, nih. Sakit. Tolong tiupin dong..."
Pain memajukan wajah nya pada Kisame, sambil memejamkan sebelah mata nya.

"GYAAAAAA!!!!"
"Kis??"
Terlambat. Kisame pingsan karena shock, menahan tekanan batin dari pesona Pain. *plak!*

-***-

"Selamat pagi..!!

"Mau makan, ya..??"

"Mau pulang..??"

"..........."
Aku terbengong-bengong ketika laki-laki berandalan bernama Pain itu menyapa ku. Bukan sekali dua kali, tapi setiap aku berpapasan dengan nya.

Bukan, bukan berarti aku keberatan, bukan juga karna terpesona. Sungguh, biarpun ku akui dia tampan, aku tidak tertarik dengan nya. Dia terlalu tinggi untuk ku.

Maksud nya level nya terlalu tinggi buat ku. Bukan aku nya yang pendek. T.T

Konoha High School..

"Yak, anak-anak. Mulai minggu ini, kita akan mengerjakan tugas secara berkelompok. Satu kelompok beranggotakan dua orang. Berikut ini sensei akan membacakan daftar kelompok... BLA BLA BLA BLA..."
Aish!!
Kenapa orang itu rajin sekali berceloteh?? Apa tidak berbusa tuh mulut?? *plakk!!*
Mending gue Fb-an aja ah...

.

.

"Konan...!!!"
".........."

"Konaaaaaaannn!!!!!!"
Salah satu temanku menggoyangkan bahuku.
"Ah, ya!??"

"Konan?? Kau dengar?? Apa kau baru saja melamun, hah??"
"Ah, aku baru saja melamunkan masa depan kita berdua, sensei."
Kedip-kedip ke arah sensei. *PLAK!!*

#Konan: KAGAK RELA!! KAGAK RELA!! Emang selera gue yang tuir-tuir apa!?? *nangis darah* (protes ke author)

"Yak, lupakan kata-kata, Konan yang sarap ini. Konan, kau berpasangan dengan... Ee..."
"........???"

"Ah, ya!! Dengan Pain!!"
"WHAAAAAAT!!!????"

Ku lirik Pain yang melambaikan tangan dan tersenyum pada ku.

GILA!!
INI GILA!! BENAR-BENAR GILA!!
HUWWWAAAAAA......!!!!!

It's Crazy.. *sok inggris*

-***-

"Kau sengaja??"
"Umm?!"
Pain menatap ku. Saat itu kami sedang mengerjakan tugas di rumah nya.
"Apa maksud mu??"

"Ini terlalu kebetulan. Beberapa hari ini kau terus mengganggu hidup ku. Lalu tiba-tiba kau menjadi pasangan kelompok ku. Ini..."
"........"
Lagi-lagi Pain menatap ku dengan mata bling-blingnya(?).

"Su-sudah ku bilang ini TER-LA-LU KE-BE-TU-LAN!!"

"Aku memang menyuruh sensei untuk di pasangkan denganmu!"
"Haaaa!!!!"
Tunjuk-tunjuk muka Pain.
"Sekarang kau mengaku kan??"
"Hmm..."

"Lalu apa sebenar nya mau mu, hah!??"
"Mauku??"

Pain memegang kedua tanganku, membuatku berdiri sedangkan dia bersujud di hadapanku.
"A-apa yang kau lakukan??"
"Ini mauku.."
"........"
Pain lalu mencium kedua tangan ku. >///< *iyuh..*

"......!!??"

"KONAN, MAUKAH KAU MENJADI PACARKU??"

HHAAAAAAHHHHH????!!!!

-TAMAT- (Dengan gaje nya.)

Puisi

By: kikurocchi
Anak-anak Akatsuki dapet tugas bikin puisi dari guru bahasa dan sastra,
Pak Jiraiya. Puisi terbaik akan memperoleh kejutan yang mengejutkan (?).
Intip yuk kegiatan mereka
Rated: Fiction T
PUISI

Rated : T+ (salahkan puisinya Pein #plak)

Chara : All Akatsuki Member

Genre : Humor/Parody

Disclaimer : Punya kakek buyut gue #dipendem, maksud saya punya Om
Masashi -.-

Warning : OOC, bahasa gahoel, EYD dikiiitt, mengandung konten agak
dewasa, AU, garing, DLDR J

Summary : Anak-anak Akatsuki dapet tugas bikin puisi dari guru bahasa
dan sastra, Pak Jiraiya. Puisi terbaik akan memperoleh kejutan yang
mengejutkan (?). Intip yuk kegiatan mereka J

" UAPAAAHHH?!"

" CIYUUUUSSS...!"

" TEDAAAAAKKKK!"

" OH Noooo... YES! Eh, NOOOOO!"

Berbagai macam teriakan yang dihasilkan oleh 9 makhluk penghuni kelas
X-Z berhasil membuat Pak Jiraiya, guru bahasa dan sastra, mendadak tuli.

BRAKK! Jiraiya menggebrak meja, membuat kelas hening seketika.

" Biasa aja woy! Tugas kalian cuma bikin puisi, bukan skripsi." Jiraiya
mulai emosi.

Pein, cowok jabrik berambut orange, selaku ketua kelas X-Z langsung ngomong.

" Gue nggak bisa bikin puisi nih," ujar Pein yang nggak punya rasa
hormat sedikitpun sama Pak Jiraiya.

" Terserah, tapi tugas ini wajib. Dilarang nyomot dari internet, nyontek
dari majalah, nggak boleh dibikinin sama tetangga, bla bla bla.. Paham?"
Jiraiya menatap kesembilan murid penghuni kelas X-Z, kelas paling pojok
dan terkucilkan, dimana isinya murid-murid nggak bener.

" Kalo dibikinin sama babu gue boleh dong, ya? " celetuk Uchiha Itachi,
cowok super tampan, super tajir, super cerdas, dan super kece. Sayang,
terkadang kecerdasannya nggak bisa menolongnya dalam hal memilih teman -.-

" Curang lu! Mentang-mentang kaya dan punya babu segudang," kata Kisame,
remaja blasteran ikan, yang juga sohib kental Itachi, protes nggak terima.

" Gue pinjem babu lu satu, Chi. Ntar gue balikin." Deidara, cowok yang
hobi membuat, menjual, dan menyalakan petasan itu ikut nimbrung.

Dan semua anak-anak Akatsuki pun sukses merayu Itachi agar mau
meminjamkan babu-babunya. Hidan yang emosi karena dicuekin Itachi cuma
bisa mukul-mukul meja, kursi, dan laci. Kakuzu bahkan sempat menarik
rambut si sulung Uchiha sehingga rambut hitam nan lebat miliknya tergerai.

" Balikin kuciran gue!" bentak Itachi kesal sambil megangin rambutnya
supaya nggak berkibar kayak bendera.

Kakuzu cuma melet. " Pinjemin dulu babu lu."

Itachi gemas. Dikejarnya sosok remaja berwajah kakek-kakek yang tak
pernah melepas cadarnya sekalipun tersebut.

" BERHENTI WOYYYY! Uchiha! Ini bukan syuting film India. Kalo mau
kejar-kejaran, sono di pelataran rumah Bu Yanto (?), yang lain
DIAAAAAMM!" Jiraiya tambah frustasi. Setelah suasana kelas kembali
tenang, Jiraiya mulai ngoceh lagi,

" Kuulangi lagi, ralat maksudnya. Nggak boleh dibikinin sama siapapun,
entah itu tetangga, babu, ortu, kakek, nenek, buyut, cucu, waria,
hombreng, dll. Karya harus orisinil, dan ditulis pake tulisan tangan
asli, bukan tangan palsu. Oke, clear? Minggu depan harus sudah ada di
atas meja kantor," ujar Jiraiya panjang lebar.

" Kalo di atas kursi?" celetuk Sasori, remaja super cute tapi rada telmi.

" Di bawah lemari?" tambah Zetsu, remaja blasteran tumbuhan.

" Di atas rak?" Pein tak mau kalah.

Jiraiya yang mengalami siksaan mental tak berkesudahan memutuskan untuk
meninggalkan kelas bak neraka yang diajarnya. Untuk beberapa saat tak
ada ocehan ataupun celetukan. Semua sibuk mikirin gimana cara bikin puisi.

**Rumah Uchiha Itachi yang super mewah kayak rumahnya Nazar&Muzdalifah**

Sudah lebih dari 4 jam cowok bermata /onyx/ itu memandang kertas putih
polos di hadapannya. Tangan kanannya memegang bolpen, sementara tangan
kirinya memegang penghapus. Saking stressnya sampe nggak bisa bedain
mana tipe-ex dan mana penghapus.

" Kalo cuma diliatin doang nggak bakalan selesai. Emang dengan diliatin
bakal muncul tulisan dan kata-kata puitis? Baka aniki!" olok Sasuke,
adik semata wayang Itachi yang hobi main lompat tali. Kebetulan Sasuke
baru aja dari KM, sekalian aja mampir ke kamar kakaknya.

" Terus gue harus gimana Sas? Gue bingung, bimbang, galau, rasanya ingin
mati saja," kata Itachi sendu bin melas.

" Mati aja loe," kata Sasuke kejam. Baginya, melihat Itachi yang
menderita adalah pemandangan terindah dalam hidupnya.

" Sas, elu kan pinter bikin puisi. Ajarin gue, plisss! Ntar gue beliin
tali yang baru deh buat maenan lu. Gimana? Plis Sassssss. Waktu gue
tinggal 604.800 detik lagi," ujar Itachi.

Sasuke diem, mikir-mikir. Lumayan juga dapet tali baru, kebetulan tali
miliknya sudah usang dan /mreteli/. Setelah 2 jam lebih 10 detik mikir,
akhirnya Sasuke mengangguk setuju.

" Oke deh! Tapi inget janji loe. Kalo menurut gue, mending lu pilih
salah satu bagian tubuh lu yang lu sukai. Kemarin waktu pelajaran bahasa
dan sastra kelas gue juga dapet tugas suruh bikin puisi. Puisi gue
berjudul " Tangan dan Kaki Bicara " dan gue dapet 100! Keren kan?
Wakakakkaka" ujar Sasuke bangga sambil pindah posisi duduk di tepi
ranjang milik Itachi, coz pegel kelamaan jongkok di depan pintu daritadi.

" Eh, bagus juga ide lu Sas! Gilaak gue langsung dapet inspirasi! Oke,
gue mau nulis. Yihaa!" seru Itachi semangat.

Krakk! Terdengar bunyi aneh yang membuat Sasuke kaget.

" Ta..tangan..gue..k..kram, Sas," kata Itachi terbata, sementara tangan
kanannya tertahan di udara, tak bisa digerakkan. Sasuke cuma bisa
/sweatdrop/ dan berlalu meninggalkan kamar kakaknya dengan tawa bejat
yang menggema.

**Kost-kostan Deidara, Sasori, dan Tobi**

" Hihihihi... Hihihi...," Sasori terkekeh geli saat melihat tayangan
Barbie Series di chanel Terselubung TV. Tobi yang duduk di samping
Sasori pun ikut-ikutan ngikik meski nggak se-akut Sasori.

" Hihi, keren deh Barbie-nya bisa terbang!" ujar Sasori kagum dengan
mata berbinar.

" Iya, senpai! Hihi, kan ada sayapnya. Amaaaann," timpal Tobi sambil
memperagakan gaya terbang si Barbie.

" Betul, Tob! Harus ada sayapnya supaya nggak tembus dan bocor ke
samping," Sasori mulai ngasal ngomongnya.

Deidara yang lagi berkutat sama bolpen dan kertasnya pun mau tak mau
menoleh kesal pada duo autis itu.

" Elu berdua bisa diem gak,un?! Gue lagi mau bikin puisi nih!" Deidara
mencak-mencak. Cuaca yang panas, ditambah tingkah autis dari Sasori dan
Tobi tak ayal membuat si cowok blonde itu makin gerah.

" Berisik lu Dei! Lagi asyik nih,hihi," sembur Sasori diakhiri dengan
cekikikan karena melihat adegan sayap si Barbie mendadak lenyap dan si
Barbie sukses mendarat di empang milik Pak Camat (?).

" Iya, Dei-senpai berisik banget ya? Gangguin acara aja," Tobi
ikut-ikutan kesal.

Kriik... Kriikkk... Hening...

" Fu*kin a**hole," umpat Deidara yang amarahnya siap meledak.

Dengan secepat kilat, Deidara mencabut kabel-kabel yang melekat pada TV
dan membuangnya ke waduk sebelah.

" Woy, Dei! Apa-apaan?! Gue baru aja mau ngeliat perjuangan Barbie
keluar dari empang Pak Camat!" semprot Sasori tepat di muka Deidara,
tapi Deidara udah mengantisipasinya dengan menutupi wajahnya pake taplak.

" Kalo gue un, gue lebih pengen ngeliat perjuangan elu berdua keluar
dari waduk sebelah," seringai Deidara licik dan membuat Sasori dan Tobi
lari terbirit-birit sambil menjerit alay.

**Di bawah jembatan beton...* *

" 100 ryo..200 ryo..300 ryo.." Sosok lelaki bercadar lengkap dengan
kerudungnya terlihat sibuk menghitung duit.

" Oy, Kuzu! Daripada elu ngitung duit nggak selesai-selesai, mending
bikin puisi gih," kata Hidan mangkel ngeliat aktivitas Kakuzu dari
pulsek sampe tengah malam cuma ngitungin duit mulu.

" Bentar deh. Nanggung!" kata Kakuzu cuek sambil sesekali membetulkan
letak cadarnya yang kadang miring.

" Eh, Kakuz. Percuma elu ngitung duit yang udah nggak laku. Mata uang
negara kita kan yen, bukan ryo, bego!" Hidan masih berusaha menasehati
partnernya yang maniak duit.

" Asal lu tau aja, Haidan. Nilai tukar mata uang ryo lebih tinggi
daripada yen. Elo belajar ekonomi gak sih?" Kakuzu jadi mangkel karena
Hidan banyak omong.

" Nama gue Hidan bukan Haidan. Lagian gue nggak pernah haid. Cih, gue
balik aja ke kost. Lama-lama gue jadi arca disini," kata Hidan dengan
raut muka bete.

" Lumayan dong jadi arca, bisa dijual, menghasilkan pundi-pundi
uang..fufufu," Kakuzu terkekeh nista. Hidan bersiap meninggalkan
'istana' yang selama ini menjadi tempat tinggal sahabatnya yang gila
duit dan segalanya yang berbau duit.

" Eh, jangan lupa inget baik-baik pesan gue. Menyebranglah saat lampu
berwarna hijau," kata Kakuzu bijak.

" Semua nasehat elo kagak ada yang bener! Ujung-ujungnya berbau
kematian," timpal Hidan sayup-sayup dari kejauhan.

Setelah Hidan benar-benar lenyap dari pandangan, Kakuzu mulai memasukkan
semua uangnya ke dalam koper lusuh. Jam beker bekas hasil mungut di TPA
mulai menunjukkan pukul 1 pagi. Kakuzu menguap lebar dan mulai berbaring
di atas lembaran koran yang berfungsi sebagai alas tidur.

" Indahnya duni ini... Semua gratis. Tak perlu membayar listrik, kamar,
air, dll. Selamat malam uangku sayang."

Dan sekali lagi tugas dari Pak Jiraiya terlupakan -.-"

**Kamar Pein yang amburadul* *

Majalah /Playboy/ berserakan dimana-mana. Kaos kaki nyangkut di atas
lemari. Entah apa yang membuat Pein mendapat ilham untuk meletakkan kaos
kaki bekasnya di tempat yang tak semestinya. Sesekali terdengar tarikan
nafas dari pemuda penggila bokep tersebut.

" Puisi...Puisi..," gumam Pein tak jelas, seolah-olah sedang
menggumamkan mantra.

Ditatapnya poster jumbo dengan sosok Pak Tarno yang sedang tersenyum
lebar, membuat Pein ingin muntah saat itu juga. Ingin sekali Pein
merobek, membakar, dan menginjak-injak poster tersebut. Tapi karena
poster nista itu adalah pemberian Konan, maka Pein mengurungkan niat
brutalnya.

" /Aku lebih suka jika kau memandangi senyum Pak Tarno, bukan pose-pose
laknat Paris Hilton dan Rahma Azhari/." Begitu penjelasan kekasihnya,
Konan, saat Pein bertanya " WHY HIM?"

Cih, emang gue homo? Pein merutuk dalam hati. Untuk beberapa saat,
leader genk Akatsuki itu terdiam, mencoba berpikir keras menemukan tema
yang cocok untuk puisinya. Jiraiya... Jiraiya... Hm, apa sih yang
disukai sama guru mesum itu? Pein mulai mikir lagi. Mendadak, pemuda
yang mendapat gelar " /Sexiest Man Alive/ " versi majalah lokal keluaran
Pak Lurah itu tersenyum lebar. Hampir sama lebarnya dengan senyum di
dalam poster.

" Sialan! Kenapa gak kepikiran daritadi sih?" seru Pein norak sambil
loncat-loncat di atas ranjang seolah-olah baru saja mendapat wahyu dari
Tuhan melalui Malaikat Jibril. Akhirnya Pein mulai mengambil secarik
kertas dan mulai menuangkan mahakaryanya.

15 menit berlalu...

" Yeah! Akhirnyaaa! /This is it/! Karya orisinil dari Pein van Houten.
Wkakakkaaka." Pein tertawa nista, dan seenaknya nyomot nama belakang
salah satu vokalis band yang berasal dari negara di Asia Tenggara.

**Di pinggir sebuah kolam**

Terdapat dua makhluk berbeda spesies lagi jongkok di pinggir kolam ikan
piranha milik Pak Camat. Yang lagi asyik menerawang dengan tatapan mata
kosong itu bernama (bukan Haji Kisame, tapi Hoshigaki Kisame). Dan satu
lagi spesies tumbuhan yang sedang menatap ikan piranha yang berenang
kesana-kemari. Dia bernama Zetsu bin Nassar.

" Zet, /what I'm supposed to do/?" keluh Kisame dengan ekspresi melas
dan letih karena tadi pagi cuma makan nasi setengah sendok teh.

Zetsu menatap sahabatnya yang kekurangan gizi (?). " Puisi tentang ikan
aja, Kis."

Kisame menggeleng. " Bosen ah ikan mulu! Gue udah nyoba nyari inspirasi
di Samudra Pasifik, Samudra Hindia, Laut Cina Selatan, dan bahkan Laut
Kidul, tapi tetep aja nggak dapet apapun."

Zetsu bangkit dari jongkoknya dan memandang tajam ke arah Kisame. " Gue
punya ide buat lu!"

Kisame langsung bangkit dengan mata bersinar-sinar seperti lampu
petromaks. " Apaan Zet? /Tell me right now/!"

" Gak usah sok-sokan pake bahasa inggrislah , Kis. Medok gitu!" semprot
Zetsu.

" /Je suis desole/. Cepetan gih!"

Zetsu mendekat ke arah Kisame, sehingga tak ada jarak lagi di antara
makhluk jejadian itu.

" Pssttt... ssstt... rawwr...sssttt... bla bla bla..ssstt!" bisik Zetsu
serius.

Kisame menatap Zetsu dengan pandangan /You-are-fuckin-genius-man/! Kedua
makhluk itu tertawa-tawa nista sambil berpelukan, berkejaran ria, dan
berteriak-teriak norak.